
Acara Temu sambut sudah memasuki babak penutupan. Dimana artinya ini sudah acara terakhir sebelum mereka pulang.
Digo dan teman-temannya sedang bersiap di panggung dadakan sederhana yang dibuat oleh panitia.
Lena dari tadi sudah sibuk mengajak teman-temannya untuk menonton Digo paling depan. Lebih tepatnya ia ingin melihat Erwin perform. Ia merasa seperti orang yang sedang jatuh cinta pada Erwin.
Digo Vokal, Erwin Gitaris, Riski drum dan satu lagi ada Agus memainkan bass.
Sebelum perform, Digo memberi kata sambutan kepada adik-adik tingkatnya yang sedang menonton.
“Salam adik-adik semua, karena kalian hari ini udah capek ya kan dengan tugas dan permainan, sekarang kita hibur ya dengan beberapa lagu sebagai penutup acara ini," ucap Digo
“Lagu ini saya nyanyikan selain untuk menghibur kalian semua, juga saya hadiahkan untuk orang yang ada di hati saya sampai saat ini dan pastinya sampai nanti, orang yang saya sayangi yang juga hadir di antara kita sekarang,” ucap Digo lagi sambil matanya tertuju pada Amira.
Amira langsung salah tingkah mendengar ucapan Digo dan langsung melihat ke sekeliling, takut orang pada sadar yang Digo maksud adalah dirinya.
Sementara Riko yang duduk tak jauh dari Amira melihat Digo dengan tatapan yang kesal, namun tak bisa berbuat apa-apa juga.
Alunan Gitar sudah membuka lagu yang akan dinyanyikan oleh Digo.
Digo mulai mendendangkan lagu dari Grup band Pilar yang berjudul Kau itu
Kurasakan lagi hancurnya hatiku
saat engkau telah mencintainya
sebisa dirimu menghianatiku
yang mencintaimu dalam hatiku
Kau begitu indah untukku
Kau aku mencintaimu
Dan kau hancurkan isi hatiku
Kau…
Tanpa kau sadari saat kau mencinta
Kau suntikan racun ke dalam jiwaku
Mengalir perlahan di dalam darahku
Matikan aku dalam cintamu
Kau begitu indah untukku
Kau aku mencintaimu
Dan kau hancurkan isi hatiku
Kau…
Begitu seterusnya sampai lagu selesai dinyanyikan oleh Digo dengan pandangan mata indah coklatnya yang terus menatap Amira, sambil sesekali melihat hadirin yang lain.
Sepanjang Digo menyanyikan lagunya, perasaan Amira seperti tersentak. Ada rasa sedih dalam hatinya yang bahkan ia sendiri tak mengerti. Ia pun tanpa sadar terus menatap Digo yang bernyanyi untuknya.
Tepuk tangan dan sorak soray memenuhi tempat itu.
__ADS_1
“Kak Digoooo keren,” teriak suara perempuan dari baris belakang.
Mungkin dia adalah pemuja rahasia Digo.
“Oke satu lagu sudah selesai ya, semoga kalian suka,” ucap Digilo
“Suka kak gila keren banget,” ucap Andi menyemangati
“Terima kasih,” jawab Digo tersenyum
“Kita nyanyiin lagu satu lagi ya, masih dalam rangka menghibur dan hadiah buat si Dia,” ucap Digo penuh arti.
Amira masih terdiam sambil menatap Digo, menunggu lagu kedua yang akan dibawakan Digo untuknya.
Perasaannya gundah, antara bangga namun juga sedih.
Bangga diperlakukan spesial dengan Digo, sedih karena bukan Riko yang bernyanyi di depan seluruh mahasiswa ini.
Ya, bukan Riko yang menunjukkan cinta nya pada mahluk kampus ini, tapi Digo.
Tapi tak dipungkiri, kehadiran Digo saat ini menjadi obat rasa sakit di hatinya karena melihat Riko bersama Desi di acara yang sama.
Sehingga sakit itu sedikit teredam.
“Mungkin gue terbawa suasana,” ucapnya dalam hati
Alunan musik mulai berdendang. Kali in Digo menyanyikan lagu milik Noah yang berjudul Cobalah Mengerti.
“Aku takkan pernah berhenti
Akan slalu memahami
Bila harus memaksa
Atau berdarah untukmu
Apapun itu asal kau mencoba menerimaku
Dan kamu hanya perlu terima
Dan tak harus memahami
Dan tak harus berfikir
Hanya perlu mengerti
Aku bernafas untukmu
Jadi tetaplah di sini dan mulai menerimaku
Cobalah mengerti semua ini mencari arti
Selamanya tak kan berhenti
Inginkan rasakan rindu ini menjadi Satu
Biar waktu yang memisahkan
Lagu yang dibuat jadi agak akustik itu jadi membius semua penonton. Dalam hati mereka, siapa sebenarnya yang sang pemilik lagu ini. Sampai begitu merdu dan terbawa suasana galaunya pada penonton.
__ADS_1
Tepuk tangan dan sorak sorai Kembali terdengar, kali ini lebih meriah dari sebelumnya.
“Kak Digo keren banget kak,” teriak salah satu penonton.
“Nyanyi lagi kaak,” ucap salah seorang lagi.
Sementara Amira dengan perasaan gemuruh yang ia tak mengerti dalam hatinya terus diam sambil menatap Digo penuh arti.
Digo menatap Amira menyiratkan bahwa semua lagu itu dinyanyikan untuknya. Berharap agar Amira dapat mengerti apa yang dirasakannya.
Digo bahkan tak mau mempermasalahkan hubungan Amira dan Riko yang sekarang sedang terjalin, meskipun hatinya sakit. Dia masih menjaga perasaan Amira dan memilih mengejarnya sendiri tanpa membuat masalah dengan Riko.
Digo turun dari panggung diikuti oleh Erwin dan Riski yang membawa gitar dan stick drum. Mereka berjalan bak artis yang melewati penonton, karena mereka memang ingin duduk di antara adik tingkatnya itu.
Digo dan teman-temannya memilih duduk di dekat Andi.
“Gila, keren banget kak gue aja yang laki-laki sampe terpesona sama lo,” ucap Andi begitu Digo duduk di sebelahnya.
“Iya, apalagi pas lagu cobalah mengerti, kayanya dalem banget hahaha,” tambah Irwan.
“Ia iyalah kan gue emang nyanyi nya pake perasaan,” jawab Digo santai.
“Eh btw Ndi lo ada nomer temennya Amira tadi ga namanya Leni, bagi dong gue no hape nya,” ucap Erwin pada Andi.
“Ohh ada dong kak masa temen sekelas ga punya no nya hehe, bentar,” jawab Andi sambil mengeluarkan ponselnya dan mulai mencari nama Lena untuk dikirim ke Erwin
“Udah masuk kak?” tanya Andi.
“Oke udah, thanks ya,” jawab Erwin.
“gas cepet juga lo ya win,” ucap Riski
“Hahahaha iya dong, daripada nanti keburu direbut orang,” jawab Erwin asal membuat Erwin menyenggol lengannya untuk memberi kode bahwa omongannya menyinggung Digo.
Padahal Digo menanggapinya dengan santai karena memang kenyataannya Amira sudah jatuh hati pada Riko.
“Selama janur kuning belum melengkung masih bisa diambil kok tenang aja hahahaha,” ucap Digo kemudian. Disusul dengan ledekan dari Andi..
“Kalian ni udah pada milih cem ceman nya sendiri ya, wahh kalah kita wan,” ucap Andi pada Irwan.
“hahaha ya lo mah nanti aja milihnya kalo udah punya adek tingkat, kan lucu tuh kalo sama adek tingkat,” jawab Digo mengajarkan.
“Eh tapi kok kak Riski ga ikutan juga milih cem ceman? Kak Erwin doang sama kak Digo,” tanya Irwan heran.
“Ah dia mah masih betah sendiri alias ngejomblo,” jawab Erwin.
“Mau taaruf kali lo ya kak,” ledek Andi.
“hahahaha belum nemu yang cocok aja gue,” jawab Riski jujur.
“Aqh lo mah rumit ki, ada yang suka sama lo, lo nya ga mau, giliran lo yang suka ceweknya yang ga mau,” ucap Erwin
“hahahahaha ya itulah susahnya nyari pasangan woy,” ucap Digo kemudian.
“kayak gue sama Amira nih, belum gue gebet si ami nya udah diambil orang, mana yang ngambil udah punya pacar lagi hahaha,” ucap Digo lagi.
“Butuh perjuangan ya Go buat dapetinnya,” jawab Riski.
“Lo juga Win berjuang sana dapetin Lena jangan enak-enakan aja lo,” ucap Riski lagi sambil tertawa.
__ADS_1
“Hahaha lo ni ki, gini-gini gue tau cara memperlakukan wanita,” ucap Erwin tak mau kalah disusul suara tertawa dari semuanya.