Pintu Hati Amira

Pintu Hati Amira
Bab 7 Pesan Whatsapp


__ADS_3

Siang itu, Digo sedang berada di perpustakaan untuk mencari referensi jurnalnya. Tiba-tiba ponsel nya bergetar menandakan pesan whatsapp masuk.


Digo segera membuka pesan tersebut dan tersenyum kecil setelah membacanya.


“Go, Amira suka sama Riko, dan kayaknya Riko malah ngasih harapan ke Amira,” tulis pesan yang dikirim Erwin kepadanya.


Digo mengernyitkan dahi lalu tersenyum tipis membayangkan adik tingkatnya yang bernama Riko itu.


“Riko, mau apa lo main api sama Amira gue? Ga akan gue biarin perasaan Amira jatuh ke lo,” batin Digo.


"Oke bro, thanks infonya," balas Digo pada pesan Erwin.


******


Malam hari setelah makan malam, Amira pergi ke kamarnya sambil membuka ponselnya melihat sosial media. Tak lama berselang ada pesan whatsapp masuk.


Dari Tasya,” Mi, lo udh bikin laporan Kimia Dasar belum?” bunyi pesan wa dari Tasya.


“Belum,” ketik Amira membalas chat sahabatnya itu.


“Gue ada yang ga ngerti loh, pengen nanya sama kak Riko tapi gue ga tau nomernya mi,” balas Tasya.


Amira mengernyitkan dahinya dan berfikir mungkin besok akan mencari kakak tersayangnya itu dan menanyakan langsung apa yang mau ditanyakan Tasya.


Baru saja Amira mau membalas pesan Tasya sesuai dengan pemikirannya tadi, ponsel Amira berbunyi lagi menandakan ada pesan masuk.


“Selamat malam Adik, saya Riko Anggara Asisten Praktikum Larutan Elektrolit dan non elektrolit tadi siang. Sudah buat laporan nya? Apakah ada yang tak dimengerti?” bunyi pesan masuk di ponsel Amira, membuat detak jantung Amira seketika berdegup kencang takjub tak percaya.


“Ya Tuhan, gue baru aja mikirin mau nemuin kakak ini tapi tiba-tiba dia udah ngechat gue,” gumam Amira.


“Kakak Riko pasti ngirim ini ke semua peserta kelompok gue tadi siang, jadi pasti ke Tasya juga. Dia pasti udah bisa langsung tanya sendiri aja deh ke kak Riko,” tambah Amira ngomong sendiri.


“Ini baru mau mengerjakannya kak,”Amira membalas Chat Riko.


Tak lama ponsel Amira berdering lagi, chat balasan dari Riko masuk.


“Oke, kamu bisa tanyakan ke kakak kalau ada hal yang ga dimengerti ya..”


“Siap kak, terima kasih banyak, mohon bimbingannya ya kak,” balas Amira senang.


Begitulah seterusnya chat formal yang awalnya membicarakan praktikum berubah menjadi chat pribadi yang menanyakan pertanyaan kurang penting, mulai dari sudah makan apa belum, makan pake apa, di rumah sama siapa dan lain sebagainya.

__ADS_1


Amira yang sangat senang bisa chatingan dengan Riko walau awalnya membicarakan laporan, justru melupakan akan laporannya itu.


Ia terus memegang ponselnya untuk chatingan dengan Riko sepanjang malam. Hingga ia pun melupakan untuk membalas wa Tasya tadi.


Ponsel Amira bergetar lagi..


“Mi, kok wa gue ga lo bales sih? Gue nungguin juga. Besok temenin gue ngadep kak Riko yah,” tiba-tiba Tasya mengirim wa kepada Amira.


Amira yang membaca chat dari Tasya merasa bingung karena dia pikir kak Riko mengirim wa yang diterimanya tadi ke semua peserta kelompoknya, jadi tasya juga pasti dapat dan bisa menanyakan langsung ke kak Riko melalui wa.


“Apa kak Riko Cuma kirim wa itu ke gue aja ya?” gumam amira.


Amira segera menelpon Tasya.


“Tasy, gue tadi dapet chat dari kak Riko, gue kira dia kirim itu ke lo juga,” ucap Amira pada Tasya.


“Hahh chat apaan Mi? Gue ga dikirim chat tuh dari kak Riko,” jawab Tasya bingung.


“Serius lo? Gue kira ke semua kelompok kita tadi, dia nanya gimana laporannya, udah buat apa belum dan gimana praktikum tadi, kalo ada yang mau ditanyain bisa langsung aja nanya ke dia lewat wa, gitu Tasy,” jelas Amira panjang lebar.


“Astagaaaaa, ini sih udah pasti nih, udah pastiiiii,” jawab Tasya menggantung.


“Udah pasti dugaan gue bener, dia suka sama lo mi, kak Riko suka sama lo,"ucap Tasya yakin.


“Dari tadi siang tuh gue udah punya feeling dengan tingkahnya Kak Riko ke lo waktu praktikum dan sekarang ditambah dia cuma ngechat lo aja perihal laporan?” jelas Tasya.


“Gue rasa itupun cuma modus, dia pasti cuma pengen ngobrol sama lo, tapi ga tau harus darimana karena kalian memang baru kenal, jadilah mulai dari praktikum siang tadi,” Tasya mulai beranalasis.


“hmmmm…Iyaa...mungkin...bisa jadi,” jawab Amira ragu-ragu.


“Mungkin?,” tanya tasya heran sambil mengangkat satu alisnya.


“Kalian udah chatingan kan dan udah ga ngomongin soal Kimia Dasar kan?" tanya Tasya lagi menelisik.


“heemmmm… heemmmm.. ,"Amira tampak bingung dan ragu-ragu menjawab pertanyaan Tasya.


"Hemm hemm apaan mi? Gue bener ya?," tanya Tasya lagi.


"Hmm..iya Tasy kita udah ngobrol biasa dari tadi,” jawab Amira sambil cengar cengir yang tak bisa dilihat Tasya.


“Aaaahhh Amiraaaa, gue ga mau tau besok lo harus cerita semua nya ke gue itu isi chat lo sama kak Riko ya, awas kalo ga,”ancam Tasya.

__ADS_1


“Oh iya satu lagi mi, bilangin ya ke Kak Riko kalo gue mau ketemu dia besok karena ada yang ga gue ngerti, tapi ditemenin sama lo ya hehehe,” tambah Tasya senang.


“Iya iya nanti gue bilangin Tasy, dan gue temenin besok hahahaha,” jawab amira bahagia.


“Ah ini mah emang lo nya juga mau, untung juga kan di lo? Hahaha,” sahut Tasya.


"Hehehehe apaan sih lo kok tau aja hehehe," jawab Amira sok imut.


"Halahh Mii.. Mii.. dasar ganjen lo," ucap Tasya sambil tertawa.


“Ya udah Mi sampe ketemu besok ya,” Tasya menyudahi obrolan mereka.


“oke Tasy dadahhh,” Amira menutup telponnya.


Amira pun menyampaikan pesan Tasya tadi kepada Riko untuk menemuinya besok.


"Oh gitu ya udah kita janjian aja di taman belakang gedung C ya Mii," ajak Riko.


"Oke kakak Riko, makasih ya kak" ucap amira senang.


"Sama-sama ya mii," balasan Riko dengan suara yang lembut.


Riko pun sangat senang karena adik tingkatnya yang manis ini akan menemuinya besok walaupun hanya untuk membahas laporan.


“Gue ga boleh sia-siakan kesempatan ini,” gumam Riko pada dirinya sendiri.


Amira tak sabar menunggu esok hari, memikirkan akan bertemu Riko.


" Ahh pake baju apa ya besok biar keliatan cantik?" pikir Amira sendiri.


Lalu amira beranjak dari tempat tidurnya menuju lemari pakaiannya.


dibukanya lemari itu dan amira mulai melihat pakaian-pakaian yang digantung itu dengan menggeser-geserkan gantungannya.


"Terusan, celana atau rok ya," pikir Amira.


"Bajunya kemeja atau rajut aja ya?" tanya Amira pada diri sendiri sambil menyocokan baju-baju yang ada di tangan nya.


"Yang ini ga cocok ah kayak anak kuliahan banget," ucap Amira setelah melihat kemeja kotak-kotak. (padahal kan dia memang mau kuliah ya? Aneh)


"Ahh besok aja deh pilih-pilih baju nya," batin Amira sambil memasukkan beberapa baju yang sudah dia keluarkan dan naik ke tempat tidur.

__ADS_1


__ADS_2