Pintu Hati Amira

Pintu Hati Amira
Bab 25 Baju renang


__ADS_3

Digo dan teman-temannya baru tiba di Ancol dengan membawa karpet serta peralatan perkakas yang mereka persiapkan dari rumah.


“Bener-bener deh ini ya, gue jadi ikutan dalam acara piknik beginian,” ucap Riski.


“Hahaha nggak apa-apa sih Ki, kan asik kaya gini sekali-sekali,” jawab Erwin.


“Eh Btw ini ada waterboom nya kan? Kaya waterboom kecil gitu kalo ga salah,” tanya Riski.


“Oh iya ya? Emang lo mau berenang?” tanya Digo.


“Ya boleh juga berenang,”ucap Riski.


"Lo ga mau renang di Atlantis aja? tapi buka nya kira-kira setengah jam lagi," tanya Erwin.


"Eh iya ya, kan ada Atlantis, ngapain gue berenang di air asin kalo ada yg tawar," ucap Riski lagi sambil menoyor kepalanya sendiri.


“Eh tunggu, kalo cewek-cewek itu mau berenang juga terus pake baju renang yang mirip celana dalem itu gimana? Ga bisa ah ga bisa gue harus cegah,” ucap Digo.


Digo tiba-tiba sambil membayangkan Amira memakai baju bikini.


“Apaan sih lo Go, pikiran lo kemana-kemana, kan bisa aja Amira berenang pake kaos sama celana panjang,” ucap Riski.


"Ya tapi kan tetep aja, emang Lo mau Lena renang pake baju begitu Win?" tanya Digo.


"Ya ga mau lah, calon cewek gue badannya diliat sama orang lain, ih gue aja belom pernah," sahut Erwin sewot.


"Dih ya ngapain juga Lo ngeliat badan cewek, dasar cabul lu," ucap Riski kesal.


Karena keasyikan meributkan hal yang ga penting, Digo ga sadar kalau Amira saat ini sedang melihatnya.


"Kak Digo," ucap Amira pelan namun bisa didengar oleh teman-temannya.


Seketika mereka semua menoleh ke arah pandang Amira dan terlihatlah Digo, Riski dan Erwin sedang berjalan sambil membawa perkakas yang terlihat aneh.


Riski membawa dua rantang bersusun tiga, Erwin membawa gulungan karpet serta beberapa plastik ind*mar**. Sedangkan Digo membawa piring plastik lengkap dengan sendok dan garpunya.


"Mereka mau ngapain sih? Kok bawa-bawa karpet Aladin gitu, bukannya bawa tiker" ucap Lena sambil tertawa melihat kekonyolan kakak tingkatnya itu


Amira yang menyadari hal itu pun ikut tertawa. "Ya ampun dikira ke pantai kaya mau arisan kali ya hahahaha," imbuh Amira.


"Laki Lo tuh Mi, hahahaha," ucap Tasya sambil tertawa.


"Heeh enak aja, laki nya Lena tuh kak Erwin bawa-bawa karpet Aladin," sahut Amira.


"Ih kalian ini dasar, eh ajak gabung kesini aja yuk," tawar Lena.


Ketiga teman lainnya berpandangan. "Ya udah Len", jawab Amira pada akhirnya.


"Kak.. Kak Digo Kak Erwin Kak Riski, sini,"teriak Lena sambil melambai-lambaikan tangannya.


"Lo manggil apa ngabsen Len," ucap Ajeng sambil tertawa.


Digo dan yang lain melihat ke arah panggilan suara, dan langsung tersenyum cerah.

__ADS_1


Tanpa pikir panjang mereka langsung berjalan menghampiri Lena.


"Hai kebetulan banget ya, kakak gabung sini ya cantik," ucap Erwin dengan genitnya sambil menggelar karpet Aladin nya di sebelah tikar gadis-gadis itu.


"Hai Mi,"sapa Digo sambil tersenyum sumringah melihat Amira.


"Hai kak," jawab Amira tersenyum.


"Kalian udah lama disini?" tanya Digo.


"Kita belum lama juga kok sampe sini kak ini lagi makan," jawab Amira.


"Kakak bawa apa itu yang di rantang?" tanya Amira lagi.


"Oh ini? Ini tuh tadi kita bawa bekel buat makan di pinggir laut ala-ala piknik mamak-mamak," jawab Riski asal sambil membuka rantangnya.


Amira dan Lena memperhatikan isi rantang tersebut.


Rantang bawah diisi bakwan dan tahu isi goreng, rantang kedua disi dengan cireng, rantang ketiga diisi dengan telur ceplok ala kadarnya yang sedikit gosong.


Rantang tiga susun yang satu lagi diisi dengan nasi pada ketiga tingkatannya.


Melihat itu Amira dan Lena tertawa, bisa-bisanya bekel cuma diisi gorengan sama nasi.


"Kak Digo itu gorengan beli apa bikin?"tanya Amira.


"Oh ini, beli dong ya kali bikin hehehe," jawab Digo sambil cengengesan.


Amira mengambil tempat berisikan sayuran dan beberapa lauknya yang masih ada lalu ia berjalan ke arah Digo dan memberikannya kepada Digo.


Digo terlihat senang sekali karena Amira memperhatikannya seperti ini.


"Kita ga dikasih Mi?" tanya Riski ngenes.


"Dikasih dong, ini masih ada," jawab Amira sambil menyodorkan sayur dan lauknya.


"Ga dituangin juga nih ke piring kaya Digo?" goda Riski.


Mendengar itu wajah Amira langsung memerah.


Digo yang juga salah tingkah memarahi temannya itu. "Heh punya tangan, ambil sendiri" ucapnya sewot.


"Iihh iya iya galak amat sih," jawab Riski.


Tiba-tiba terdengar celetukan dari Tasya


“Eh kita berenang yuk, bentar lagi waterboom nya buka, makan dulu yang banyak,” ucap Tasya.


“Pada bawa baju renang kan? Gue kemaren baru beli baju renang ini seksi deh,” ucap Lena sambil menunjukkan baju renangnya yang berbentuk tanktop yang menyambung ke bawah segitiga dan dibalut rok mini.


Erwin dan Digo yang mendengar itu langsung menoleh ke arah Lena yang sedang menunjukkan baju renangnya itu tak terkecuali Amira.


Erwin yang lagi makan langsung tersedak, terbatuk-batuk.

__ADS_1


“Hahh gila itu baju renang apa baju dalem, seksi amat,” ucap Erwin kesal.


Lena yang mendengar itu langsung sadar, lalu menurunkan baju renangnya.


"Yah mati gue," dalam hati Lena.


Lena melirik ke arah Erwin lalu mendapati Erwin yang sedang memelototinya lalu menggerakkan tangan ke lehernya seperti memeragakan potongan di leher.


Lena tersenyum kikuk lalu memasukkan baju renangnya lagi ke dalam tas.


"Eh hemmm kayaknya gue ga bisa ikut renang deh gue salah bawa baju hehe," ucapnya merasa tidak enak hati pada teman-temannya.


"Lagian lo bawa baju renang nya keseksian Len, kan ada baju renang yang model jaman sekarang ga seseksi itu," ucap Ajeng.


"Ya abisnya bajunya lucu banget jadi gue beli deh,"sesal Lena.


"Lena pake baju kakak aja," ucap Erwin yang tiba-tiba sudah ada di tempat mereka.


"Lah bukannya tadi lagi makan? Cepet amat ngunyah nya," pikir Lena dalam hati.


"Gimana? Lena mau renang ga? Kalo mau pake baju kakak, kalo ga ya udah ga usah berenang," jawab Erwin hendak beranjak pergi.


"Eh iya kak iya aku mau berenang, pinjem bajunya ya," ucap Lena lagi.


"Oke kakak ambil dulu di mobil," jawab Erwin sambil berjalan menuju mobil Digo.


Digo tiba-tiba membayangkan Amira juga akan memakai pakaian seperti itu membuatnya langsung badmood.


"Kamu bawa baju renang juga?" tanya Digo pada Amira.


"Aku cuma bawa baju ganti, kalo mau renang paling pake baju ini aja yang lagi aku pake,"jawab Amira.


Mendengar itu Digo langsung memperhatikan penampilan Amira dari atas sampai bawah.


Atas kaos oblong warna cream muda yang tidak oversize lalu celana jeans yang membentuk pas di kaki jenjang Amira.


"Celananya sih oke, tapi bajunya? Bisa-bisa nyeplak kalo Amira nyebur ke air," batin Digo.


Amira yang sadar sedang diperhatikan Digo merasa risih. Ia langsung menutup dadanya dengan menyilangkan kedua tangannya.


"Kakak apaan sih ngeliatin aku kaya gitu?" tanya Amira waspada.


"Kamu ga boleh berenang," ucap Digo santai sambil meneruskan makanannya.


"Ih aku kan ga minta izin sama kak Digo," sahut Amira sambil berdiri hendak beranjak.


Melihat itu Digo langsung menghentikan makannya lalu dengan cepat langsung menggendong Amira seperti membawa karung beras.


"Ehhh kak apaan sih turunin aku," jerit Amira sambil memukul-mukul punggung Digo.


Riski dan teman-teman Amira langsung menoleh ke arah mereka dan merasa bingung dengan tingkah Digo.


Begitupun Erwin yang sedang membawa baju menuju tikar Lena.

__ADS_1


"Kalo mau pada berenang cepet kalian beres-beres kita ke Atlantis sekarang, tapi Amira di mobil gue," ucap Digo sambil berjalan menuju mobilnya.


Mereka semua hanya bisa berpandangan melihat Digo membawa paksa Amira.


__ADS_2