PUTRI YANG TERSISIH

PUTRI YANG TERSISIH
99. perpisahan


__ADS_3

"Ayah tidak apa-apa.? Jangan terlalu dipikirkan yah. Saya yakin suatu saat nanti kita bisa membudidayakan tanaman gandum lagi di kerajaan kita. Tidak apa-apa rasanya jika kita beralih kepada jagung dan juga kacang hijau." Ujar pangeran Juan berniat menghibur sang ayah. Raja Christopher menggeleng-gelengkan kepalanya.


"Ayah sudah tidak memikirkan masalah gandum lagi. Rasanya mengalihkan bahan pangan yang cocok untuk dikonsumsi itu sudah cukup untuk saat ini. Namun ayah merasa sedih karena sudah bertahun-tahun tidak bertemu dengan adikmu. Entah di mana dia saat ini. Apakah dia sehat, baik-baik saja, sudah makan atau malah sebaliknya. Kalau saja ayah tahu ke depannya akan seperti ini. Ayah tak akan mengadopsi anak itu dan menelantarkan adikmu. Sungguh ayah sangat mengkhawatirkannya saat ini." Ujar Raja Christopher tampak dari matanya berkaca-kaca.


Bahkan pangeran William yang sudah pernah bertemu dengan Putri Amelia sama sekali tak memberikan kabar apapun kepada keluarga kekasihnya mengenai dirinya.


Pangeran Juan yang mendengarkan keluh kesah ayahnya juga ikut merasa sedih. Seandainya mereka dulu tidak memperlakukan adik mereka dengan kasar atau mengacuhkannya, mungkin keadaan seperti ini tidak akan pernah mereka rasakan.


Ditambah lagi Raja Christopher dan keluarganya terlihat begitu kurus akibat permasalahan yang menimpa kerajaan mereka dan juga ditambah lagi memikirkan sang putri satu-satunya kerajaan Venus yang tidak tahu di mana rimbanya.


"Ayah, saya yakin adik baik-baik saja. Dan ketika nanti pikirannya telah tenang, ia pasti akan kembali kepada kita." Ujar pangeran Juan lagi mencoba kembali menghibur ayahnya walaupun dalam hati kecilnya sendiri merasa sangat mengkhawatirkan adiknya itu.


Apalagi selama berhari-hari dan berbulan-bulan ratu Adriana sering sakit-sakitan akibat terlalu mengkhawatirkan anak bungsunya itu. Raja Christopher tak kuasa menahan sesak di hatinya hingga setetes air matanya jatuh membasahi pipinya. Namun dengan cepat ia langsung menyeka air matanya itu.


"Yah ayah tahu..." Ujar Raja Christopher lagi dengan nada lesu dan tak berdaya. Pangeran Juan yang melihat ayahnya dan juga ibunya yang benar-benar kehilangan sang adik kembali memutuskan untuk mencari adiknya.


"Ayah, aku memutuskan untuk mencari Putri Amelia lagi.. aku tidak tega melihat ayah dan ibu bersedih seperti ini." Ujar pangeran Juan yang langsung mendapatkan gelengan kepala dari sang ayah.

__ADS_1


"Tidak nak tidak. Jika ingin mencari carilah di dekat-dekat istana saja. Sangat berbahaya jika kalian pergi meninggalkan istana. Apalagi kondisi istana saat ini dalam keadaan krisis pangan. Kerajaan kita juga kekurangan bahan makanan untuk kaum bangsawan. Ayah takut di perjalanan kalian malah menemukan kesulitan." Ujar Raja Christopher lagi.


Namun ia tak berhenti melakukan pencarian dengan mengutus para pengawal bayangan yang dibantu oleh raja Robert dari kerajaan Merkurius. Dan sampai sekarang pun mereka belum menemukan pastinya di mana Sang Putri berada.


***


Sementara di tempat lain. Putri Amelia dan kedua pelayannya saat ini telah bersiap-siap untuk meninggalkan kerajaan zamrud. Di sana, kepergian mereka diiringi oleh para warga setempat yang begitu sangat mengenali Putri Amelia dan juga teman-temannya itu.


"Bapak-bapak, ibu-ibu terima kasih telah mengizinkan saya tinggal di tempat anda. Kami pasti akan mengenang tempat ini di dalam hati dan sanubari kami. Tetap sehat dan tetap bersatu jangan berpecah belah. Jika memang masih berjodoh saya masih ingin menginjakkan kaki di tempat ini." Ujar Putri Amelia memberikan ucapan perpisahan kepada para warga di sana.


Setelah itu, ia membungkukkan tubuhnya bersama dengan kedua pelayannya untuk memberikan penghormatan terakhir mereka sebelum meninggalkan tempat itu. Sementara para warga yang menyaksikan kepergian Putri Amelia melambaikan tangan mereka untuk mengiringi kepergian mereka.


Ia juga mengajarkan banyak hal kepada para warga yang ada di sini, mulai dari cara bercocok tanam yang baik dan memanfaatkan hutan dengan kayu-kayunya untuk membangun kediaman mereka. Ya juga mengajarkan bagaimana cara pola hidup sehat yang baik.


Putri Amelia juga mengajarkan bagaimana cara menganyam membuat penutup rumah dari bambu dan juga parlak dari rotan. Walaupun hasil hutan dan pertanian mereka tidak bisa mereka jual ke luar karena sifat mereka yang tertutup, tapi setidaknya kehidupan mereka layak dan cocok untuk ditinggali.


"Hati-hati di jalan nona..!!! Kami pasti akan sangat merindukan kalian. Selamat sampai tujuan...!!" Teriak para ibu-ibu sambil melambaikan tangan mereka.

__ADS_1


Putri Amelia dan kedua pelayannya tersentuh melihat perlakuan orang-orang yang tinggal di tempat terpencil ini. Putri Amelia langsung mengukir senyum dan kembali mengeluarkan berkarung-karung beras dan sembako lainnya dari ruang dimensi untuk diberikan kepada para warga sebagai tanda perpisahan atau cenderamata.


Setelah itu, tanpa mengatakan hal apapun lagi, karena Putri Amelia yakin mereka dapat berlaku adil pada sesama. Jadi Putri Amelia mengabaikannya begitu saja dan meninggalkan tempat itu bersama dengan kedua pelayannya.


Mereka bertiga meloncat dari dahan ke dahan, sesekali mereka akan mengamati hutan belantara yang mereka jelajahi itu. Sementara si kembar harimau dan Alen tetap berada di ruang dimensi karena tak berani keluar mengingat kerajaan zamrud itu terlalu anti terhadap laki-laki yang tampan.


Mereka takut, nanti akan dijadikan persembahan oleh para warga di sana hehehe konyol sekali bukan.? Namun hal itu tentu saja tidak akan dilakukan oleh para warga.


Ketakutan itu muncul hanya karena pikiran mereka saja. Selang 2 jam mereka meloncat dari dahan ke dahan, akhirnya mereka bertiga keluar dari hutan belantara yang sangat luas itu. Kini mereka telah berada di sebuah perkampungan yang begitu ramai yang kini mulai dilintasi oleh para petualang atau para pendekar lainnya.


"Nona bagaimana kita istirahat terlebih dahulu di desa ini. Entah kenapa aku sangat lelah. Aku juga ingin mengisi perutku dengan makanan yang enak." Ujar Sisil sambil mengelus alus perutnya, entah kenapa Mereka seorang kultivator yang hebat mudah sekali kelaparan.


dan jawabannya hanya satu yaitu karena mereka bertiga telah terbiasa makan makanan enak. Jadi mereka tidak bisa lepas lagi dari yang namanya makan walaupun mereka seorang cultivator yang bisa tahan tidak makan berhari-hari lamanya.


"Iya Nona. Saya juga merasa lapar. Sebaiknya kita istirahat dulu Nona dan mencari tempat untuk makan." Usul rubi lagi. Putri Amelia pun langsung menganggukkan kepalanya karena nyatanya Ia juga sudah lelah dan sekaligus lapar.


"Baiklah kalau begitu, tunggu apa lagi. Ayo kita menghampiri Desa itu." Ujar Putri Amelia lagi.

__ADS_1


Mereka pun mulai berjalan seperti biasa untuk menghampiri desa. Karena Putri Amelia dan kedua pelayannya memakai pakaian yang serba hitam dan juga memakai masker atau cadar. Beberapa warga lainnya mendadak histeris melihat kedatangan mereka yang membuat Putri Amelia dan kedua teman-temannya menjadi heran.


__ADS_2