PUTRI YANG TERSISIH

PUTRI YANG TERSISIH
79. simbol kutukan


__ADS_3

di sebuah rumah pohon yang tinggi, terlihat ketiga perempuan cantik dan dua lelaki tampan sedang tertidur lelap dengan posisi tidur sambil duduk. tak lama Putri Amelia terbangun dan mengerjap-erjabkan matanya serta menguap


"Whoaammm...." Putri Amelia menguap, dan merenggangkan otot otot nya, yang terasa kaku karena tidur dengan posisi duduk.


Krak Krak Terdengar bunyi tulang putri Amelia ketika merenggangkannya.


"Uuugghhh.... Enak banget..." Ujarnya dengan lirih dan menikmati rasanya.


Tak lama, kedua pelayannya dan juga si kembar ikut terbangun. Mereka juga melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan Putri Amelia.


Putri Amelia merenung sejenak. Sepertinya ia memikirkan kejadian yang ia lihat tadi malam. Itu pasti bukanlah sebuah mimpi, karena pada kenyataannya mereka semua berada di tempat ini untuk mengintip.


"Em yang tadi itu nyata kan..?? Yang kejadian yang tadi malam..??" Tanya Putri Amelia untuk memastikannya kepada mereka. Mereka semua pun menganggukkan kepala mereka dengan serentak.


"Benar nona. Itu adalah kenyataan.." ujar Sisil meyakinkan sang nona.


Karena sepertinya Putri Amelia masih merasa kalau apa yang ia lihat tadi malam itu adalah sebuah mimpi. Mendengar penuturan sisil yang begitu meyakinkan, dia pun hanya bisa mengganggu anggukkan kepalanya.


"jadi kalian akan seperti ini tiap malam..?? tidur tapi tidak nyenyak..??" tanya Putri Amelia kepada teman-temannya itu. Jika memang seperti itu maka mereka sungguh sangat kasihan. mereka semua pun hanya bisa menganggukkan kepala.

__ADS_1


"ah..!! yasudah. Nanti kita akan turun dan masuk ke kota itu. Kita selidiki Apa yang sebenarnya terjadi.." ujar Amelia kepada teman-temannya itu.


Mereka semua pun setuju dan menganggukkan kepala mereka. Sejujurnya mereka semua juga merasa penasaran apa yang terjadi mengapa kota ini terlihat sepi di siang hari, namun pada malam hari akan banyak segerombolan tengkorak-tengkorak hidup yang seperti sedang melakukan aktivitas mereka. Setelah rencana itu terucap, satu jam kemudian mereka berlima pun turun. Sementara alin masih berada di ruang dimensi.


"Ayo, sebelum kita masuk.. dan untuk berjaga-jaga, sebaiknya kalian minum pil ini. Ini adalah pil penyamaran aura, agar mereka atau sesuatu yang berbahaya tak mengendus keberadaan kita." Ujar Putri Amelia lagi sambil menyerahkan pil penyamaran aura kepada teman-temannya itu.


Mereka semua pun mengambil pil tersebut dan meneguknya dengan cepat. Setelah itu, mereka mulai memasuki kota sepi yang tidak memiliki kehidupan di dalamnya.


Saat mereka masuk, tidak terjadi apa-apa di sana. Bahkan di sana tak ada seorang pun yang lewat bahkan seekor lalat pun. Putri Amelia dan mereka semua celinga celinguk memantau dan melihat kondisi keadaan di kota mati ini.


"Kota ini Kenapa ya..?? Bahkan sedari tadi kita tidak menemukan petunjuk apapun. Jangankan manusia, tikus saja tidak pernah lewat di depan kita." Ujar Putri Amelia sambil meletakkan kedua tangannya di pinggangnya.


"Betul nona. Tak terjadi apa-apa di sini. Bahkan nyamuk-nyamuk berterbangan saja tak terlihat." Jawab si hitam.


"Baik nona, segera.." ujar si hitam dan si biru.


Mereka pun langsung memfokuskan pikiran mereka dan menajamkan insting dan indra penciuman mereka. Satu hal yang pasti harimau kembar ini dapat merasakan sesuatu yang jaraknya 100 sampai 500 meter dari mereka, dan tentu saja jangkauannya itu masih terlalu dekat ketimbang kekuatan Putri Amelia.


Tapi jangan salah dengan insting mereka, walaupun jaraknya hanya kisaran 100 sampai 500 meter, tapi mereka dapat merasakan bahaya yang akan mendekat.

__ADS_1


Sementara si kembar harimau sedang berfokus untuk mencari sesuatu di kota mati ini. Putri Amelia malah menangkap sesuatu di dinding dinding benteng dari kota tersebut.


Ada sesuatu simbol yang menurutnya begitu aneh. Karena merasa penasaran, Putri Amelia pun berjalan mendekati tembok tersebut dan disusul dengan Rubi. Sementara Sisil memilih untuk tetap di tempat agar bisa melindungi si kembar harimau itu.


"Simbol apa ini.. seumur-umur aku baru menemukan simbol yang bentuknya aneh seperti ini.." lirih Putri Amelia tanpa menyentuh simbol tersebut. Tapi tiba-tiba, Alen yang berada di ruang dimensi langsung melakukan telepati.


[Nona. Simbol itu adalah simbol kutukan.!! Kalau aku tidak salah analisis, dulunya kota ini adalah kota yang sangat ramai dan juga memiliki penghasilan yang begitu besar dari para saudagar-saudagar yang berniaga ke tempat ini. Namun beberapa ribu tahun yang lalu, ada sesuatu insiden yang terjadi di kota ini. Di sini terjadi perebutan wilayah kekuasaan, sehingga mengakibatkan salah seorang penyihir yang hidupnya terusik akibat perebutan kekuasaan tersebut mengutuk tempat ini dengan memasang simbol-simbol kutukan tersebut. Konon kabarnya, manusia atau orang-orang yang berada di kota ini yang terkena kutukan hanya akan bekerja di malam hari dengan bentuk yang hanya tinggal kerangka, sementara di siang hari, mereka akan kembali menjadi manusia biasa tapi tinggal di bawah tanah. Karena ketika mereka terkena cahaya matahari, cahaya matahari itu akan membakar mereka hingga menjadi abu atau puing-puing saja." Jelas alin panjang lebar.


Putri Amelia yang mendengarkan hal itu sontak menjadi terkejut. Satu fakta lagi yang ia dapatkan di dunia ini yaitu tentang adanya seorang penyihir.


[Penyihir !! Bukankah ini adalah dunia kultivator yang dipenuhi oleh para pendekar-pendekar hebat yang memiliki kultivasi yang tinggi. Tapi kenapa di tempat ini masih ada penyihir..??] Balas Putri Amelia bertelepati kepada Alen.


[ Nona benar. Dunia ini adalah dunia kultivator yang mana, di sini terdapat para pendekar-pendekar hebat. Sementara para penyihir bukanlah seorang yang mengandalkan kekuatan kolam spiritual, melainkan ilmu batin mereka. Di dunia ini juga para penyihir hampir musnah, penyihir-penyihir ini hanya mentok kepada kekuatan kebatinan mereka saja tanpa tahu cara untuk bertahan hidup dengan mempelajari ilmu bela diri. Mereka hanya mengerti dan meramalkan mantra-mantra saja Nona.] Jelas kalian kepada Putri Amelia.


Putri Amelia yang merasa ambigu kembali berfikir. Bukankah seorang penyihir itu dilahirkan memiliki kekuatan yang hebat..?? Pikir Putri Amelia.


"Nona jangan salah-salah. Walaupun menjadi seorang penyihir adalah hal yang baik juga, namun menjadi seorang penyihir memiliki banyak kelemahan salah satunya adalah tidak bisa menguasai ilmu bela diri.] Jelas alen lagi. Putri Amelia pun berhenti memikirkan hal itu, dan kini fokus apa yang terjadi pada kota ini.


"Lalu..?? Bagaimana cara memutuskan kutukan itu..??" Tanya Putri Amelia kembali melalui telepati mereka.

__ADS_1


***


maaf ya Jika ceritanya melenceng jauh 🙏🥰


__ADS_2