PUTRI YANG TERSISIH

PUTRI YANG TERSISIH
107. sajian nasi dan ayam pop


__ADS_3

Sesampainya mereka di dapur, Putri Amelia langsung memberikan instruksi tanpa basa-basi. Ia memerintahkan para pelayan untuk memasak nasi tersebut sesuai dengan petunjuknya.


Namun, agar lebih berselera untuk dimakan tentu harus ada pendamping nasi. Putri Amelia pun langsung mengeluarkan rempah-rempah dari ruang dimensinya dan bertanya apakah ada daging yang bisa diolah. Beruntungnya ada daging ayam yang bisa dimasak olehnya sehingga Ia memutuskan untuk membuat ayam pop saja.


Suasana di dapur itu sangat ramai apalagi keluarga kerajaan semuanya berada di sana untuk melihat pekerjaan yang dilakukan oleh Putri Amelia. Dan sebenarnya yang mulia Raja Robert dan pangeran William begitu tidak mengizinkan Putri Amelia untuk memegang peralatan-peralatan dapur itu. Tapi sepertinya Putri Amelia cukup lihai memainkan peralatan dapur tersebut


(Calon istriku memang berbeda.. Ia bisa semuanya.) Batin pangeran William berbangga diri. Setelah Putri Amelia selesai meracik bumbu untuk ayam pop itu, Ia langsung menyerahkan proses pematangan kepada para pelayan yang bekerja di dapur.


"Sebaiknya kita tunggu di luar saja yang mulia. Karena tidak baik lama-lama berada di dapur." Ujar Putri Amelia kembali dengan lembut. Raja Robert dan yang lainnya menurut.


"Baiklah Putri"


"Oh iya, Aku menginginkan kue yang kamu pasarkan waktu dulu di kota samurai..?? Kira-kira Putri memilikinya tidak..??" Tanya pangeran William. Putri Amelia pun tersenyum, kue-kue yang berada di ruang dimensi tentu saja ada dan bahkan sangat awet tanpa menggunakan pengawet.


semua yang mendengarkan nama kota samurai langsung mengerutkan kening, tentu saja mereka tahu kota samurai adalah kota mati yang ada di benua ini. tapi Raja Robert dan yang lainnya tidak ingin bertanya dulu, karena ada masanya mereka menanyakan semua itu. untuk sementara mereka fokus dulu untuk menyambut kedatangan Putri Amelia.


"Yang mulia ingin memakannya lagi..??" Tanya Putri Amelia.


Pangeran William pun langsung menganggukkan kepalanya dengan cepat. sementara Raja Robert dan keluarganya menjadi bingung sendiri melihat kelakuan Sang pangeran yang dikenal dingin dan kejam itu.

__ADS_1


Tanpa basa-basi, Putri Amelia mengajak keluarga kerajaan itu duduk di bawah sebuah pohon yang rindang yang dilengkapi dengan meja serta kursinya. Ia mengeluarkan berbagai macam kue di atas meja termasuk kue donat, tak lupa dirinya juga mengeluarkan satu botol sirup Marjan dari sana. Melihat itu semua, keluarga kerajaan pun langsung dibuat takjub dan melongo.


"Wah !!!" Ujar mereka dengan serentak.


Putri Amelia tersenyum kemudian memerintahkan para pelayan untuk membawakan gelas dan juga air putih sebagai penyempurna sirup itu. Semuanya pun menurut dan berjalan cepat mengambil Apa yang diperintahkan oleh Putri Amelia. Tak lama mereka pun kembali dengan membawa beberapa gelas dan juga piring-piring kecil untuk tempat meletakkan kue.


"Ini gelasnya yang mulia.." ujar para pelayan sambil meletakkan gelas itu di atas meja.


"Terima kasih." Ucap Putri Amelia tanpa mengarahkan pandangannya ke arah para pelayan itu. Para pelayan yang mendengarkan ucapan terima kasih dari sang Nona langsung tersenyum.


"Tidak perlu seperti itu yang mulia ini sudah menjadi tugas dan kewajiban kami."ujar salah satu pelayan sambil menundukkan kepalanya.


Putri Amelia pun langsung menganggukkan kepalanya mengerti. Kemudian ia langsung bergerak cepat menuangkan sirup ke setiap gelas yang ada dan menambahkannya dengan air putih. Setelah itu Putri Amelia langsung menyuruh keluarga kerajaan untuk mencobanya.


"Wah ini wangi dan enak..?? Apakah ini masih sejenis arak kakak ipar..??"tanya Melvin kepada Putri Amelia. Putri Amelia pun tersenyum dan menjelaskan.


"Ini adalah sirup, bukan minuman Arak yang memabukkan. Minuman ini tidak membuat mabuk. Jadi minum saja sampai batas kemampuan. Dan jangan lupa juga kuenya." Putri Amelia memotongkan kue dan memberikannya kepada keluarga kerajaan melayani mereka seperti dirinya melayani orang tuanya di zaman modern. Setelah itu Putri Amelia kembali mengeluarkan 5 botol sirup dengan warna yang berbeda-beda. Dan memberikannya kepada para pelayan.


"Ini untuk kalian. Silakan olah sendiri. Tadi kalian sudah melihat kan Bagaimana cara menyajikannya..??" Fajar Putri Amelia dengan suara pelan.

__ADS_1


Para pelayan itu pun terkejut melihat Putri Amelia memberikan mereka 5 botol sirup Marjan dengan warna yang berbeda. Mereka tentu saja sanksi menerimanya Karena mereka pikir makanan itu dikhususkan untuk para bangsawan dan yang rendah seperti mereka tidak pantas meminumnya.


"Ambil. Bikin dan bagikanlah kepada yang lain.. anggap saja saat ini kita merayakan kepulangan calon menantuku dari petualangannya." Ujar Raja Robert kala itu.


Karena dirinya melihat bahwa para pelayan tampak ragu-ragu dan sanksi menerima pemberian Putri Amelia. Dan karena sang raja telah mengeluarkan titahnya, para pelayan pun langsung menyambut baik sirup dan kue-kue yang diberikan oleh Putri Amelia.


Ia memberikan kue-kue yang seperti dijual di pasaran dalam jumlah yang banyak. Karena ruang dimensinya bisa menghasilkan apapun yang dia inginkan. Saat itu juga Tita sang raja langsung menyebar dengan baik, seumur hidup mereka baru mencoba minuman yang begitu enak di lidah. Tapi sayangnya tidak ada batu es yang melengkapi kesegaran minuman tersebut. Karena rasanya Putri Amelia tidak ingin mengajarkan orang-orang yang ada di sini minum dengan menggunakan batu es.


Dan tak membutuhkan waktu yang lama, masakan Putri Amelia juga selesai dikerjakan oleh para pelayan. Mereka datang tergopoh-gopo untuk menyampaikan hal ini kepada Putri Amelia. Karena tempat mereka saat ini adalah tempat yang sejuk, Putri Amelia menyuruh keluarga kerajaan itu menunggu di sana. Sementara dirinya yang akan mengatur porsi untuk mereka.


"Tolong bawakan ini ke sana, dan sisanya silakan kalian bagi-bagi dengan yang lain." Ujar Putri Amelia karena dirinya memang memasak banyak bahkan beras saja Ia memasak sekitar 20 kilo.


Mereka pun menurut dan langsung meletakkan masakan itu di hadapan Raja Robert dan anak-anaknya. Seketika aroma yang begitu enak langsung menyapa Indra pun cuman mereka membuat perut Mereka meronta-ronta ingin diisi. Di sana di atas meja tentu saja tersaji ayam pop sebagai menu utama, kemudian ada persembahan dan sayuran hijau.


"Ayo yang mulia. Saya sudah mencicipinya sebelum saya menyajikan." Ujar Putri Amelia sambil melayani mereka semua.


Putri Amelia tak mengizinkan siapapun untuk mengganggu makan siang mereka hari ini, bahkan para pelayan disuruh untuk kembali ke dapur mencicipi masakan yang tersisa di sana. Masing-masing piring Mereka pun telah terisi dengan makanan. Melvin sebagai anak yang paling muda dari sana langsung mencicipi beras yang sudah menjadi nasi itu. Jika dinilai dari aroma, nasi tersebut mengeluarkan aroma yang begitu enak ditambah lagi dengan pendamping nasinya. Tanpa pikir panjang ia langsung menyuapkan makanan itu dalam mulutnya.


"Wah ini enak sekali... Seperti rasa rumah makan Putri Amelia. Tapi, di sana belum ada menu yang seperti ini. Apakah kakak ipar tidak berencana untuk membuka menu baru..??" Tanya pangeran Melvin kepada Putri Amelia. Putri Amelia pun tersenyum.

__ADS_1


"Ternyata pangeran Melvin adalah salah satu pelanggan rumah makan Ku ya..." Ujar Putri Amelia langsung dibalas angkutan kepala dari sang pangeran.


"Nak, makanan ini benar-benar enak. Kami pikir tadi tidak akan bisa seperti ini jadi padi itu kami jadikan makanan ternak. Kalau begini caranya kita akan beralih kepada beras, apalagi tanaman padi ini bisa tumbuh dengan baik di kerajaan kita." Ujar yang mulia raja.


__ADS_2