
Memangnya apa yang terjadi pada imun tubuh mereka ?, bukankah selama ini mereka bergerak bebas tanpa ada hambatan. Namun Putri Amelia tak memperdulikan tatapan beberapa tabib itu, dengan segera Putri Amelia mengeluarkan satu buah pil obat dan menyuruh seorang yang ia periksa saat ini untuk meneguknya dengan cepat.
Karena orang tersebut memang menginginkan rasa gatal dalam tubuhnya segera menghilang. warga tersebut langsung meneguk obat itu sehingga bereaksi dengan cepat. Tiba-tiba tubuhnya mula merasa nyaman dan rasa gatal mulai menghilang secara perlahan.
"Bagaimana nyonya. Apa yang Anda rasakan..??" Tanya Putri Amelia kepada seorang ibu-ibu yang terjangkit itu. Ibu-ibu tersebut berhenti menggaruk tubuhnya yang sudah tidak berbentuk lagi.
"Aku sudah merasa nyaman. Rasa gatal dalam tubuhku telah menghilang. Terima kasih nona.." ujar nyonya tersebut.
Putri Amelia pun tersenyum kemudian dengan segera ia kembali mengeluarkan botol-botol obat dan menyerahkannya kepada masyarakat yang terjangkit. Karena mereka juga tidak tahan dengan rasa gatal dengan cepat mereka langsung meneguk obat-obatan itu. Saat suasana telah kembali aman dan kondusif.
Para tabib juga sudah mengobati luka para warga akibat insiden tersebut. para tabib itu, tinggal mengobati luka kulit akibat garutan pemiliknya. dan Kini mereka semua berkumpul di salah satu ruangan untuk membicarakan masalah ini.
"Nona. Tadi anda menyebutkan bahwa kami akan mudah terjangkit dengan penyakit tersebut, karena kurangnya imun tubuh kami atau sistem kekebalan tubuh yang tidak bagus. Kami percaya akan hal itu nona, lalu apa yang harus kami lakukan agar mengembalikan kapasitas imun tubuh kami agar tidak mudah sakit." Tanya salah seorang tabib yang sudah mengabdikan dirinya di kota mati itu.
Putri Amelia pun tersenyum menanggapi pertanyaan tersebut, di sebelahnya sudah ada pangeran William dan teman-temannya yang masih mengenakan masker mulut mereka.
"Itu mudah saja. Nanti besok, kumpulkan para warga yang mampu berdiri baik tua dan muda. Sebelum matahari terbit dengan terik, kita akan melakukan olahraga di lapangan yang luas. Karena untuk mengembalikan imun tubuh, kita hanya perlu melakukan cara itu setiap pagi atau pun sore." Tutur Putri Amelia lagi.
Mendengar kata olahraga, yang tidak pernah mereka dengar sebelumnya sontak menjadi bingung dan saling memandang satu sama lain. Apa mungkin olahraga itu adalah salah satu cara penyembuh yang efektif yang tidak mereka tahu. Tiba-tiba Putri Amelia mengeluarkan beberapa ikat atau tumpuk pakaian olahraga yang banyak yang mungkin akan mereka gunakan nanti.
"Dan ini ada beberapa pakaian olahraga. Bagikan kepada para warga dan suruh mereka untuk mengenakannya besok. Ingat besok kita akan kembali berkumpul di sebuah lapangan yang besar semuanya tanpa terkecuali." Ujar Putri Amelia menekankan kembali kepada para petinggi kota tersebut juga dengan tabib-tabibnya.
__ADS_1
Sisil dan Ruby yang melihat pakaian yang tidak asing itu pun langsung mengerti. Lagi pula sebelumnya mereka sudah melakukan hal itu dan sangat menyenangkan.
"Nona apakah kami juga boleh ikut berolahraga...??" Tanya Sisil dan ruby dengan antusias. Putri Amelia tersenyum menanggapi dan melihat ke antusiasan kedua sahabatnya itu. Sementara pangeran William hanya terbangong-bengong melihat hal seperti itu.
"Tentu saja. Kita semuanya akan berolahraga besok pagi." Ujar Putri Amelia lagi.
Sebelumnya juga Putri Amelia telah membagikan beberapa pil untuk mendukung sistem imun tubuh para warga di sana. Tubuh dan daging yang seharusnya sudah bercampur dengan tanah, tentu saja berpotensi terjangkit berbagai macam penyakit.
Karena itu, Putri Amelia akan mengajari para warga untuk mengembalikan sistem imun tubuh mereka dengan cara berolahraga yang teratur.
Dan mereka akan melakukannya besok. Setelah semuanya sepakat, Putri Amelia dan kawan-kawannya pun langsung meninggalkan tempat tersebut. Begitu juga dengan para tabib dan petinggi-petinggi kota samurai.
Mereka juga langsung berlalu untuk membagikan baju-baju olahraga kepada para warga yang ada di sana untuk dikenakan besok sekaligus memberitahu kepada para warga penghuni kota samurai untuk berkumpul di lapangan yang luas yang ada di kota tersebut.
Karena penyakit itu memang tidak terlalu berbahaya. Penyebab terjadinya penyakit itu mudah menyerang yaitu hanya karena lemahnya sistem imun tubuh para penduduk di kota samurai.
Di sisi lain pangeran William masih belum mengerti dengan yang namanya olahraga sehingga menanyakan hal itu kembali kepada Putri Amelia.
"sayang, aku belum mengerti mengenai olahraga seperti apa ?" Tanya pangeran William sesampainya mereka di kediaman yang mereka huni. Putri Amelia yang sudah menembak hal itu pun langsung menjelaskan kepada pangeran.
"Pangeran, olahraga itu adalah suatu bentuk pendidikan individu dan masyarakat yang mengutamakan gerakan-gerakan jasmani yang dilakukan secara sadar dan sistematis menuju suatu kualitas yang lebih tinggi. Jadi kegiatan ini cocok bagi para warga yang sudah berseratus-ratus tahun lamanya tidak pernah melakukan gerakan yang menyehatkan badan. Dan juga pangeran juga harus ikut melakukan gerakan tersebut, Jangan hanya pandai berperang di medan perang tapi tak pandai berolahraga untuk menyehatkan tubuh. Olahraga juga dapat menyebabkan tubuh menjadi cepat responsif, jadi tidak lemot." Ujar Putri Amelia menjelaskan lagi kepada pangeran William. Lagi-lagi pangeran William dibuat ternganga mendengar penuturan Putri Amelia yang mengatakan kata lemot.
__ADS_1
"Lemot itu apa Putri..?? Kenapa semakin kesini kata dan penuturanmu semakin bijak dan sekaligus aneh. Aku tidak mengerti." Ujar pangeran William sambil menggarut-Garut sisi kepalanya dengan ujung jari telunjuknya. Putri Amelia pun tersenyum melihat tingkah lucu pangeran William.
"Sudahlah pangeran, nanti aku jelaskan lagi. Aku harus menyiapkan berbagai keperluan yang akan digunakan untuk besok." Ujar Putri Amelia lagi.
Dengan segera Putri Amelia mengeluarkan satu buah speaker besar yang telah diisi dayanya dalam ruang dimensi. Sehingga mudah untuk digunakan tanpa memerlukan tenaga listrik.
Putri Amelia juga mengeluarkan beberapa benda aneh lainnya serta menghidupkan untuk mencoba menyesuaikannya. Lagi-lagi pangeran William yang merasa aneh seperti itu tak dapat berkata-kata lagi.
Melihat Putri Amelia yang begitu serius, membuat pangeran William mengulurkan niatnya untuk bertanya. Setelah Putri Amelia rasanya telah selesai mencari hal-hal yang akan mereka lakukan besok, kini Putri Amelia mengeluarkan beberapa air putih dalam kemasan gelas, yang mungkin akan mereka bagikan besok setelah berolahraga.
Tentu saja, ruang dimensinya menyediakan benda-benda yang diinginkan Putri Amelia setelah mengalami kenaikan tingkat kultivasi. Setelah selesai mempersiapkan semuanya, serta berlatih bersama teman-temannya yang lain, kini waktunya mereka untuk beristirahat.
Istirahat mereka seperti kultivator pada umumnya. Walaupun raga tertidur tapi Sukma mereka tetap mengawasi dan peka terhadap lingkungan.
***
Esok hari pun menyingsing. Putri Amelia dan kawan-kawannya segera meluncur ke tempat yang telah mereka janjikan kepada para warga.
Dan alangkah terkejutnya Putri Amelia, karena tempat itu sudah dipenuhi oleh ratusan warga yang akan ikut berolahraga bersamanya guna menyehatkan tubuh mereka.
Saat malam hari pula sebelumnya, Putri Amelia dan teman-temannya membangun sebuah panggung kecil agar mereka nanti terlihat melakukan gerakan yang mudah diikuti oleh para warga.
__ADS_1
***
maaf ya, sesekali cerita ini akan ada adegan seperti ini yaitu adegan santai untuk pemerannya. karena, tidak terlalu bagus rasanya, jika setiap saat harus melakukan misi dan bertarung. 🙏🙏