PUTRI YANG TERSISIH

PUTRI YANG TERSISIH
63. di kunjungi warga


__ADS_3

Mendengar penuturan Putri Amelia, alen sejenak menjadi loading. Ia berusaha mengingat-ingat di dalam benua ini, pemukiman apa saja yang dibangun di dekat pantai. Tapi ternyata alen tak menemukan jawaban apapun. Ia pun menggeleng-gelengkan kepalanya.


"Entahlah nona. Tak satupun pemukiman di tepi pantai yang ada di benua ini. Barangkali mereka belum merasakan bagaimana rasanya tinggal di tepi pantai. Atau terlalu mudah bagi mereka. Tapi entahlah.." ujar Alen lagi.


"Nah, besok jangan lupa.. kamu keluar dari ruang dimensi dan temui aku di kediaman. Kita ada misi besok. Oke.. Karena berhubung hari ini aku sudah lelah dan mengantuk, dan juga pekerjaan kita telah selesai. Karena itu tuan putri yang cantik dan imut ini pamit undur diri. Sampai ketemu lagi Alen bye bye..." Ujar Putri Amelia sambil melambaikan tangannya dan seketika menghilang dari pandangan Alen. Alen yang merasa kesel melihat gaya sang Nona langsung memperagakan gerakan Putri Amelia.


"Ya Karena berhubung pekerjaan kita selesai.. Aku pergi dulu ya bye bye.." ujar alen memperagakan semua apa yang dilihat dari sang nona. Dan saat itu juga Alen menghilang dari ruang itu. Dan kembali muncul di tempatnya semula.


Flash of


Esok hari pun menyingsing. Julia dan semua kawan-kawannya telah bangun dari tidurnya dan juga telah selesai melakukan sarapan pagi. Kali ini mereka sengaja memasak banyak, karena mungkin akan ada tamu nantinya.


Namun terlebih dahulu mereka sarapan bersama. Dan ternyata benar. Tak lama terdengar suara ribut-ribut dari luar. Para warga datang berbondong-bondong ke tempat Putri Amelia.

__ADS_1


"Nona sepertinya para warga Sudah pada datang." Ujar Sisil sambil berjalan keluar untuk melihat kondisi dan keadaan di luar sana. Sementara Julia dan 3 orang lainnya masih duduk di dalam kediaman sederhana tapi bersih itu.


"Kalau memang iya, itu adalah para warga, Sebaiknya ruby siapkan beberapa cemilan dan juga minuman." Ujar Putri Amelia kepada Rubi.


Tentu saja dengan segera ruby langsung melaksanakan perintah itu, sementara Putri Amelia beserta dua pemuda lainnya berjalan keluar menyusul Sisil yang sudah lebih dulu melihat keluar.


"Selamat datang bapak-bapak." Sapa Sisil kepada para warga itu. Tentu saja Sisil tetap harus memiliki sikap rendah hati walaupun telah menjadi orang hebat. Pak Sono pun langsung maju menghadap dan menginstruksikan kepada para warga lainnya untuk bersikap tenang.


"Maaf Nona pagi-pagi kami mengganggu.." ujar Pak Sono merasa tidak enak. Sisil tersenyum. Di sana juga Putri Amelia telah bergabung dengan mereka.


"Ayo bapak-bapak silakan duduk dan nikmati cemilannya. Nanti kita akan membicarakan ini sambil menikmati cemilan." Ujar Putri Amelia sambil mendudukkan tubuhnya di salah satu tempat yang ada di sana dan diikuti oleh beberapa warga lainnya.


Setelah semuanya selesai dan mendapatkan tempat duduk masing-masing. Mulailah mereka membicarakan hal-hal yang penting sambil menikmati cemilan-cemilan kecil itu.

__ADS_1


"Maafkan atas kelancangan kami nona. Kemarin teman-teman Nona membagikan ikan-ikan kepada kami. Jadi kami ke sini berniat ingin bertanya kepada nona, sekiranya Nona berkenan untuk mengajarkan kami Bagaimana cara menangkap ikan-ikan itu. Karena sudah tahun ke tahun, kami tidak dapat menangkap ikan-ikan yang ada di laut dikarenakan terbatasnya kemampuan serta alat yang kami gunakan. Dan karena itu pula, kami beralih mencari makanan di hutan untuk kebutuhan hidup kami sehari-hari, serta melupakan bahwa laut juga dapat memberikan kami makanan." Jelas Pak Sono menerangkan kepada putri Amelia.


Mendengar penuturan Pak Sono. Putri Amelia mengganggu-anggukkan kepalanya. Saat ini mereka cukup jauh berada dari kerajaan, baik itu kerajaan Venus, Merkurius maupun kerajaan atau wilayah dari kerajaan Pluto sendiri, walaupun mereka berada dalam wilayah kekuasaan kerajaan itu.


"Begitu ya pak.!! Tapi sebelum saya menjawab, Saya ingin bertanya dulu.. Apakah di sekitar sini juga ada sungai atau mata air..??" Tanya Julia kepada bapak-bapak itu. Pak Sono langsung menganggukkan kepalanya dengan segera.


"Tentu saja Nona. Selama 30 menit perjalanan ke arah selatan, di sana ada sungai. Dan jika malah berjalan di pinggiran sungai selama 30 menit dengan arah berlawanan dari laut, maka akan ketemu air terjun. Di sekitarnya juga ada beberapa danau yang tercipta sendiri tanpa campur tangan manusia. Dan bahkan sampai sekarang, tak ada masyarakat yang berani mendekati danau-danau atau sungai kecuali air terjun untuk mengambil air. Terlebih lagi ada beberapa sungai kecil lainnya. Yang dimanfaatkan oleh para ibu-ibu untuk mencuci dan sebagainya." Terang Pak Sono. Padahal Putri Amelia hanya bertanya tentang keberadaan sungai yang ada di sekitar pemukiman ini. Namun Dengan semangatnya Pak Sono malah menjelaskan semua yang ada di tempat ini.


"Mmm... Begitu ya... Baiklah kalau begitu.. Apakah di sekitar pemukiman ini ada ditumbuhi bambu..??" Tanya Putri Amelia lagi kepada para warga itu. Mereka saling melihat satu sama lain. Memangnya Apa gunanya bambu itu, dan hubungannya dengan pertanyaan yang mereka lontarkan dan hal yang mereka inginkan. Karena bambu tersebut Hanya mereka gunakan untuk mengangkut air sungai saja.


"Ada nona. Bambu tumbuh dengan liarnya di sekitar hutan. Tapi kalau boleh tahu, Kenapa Nona malah membutuhkan bambu..??" Tanya Pak sono dengan hati-hati. Putri Amelia pun tersenyum.


" Bambu itu kita akan menggunakan untuk membuat perangkap ikan. Jadi karena bapak-bapak belum mengetahui bagaimana cara kerja untuk menangkap ikan, jadi kita akan mulai dengan bambu untuk membuat perangkap itu. Jika bapak-bapak ingin cepat belajar, sebaiknya selesai dari sini carilah bambu dan kumpulkan di pemukiman atau di dekat rumah Pak Sono. Nanti saya dan teman-teman saya akan ke sana." Ujar Putri Amelia lagi kepada semua bapak-bapak itu. Mendengarkan aturan Putri Amelia, sontak wajah gembira langsung tercetak di wajah para bapak-bapak tersebut.

__ADS_1


"Baiklah nona. Hari ini kami akan segera mengerjakan dan mengambil bambu-bambu itu di tepi hutan. Lagi pula semua lingkungan yang ada di pemukiman ini cuma ada hutan, bambu juga tumbuh dengan liar dan lebarnya di sekitar Desa. Tapi kalau boleh tahu, bambu seperti apa yang diperlukan nona..??" Tanya Pak Sono lagi. Karena Pak Sono yang ditunjuk sebagai pembicara mereka, jadi hanya Pak Sono yang berbicara. Sementara bapak-bapak yang lain hanya perlu mengatakan setuju atau tidak saja.


__ADS_2