
Suasana seketika menjadi hening, Sisil dan ruby pun berjalan menuju layaknya sebagai seorang kesatria wanita yang hebat dan ditakuti. Mereka berjalan dengan rusa yang masih berada dalam punggung mereka.
Sesampainya mereka di sebuah tempat duduk dari bambu itu, Sisil dan ruby meletakkan rusa yang telah di bersihkan itu agar tidak kotor. Mereka juga membungkus nya langsung dengan daun pelapah Rumbia.
Aksi mereka itu dilihat dan di perhatikan oleh kelompok penjahat itu dan juga para warga yang lain. Setelah itu, mereka langsung berbalik dan mengamati bentuk desa yang berusaha mereka bangun yang terlihat sudah sangat kacau itu. Membuat Amarah kedua gadis itu meluap.
"Tuan.. lihatlah... Ternyata, desa ini masih menyimpan gadis cantik lainnya.." seru salah satu dari mereka sambil menatap Rubi dan Sisil dengan tatapan mesum nya. Ia menjilat bibir atasnya bertanda bahwa dirinya sangat tertarik dengan kedua gadis itu.
Sementara itu, Sisil dan ruby hanya menatap dengan tatapan datar tanpa ekspresi, hati mereka juga sudah bergejolak dengan Amarah.
"Siapa kalian. Berani sekali membuat onar disini" ucap Sisil dengan dingin dan menusuk.
Sementara itu, Rubi menyadari, ada beberapa warga yang terluka akibat insiden ini. Dan tanpa menunggu lama, Rubi langsung bergerak untuk menolong.
Sementara Sisil Masi berada di posisinya tanpa goya. Ia juga menatap mereka dengan tatapan nyalang. Para penjahat yang melihat tatapan mata Sisil yang begitu tajam, ternyata tak membuat mereka takut, malahan mereka dengan senang hati menggoda Sisil.
"Hai nona cantik... Jangan menatap seperti itu sayang... Datanglah kemari dan bergabunglah bersama kami. Abang janji, Abang pasti akan memuaskan mu hahaha.." ujar salah satu dari mereka membuat sang ketua hanya tersenyum sinis melihat hal itu. Tentu saja ketua itu juga tak ingin melewatkan barang bagus.
Sisil yang masih setia memasang wajah datarnya itu, setelah mendengar penuturan para kelompok penjahat langsung membuat pandangan mata Sisil menajam ke arah mereka.
"Kurang ajar !! Lancang sekali mulut Anda tuan !! Sepertinya mulut Anda meminta untuk diberi pelajaran." Ujar Sisil sedikit berseru dan mengepalkan tangannya dengan kuat.
Dulunya mereka pernah berada di posisi ini di mana selalu direndahkan oleh orang lain, dan yang paling menyedihkan adalah, mereka tak dapat membela diri karena tak memiliki kekuatan.
__ADS_1
Namun, sekarang Sisil tidak akan membiarkan orang-orang kecil tertindas oleh orang-orang bejat seperti orang-orang jahat ini. kekuatan yang ia miliki akan ia manfaatkan untuk membelah yang lemah.
"Oh nona ku yang cantik... Tatapan tajammu sungguh membuatku tertarik.. kau membuat sosok mungil yang ada di balik celana meronta-ronta meminta ingin dipuaskan.."ujar orang itu kembali sambil memegang kema-luannya tanpa merasa canggung.
Sementara para warga yang ada di sana malam menundukkan kepala mereka. Sisil pun dibuat geram terhadap orang itu.
"Kurang ajar !! Sungguh orang yang tak punya sopan santun..!!!" Ujar Sisil lagi.
Sementara itu, Ruby yang sudah melakukan pertolongan pertama kepada para warga kembali mendekat ke arah Sisil. Ia juga cukup geram mendengar ucapan-ucapan orang-orang yang tak mengotori dunia ini dengan ucapan-ucapan mesum dan tak berfaedah sama sekali.
" Bapak dan ibu semuanya. Sebaiknya, kalian semua sedikit menjauh dari tempat ini." Ujar ruby dengan tenang namun mengandung nada perintah di dalamnya.
Mendengar penuturan ruby, para warga yang memang sudah kehabisan tenaga dan tak berdaya akibat melawan orang-orang ini, perlahan memundurkan tubuh mereka sedikit lebih jauh.
"Hahaha... Apa ini..!! Apakah warga-warga bodoh ini dengan senang hati menyerahkan gadis-gadis cantik ini kepada kami..?? Wah !!! kalau begitu, tentu saja niat baik kalian tidak bisa kami tolak." Ujar orang itu kembali.
Mendengar orang-orang jahat itu bermulut besar, Sisil dan ruby pun saling memberi kode satu sama lain. Sisil mengganggu kan kepalanya kepada Rudi dan begitu pula sebaliknya. Baru setelah itu, mereka menatap tajam orang-orang tersebut.
"Jika memang seperti itu. Mari kita bermain-main.. hehehe.." ujar Sisil.
Entah kenapa suasana di sana tiba-tiba menjadi dingin dan mencekam. Gemuruh tiba-tiba saja menggelegar memecah keheningan di pinggiran benua tersebut. membuat suasana kian mencekam. Menyaksikan hal yang tak biasa itu, membuat kelompok penjahat itu menjadi bingung.
"Ada apa ini.? Kenapa awan tiba-tiba mendung dan mengeluarkan kilat.?" Tanya salah seorang dari mereka. Sementara yang lainnya mengamati keadaan sekitar yang tiba-tiba berubah menjadi kelam.
__ADS_1
"Tidak tahu , sepertinya akan turun hujan badai saat ini juga. Dan sebaiknya ketua, kita segera menyelesaikan Desa ini dan membawa para gadis tersebut pergi dari tempat ini."! Ujar salah seorang itu mendekati sang ketua penjahat tersebut. Ketua penjahat itu yang memang sudah merencanakan hal itu langsung memberi perintah.
"Lalu kalian tunggu apa lagi..!!! Ayo bawa kedua gadis cantik itu dan juga gadis-gadis lainnya. Setelah itu tinggalkan tempat ini." Ujar sang ketua penjahat itu memberikan perintah.
"Baik ketua !!!" Seru mereka dengan serentak. Mereka semua pun bersiap untuk pergi dari desa tersebut sambil membawa beberapa gadis yang akan mereka jadikan tawanan atau gudik mereka, sementara dua lainnya berjalan mendekat ke arah Sisil dan Rubi untuk menangkap kedua gadis tersebut. Namun ternyata, terjadilah sebuah hal yang tak diduga sebelumnya.
Bugh... Syuut.. Krak
Dua orang tersebut terpental jauh dari jarak yang mereka tempati sebelumnya. Membuat ketua penjahat dan anggota-anggotanya yang lain terlonjak kaget melihat kedua teman mereka terkapar dengan mengeluarkan seteguk darah dari mulut mereka. Mata sang ketua pun melotot, dan melayangkan tatapan tajam ke arah kedua gadis tersebut. Sementara Sisil yang melihat itu tersenyum sinis dan mengerikan.
"Kenapa ? Takut ya ? Terkejut ? Itu belum seberapa. Kalian semua harus dimusnahkan dari muka bumi ini. Biar tidak menjadi penyakit menular." Ujar ruby dengan datar. Kali ini rubi yang mengambil alih, karena Sisil terus saja mengoceh dari tadi.
"Kurang ajar !! Cepat Serang kedua gadis itu dan bawa mereka berlutut di bawah kakiku !!" Seru ketua penjahat itu kepada anggotanya yang lain.
Mereka yang mendapat perintah langsung meletakkan gadis-gadis itu kembali ke tanah dengan kondisi yang sudah mereka ikat. Dan dengan segera mereka Langsung menyerang ruby dan Sisil.
"Ternyata kalian ingin bermain-main ya... Baiklah, mari kita lihat siapa yang akan jadi pemenang.." gumam Sisil dengan pelan. Dan dengan cepat juga ia langsung bergegas untuk menyerang.
Hiyat bugh bug bug bug kreeekk
Maka terjadilah Aksi Serang menyerang diantara dua kubu. Yang ternyata kekuatan kedua kubu tersebut jauh berbeda. Pertarungan itu tentu saja didominasi oleh kedua gadis pemberani itu.
Tanpa ampun, Sisil dan ruby menghabisi orang-orang tersebut hanya dengan menggunakan tangan kosong. Karena mereka masih belum mau menggunakan senjata kalau nyatanya kekuatan lengan mereka masih bisa membunuh.
__ADS_1