
***
Kini, Alen dan Amelia telah sampai di pusat kota yang ramai, ditambah lagi dengan rumah makannya yang tidak pernah sepi pembeli. Tujuan pertama adalah melihat kondisi rumah makan sebentar. Setelah itu, baru pergi mencari tempat atau tokoh yang dijual, untuk mereka beli.
"Kita ke rumah makan dulu, sudah dua Minggu aku tidak melihat perkembangan nya." Ujar Amelia Kepada Alen. Alen menganggukkan kepalanya.
"Baik nona. Tapi, jangan lupa, kasih aku makan ya..!!" Ujar Alen dengan semangat membalas ucapan Amelia. Mendengar itu, Amelia tersenyum.
"Ternyata, kamu juga suka makan ya ?" Ucap Amelia lagi. Jangan pusing, kenapa Amelia mengatakan hal itu. Karena semua kultivator yang ada di muka bumi, dikenal dengan orang orang yang tidak terlalu bergantung kepada makanan. Mereka bisa bertahan hidup tanpa makan selama berhari-hari. Tapi, sepertinya itu tidak berlaku bagi Alen. Bikin ragu saja, barang kali, Alen bukan seorang kultivator ? Hehehe.
"Hais... Nona seperti tidak tau saja. Akukan memang pencinta makanan. Apa lagi, makanan yang nona jual kan, aku belum pernah mencobanya. Nona selalu memiliki alasan, kalau aku memintanya. Heh !!" Protes Alen. Amelia ternganga kembali. Memang lah, sepertinya Alen memang pribadi yang cerewet.
"Heh ! Baiklah." Pasrah Amelia. Tidak lagi rasanya, ia tidak ingin berdebat lagi dengan Alen. Sungguh, Alen ini benar-benar cerewet Sama persis seperti emak-emak.
***
Sementara di istana kerajaan Merkurius. Para pangeran dan raja sedang berdiskusi mengenai hal putri Amelia yang pindah dari tempat pengasingan. Dan lebih parahnya lagi, mereka tidak mengetahui dimana putri Amelia berada.
"Apa langkah pertama yang akan kalian ambil pangeran..??" Tanya sang raja kepada ketiga pangeran dari kerajaan venus itu. Sementara itu pangeran William, telah Kembali menjadi lelaki atau pangeran yang dingin, datar dan juga kejam.
__ADS_1
"Kami juga sedang membantu untuk mencari putri Amelia. Tapi, kami terkendala dengan satu hal. Yaitu, kami tak mengenali wajahnya." Ujar pangeran melviano. Sungguh, mereka sangat ingin bahkan, setelah mendengar sang putri telah pindah, mereka pun ikut mencari. Tapi mereka sama sekali tak mengenali wajah sang putri. Mendengar penuturan pangeran Melvin, Mereka semua pun setuju dengan apa yang di ucapkan oleh pangeran melviano.
"Kalian belum tau wajah sang putri..??" Tanya raja Robert kepada anak-anaknya. Mereka semua pun mengangguk tanda yang di tanya kan sang raja itu benar adanya. Raja Robert pun menghela nafasnya.
" Dasar kalian semua. Lalu kenapa, tak ada yang mengatakan hal itu kepada ayah, saat ayah menyuruh kalian membawanya pulang keistana ?" Kesal sang raja kepada anak-anak. Semua pangeran pun saling memandang satu sama lain. Benar itu adalah kesalahan mereka, seharusnya mereka bertanya terlebih dahulu. Mereka berdehem dan segera menormalkan ekpresi mereka. Benar-benar memalukan, pikir mereka.
"Maaf ayah. Waktu itu, kami terlalu bersemangat, karena kesempatan berperang di berikan kepada kami. Jadi, kami melupakan hal penting ini. Kan ayah tau sendiri..." Ujar pangeran mahkota berkilah. Mendengar itu, pangeran William berdecih. Sungguh ia masih kesal dengan keputusan ayahnya waktu itu.
"Baiklah, ayah memiliki lukisan nya saat ia masih berumur 10 tahun." Ujar sang raja. Raja mendapatkan lukisan itu dari raja cristopher. Saat itu, raja cristopher mengeluh tentang sikap sang putri yang selama ini selalu membuat masalah.
Raja Robert yang tertarik dengan wajah imut sang putri itu pun langsung memintanya. Ia mengatakan, akan menikahkan putri Amelia dengan salah satu putranya.
Raja Robert pun memerintahkan salah satu pengawal setianya untuk membawa lukisan putri Amelia itu.
"Jackie, tolong ambilkan lukisan putri Amelia Disana.." ujar sang raja sambil menunjuk sebuah tempat dimana sang raja menyimpan lukisan itu.
"Baik yang mulia." Jackie pun bergegas mengambil lukisan putri Amelia dan langsung membentangkannya sehingga para pangeran dapat melihat dengan baik. Setelah selesai, raja pun kembali bersuara.
"Nah, itu dia wajah sang putri. Cantik bukan..!!" Ujar sang raja dengan tersenyum. Semua pangeran menatap lukisan itu. Para pangeran dari kerajaan venus tersenyum melihat wajah cantik adiknya di dalam lukisan. Begitu juga dengan pangeran yang lain. Tapi, ada dua pangeran yang langsung terkejut melihat lukisan itu. Siapa lagi kalau bukan pangeran William dan pangeran Melvin.
__ADS_1
"Ayah berniat ingin menjodohkan nya dengan salah satu dari kalian." Ujar sang raja, langsung masuk ke indra pendengaran para pangeran. Pangeran William dan pangeran Melvin yang juga Mendengar penuturan sang ayah langsung kembali terkejut. Namun, kali ini agak lebay.
"APA !!! " teriak keduanya. Para pangeran dan raja pun terkejut secara bersamaan mendengar teriakkan kedua pangeran itu. Raja pun langsung berseru.
"Ada apa dengan kalian !! Kenapa berteriak seperti itu.!" Kesal sang Raja. Untung saja mereka adalah darah daging nya. Kalau tidak, mereka berdua pasti sudah bertemu dengan malaikat penjaga neraka.
"Ayah ingin menjodohkan salah satu dari kami !! Tidak-tidak. Aku tidak mau, dia harus di jodohkan dengan ku." Ujar pangeran Melvin dengan gamblangnya. Dan langsung mendapat pukulan dari sang kakak.
"Enak saja,!! kau masih kecil. Belum boleh menikah." Ujar pangeran William dengan dingin. Tapi pangeran Melvin tidak peduli.
"Aku tidak peduli, !! aku ingin kakak cantik itu. Lagi pula, ia adalah perempuan yang bijak sana. Ia pasti tak akan mau dengan kalian yang selalu cuek dengan perempuan. Termasuk kamu kakak. Kamu itu laki-laki dingin dan kejam, sementara aku, aku adalah pangeran yang hangat dan aku cocok dengan kakak itu." Ucap pangeran Melvin panjang lebar.ia langsung melipat kedua tangannya diatas dadanya. Ia tak peduli dengan tatapan yang dilayangkan oleh pangeran William.
"Ayah, jika seperti itu. Aku yang harus ayah jodoh kan dengan nya. Dan aku tidak mau yang lain." Ujar pangeran William dengan mutlak.jika pangeran William Sudah mengatakan seperti itu, maka sang ayah pun tidak bisa menolak. Bukannya takut. Tapi pangeran William ini cukup keras kepala.
"Kenapa kalian bereaksi begitu cepat. Apakah kalian sudah mengetahui keberadaannya ??" Tanya pangeran Alberto kepada keduanya. Pangeran William pun memilih diam. Seperti biasa, ia hanya akan bersuara kalau itu penting. Pangeran Melvin pun memilih untuk tidak menjawab. Ia sedang kesal kepada kakak nya. Tak kunjung mendapat respon, raja Robert pun bersuara.
"Pangeran Melvin. Kenapa tak menjawab pertanyaan kakak mu. Kamu juga tau, kalau kakak-kakak dari sang putri sedang mencarinya." Ujar sang raja dengan pelan namun mengandung ketegasan. Pangeran melviano yang tak kuasa melawan sang ayah pun, menarik nafasnya, kemudian sekilas melirik pangeran William.
"Hem. Maaf ayah, kakak dan para pangeran. Sebenarnya, selama sebulan ini, kami selalu pergi ketempat sang putri. Tapi, kami tidak tau, kalau ia adalah putri Amelia. " Jelas pangeran Melvin kepada semua nya.
__ADS_1