PUTRI YANG TERSISIH

PUTRI YANG TERSISIH
61. hadir untuk membantu


__ADS_3

Apa alasannya ? Kalau diamati dari segi kesuburan tanah, tempat ini begitu cocok untuk menanam berbagai macam tanaman apalagi topografi dari desa tersebut beragam.


"Lalu harus bagaimana ? Kita berpetualang bukan saja untuk mencari pengalaman. Tapi kalau bisa kita juga hadir di tempat ini menjadi sebuah solusi untuk permasalahan Desa ini." Ujar Putri Amelia kepada kawan-kawannya itu.


"Tapi yang aku tidak habis pikir. Kok bisa ada masyarakat yang belum mengenal cara membudidayakan tanaman. Padahal daerah-daerah lain yang beberapa kita singgahi itu mengetahui cara membudidayakan tanaman, ya walaupun tak terlalu begitu handal. Tapi setidaknya mereka dapat menikmati hasil tanah mereka." Ujar Amelia lagi yang masih belum mengerti kenapa masih ada masyarakat yang begitu bodoh.


"Entahlah nona, Tapi menurut dari cerita Pak Sono selaku orang yang dipercayakan untuk mengurus masalah internal, ia mengatakan bahwa wilayah ini berada di kerajaan Pluto. Sementara Raja Pluto tak pernah mengirimkan bantuan apapun ke desa ini bahkan Desa ini tak memiliki pemimpin sama sekali. Jangankan untuk mengetahui cara bercocok tanam, mereka saja tak mengetahui apakah raja masih mengakui mereka sebagai rakyat atau telah melupakan desa dan keberadaan mereka." Ujar biru lagi kepada Putri Amelia. Mendengar cerita dan kisah seperti itu, seketika Putri Amelia dan kedua gadis tersebut tiba-tiba menjadi hening dan terdiam.


Masih mending ditelantarkan dan tidak diakui, tapi bagaimana caranya kita akan bertahan hidup kalau tidak tahu cara membudidayakan tanaman dan cara untuk mendapatkan kesuksesan. Karena di mana-mana, dunia ini keras bro.


( Maaf ya teman-teman. sepertinya latar dari cerita dan nama-nama para tokoh dalam novel ini adalah suka-suka author ya. Tidak terlalu berpedoman pada latar apapun. Jika teman-teman merasa kesal membaca cerita ini silakan di skip saja..👍)


"Ya sudahlah kalau begitu. Nanti kita pikirkan lagi. Tapi sekarang alangkah baiknya kita pulang dan beristirahat terlebih dahulu. Oh iya, Sisil dan ruby. Jangan lupa kalian bagikan ikan-ikan itu ya kepada para warga. Lagi pula kita tidak akan menghabiskan semuanya." Ujar Amelia lagi kepada kedua pelayannya yang sudah dianggap sebagai keluarga sekaligus teman-temannya itu.


"Baik Nona."


****

__ADS_1


Akhirnya tak terasa mereka telah sampai di sebuah hunian kecil yang disiapkan oleh si hitam dan si biru dengan mengandalkan kekuatan spiritual mereka. Di sana juga Amelia sudah memiliki tempat tidur sendiri begitu pun dengan kedua pelayannya. Sementara si hitam dan si biru barangkali mereka akan lebih memilih tidur di ruang dimensi saja bersama dengan Alen.


Setelah beristirahat sejenak, Sisil dan ruby pun langsung berpamitan untuk menghampiri para warga untuk membagikan ikan-ikan tersebut kepada warga-warga itu. Mereka pergi didampingi oleh si hitam. Sementara si biru memilih untuk menemani Putri Amelia di sana. Karena merasa lelah. Putri Amelia beristirahat sejenak.


Sementara itu, di perkampungan warga, Sisil dan ruby serta ditemani oleh si hitam, mereka membagi-bagikan ikan kepada warga.


"Apa ini nona ? Apakah ini disebut ikan.?" Tanya mereka kepada ketiganya. Mereka hanya mendengar nama itu saja tanpa mengenali bentuk seperti ikan. Kalaupun ada mereka hanya mengetahui ciri-cirinya saja.


"Iya tuan dan nyonya nyonya. Ini adalah ikan yang barusan tadi kami tangkap. Tapi karena hasil tangkapannya banyak, karena itu kami ingin membagi-bagikannya kepada anda semua." Jawab Sisil dengan ramah. Sontak wajah gembira tercetak di wajah para warga itu.


"Bagaimana cara menangkap ikan itu nona. Kami ingin belajar cara menangkapnya, lagi pula kami belum mencoba seperti apa rasanya. Tapi kami pernah mendengar kalau rasanya sangat enak." Ujar para warga lagi. Sementara di sana, juga sudah ada Pak Sono yang ikut mendapatkan bagian. Mendengar pertanyaan seperti itu, Sisil dan ruby tak dapat berkata apa-apa. Karena mereka tidak ingin memberikan harapan yang tidak pasti kepada para warga.


Keesok harinya sesuai dengan hal yang disampaikan anak-anak itu kepada para warga. Kini para warga tengah berkumpul di hadapan rumah Putri Amelia. Dan sebelumnya juga, anak-anak itu telah menyampaikan hal itu kepada Putri Amelia.


Flashback


Setelah anak-anak selesai membagikan ikan-ikan itu kepada warga, dan mengajarkan para warga merebus ikan tersebut. Kini mereka kembali ke kediaman kecil yang mereka tempati itu bersama dengan Putri Amelia. Putri Amelia yang baru saja kembali dari ruang dimensi langsung menyambut kedatangan mereka.

__ADS_1


"Kalian sudah kembali..??? Bagaimana Apakah semua ikan-ikannya sudah dibagikan kepada warga..??" Tanya Putri Amelia kepada keempat anggotanya itu.


"Sudah Nona. Tapi kami meminta maaf, kami menjual nama anda nona hehehe..." Ujar Sisil kepada Putri Amelia yang sukses membuat Putri Amelia mengerutkan keningnya.


"Emangnya hal apa itu sampai akhirnya kalian menjual namaku. Emangnya hanya nama saja laku...??" Tanya Putri Amelia bercanda kepada teman-temannya ini. Mereka semua pun terkekeh mendengar gurauan dari Putri Amelia.


"Ini nona. Para warga di sana meminta kami untuk mengajarkan mereka Bagaimana cara menangkap ikan-ikan itu. Ya karena Nona mengetahui cara menangkap ikan selain hal yang kita lakukan tadi, makanya kami menjanjikan hal itu dan menyuruh para warga untuk berkumpul di depan kediaman yang kita tinggali ini esok harinya. Apakah Nona tidak keberatan..??" Tanya Sisil dan ruby kepada Putri Amelia.


"Iya nona, lagi pula Nona pernah bilang kepada kami kalau keberadaan kita di tempat ini seharusnya harus memberikan manfaat kepada warga setempat." Timpal ruby lagi. Putri Amelia pun tersenyum melihat wajah-wajah konyol mereka.


"Karena itu kalian menjanjikan hal itu kepada para warga..?? Tidak masalah, hal yang kalian pegang adalah hal mutlak. Jadi Tak perlu merasa bersalah seperti itu. Tanpa kalian minta pun besok pasti kita akan beraksi, tapi karena para warga mau belajar, ya sudah kita ajarkan mereka apa yang kita tahu. Tidak perlu merasa bersalah seperti itu kepadaku. Karena tindakan yang kalian ambil itu sudah benar." Ujar Putri Amelia lagi. Ia memberikan senyum hangat kepada mereka semua. Yang langsung senyum itu tertular kepada mereka.


"Baiklah kalau begitu nona, terima kasih banyak." Ujar mereka dengan serentak dan merasa lega.


karena mereka berpikir Putri Amelia pasti akan memarahi mereka karena sembarangan membuat keputusan. Nyatanya Putri Amelia Mala mengapresiasi apa yang telah mereka lakukan kepada para warga guna membantu laju perekonomian mereka yang hidup terasing di sebuah pelosok-pelosok yang ada di dunia ini.


"Baiklah baiklah. Sebaiknya kalian segera bersih-bersih dan beristirahatlah. Kita tidak tahu apa yang akan kita hadapi esok harinya. Barangkali kita akan bekerja ekstra untuk mensejahterakan para warga yang ada di tempat terpencil ini." Ujar Putri Amelia memerintahkan semua anak-anaknya itu untuk beristirahat.

__ADS_1


.


__ADS_2