
Dalam hati, Ia juga tidak rela membiarkan nonanya hanya pergi berdua bersama Alen. Mereka takut kalau sang Nona terjadi apa-apa di sana bersama Alen.
"Tapi kita tidak mungkin meninggalkan Nona di sini .!!! Lalu bagaimana kita harus pergi ke daratan..!!" Seru ruby lagi seolah tak terima dengan penuturan si biru. Si biru pun menghela nafasnya dengan pelan kemudian berbicara dengan pelan pula.
"Dengarlah. Se khawatir apapun kalian terhadap nona, pasti Nona sudah memperkirakan semuanya. Kami juga sudah terhubung dengan Nona, kalau terjadi apa-apa dengannya kita dengan cepat dapat mengetahuinya." Ucap si biru dengan pelan menjelaskan kepada mereka semua.
"Ya ruby... Sebaiknya begitu saja.. kita kembali ke darat dan menunggu Nona di sana." Ujar Sisil menenangkan ruby walaupun hatinya juga cemas.
Akhirnya, dengan menggunakan kekuatan angin, mereka dengan cepat sampai di sebuah pelabuhan di pinggiran pantai itu. Mereka mengamati pelabuhan tersebut. Seperti bukan kota saja, tempat itu begitu sepi dan mencekam. Padahal mereka dapat memperkirakan, bahwa pelabuhan itu telah dibangun bertahun-tahun lamanya, dan seharusnya tempat ini ramai dikunjungi oleh kapal saudagar.
"Kenapa pelabuhan ini sangat sepi. Kalau diamati, tempat ini sudah dibangun bertahun-tahun lamanya, apalagi di sini juga berdiri benteng-benteng yang begitu kuat dan kokoh.." gumam ruby saat mereka turun dari atas kapal. Ternyata tak hanya Rubi yang memperhatikan tempat tersebut, semuanya juga ikut memperhatikannya.
"Apakah tempat ini adalah kota mati..??" Akhirnya Sisil membuka suaranya. Ia memandangi teman-temannya yang lain, tapi mereka malah menggelengkan kepala. Karena memang mereka tidak pernah mendengar kabar mengenai kota mati atau sebagainya.
"Entahlah... Tapi sepertinya, aku merasakan sesuatu yang berbahaya dari kota ini. Tapi apa itu ..?? Aku juga tidak tahu." Timpal si hitam.
"Dan sebaiknya kita berhati-hati saja. Dan juga untuk sementara, kita tidak boleh memasuki kota ini. Alangkah baiknya sambil menunggu Nona dan Alen kembali, kita tinggal saja di atas pohon." Ujar si biru sambil menunjuk sebuah pohon yang tinggi dan juga besar.
Tentu itu adalah tempat yang aman untuk mereka bersembunyi sambil mengamati kota mati ini. Sementara dibawah laut. Putri Amelia dan Alen sampai di sebuah tempat yang menurut mereka adalah taman di dasar laut. Disana, begitu banyak kerang yang berwarna warni dan spesies laut lainnya.
Secara ilmiah, dasar laut pasti akan terlihat gelap, tapi ini tidak, malahan dasar laut ini sangat terang, dan semua yang ada disana dapat dilihat dengan mata telanjang mereka. Saat mereka sedang mengamati tempat itu.
__ADS_1
"Lihat lah nona. Begitu indah pemandangan dibawah laut. Semuanya sangat menarik." Ujar Alen dengan kagum. Mereka benar-benar terpesona dengan keindahan alam di bawah laut itu.
"Benar Len. Sangat Indah." Jawab Putri Amelia lagi. Tiba-tiba Alen merasakan sesuatu, kemudian ia berseru.
"Nona, coba kita ke sebelah sana. Sepertinya aku merasakan ada sesuatu di sana." Ujar Alen kepada Putri Amelia. Alen yang memang notabenenya adalah sebuah petunjuk bagi Putri Amerika, tentu saja memiliki insting yang kuat sama dengan Putri Amelia.
"Jangan dulu Len. Sebaiknya kita cari tempat untuk bersembunyi terlebih dahulu. Aku rasa sebentar lagi akan ada sesuatu di tempat ini." Ujar Putri Amelia tiba-tiba.
Bukan tidak merasakan sesuatu di mana arah yang ditunjuk oleh Alen, namun rasanya Putri Amelia merasakan bahaya mendekati mereka. Dan dengan cepat, keduanya langsung bersembunyi di bawah sebuah batu karang dan mengintip apa yang akan terjadi.
Dan benar saja, tak lama beberapa penghuni lautan yang berukuran monster datang mengelilingi tempat tersebut. Entah ada sesuatu yang mereka inginkan di sana. Menurut pengamatan Putri Amelia, sepertinya mereka sedang melakukan ritual.
"Apa yang mereka lakukan nona..?? Sepertinya kegiatan itu sangat sakral bagi mereka.." bisik Alen kepada Putri Amelia.
Mereka mengamati beberapa ikan raksasa atau siluman sedang mengelilingi sebuah batu yang sangat besar dengan beberapa mantra yang mereka lantunkan. Beberapa benda-benda ane juga dikeluarkan untuk mendukung acara ritual tersebut. Dan benar saja, tak lama batu besar itu tiba-tiba roboh, dan memunculkan sebuah sosok yang begitu mengerikan.
"Makhluk apa itu..?? Kalau dibilang dia adalah siluman ikan, tidak juga. Sepertinya penampilannya agak sedikit aneh." Pikir Putri Amelia.
"Nona. Itu adalah surai singa. Yang menyerupai ubur-ubur monster, surai singa ini begitu ganas dan sangat mematikan Nona. Namun beberapa ratus tahun yang lalu, monster laut ini telah lama punah dan mati, akibat terjadinya gejolak atau perebutan kekuasaan di bawah laut." Jelas alen lagi kepada Putri Amelia.
Mereka berbicara dengan berbisik-bisik agar keberadaan mereka tidak diketahui. Tapi naasnya, ternyata sang monster sisurai singa itu mengetahui keberadaan mereka.
__ADS_1
"Siapa di situ !! Sepertinya aku mencium aroma-aroma mangsa yang begitu enak.." ujar monster tersebut dengan suara yang menggelegar.
Bayangkan saja betapa besarnya surai singa atau monster ubur-ubur itu, yang bisa melampaui sebesar gedung. Mendengar penuturan si monster ubur-ubur, Putri Amelia dan Alen saling memandang satu sama lain, padahal sedikit mungkin mereka telah menyamarkan aura mereka.
"Hebat juga dia. Bisa mendeteksi keberadaan kita di sini.." gumam Putri Amelia.
Karena ucapan sang monster ubur-ubur, Putri Amelia dan alen tak lagi menyembunyikan tubuh mereka. Dengan secepat kilat, mereka berdua keluar dari persembunyian mereka di balik batu karang yang kokoh itu.
"Mmmm... Ternyata benar indra penciuman ku. Sungguh manusia yang malang. Kalian datang ke tempat ini di waktu yang sangat tepat wahaha..." Ujar monster ubur-ubur tersebut sambil tersenyum dan tertawa menggelegar yang mampu memekikkan telinga.
Namun nyatanya bukannya merasa takut, Putri Amelia dan Alen hanya terlihat waspada saja. Karena walaupun mereka memiliki kekuatan yang besar, tetap saja mereka tak boleh meremehkan lawan. Beberapa kawanan atau spesies-spesies monster juga mendekati dan mengelilingi Alen dan Putri Amelia.
"Berani sekali kalian manusia mendatangi ke tempat kekuasaan kami ini.." ujar salah satu ikan monster yang juga ikut mengelilingi mereka.
"Benar..!!! Tapi tidak apa-apa, dengan keberadaan kalian di tempat ini, kalian akan Kami persembahkan untuk Tuan surai singa kami yang baru saja kami bangkitkan." Ujar yang lain merasa bangga terhadap monster ubur-ubur itu.
para monster itu berharap ada kepanikan di wajah kedua manusia itu. karena setahu mereka manusia adalah makhluk yang paling lemah, hanya segelintir orang saja yang bisa memiliki kekuatan yang tinggi. dan saat melihat Putri Amelia dan Alen yang menyamarkan kekuatan mereka, membuat mereka yakin bahwa kedua manusia ini masih berada di bawah mereka.
"Kalian ingin menjadikan kami sebagai tumbal..?? Maka itu hanya akan terjadi dalam mimpi kalian.." ujar Putri Amelia dengan tenang.
Ia tak ingin menyerang duluan, karena ia tak tahu berapa besar kualifikasi kekuatan lawan. Namun bukan berarti ya takut.
__ADS_1
"Cih.. sombong sekali kamu anak manusia..!!! Padahal kamu sudah berada di pintu neraka.. hahaha..!!! tapi ternyata kamu masih bisa berlagak hahaha.." Jawab yang lain lagi.