
( Huf... Bikin mellow saja. Nantilah aku pikirkan lagi, yang penting berpetualang dulu untuk mencari pengetahuan.) Tekad Putri Amelia.
Ia memutuskan untuk berpetualang terlebih dahulu menjelajahi dunia ini dan mempelajari setiap fenomena-fenomena yang terjadi di tempat ini. Lagi pula tak ada salahnya kan, menjauh sedikit sebelum mengambil langkah yang tepat. Apakah kalian semua berpikir tentang dendam ? Ya semua orang pasti akan merasa dendam kepada orang-orang yang telah menyakiti mereka.
Tidak ada salahnya juga untuk memiliki niat balas dendam itu. Tapi untuk sementara waktu, Amelia tidak memikirkan balas dendam. Ia ingin menikmati hidupnya terlebih dahulu dan mempelajari setiap hal baru yang ada di dunia ini. Kini Putri Amelia kembali menatap ubay yang masih termenung.
"Lalu apa yang kamu pikirkan sekarang ? Apakah kamu sedang berpikir tentang pelaku yang telah merusak nama baikmu itu ? Kalau memang iya, maka tidak perlu kamu pikirkan. Aku akan menyebut ciri-ciri orang yang selalu membuat onar itu." Ujar Putri Amelia lagi. Ubay pun langsung menatap Putri Amelia dengan tatapan tidak percaya.
Bagaimana mungkin Putri Amelia dapat menyimpulkan hal tersebut, sementara dirinya masih belum mengenali anggota-anggotanya itu.
"Bagaimana caranya nona ? Dan siapa orangnya ?" Ubay memutuskan untuk bertanya kepada Putri Amelia. Barangkali hanya tingkat kultivasi nya saja yang tak terbaca, namun handal dalam hal lain.
Semenjak ubay insaf dan menjadi orang baik. Iya banyak belajar banyak hal tentang dunia ini. Iya juga belajar bagaimana memahami karakter orang lain dan cara menghargai serta menerima solusi atau jalan penyelesaian masalah dari orang tersebut. Iya juga tidak akan segan-segan mendengarkan nasehat yang diberikan oleh orang lain untuk dirinya. Mendengar pertanyaan dari ubay seperti itu, Putri Amelia pun langsung tersenyum.
"Kamu tenang saja ya. Mereka tidak jauh-jauh darimu kok. mereka melakukan hal tersebut karena tidak terima melihat anda yang berubah. Apalagi aksi seperti itu bisa mendatangkan uang kepada mereka dan membuat mereka menjadi ditakuti di sini. Jadi intinya mereka belum puas melakukan hal tersebut dan tidak terima mendapatimu yang telah berubah." Jelas Putri Amelia kepada ubay.
__ADS_1
Ubay yang mendengarkan penuturan Putri Amelia seperti itu mengganggu anggukkan kepalanya. Apa yang telah disampaikan oleh Putri Amelia benar adanya. Semenjak ia berubah menjadi lebih baik, ia menjadi jarang mengajak kelompoknya untuk merampok dan lainnya.
"Sebaiknya panggilkan semua anggota-anggota kelompok mu, suruh mereka berkumpul di suatu tempat yang sepi. Seperti hal yang sering kalian lakukan di masa lalu. Beri sebuah wejangan kalau kalian akan kembali beraksi Setelah lama bungkam. Dan di sana perhatikan, Siapa yang lebih antusias mendengar kabar ini." Ujar Putri Amelia lagi. Karena menurutnya, para kelompok pembuat onar ini ada yang mempengaruhi. Ada yang mengajak mereka untuk melakukan hal-hal keji seperti itu.
Dengan alasan sang ketua telah berubah menjadi lebih baik, jadi untuk menjaga nama kelompok mereka yang disegani dan ditakuti ini, mereka tidak mau berhenti beraksi membuat kekacauan dan menciptakan perasaan takut di lingkungan masyarakat.
"Baiklah nona. Saran Nona akan saya laksanakan." Ujar ubay kepada Putri Amelia. Putri Amelia dan kawanannya yang siap akan berangkat kembali berpetualang, kini mereka menyusun rencana kembali. Saat ini juga mereka akan tetap berangkat sesuai dengan rencana awal, namun dua orang dari mereka harus tinggal untuk mengawasi komplotan ini. Barangkali ubay hanya pencitraan saja. Tapi menurut author itu tidak mungkin.
"Baiklah kalau begitu. Selesaikan urusanmu dan jangan membuat rasa masyarakat di sini. Aku juga mendengar bahwa kamu merawat dan membesarkan anak-anak yatim piatu. Aku cukup respect kepadamu, semoga hal baik yang kamu lakukan ini bisa menular kepada yang lain. Dan aku juga mengatakan beribu maaf, kalau aku tak bisa menemanimu untuk mencari siapa pelaku dari permasalahan ini." Ujar Putri Amelia lagi.
Namun tentu saja Putri Amelia telah memerintahkan si hitam dan Sisil untuk mengawasi mereka. Sementara si biru dan ruby ikut bersama dengannya berpetualang. Dan setelah urusan itu selesai Sisil dan si hitam akan menyusul ketiganya.
Kini 3 minggu perjalanan melakukan petualangan dari desa ke desa dan dari kota ke kota. Di sana juga Sisil dan si hitam telah bergabung bersama dengan Putri Amelia serta yang lain setelah menyelesaikan urusan bersama dengan komplotan itu. Kini mereka semua menapaki satu desa yang sudah lumayan jauh dari peradaban kerajaan.
Terlihat Desa ini begitu sejuk dan nyaman. Tanah-tanahnya juga sangat subur dan menghasilkan. Tapi melihat kondisi para masyarakat yang tinggal di tempat ini sepertinya kelaparan. Bahkan mereka mencari penghidupan hanya dengan mengandalkan hutan saja. Daerah ini juga berada 950 m dari tepi pantai.
__ADS_1
"Wah tempat ini begitu sejuk dan indah !! Biru hitam kita akan menetap di sini beberapa minggu. Sambilan menikmati pemandangan yang ada di tempat ini. Setelah itu baru kita lanjutkan perjalanan." Ujar Putri Amelia kepada kawan-kawannya itu.
"Baiklah nona. Tapi apakah Nona yakin akan tinggal di sini. Desa yang ada di sekitar tempat ini begitu sangat memprihatinkan, jauh dari kata makmur. Kota Raja juga di sini cukup jauh. Apakah itu semua tidak masalah nona.?" Tanya biru memastikan keputusan sang nona.
"Iya biru...." Ujar Amelia sedikit memanjangkan nadanya. Biru pun tersenyum simpul, mendengar penuturan sang Nona dapat ia simpulkan bahwa Putri Amelia sudah kesal terhadap pertanyaannya itu.
"Baiklah Nona maafkan saya. Kalau begitu anda tunggu lagi di sini biar kami mencarikan rumah yang disewakan atau tempat yang cocok di desa itu."ujar biru disusul anggukan kepala dari si hitam.
"Iya nona kami akan berpencar mencarinya. Karena itu Nona tunggulah di tempat ini."setelah mengatakan hal itu, si biru dan si hitam pun langsung bergegas mengandalkan indra penciuman dan kepekaan mereka untuk mencari tempat tinggal yang cocok dengan semangat. Sebenarnya semua tempat cocok bagi Amelia yang mudah beradaptasi, jadi tidak sulitlah untuk menemukan tempat tinggalnya.
"Sebaiknya kita ke pemukiman warga saja. Saat ini kan kita sedang menyamar sebagai pengembara ataupun warga biasa." Usul biru kepada si hitam. Si hitam pun mengganggu kan kepalanya setuju.
"Ya sudah kalau begitu, tunggu apa lagi !!" Kemudian mereka berdua langsung melesat dengan cepat pergi menuju tempat pemukiman warga yang tidak terlalu jauh itu. Sementara itu, Putri Amelia dan kedua pelayannya tengah berada di tepi pantai menikmati deburan ombak dan angin sepoi-sepoi di sana.
Walaupun warga di sana hanya memanfaatkan hasil hutan dan tak memanfaatkan hasil laut maupun yang terkandung di dalamnya, namun pantai ini sangat bersih dari berbagai rerumputan atau ilalang. Biasalah namanya juga tepi pantai. Hehehe..
__ADS_1
"Hah sungguh nikmat Tuhan yang tiada tara.." seru Putri Amelia sambil merentangkan kedua tangannya menikmati suasana damai dan tentram itu. Tapi tiba-tiba suasana damainya langsung terganggu karena suara perut yang tiba-tiba berbunyi meminta untuk diisi.
KRUUUUKKKK