
Alen pun mengganggu anggukkan kepalanya. Saat Putri Amelia akan menyentuh benda itu kembali, tiba-tiba kelembab bayangan yang berasal dari batu itu menyeruak ke permukaan.
"Eh apa ini...!!!" Seru Putri Amelia yang tiba-tiba menjadi kaget melihat penampakan itu. Terlihat dari bayangan tersebut, adalah sosok seorang putri duyung betina yang begitu cantik dan tersenyum hangat.
"Siapa kamu?? Kenapa berada di dalam batu tersebut..??" Tanya Putri Amelia pada bayangan itu, tatapannya Putri Amelia layangkan biasa saja tanpa ekspresi. Bayangan itu pun tersenyum dan berkata.
"Aku adalah Dewi Anjani sang penguasa lautan. Namun aku tak bisa bertahan lama di laut karena aku harus kembali ke alam atas. Untuk menjaga lautan agar aman dan terkendali, Aku menginginkan seorang penerus kekuatanku. Orang yang berhati jujur dan juga mau membantu sesama." Ujar bayangan itu terdengar ambigu di telinga Putri Amelia.
"Memangnya kamu tidak memiliki keturunan ? Bukankah ratu yang memimpin saat ini keturunanmu ?" Tanya Putri Amelia kepada sosok bayangan tersebut. Bayangan itu pun menganggukkan kepalanya tanda membenarkan Apa yang diucapkan oleh Putri Amelia.
"Nah itu tahu..!!! Kepadanya saja kamu harus menurunkan semua kekuatan mu itu agar mampu menjaga lautan dan menyeimbangkan ekosistem laut." Ujar Putri Amelia kepada Dewi Anjani Sang penguasa air itu. Dewi itu pun menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Tentu saja dia putriku sang penerus ku. Tapi kekuatan ini tidak cocok untuknya, dan aku sudah pernah mencoba untuk memberikannya, tapi ternyata kolam spiritualnya menolak kekuatan dariku. Namun menerima kekuatan dari ayahnya. Sang raja lautan yang saat ini juga telah kembali ke alam dewa." Ujar Dewi itu lagi. Putri Amelia dan Alen Saling menatap satu sama lain, sementara alen hanya mampu mengedipkan bahunya saja.
"Lalu..??" Ujar Putri Amelia dengan bertanya.
tanpa menjawab, Bayangan itu pun mendekati Putri Amelia dan merampalkan beberapa mantra serta menyentuh kening Putri Amelia. Sontak saja sebuah kekuatan besar menyeruak masuk ke dalam kolam spiritualnya yang membuat Putri Amelia merasa seperti tersengat listrik yang besarnya ber- volt. Setelah itu Dewi tersebut pun menghentikan aksinya dan tersenyum melihat respon tubuh Putri Amelia.
"Apa yang Anda lakukan kepada Nona saya.!!" Seru Alen tak terima dan takut melihat nonanya seperti kesurupan yang berguling ke sana kemari untuk menyamarkan rasa sakit tersengat itu. alen merasa iba melihat hal itu.
__ADS_1
"Nona kamu tidak apa-apa.. hanya saja kolam spiritualnya sedang menyesuaikan untuk menerima kekuatan besar dari kekuatan Dewi lautan ini. Kamu tidak perlu khawatir karena dirinyalah yang dipilih untuk menjadi tuannya" ujar Dewi Anjani membuat Alen kembali merasa ambigu.
Siapa tuannya yang dimaksud. Begitulah pikir Alen. Baru saja Alen ingin bertanya kebenaran dari penuturan Dewi lautan itu, tapi tiba-tiba di hentikan dengan aksi Putri Amelia yang tiba-tiba saja mengambil posisi Lotus. Dan dengan sekejap menguasai beberapa teknik serta tubuhnya melayang di udara. Keningnya juga tiba-tiba mengeluarkan simbol sirip atau ekor ikan yang menjadi icon bawah dia juga adalah bagian dari lautan yang bertanggung jawab untuk membantu ratu yang memimpin kerajaan lautan ini.
Alen juga kembali dikejutkan dengan datangnya segerombolan para duyung mendekati mereka. Alen juga melihat salah satu dari duyung-duyung itu memakai mahkota.
Saat mereka para duyung itu menghampiri Alen dan Putri Amelia yang masih dalam posisi Lotus, serta melihat keberadaan Sang Dewi sekaligus Ibu bagi ratu penguasa lautan, dengan serentak mereka langsung melakukan penghormatan.
"Salam kepada Dewi penguasa lautan.." ratu duyung dan beberapa dayang-dayangnya itu dengan serentak.
"Salam kembali untuk kalian anak-anakku. Bangkitlah.." Dewi itu kepada putrinya. Dengan senang hati ratu duyung itu pun bangkit dan menatap lekat wajah sang ibu dengan senyum Yang terukir di bibirnya.
"Ibu..." Lirik ratu tersebut. Di dalamnya ada segudang rasa rindu kepada kedua orang tuanya yang tak lagi datang menemuinya akibat telah berbeda alam.
"Apa kabar putriku..." Ujar bayangan tersebut. Bayangan Dewi Anjani terus melayang di udara dengan bibir tersenyum. karena memang itu bukanlah raganya.
"Hamba baik ibunda. Maaf kan kami ibunda, datang ke tempat ini dengan lancang. Karena kami merasakan sesuatu yang terjadi di sini." Ujar ratu lautan yang dikenal dengan ratu Sri kandi. (maaf ya namanya sudah merembes ke nama-nama orang Nusantara ðŸ¤]
"Tidak apa-apa nak. Kamu memang harus mengenali orang yang mewarisi kekuatan ibu." Ujar Dewi Anjani kembali.
__ADS_1
Ratu Srikandi pun menganggukkan kepalanya. Sementara Alen hanya mengamati pembicaraan ibu dan anak itu sambil mengawasi sang Mona. Alen belum mengerti dan menangkap alur dari kejadian ini, sehingga mereka hanya perlu menunggu Putri Amelia selesai menetralisir dan menyatukan kekuatan itu.
Ternyata, mereka semua harus menunggu berhari-hari dan bahkan berminggu-minggu untuk putri Amelia dapat menyatukan dan menaklukkan kekuatan itu. Sehingga, membuat Sisil, Rubi dan sikembar harimau menjadi cemas.
"Kenapa nona dan Alen lama sekali berada di dasar laut. Jangan-jangan terjadi apa-apa dengan mereka berdua." Ujar ruby yang sudah Sangat mencemaskan sang nona. Tak hanya Rubi, mereka semua juga merasakan hal yang sama.
"Kamu benar bi. Jangan-jangan terjadi apa-apa dengan mereka. Sebaiknya.._" ucapan Sisil terpotong oleh si hitam.
"Jangan gegabah. Tetap tenang. Karena nona baik-baik saja. Kami dapat merasakan aura nona yang semakin kuat." Ujar si hitam yang mengambil posisi lotus. Karena si kembar merasakan sesuatu yang bergejolak dalam diri mereka. Sepertinya akan menerobos.
Bom
Bom
Sesaat, terdengar letusan kecil yang berasal dari tubuh keduanya. Mereka telah naik tingkat kultivasi sebagai mana, sang nona juga yang bertambah kuat. Kemudian dengan perlahan, mereka membuka kedua kelopak mata mereka.
"Kalian tidak perlu khawatir. Nona baik-baik saja, hanya saja, ia memiliki sedikit urusan dibawah laut yang menyebabkan mereka agak lama disana." Jelas si hitam lagi. Mendengar penuturan si hitam, akhirnya sisil dan Rubi menjadi tenang.
Mereka berempat kembali menatap lautan yang luas itu. Mereka yang sudah lama tinggal di atas pohon yang sangat rimbun itu yang berada dekat dengan kota yang sepi tersebut, juga sudah mengetahui apa yang terjadi terhadap kota ini.
__ADS_1
Tapi untuk sementara, mereka memilih untuk tidak melakukan apa-apa terlebih dahulu. Mereka akan lebih dulu fokus kepada Putri Amelia dan Alen yang masih belum kembali dari dasar lautan. Lagi pula mereka tidak ingin bertindak atau mengambil jalan yang salah tanpa analisis terlebih dahulu. Saat mereka sedang termenung memandang lautan. Tiba-tiba Sisil melihat sesuatu yang aneh menangkap mata mereka.
"Lihat disana..!!!" Seru Sisil yang membuat mereka semua terkejut dan langsung melihat di mana Sisil mengarahkan telunjuknya.