PUTRI YANG TERSISIH

PUTRI YANG TERSISIH
92. penyakit menular


__ADS_3

"Kalau begitu, tidak ada cara dong untuk menyelamatkan kota ini. Hanya perlu mengandalkan waktu saja. Gimana mereka akan menyadari bahwa kota samurai ini telah terbebas dari kutukan." Ucap Putri Amelia lagi.


Pangeran William pun menganggukkan kepalanya setuju dengan penuturan Putri Amelia. Namun saat mereka sedang berjalan-jalan dan mengamati lingkungan sekitar, tiba-tiba ada seorang ibu-ibu yang histeris yang membuat perhatian Putri Amelia dan pangeran William teralihkan.


Arrhhh...." Beberapa orang melihat dan mengerumuni ibu tersebut yang ternyata sedang memangku seorang anak yang berusia remaja yang tiba-tiba, ia merasakan tubuhnya yang gatal-gatal.


Tapi ternyata, tak hanya satu orang yang merasakan gatal-gatal di sekujur tubuhnya, namun ada beberapa orang juga yang berbeda umur yang merasakan penyakit seperti itu. Beberapa orang yang sudah tahu bahwa ada penyakit yang tiba-tiba menyerang para warga, mereka para warga memilih untuk sekedar menjauh dan diperiksa oleh seorang tabib.


"Apa yang terjadi tuan..??" Tanya Putri Amelia kepada salah seorang bapak-bapak yang seperti menjaga jarak dengan objek yang menjadi penyebab ibu itu histeris.


Orang tersebut pun langsung mengarahkan pandangan ke arah Putri Amelia dan pangeran William. Tentu saja mereka tidak tahu bahwa Putri Amelia dan pangeran William adalah seorang pangeran dan putri dari kerajaan Venus dan Merkurius.


"Ini nona, beberapa hari kota sepertinya terjangkit penyakit menular. Sudah 10 orang lebih yang terjangkit penyakit ini. Tabib itu mengatakan bahwa penyakit ini sangat-sangat menular, jadi kami tidak bisa sembarangan mendekat begitu saja." Jawab bapak-bapak tersebut.


Mendengar penuturan orang itu, Putri Amelia dan pangeran William langsung saling memandang satu sama lain. Ada apa ini ? Bukankah kota ini baru saja terbebas dari araya kutukan ? Bapak-bapak yang melihat pangeran William dan Putri Amelia terbangong satu sama lain langsung berseru.


"Sebaiknya tidak perlu mendekat ke sana Nona tuan. Biarkan tabib yang menyelesaikan permasalahan ini. Takutnya penyakit itu malah terjangkit dan menular kepada kita." Ujar bapak tersebut langsung berlalu dari sana menjauh dari sumber penyakit.


Namun Putri Amelia yang memang jiwa modernnya adalah seorang pengamat atau peneliti, tak ingin berhenti di situ. Ia langsung mengeluarkan sebuah penutup mulut atau masker dari dalam ruang dimensinya kemudian mengenakannya tanpa peduli dengan apa yang disampaikan oleh bapak-bapak itu, Putri Amelia juga dengan senang hati mengkonsumsi sebuah obat untuk menjaga kekebalan tubuhnya. Agar tidak mudah terjangkit.

__ADS_1


"Pangeran silakan pakai ini dan minum obat ini." Ujar Putri Amelia sambil menyerahkan masker mulut dan juga satu buah pil untuk menjaga sistem kekebalan tubuhnya.


Pangeran William yang tak memikirkan apapun langsung mengambil pil tersebut dan meneguknya. Namun ia merasa bingung terhadap benda segi empat yang diberikan oleh Putri Amelia.


"Maaf Putri, kalau benda ini gunanya untuk apa..??" Tanya pangeran William dengan sedikit ragu karena agak malu bertanya mengenai hal sepele seperti itu kepada Putri Amelia.


Namun bukannya menertawakan pangeran William, Putri Amelia malah mengambil masker tersebut dan langsung memasangkannya kepada pangeran William. Ia juga langsung bergerak cepat menghubungi teman-temannya dengan cara bertelepati melalui alen untuk segera menemui mereka di tempat itu. Pangeran William yang sudah dipasangkan masker oleh Putri Amelia mendadak menjadi nervous karena sedikit kesulitan untuk bernafas.


"Apa fungsi benda ini Putri. Kenapa aku begitu kesulitan untuk mengambil nafas.." ujar pangeran William sambil memegangi tengah masker tersebut agar tak terlalu merapat ke hidungnya. Dan hal itu wajar terjadi pada orang yang baru mengenakan masker tersebut. tak lupa, putri Amelia juga membagikan masker penutup mulut ini kepada warga yang lain.


"Pangeran, ini adalah masker gunanya untuk menutupi area pernafasan dari udara bebas. Agar kita sedikit terhindar dari cepatnya penyebaran penyakit itu." Ujar Putri Amelia menjelaskan kepada pangeran William.


"Nona apa yang terjadi..???" Tanya Alen dengan panik.


Dia pikir telah terjadi apa-apa dengan Putri Amelia dan pangeran William. Tanpa banyak bertanya, Putri Amelia langsung mengeluarkan beberapa masker lagi dan beberapa pil yang sama dan menyerahkannya kepada kedua pelayannya serta ketiga teman-temannya yang lain dan menyuruh mereka meminum dan mengenakan benda tersebut.


Tanpa banyak bertanya Mereka pun semua langsung menurut. Setelah itu Putri Amelia berjalan mendekati ke arah tabib yang masih memeriksa beberapa orang yang terjangkit dan cepat.


"Maaf tuan. Apakah ada sesuatu yang bisa saya bantu..??" Tanya Putri Amelia kepada beberapa tabib yang sudah bergerak.

__ADS_1


Dan beberapa tabib juga sudah ada yang terjangkit dengan cepat. Penampilan Putri Amelia seperti itu langsung mengundang perhatian kecil dari para warga yang terjangkit. Tapi tak ada yang berani bersuara.


"Nona ini adalah penyakit yang menular. Walaupun tidak langsung membunuh, namun ini cukup penting untuk dihindari. Lihatlah mereka mereka yang telah tertular. Dan sebaiknya Nona juga menjauh.." ujar sang tabib dengan sopan dan lembut kepada Putri Amelia.


Putri Amelia mengamati beberapa orang yang terjangkit, tampaknya penyakit ini memang cepat sekali menular Bahkan mereka yang tak tahan menggaruk-garut bagian tubuh mereka sampai berdarah-darah.


Putri Amelia yang tidak memperdulikan nasehat sang tabib langsung mendekati salah satu warga yang sepertinya kewalahan untuk menetralisir rasa gatal bahkan tubuhnya sudah penuh dengan darah yang bernanah akibat garutan darinya.


"Tolong hentikan Tuan jangan Garut lagi. Biarkan aku memeriksanya sebentar.." ujar Putri Amelia dengan tegas.


namun walaupun orang tersebut mendengarkan perintah Putri Amelia, tapi ya tak menggantikan tangannya untuk menggaruk bagian-bagian tubuhnya yang gatal. Dengan segera Putri Amelia langsung menyuruh Alen masuk ke dalam ruang dimensi untuk memeriksa hal ini sambil membawa satu buah sampel ke dalam ruang dimensi.


[Len segera ke ruang dimensi dan periksa apa yang terjadi dengan para warga, nanti kamu bisa memperlihatkan melalui telepati.] Ujar Putri Amelia langsung direspon cepat oleh Alen.


[Baik Nona segera...] Ale n pun langsung menghilang dari sana dan masuk ke ruang dimensi.


Dengan cepat, Putri Amelia memberikan petunjuk walaupun nyatanya di dunia nyata Putri Amelia sedang sibuk memeriksa para warga yang terjangkit itu. Di ruang dimensi sekaligus Putri Amelia memeriksa sampel tersebut.


Ternyata ini cukup mudah baginya, mereka terjangkit karena beberapa faktor. Yaitu tubuh mereka sudah 100 tahun tidak pernah bergerak secara alami sehingga tidak merangsang sistem kekebalan tubuh mereka. Sehingga virus ini dengan mudah menjangkit mereka tapi bukan virus Corona ya. Setelah itu Putri Amelia langsung memusatkan kesadarannya kembali dan bersuara.

__ADS_1


"Penyakit ini terjadi karena lemahnya sistem imun tubuh atau kekebalan tubuh. Jadi untuk menghindari penyakit ini menular secara cepat, mereka para warga yang belum terjangkit sebaiknya di himbau untuk tetap berada di dalam rumah dalam sementara waktu. Fokuskan pengobatan kepada para warga yang terjangkit ini. Lagi pula saya sudah punya obatnya." Ujar Putri Amelia terdengar ambigu di telinga mereka.


__ADS_2