
"Baiklah kalau begitu. Selama saya pergi gunakan kesempatan itu dengan baik untuk bisa menyerap energi positif yang ada di sini." Ujar Putri Amelia kembali memberikan ultimatum sebelum meninggalkan mereka.
Sementara alen yang berada di ruang dimensi masih merasa aman-aman saja. Jadi kemungkinan besar dirinya lah yang akan dibawa oleh Putri Amelia untuk menelusuri lapisan-lapisan tempat yang indah ini untuk bertemu dengan nenek sang gadis.
"Lalu nona. Di mana aku bisa menemukan nenek anda." Ujar Putri Amelia kembali. Tentu saja ia tak boleh melupakan tujuannya datang ke tempat ini. Gadis itu pun tersenyum.
"Nona hanya perlu melewati lapisan-lapisan ini. Lapisan ini begitu banyak dan sangat dalam, namun Nona pasti akan bertemu dengan nenek, Karena nenek juga hanya sebagai penjaga dan penunggu tempat ini." Ujar gadis itu kembali.
Putri Amelia pun menganggukkan kepalanya mengerti. Setelah berpamitan dengan teman-temannya, Putri Amelia pun kembali melanjutkan perjalanannya sementara keempat teman-temannya yang lain memilih untuk berkultivasi dengan cara masing-masing.
***
Sementara di tempat yang paling ujung dari lapisan tempat yang paling indah ini. Terlihat sesosok pemuda tampan yang berpakaian serba putih serta berwajah bak seorang dewa yang penuh dengan kasih sayang saat terlelap.
Namun akan berubah menjadi singa kelaparan ketika sudah terbangun dari tidurnya. Saat dia sedang berayun-ayun di sebuah akar yang dibuat agar ia menjadi nyaman, tiba-tiba Ia membuka matanya. Lalu tersenyum simpul dan manis.
"Akhirnya kamu datang juga.. berani sekali pergi tanpa pamit kepadaku terlebih dahulu. Aku pasti akan menghukummu. Lihat saja." Ujar sosok tersebut. Tatapan matanya melembut ketika mengingat perempuan yang ia cintai itu. Siapa lagi lelaki itu kalau bukan pangeran William yang berasal dari kerajaan Merkurius.
__ADS_1
Ia sebenarnya telah menjadi seorang dewa yang begitu gagah dan luar biasa. Hanya saja ia tak ingin tinggal di dunia dewa yang membosankan itu. Lagi pula dirinya masih memiliki orang tua kandung, yang begitu sangat menyayangi dirinya. Ia juga punya kerajaan yang membutuhkan perlindungan darinya. Ditambah lagi dirinya telah menemukan tambatan hati yang selama ini ditunggu-tunggunya.
Ya, tempat yang indah yang berada di puncak gunung tertinggi ini adalah milik pangeran William. Saat mendengar Putri Amelia telah pergi kembali dari kerajaannya membuatnya linglung dan tak bisa melakukan apapun. Ia bukannya marah, namun ia takut terjadi apa-apa dengan Putri Amelia.
Tapi karena terlalu merasa khawatir akhirnya ia mencoba menggunakan kekuatan dewanya untuk menemukan keberadaan Putri Amelia. Dan akhirnya usahanya pun tidak sia-sia, dari awal Putri Amelia sampai di desa bambu, pergi ke dunia lautan dan akhirnya sampai di kota mati ini, pangeran William selalu mengawasi dirinya.
Semua yang terjadi juga bukanlah skenario darinya. Barangkali inilah yang disebut jodoh. Walaupun jauh dan terpisah oleh jarak, ruang dan waktu, namun mereka tetap akan dipertemukan di suatu tempat.
***
Kini Putri Amelia sudah berada di lapisan ke-6, namun ternyata dirinya belum merasakan tanda-tanda tekanan dari kekuatan tiap lapisan tempat tersebut. Seharusnya, mengingat tempat ini yang begitu misterius, pastilah ia akan merasakan sedikit tekanan. Tapi sepertinya itu tidak berlaku, karena Putri Amelia merasakan seolah-olah ada yang melindungi dirinya.
"Sebaiknya aku lanjutkan lagi perjalanannya. Dan Apakah nenek Itu tinggal di lapisan paling dalam. Kalau seandainya Iya, berarti nenek itu sudah sangat kuat sampai sanggup menahan semua tekanan yang ada di tempat ini. Teman-temanku saja baru dilapisan ketika sudah KO." Ujar Putri Amelia lagi tersenyum mengingat wajah kawan-kawannya itu. Entah kenapa ia merasa rindu Untuk mereka.
"Sebenarnya aku sudah berjalan berapa lama sih..!!! Tempat ini sepertinya tak memiliki ujung sama sekali." Protes Putri Amelia.
Sepertinya ia sudah merasakan perjalanan berhari-hari, namun ia tak kunjung menemukan ujung dari tempat ini. Seolah tempat ini diibaratkan sebuah Padang yang begitu luas dan tak berujung.
__ADS_1
Tanpa Putri Amelia sadari, beberapa energi dan esensi menyerap ke dalam kolam spiritualnya begitu saja. Sehingga membuat dirinya tahan terhadap tekanan yang diberikan oleh ruang-ruang atau lapisan-lapisan ini.
"Sebaiknya aku tidak boleh berhenti. Aku harus cepat menyelesaikan masalah ini agar kembali berpetualang. Sebenarnya sih bukan urusanku ya.. tapi aku penasaran. Kalau begitu mari kita lanjutkan." Ujar Putri Amelia lagi kepada dirinya sendiri. Akhirnya Putri Amelia kembali melangkahkan kakinya untuk menyusuri kedalaman tempat ini. Sampai akhirnya Putri Amelia tiba di lapisan ke-12.
Putri Amelia yang da yang sudah sampai di lapisan ke-12 di mana lapisan ini adalah separuh dari ruang dan waktu. Di sana Putri Amelia tercengang, karena akhirnya ia melihat sebuah kediaman yang sangat indah berwarna putih cemerlang.
Selain kagum, Putri Amelia juga sekaligus menjadi penasaran. Tentu saja penasaran, sepanjang perjalanan ia tak menemukan siapapun di tempat ini kecuali kupu-kupu yang berterbangan kemana-mana untuk menghisap madu bunga-bunga yang ada di tempat ini.
Tapi, tiba-tiba terlihat sebuah kediaman yang berdiri kokoh dan juga menawarkan sebuah keindahan yang begitu hakiki. Membuat Siapa saja yang melihatnya akan tergiur dan terpesona.
"Siapa yang tinggal di kediaman mewah itu..?? Tapi beneran kediaman nggak sih..!! Perasaan sepanjang perjalanan aku tak menemukan manusia satupun di tempat ini. Jangan-jangan itu tempatnya.." Putri Amelia menerka sendiri dengan membulatkan matanya.
Entah apa yang ia pikirkan. Yang pasti pikirannya saat ini menduga bahwa tempat itu adalah tempat yang tak bisa dikunjungi ataupun ditempati. Namun, saat Putri Amelia sedang melamun mengamati tempat tersebut tiba-tiba ada yang mengagetkannya.
"Anda sudah datang yang mulia.!" Seru suara seorang perempuan cantik yang datang menghampirinya dengan tegopoh-gopoh.
Putri Amelia yang merasa terpanggil langsung mengarahkan pandangannya ke arah perempuan yang datang menghampirinya itu.Cantik!! itulah kesan pertama yang Putri Amelia sematkan kepada gadis tersebut.
__ADS_1
"Akhirnya Anda sampai juga yang mulia. Mari, yang mulia pangeran sudah menunggu kedatangan Anda." Ujar perempuan itu membuat Putri Amelia mengerutkan keningnya.
Bingung tentu saja. Ia datang ke sini untuk bertemu dengan seorang nenek, agar membantunya memecahkan semua masalah yang ada di kota mati. Tapi kenapa perempuan ini malah mengatakan bahwa ada penguasa di tempat ini yang sedang menunggunya.