
Mereka semua pun langsung menganggukkan kepalanya.
"Hamba setuju yang mulia ayahanda, seharusnya kita makan nasi dari dulu, rasa nasi dan gandum sangat jauh berbeda." Ujar pangeran pertama.
"Oh ya nak, duduklah bersama dengan kami dan mari makan bersama.. kenapa kamu malah berdiri seperti itu.." tegur permaisuri pertama dari sang raja. Putri Amelia pun tersenyum menanggapi pertanyaan sang permaisuri.
"Terima kasih permaisuri. Hamba hanya ingin memastikan terlebih dahulu Apakah masakan ini cocok di lidah yang mulia semuanya. Setelah itu baru saya akan bergabung makan bersama." Ujar Putri Amelia lagi.
Tapi karena dirinya telah didesak untuk duduk dan makan bersama dengan mereka, mau tidak mau Putri Amelia pun bergabung dan mengambil makanan untuk dirinya sendiri tanpa merepotkan pelayan. Mereka semua makan dengan lahap sampai makanan yang tersembut di atas meja tak bersisa. Setelah selesai makan mereka semua mengusap-usap perut mereka yang sudah terisi penuh itu.
"Wah kenyang sekali... Masakan ini begitu nikmat seumur hidup aku baru pernah merasakannya.." ujar para pangeran sambil menyandarkan tubuh mereka kesadaran kursi. Raja Robert pun tersenyum mendengar penuturan anak-anaknya kemudian langsung mengalihkan pandangannya ke arah Putri Amelia.
"Lalu apa rencanamu selanjutnya..?? Kalau boleh saya memberikan saran pulanglah ke kerajaan Venus terlebih dahulu dan lihat kedua orang tuamu. Permaisuri Adriana sering sakit-sakitan karena memikirkanmu, Begitu juga dengan ayahmu, sekarang yang menggantikan kepemimpinan sementara adalah kakak pertamamu pangeran Juan. Pulanglah dan berdamailah kembali dengan keluargamu nak.." ujar Raja Robert memberikan masukan dengan perkataan yang lembut. Putri Amelia lagi-lagi terhanyut mendengar kondisi kedua orang tuanya. Ia pun mengganggu kan kepalanya.
"Iya Yang mulia, Setelah dari sini hamba akan langsung pergi ke kerajaan Venus untuk bertemu dengan kedua orang tuaku." Ujar Putri Amelia kembali tidak bersemangat mendengar kabar keluarganya di kerajaan Venus. Pangeran William pun menggenggam tangan Putri Amelia seolah memberikan kenyamanan untuknya.
"Aku akan menemanimu.. alangkah baiknya saat ini kita berangkat." Ujar pangeran William lagi.
Raja Robert dan yang lainnya pun langsung menganggukkan kepala mereka setuju. Dan akhirnya setelah berpamitan Putri Amelia memutuskan untuk kembali ke kerajaan Venus bertemu dengan kedua orang tuanya. Dan sebelum mereka pergi, dirinya mengirim telepati kepada Alen untuk menyusunnya bersama dengan Sisil dan ruby. Ia menyuruh Alen untuk menyampaikan hal itu kepada keduanya. Setelah itu Putri Amelia dan pangeran William pergi dengan menggunakan teleportasi agar mereka bisa menghemat waktu.
***
__ADS_1
Dan tanpa menunggu lama. Pangeran William dan Putri Amelia telah sampai di kerajaan Venus. Putri Amelia tercengang melihat keadaan kota kerajaan itu. Sangat miris dan sangat memprihatinkan. Sebagian besar masyarakat dari kalangan bangsawan duduk termenung di depan pintu-pintu kediaman mereka seperti orang yang kehilangan akal.
Namun masih banyak rakyat kecil yang masih berusaha keras agar bertahan hidup. Tapi tak sedikit pula rakyat kecil yang mendapatkan penindasan akibat efek dari krisisnya pangan yang terjadi di negara ini. Pengalihan pangan yang dilakukan Raja Christopher dan para menterinya mengenai pangan yang akan dikonsumsi sementara waktu ternyata malah berdampak buruk.
"Apa yang terjadi dengan kota ini..." Ujar Putri Amelia dengan pelan. Tak lama Sisil dan rubi pun menyusul mereka dengan Alen yang datang belakangan. Mereka juga tak kalah terkejut melihat pemandangan seperti ini di kota kerajaan Venus.
"Nona.. Kenapa kehidupan di sini begitu gersang dan ini.." Sisil tak dapat mengatakan apa-apa melihat kondisi tanah kelahiran atau kerajaan tempat tumbuh kembangnya dalam keadaan memilukan.
Putri Amelia tak menanggapi pertanyaan Sisil ia malah kembali melakukan teleportasi menuju ke istana kerajaan. Sesampainya Putri Amelia di istana, ia langsung pergi memasuki kediaman Raja Christopher dan permaisurinya. Kebetulan saat itu para pangeran dan juga Putri Alice berada di tempat itu ditambah sang raja juga berada di sana. Terlihat kondisi ratu Adriana begitu sangat lemah dan cukup memilukan.
"Ayah, ibu..." Panggil Putri Amelia dengan suara yang sangat pelan.
Tapi karena suasana di sana begitu Hening sehingga pendengaran Raja Christopher dan yang lainnya masih berfungsi dengan baik. Mereka semua pun langsung mengarahkan pandangan mereka ke arah Putri Amelia.
"Putriku... syukurlah kalau kamu telah kembali dengan selamat.. maafkan ayahmu ini yang selalu menyakiti hatimu. Tolong maafkan ayah dan jangan pergi lagi." Ujar Raja Christopher sambil memeluk tubuh Putri Amelia dengan begitu erat.
Raja Christopher juga menangis dalam diam sambil mendekap tubuh mungil putrinya itu. Ratu Adriana yang melihat kedatangan putrinya tak kalah merasa gembira. Begitu juga dengan para pangeran, hanya satu orang yang tidak bahagia atas kembalinya Putri Amelia yaitu Putri Alice.
"Putriku..." Ujar ratu Adriana dengan suara yang sangat pelan.
Raja Christopher melerai pelukannya terhadap Sang Putri kemudian menuntun putrinya untuk bertemu dengan sang ibu. Putri Amelia tak dapat mengatakan apa-apa saat ini, perasaannya kalut bercampur rindu. Barangkali pemilik asli tubuh ini merasa sangat merindukan kedua orang tuanya dan sedang mencurahkan semuanya.
__ADS_1
"Kemarilah putriku.. peluklah ibumu ini..." Ujar ratu Adriana dengan mata yang mulai berkaca-kaca dan langsung meneteskan air mata. Ratu Adriana tak bisa berjalan mendekati Sang Putri karena kondisinya masih sangat lemah. Putri Amelia pun langsung berhambur memeluk ratu Adriana.
"Ibu." Ujar Putri Amelia dengan penuh penghayatan. Mereka semua pun menangis dalam diam melihat betapa mengharukannya pertemuan mereka kali ini.
"Adikku maafkan kami. Maaf karena kami telah menyakiti hatimu dan mengabaikanmu selama ini.. tolong jangan pergi dan jangan tinggalkan kami lagi." Ujar pangeran Juan sambil berjalan mendekat ke arah Putri Amelia dan ibunya yang masih sedang berpelukan. Putri Amelia pun melepaskan pelukannya dan langsung menganggukkan kepalanya menyetujui apa yang dikatakan oleh sang kakak pertama.
"Aku sudah memaafkan ayah dan ibu dan kalian semua. Dan aku harap kita bisa memulai hubungan kita dengan baik dari awal." Ujar Putri Amelia sambil menatap saudara-saudaranya kecuali Putri Alice.
Mendengar penuturan sang adik, ketiga pangeran itu langsung berhambur dan memeluk tubuh adik mereka sambil menangis tersedu-sedu. Sementara Putri Elis yang berada di pojokan hanya mampu mengepalkan tangannya saja.
(Lihat saja Putri Amelia. Aku tidak akan tinggal diam dan aku akan membuatmu sengsara kembali, dan berakhir dirimu diusir dari dalam istana.) Ujarnya sambil tersenyum sinis. Kemudian Putri Amelia langsung memasang ekspresi bahagia, tepatnya pura-pura bahagia.
"Kakak, syukurlah kakak telah kembali dengan selamat." Ujarnya mencoba untuk mencari muka.
Tapi ternyata Tak ada satupun dari mereka yang menghiraukan Putri Alice. Hal itu tentu saja membuat Putri Elis menjadi marah dan kesal. Dengan kemarahannya itu, ia langsung pergi meninggalkan kediaman tersebut. Sementara, Putri Amelia dan keluarganya yang lain menghabiskan waktu mereka bersama. Setelah Raja Christopher memerintahkan pengawal pribadinya untuk menjamu pangeran William. Karena dirinya belum puas bertemu dengan Sang Putri.
part 1 selesai
***
Dan akhirnya bagian cerita part pertama ini selesai. Nanti akan kita sambung cerita di bagian part 2. Di mana Di sinilah Putri Amelia akan kembali dan membalaskan dendamnya kepada putri Alice dan mungkin orang-orang yang membuat konspirasi. Serta membantu memulihkan perekonomian kerajaannya dan sekaligus menikah dengan sang pujaan hati. Sekali lagi author katakan bahwa cerita ini tak memiliki bonus chapter.
__ADS_1
author ucapkan terima kasih, karena sudah bersedia stand by dan antusias menunggu cerita dari author. sampai jumpa di cerita bagian part 2-nya. ❤️❤️🥰🥰