
Tak ada ekspresi senyum atau ekspresi hangat lainnya. Orang yang berada di depan dan berdiri di tengah-tengah kelompok itu, mengusap dagunya dengan sombong dengan sebelah tangannya yang setia memegang senjatanya.
"Eh, tentu saja untuk merampok. Dan juga meminang mu gadis manis..." Ujar orang tersebut dengan senyum mesumnya. Sisil dan Ruby yang mendengar penuturan lelaki itu langsung tersenyum sinis. Ia tidak tahu saja kalau sedang berhadapan dengan singa betina.
"Oh ya, kapan Aku mau minta mu untuk datang meminangku. Atau kamu datang ke tempat ini untuk mengantar nyawa.." ujar Putri Amelia dengan santai dan dengan ekspresi wajah yang masih datar.
Mendengarkan aturan Putri Amelia, lelaki yang tadi mengatakan hal tersebut sontak menjadi marah dan geram. Apalagi ekspresi Putri Amelia yang berdiri di depannya begitu datar dan dingin.
"Heh !! anak kemarin sore, berani menantang ku. Kamu ingin bermain-main denganku ya.." ujar orang tersebut mengikuti ekspresi wajah Putri Amelia. Putri Amelia pun langsung tersenyum sinis.
"Menurut anda..??" Ujar Putri Amelia lagi.
Lelaki itu pun menjadi murka melihat bertambah santainya ekspresi Putri Amelia dalam menanggapi dirinya. seolah Putri Amelia ingin mengatakan bahwa dirinya tidak ada apa-apanya dengannya.
"Kamu berani sekali menentangku cari mati kamu hah..!!" Ujar lelaki itu lagi yang langsung bergegas menyerang Putri Amelia dengan serangan andalannya.
Putri Amelia tersenyum sinis, ia bangga ketika mendapati fakta bahwa lawannya sudah terprovokasi dengan ekspresi dan tingkah lakunya. Ia juga ingin melihat bahwa seberapa besar kekuatan orang di zaman ini. Karena, Putri Amelia selama melakukan petualangan bersama para sahabat-sahabatnya, mereka tak dapat menemukan lawan yang imbang rata-rata lawan Mereka adalah orang-orang di bawah mereka.
"Kemarilah lelaki jelek, Aku ingin tahu seberapa besar kekuatanmu sehingga berani menentangku.." ujar Putri Amelia dengan pelan pada dirinya sendiri.
__ADS_1
Akhirnya pertarungan tidak dapat dielakkan, terlihat pertarungan itu sama seperti pertarungan-pertarungan mereka sebelumnya, tak ada lawan yang mengimbangi kekuatan dan keahlian pertarungan mereka. Bahkan melawan Putri Amelia sampai meringis melihat betapa lenturnya dan cepatnya penyerangan serta penangkisan yang dilakukan oleh Putri Amelia.
(Sialan.!! Siapa perempuan-perempuan ini. kenapa aku yang sudah berada di level bumi puncak tidak dapat mengalahkan mereka.) Batin lelaki tersebut.
Putri Amelia tersenyum sinis, tatkala melihat ekspresi dari wajah sang lelaki yang sepertinya menyadari kebodohannya yang telah mencoba memprovokasi Putri Amelia dan teman-temannya.
"Bagaimana.. Apakah anda mengaku kalah..??" Tanya Putri Amelia kepada lelaki tersebut. Tak lupa bibirnya menyunggingkan senyum sinis dan meremehkan ke arah sang lelaki itu.
"Kurang ajar berani sekali dirimu meremehkan ku..!! Aku tentu saja adalah orang yang terkuat. Kalian sama sekali tak memiliki tingkat kultivasi." Ujar lelaki tersebut. Ia mengatakan hal itu tentu saja karena dirinya tak melihat tingkat kultivasi ketiga gadis itu. Sehingga ia menyimpulkan bahwa ketika gadis tersebut hanyalah garis-garis lemah pada umumnya. padahal ia sudah melihat bagaimana besarnya kekuatan Putri Amelia.
"Memangnya kenapa ? kalau anda tidak melihat tingkat kultivasi kami.?? Bukan berarti kami tidak memiliki tingkat kultivasi bukan..?? Anda benar-benar terkejut dengan kami hahaha.." ujar Putri Amelia sambil tertawa menggelegar membuat para warga yang menyaksikan pertarungan tersebut mendadak menjadi merinding.
"Sepertinya ketiga nona-nona itu adalah orang-orang hebat... Kita sama-sama berharap saja mudah-mudahan dari mereka Desa kita bisa terbebas dari segala bentuk penindasan dari para perampok itu. Kita juga bisa melewati hari-hari kita dengan baik dan kembali membangun desa kita hidup dengan aman dan damai." Ujar Pak tua dengan penuh harap.
para warga yang mendengar penuturan Pak tua tersebut langsung menyautinya dengan mengatakan amin. Mereka sungguh berharap bahwa Desa mereka dapat dibebaskan dari hal-hal tersebut.
Karena akibat perbuatan para perampok itu pertumbuhan ekonomi mereka tidak berjalan sama sekali, dan bahkan hidup mereka juga di teror habis-habisan oleh para perampok itu. Sehingga hal-hal yang biasanya terjadi diantaranya perpindahan penduduk dan orang yang meninggal berjatuhan akibat ulah mereka.
"Sialan !! aku akan menghabisi kalian hari ini semuanya..!!" Ujarnya lagi yang sudah dipenuhi dengan amarah dan emosi.
__ADS_1
Lelaki itu pun langsung bersiap mengeluarkan kekuatan andalannya itu. Saat itu juga langit yang dahulunya cerah tiba-tiba menjadi gelap petir menyambar dimana-mana tapi kekuatan itu bukanlah kekuatan yang besar melainkan kekuatan cetek yang bisa dibasmi dan dihadapi oleh Putri Amelia serta sahabat-sahabatnya.
"Apakah ini kekuatanmu yang sebenarnya..?? Sungguh tidak dapat aku sangka, ternyata kalian adalah orang-orang yang menganut ilmu hitam. Walaupun begitu tingkat kekuatan kalian juga belum seberapa hehehe.." ujar Putri Amelia kembali memprovokasi lelaki tersebut.
"Heh !! aku tidak peduli dengan apa yang kamu katakan..!! Yang penting hari ini kamu akan habis di tanganku hahaha.. aku akan menjadikanmu dan teman-temanmu sebagai salah satu tumbal untuk mengikat dan meningkatkan kultivasi ku." Ujar lelaki itu. Matanya sangat merah dan dipenuhi dengan nafsu membunuh. Siapapun yang akan melihatnya pasti akan ketakutan.
"Ciha.!!! coba saja kalau kamu berani.. aku akan pastikan dirimu akan tamat hari ini.." ujar Putri Amelia lagi.
Akhirnya pertempuran sengit tidak bisa dielakkan lagi Julia langsung mengeluarkan jurus andalannya yang tentu saja langsung membunuh lawan di tempat.
Bahkan lelaki itu yang konon katanya menganut ilmu sesat tak dapat memprediksi dan melihat gerakan penyerangan Putri Amelia. Tanpa adanya perlawanan dari sang lelaki akhirnya lelaki tersebut tumbang bergelimangan darah sangat busuk dan menjijikan.
Para warga yang melihat hal itu tentu saja bersorak-sorak menyambut hari kemenangan mereka. Mereka berjalan ke arah Putri Amelia untuk menyembah dan mengucapkan terima kasih. Sementara Sisil dan ruby langsung mengambil bagian untuk menghabisi semua para pengikut lelaki itu. Sisil dan ruby membunuh semuanya tanpa ampun dan tanpa bersisa satupun.
"Terima kasih banyak nona..!! Terima kasih banyak. Akhirnya kami semua akan terbebas dari malapetaka yang diciptakan oleh para lelaki-lelaki yang tidak bertanggung jawab itu.. hahaha.. Setelah sekian lama kami dijajah oleh mereka akhirnya kami terbebas juga.. terima kasih banyak nona nona sekalian.. hiks hiks" ujar para warga dengan berderai air mata.
Bahkan semua para warga bersujud menyembah ke kaki mereka sehingga membuat Putri Amelia menjadi risih dan segera memerintahkan mereka untuk bangkit dari posisi mereka itu.
"Bangkitlah semuanya. Kami tulus membantu dan membebaskan Desa kalian dari para pembuat onar itu. Kami juga tidak menerima sembah sujud kalian kepada kami. Kami hanyalah sebatas manusia biasa yang dititipkan untuk memiliki kekuatan ini. Dan sewaktu-waktu kekuatan ini juga akan lenyap dari dalam diri kamu. Kami mohon bangkitlah Pak tua dan yang lainnya.." ujar Putri Amelia dengan suara lantang.
__ADS_1