
Setelah sang utusan pergi dari rumah makan Amelia. Kini Iya kembali ke istana dengan gontai karena tidak berhasil membawa Putri Amelia datang bersamanya ke dalam istana. Sang utusan berpikir, reaksi apa nanti yang akan diberikan oleh para pangeran dari kerajaan Venus saat mengetahui kalau Sang Putri atau adik mereka itu ternyata tidak berada di tempat.
Tak terasa sangat utusan pun telah sampai di pintu gerbang istana kerajaan. Sebelum masuk, sang pengawal utusan itu menarik nafasnya terlebih dahulu. Ia merasa waktu berganti cukup lama hari ini. Ia juga berharap, semoga para pangeran dan raja tidak terlalu terkejut. Ia pun langsung berjalan masuk. Dan langsung menghadap raja Robert.
"Salam yang mulia, semoga sehat selalu." Ujar sang pengawal utusan yang kembali itu. Melihat sang utusan kembali tanpa membawa serta putri Amelia, membuat raja Robert dan para pangeran mengerutkan keningnya dan bertanya tanya.
"Salam mu ku terima, bangunlah. Lalu, katakan, bukankah saya memerintahkanmu untuk menyampaikan surat ku dan membawa serta putri Amelia ?" Tanya Raja Robert itu. Sang utusan kembali mengangguk.
"Benar yang mulia. Namun dengan penuh penyesalan, hamba menyampaikan bahwa sang putri tidak berada di tempat. Menurut informasi yang saya dapatkan dari pekerja di sana, mereka mengatakan kalau sang putri sedang pergi ke kota raja sebelah, atau ketempat lainnya. Sang putri Tenga mencari tempat baru untuk membuka tokoh kos- kos..mik.. ah.. maaf yang mulia, saya tidak mengerti dengan apa yang disampaikan oleh tuan itu. Namun, intinya, sang putri tengah mencari tokoh atau lokasi untuk membuka usaha baru." Jelas pengawal utusan itu dengan panjang lebar, agar sang raja mengerti.
Semua yang mendengarkan penuturan sang iUtusan itu, mereka sama-sama menarik nafasnya dan menghembuskan nya perlahan. Begitu juga dengan sang Raja.
"Lalu, apakah kamu tau, kapan putri Amelia akan kembali ?" Kali ini yang bertanya adalah pangeran William. Pantas saja, terakhir ia mendatangi rumah makan itu, dan tidak mendapati gadis pujaannya itu, ternyata ia sedang tidak ditempat.
"Mohon ampun yang mulia pangeran. Menurut informasi yang hamba dapat. Kapan putri Amelia akan kembali, waktu itu tidak dapat di pastikan. Yang pasti, tuan itu mengatakan, jika sang putri cocok dengan lingkungan sekitar, atau merasa nyaman disana, biasa nya putri Amelia akan menetap dan tinggal dengan waktu yang tidak bisa di tentukan." Jawab sang utusan itu.
__ADS_1
Mendengar penuturan sang utusan, semuanya kembali bermuka sayu. Mungkin tugas mereka untuk menemukan putri Amelia tidak bisa di anggap remeh. Begitu dengan para pangeran dari kerajaan Venus. Mungkin, mereka harus bersabar, untuk meminta maaf kepada adik mereka.
(Kenapa, apakah kamu sudah tidak mengharapkan dan merindukan keluarga mu lagi dek ) batin pangeran Juan. Ia begitu sangat merindukan adiknya saat ini. Entah kenapa, ia merasa bahwa mereka tidak akan semudah itu, dapat menemukan adik kecil mereka.
(Kenapa pergi lagi. Apakah kamu lebih nyaman dengan hidup yang seperti ini dek.) Batin pangeran Carlos. Pangeran Carlos ini, adalah salah satu pangeran yang tidak menunjukkan emosi berlebihan kepada Amelia. Namun tidak juga bersikap baik terhadap adiknya itu. Sementara, pangeran Cristiano hanya mampu melamun dan merenung. Ia sudah kehilangan kata-kata nya. Ia hanya mengingat, kejadian masa lalu yang sering ia perbuat kepada adiknya itu.
Sementara sang raja memilih untuk diam sejenak. Ia sedang mencerna beberapa informasi yang disampaikan oleh sang utusan itu. Mendapati suasana hening seperti itu, ratu Roberta pun bersuara yang sukses menyadarkan mereka dari lamunan masing-masing.
"Lalu, apa yang akan anda lakukan yang mulia ?" Tanya ratu Roberta. Semua nya pun langsung menghadap raja Robert. Sang raja menatap mereka satu persatu.
(Calon permaisuriku ) batin pangeran William. Di saat seperti itu, pangeran William masih saja tidak terima, sang Raja menggantungnya. Padahal ia sudah terang-terangan menunjukkan bahwa dirinya yang pantas menjaga dan menjadi pendamping putri Amelia.
Saat itu juga, seorang pengawal bayangan Siapa lagi kalau bukan Karan yang menjadi pengawal kepercayaan Baginda Raja Robert. Saat itu juga ia langsung mengatur semuanya. Karena ketika perintah itu turun maka harus segera dilaksanakan. Tanpa mengatakan apapun lagi kepada Baginda Raja mereka, Karan langsung memimpin kelompoknya yang hanya terdiri dari beberapa orang saja dan langsung pergi meninggalkan istana.
Pangeran William juga melakukan telepati kepada salah satu pengawal bayangannya. Ia memerintahkan dirinya membawa beberapa orang untuk melakukan pencarian membantu beberapa pengawal bayangan yang diutus oleh sang raja untuk mencari keberadaan Putri.
__ADS_1
[Zain. Bawa beberapa orang, dan cari keberadaan calon permaisuri ku. Aku ingin informasi nya dengan cepat.] Ucap pangeran William bertelepati kepada salah satu pengawal bayangannya yang tak pernah muncul ke permukaan kecuali di tempat tersembunyi atau ketika menyampaikan informasi penting saja.
Zain juga sama halnya dengan Karan yang menjadi seorang pengawal bayangan yang paling dipercaya pada kelompok pengawal bayangan mereka yang ada. Namun kalau menurut dari kekuatan, pengawal Zain dan pengawal Karan memiliki kekuatan sebelas duabelas artinya pengawal Karan berada di bawah pengawal bayangan Zein. Namun walaupun pengawal Karan berada tepat selangkah dari pengawal Zain. Mereka selalu akur dan berteman dengan baik untuk menjaga tuan-tuan mereka.
[Maaf tuan saya sudah terlebih dulu mendapatkan informasinya, karena itu izinkan saya untuk menyampaikan informasi keberadaan Putri Amelia tersebut.] Ucap pengawal Zain membalas telepati dari pangeran William. Pangeran William tersenyum sangat tipis. Inilah yang menjadi nilai plus bagi Zein, bergerak dengan cepat untuk mendapatkan informasi yang ia butuhkan.
[Baiklah nanti kita bicara lagi. Temui aku di kediaman ku.] Ujar pangeran William kembali bertelepati kepada Zein.
[Baik yang mulia ] setelah itu telepati mereka berhenti. Pangeran William sendiri kembali menormalkan ekspresinya. Iya sudah sedikit tenang namun dalam hati buru-buru ingin pertemuannya dengan para pangeran serta sang raja berakhir.
"Baiklah. Kita tinggal menunggu informasi saja di mana keberadaan Putri Amelia. Karena itu untuk kalian para pangeran dan ratu-raturku, silakan kembali ke kediaman masing-masing dan beristirahat. Kalau ada informasi selanjutnya saya pasti akan mengabari." Ujar Raja Robert kembali kepada para pangeran dan juga ke dua ratunya.
Setelah mendengar penuturan sang raja. Orang yang pertama berdiri ketika Raja membubarkan pertemuan itu adalah pangeran William. Tanpa mengatakan hal apapun dan dengan langkah yang tergesa-gesa ia langsung meninggalkan para pangeran dan raja yang kebingungan melihat tingkah lakunya. Tentu saja kebingungan ? Tak biasanya kan pangeran William bertingkah seperti itu. Secemas dan sepanik apapun dirinya, Ia tetap akan bersikap tenang dan berusaha menguasai emosi. Tapi, apa ini sekarang ?
***
__ADS_1