
Setelah kejadian yang tidak terduga itu. Putri Amelia menyerahkan penanganan itu kepada pak bujang dan putranya. Sementara itu, mereka Amelia, Sisil dan Rubi Tenga bersantai ria di dalam kediaman mewah Amelia itu.
"Nona. Kau tau, sebentar lagi. Kerajaan Merkurius ini akan mengadakan pesta ulang tahun pernikahan raja dan ratu." Ujar Sisil sambil menghidangkan beberapa hidangan dan minuman diatas meja itu.
"Iya nona. Bahkan menurut informasi yang saya dengar, pesta ini akan diselenggarakan dengan meriah dan juga banyak kerajaan kerajaan tetangga yang berteman baik dengan kerajaan ini, juga turut di undang." Timpal Rubi.
"Iya nona. Pasti saat itu, akan banyak pemuda-pemuda tampan dan juga para pangeran tampan dari kerajaan tetangga itu. Aku sangat tidak sabar menanti hari itu tiba nona." Ujar Sisil kembali. Memang, saat Amelia sudah tidak membatasi komunikasi mereka, terlihat lah beberapa sifat dari mereka yang begitu absrud. Sementara Amelia yang mendengar penuturan Sisil, yang begitu menggilai para pemuda pemuda tampan itu, hanya mampu menggeleng-gelengkan kepala. Tidak habis pikir.
"Tak hanya itu nona. Saya juga mendengar, kalau saat hari perayaan itu, akan di adakan beberapa perlombaan. Yang melibatkan semua lapisan masyarakat. Dan saya rasa nona, itu sangat menyenangkan." Timpal Rubi lagi dengan berekspresi riang seperti itu. Amelia bernafas frustasi. Begitu perempuan di zaman ini. Mereka suka sekali bergosip. Melihat putri Amelia tidak menanggapi cerita mereka, Sisil dan Rubi pun langsung beralih pandang.
"Khem...!!! Nona, anda kenapa..?? Sakit telinga ya, mendengar ocehan kami." Ujar ruby. Ia melihat sang nona dengan lekat. Begitu juga dengan Rubi. Mendengar penuturan itu, Amelia tersenyum dan melirik mereka.
"Cih !!! Kau salah Rubi. Tapi, nona itu tidak tertarik dengan pembahasan kita. Nona, apa nona memikirkan sesuatu, atau merencanakan sesuatu..??" Tanya Sisil kepada Amelia. Mendengar penuturan itu, Amelia mengangkat kepalanya dan tersenyum lagi kearah mereka. Yang sukses membuat keduanya bingung.
"Hais... Aku memang tidak tertarik dengan pembahasan itu, tapi aku sedang memikirkan sesuatu. Mmm... Bagaimana menurut kalian. Aku merasa, semenjak bertemu dengan para pangeran dan raja, aku mulai merasa tidak tenang. Jujur saja, aku masih belum ingin bertemu dengan mereka." Ujar Amelia. Sementara ruby dan Sisil menjadi pendengar setia tanpa mau menyela ungkapan sang Nona. Amelia tersenyum miris.
__ADS_1
"Bukannya marah.tapi, aku memang sudah tidak punya siapa-siapa lagi setelah aku di asingkan. ( Dan, aku juga bukan putri Amelia. Aku tidak ingin terkekang dalam kurungan istana, atau apapun yang berhubungan dengan kerajaan )" ungkap Amelia dalam lirih. Amelia pun berdiri dan berjalan kearah jendela kaca yang menampilkan beberapa pemandangan indah sekitar kota kerajaan.
"Lalu, apa yang akan nona lakukan. Apapun keputusan nona, kami akan ikut." Ujar ruby bijaksana. Mereka berdua juga ikut berdiri dan mengikuti apa yang nona mereka lakukan. Mereka berdua berdiri sejajar dibelakang tubuh Amelia sekitar 2 meter.
"Iya nona. Kami akan mendukung apa yang akan nona lakukan. Asalkan kami jangan di tinggal.. hehehe..." Timpal Sisil. Rubi yang masih berwajah serius itu langsung menyenggol lengan Sisil. Sementara Amelia tersenyum dan berbalik melihat keduanya.
"Tentu, aku tidak akan meninggalkan kalian. Kecuali kamu berdua sendiri yang meminta." Ujar Amelia lagi. Ia berjalan kearah sofa lagi, kemudian mendudukkan tubuhnya dan menyeruput secangkir teh hangat yang tersedia disana. Ia melakukannya dengan elegan, sama seperti seorang putri yang selalu mendapat kan pelajaran tatakrama yang baik.
"Jadi, bagaimana..!!! Aku berencana untuk pergi jalan-jalan keliling dunia. Sambil menenangkan diri dan juga menjauh kan diri sementara dari masalah keluarga. Dan berharap, setelah kembali, aku bisa melewati semuanya." Ujar Amelia Kepada keduanya. Mendengar penuturan itu, bukan nya mereka khawatir, tapi kedua pelayan itu malah merasa senang dan juga girang.
"Kalau begitu, nona. Ayo kita berpetualang..!!!" Seru mereka dengan riang gembira. Amelia yang melihat itu, langsung menggelengkan kepalanya. Bukankah tadi mereka sangat antusias menceritakan pesta perayaan ulang tahun raja. Ck ck ck.
"Hais... Kalian ini. Bukan kah kalian Begitu antusias menceritakan pesta perayaan kerajaan. Kenapa sekarang malah berbalik..." Ujar Amelia sambil mencebikkan bibirnya.
"Hehehe... Maaf Nona. Kami memang lebih tertarik dengan petualangan. Dari pada ikut pesta perayaan, yang mungkin akan banyak drama..?? Mending jalan-jalan keliling dunia... Hahaha..." Ucap Sisil langsung tertawa dengan girang. Amelia pun langsung menggelang kan kepalanya.
__ADS_1
***
Di istana kerajaan Venus. Raja cristopher sedang mengadakan rapat bulanan. Dimana, setiap devisi akan menyampaikan hasil kerja mereka selama sebulan ini. Disana juga ada putra mahkota, yang tentu saja wajib hadir, karena ia adalah pemimpin selanjutnya bagi kerajaan ini. Beberapa petinggi istana mulai menyampaikan hasil kinerja mereka. Sang raja mendengarkan nya sangat cermat, dan juga memberikan beberapa solusi untuk permasalahan itu. Sampai akhirnya, terjadi permasalahan hasil pertanian yang menurun.
"Lalu, untuk menteri pertanian. Saya mendengar, beberapa permasalahan gagalnya panen dari masyarakat. Beberapa juga, hasil nya tidak maksimal. Apalagi hasil dari tanaman gandum yang menjadi makanan bagi para bangsawan. Bisa anda jelaskan pak menteri pertanian ?" Tanya sang raja.
Diantara beberapa permasalahan, inilah permasalahan yang harus diperhatikan. Karena, gandum adalah salah satu makanan pokok bagi para bangsawan. Jika saja, tumbuh kembang gandum tidak diperhatikan, atau dimaksimalkan, maka kaum bangsawan ini akan kelaparan. Kalau menurut author, biarkan saja. Ha-ha-ha 😆😆
Sang menteri pertanian dari kerajaan Venus itu tertunduk lesu. Ia juga sudah mengupayakan semaksimal mungkin untuk merawat dan membudidayakan tanaman itu. Awalnya memang hasilnya sangat memuaskan, tapi setelah bertahun tahun, hasilnya tidak lagi maksimal, bahkan menurun dari biasanya. Dan puncaknya adalah tahun ini.
"Benar yang mulia. Hamba juga sudah memaksimalkan perawatan dan penanaman gandum. Tapi, dari tahun ke tahun, hasil nya semakin menurun yang mulia. Hamba takut nya, dalam beberapa tahun kedepan, kita tidak bisa lagi menyetok gandum untuk kalangan atas." Ujar sang mentari pertanian dengan sayu.
Sang raja juga sudah mengerti, karena beberapa bulan terakhir, sang menteri pertanian selalu menemuinya untuk membahas permasalahan ini. Tapi, mereka tidak bisa menemukan titik terang Dar permasalahan itu. Raja Christopher memijit pelipisnya yang tiba-tiba menjadi pening, akibat dipaksa berpikir.
"Mmm... Begini saja. Untuk sementara, berhubungan panen kerajaan tidak terlalu baik. Sebaiknya, para kalangan atas, dibatasi untuk penggunaan gandum. Sampai akhirnya kita dapat menemukan penyelesaian dari permasalahan gandum. Karena, warga kalangan atas, pasti tidak akan mau, kalau kita alihkan makan ke ubi atau semacamnya. Jadi, atur saja untuk sementara. Nanti kita bahas kembali. Dan untuk semua, saya rasa, rapat kita bulan ini, cukup sampai disini dulu. Nanti, jika ada hal-hal lain yang perlu dibahas, datang lah kembali esok hari,di ruang kerja saya." Setelah mengatakan hal itu, sang raja pun langsung meninggalkan singgasana nya. Entah kenapa, kepala tiba-tiba pusing memikirkan hal ini, apalagi ditambah sang putri yang masih marah terhadap nya.
__ADS_1