PUTRI YANG TERSISIH

PUTRI YANG TERSISIH
44. tak merasa di rendahkan


__ADS_3

Seperti kebanyakan kerajaan. Mereka pasti akan merasa dirinya dihina dan di rendahkan ketika memperkenalkan diri. Karena pada dasarnya, para kaum rendah pasti telah mengenal siapa dirinya. Tapi tidak dengan pangeran William, ia hanya cemas, takut Amelia malah menjauh dari nya dan menjaga jarak ketika mengetahui siapa dirinya sebenarnya.


Tapi, sesuai yang dikatakan oleh Amelia, jujur lebih baik dari pada bohong.


Mendengar penuturan pangeran William, Amelia langsung mengangguk-anggukkan kepalanya. Ternyata, ia tidak salah menebak. Orang ini benaran seorang pangeran dan bahkan melebihi itu. Luar biasa. Ia juga mendengar dari mana asal pangeran itu. Kerajaan Merkurius. Bukankah kerajaan itu tempat ia tinggal saat ini. Pantas saja ia merasa ragu ketika memperkenalkan dirinya. Pangeran itu pasti berpikir, masak sih tidak kenal ? Pikir Amelia.


"Mmm baiklah." Pantas saja ia mengetahui namanya. Barangkali, pangeran William adalah salah satu pengunjung rumah makan nya.


"Lalu, ? Kenapa pangeran bisa berada di sini ? Dan kenapa pangeran sampai mengklaim saya sebagai milik anda. Apakah and-" ucapan Amelia terpotong oleh pangeran William.


"Saya tau, kamu adalah seorang putri dari kerajaan Venus yang memiliki reputasi yang jelek. Tapi, hati saya memilih mu. Jadi, kamu juga harus memilih ku." Ucap pangeran William. Lagi lagi mereka hanya berekspresi bingung. Apalagi sang pengawal Zein, ia tidak percaya, bahwa akan ada masanya pangeran mereka mengatakan hal itu.


( Eh ..??? Apakah orang ini masih pangeran kami ? Jangan jangan jiwanya terkenal kutukan. Barangkali, pangeran mereka ini, baru saja dimarahi oleh dewa cinta. Barangkali seperti itu.) Batin Zein mencoba menduga-duga.


Tak biasanya sang pangeran seperti itu. Zein jadi malu sendiri, mengakui sang junjungan. Mendengar penuturan seperti itu juga, Alen langsung berdiri dan kembali menarik Amelia dan melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan oleh pangeran William. Yaitu, menyembunyikan Amelia di balik punggungnya.


"Maaf tuan. Tapi, nona ku hanya boleh menjadi milikku. Tak boleh ada yang lain." Ujar Alen. Yang langsung mendapat tatapan tajam dari pangeran William dan juga tatapan tak mengerti dari Zein dan juga Amelia.

__ADS_1


(Enak saja ingin memaksa nona ku untuk menjadi miliknya. Memang sih, dia orang yang kuat dan cocok dengan nona. Tapi, dia kelihatan sangat posesif. Pasti setelah mereka menjalin hubungan, lelaki ini tidak akan mengizinkan ku untuk dekat dengan nona.) Batin Alen tidak terima. Alen seperti memang sudah menduga. Bahwa pangeran ini pasti tidak akan mengizinkan lelaki lain selain dirinya untuk berdekatan dengan sang nona.


"Eh... Apa.!!" Ujar Putri Amelia terkejut dengan penuturan Alen. Walaupun klaim Allen berbeda maksudnya dengan klaim pangeran William , namun saat ini mereka semua berada dalam mode serius. Dan bukan waktu yang tepat untuk bercanda.


Plak


Dengan sengaja Amelia langsung melayangkan tangannya dengan kekuatan rendah dan menghantam kepala Alen yang sukses membuat Alen refleks berteriak. Bukan kesakitan sih melainkan teriak karena terkejut.


"Aduh Nona lagi-lagi bertindak anarkis !!!" Seru Alen dengan suara sedikit meninggi mengatakan sang nona. Sementara Amelia, Iya sendiri sudah berdecak pinggang melihat kelakuan Alen seperti itu. Dan apalagi maksudnya itu dengan kata anarkis ? Dari mana Alen mengetahui kata anarkis yang seharusnya berasal dari bahasa ilmiah dari zaman modern itu.


"Nona jangan begitu. Ini beneran sakit loh nona... Atau Mama tidak terima ya ketika aku mengatakan hal itu..?? Takut ya kalau lelaki pujaannya menjadi salah paham hehehe bilang aja kalau begitu..." Ujar Alen kembali menggoda Amelia.


Putri Amelia yang mendengarkan gurauan dari Alen sontak menjadi malu sendiri. Hais kenapa juga ya harus bertingkah seperti itu bikin malu saja kan. Sementara pangeran William yang mendengar penuturan itu mendadak menjadi senang dan tersenyum sangat tipis. Jika seandainya kita bisa dapat membaca pikirannya, barangkali iya pasti berpikiran untuk meloncat-loncat kegirangan karena mendapatkan godaan yang ia tunggu-tunggu itu.


"Cih !!! Apa-apaan sih kamu. Ngawur aja kalau ngomong..." Ujar Putri Amelia padahal wajahnya sudah tidak bisa menyembunyikan rona merah karena malu itu. Pangeran William yang juga sadar kalau gadis pujaannya ini tengah merasa malu akibat godaan aleng lagi-lagi tersenyum tipis dan sangat.


***

__ADS_1


Hari-hari pun telah berlalu. Bulan pun juga ikut berganti. Putri Amelia sudah membuka toko kosmetiknya yang benar-benar begitu ramai dan dikerumuni banyak orang apalagi mereka para pelanggannya berasal dari golongan orang-orang terhormat atau bisa dibilang orang-orang dari kaum bangsawan.


Begitu juga dengan pangeran William. Semenjak saat itu saat mereka pertama kali mengobrol satu sama lain dan ketika pangeran William memperkenalkan dirinya. Kini pangeran William sudah setiap hari menemui Putri Amelia. Tidak peduli rasanya dengan penolakan sang putri yang terus mengatakan risih akibat keberadaannya. Prinsip pangeran William yaitu pantang menyerah sebelum mendapatkan. Begitupun hari ini, pangeran William saat ini tengah berada di toko kosmetik Amelia.


Amelia yang melihat keberadaan pangeran William seketika langsung memutar bola matanya dengan malas. Di sana juga ia sudah mempekerjakan beberapa orang yang melalui tahap seleksi darinya, tentu saja orang yang bekerja dengan Amelia harus memiliki rasa loyalitas kepada sang junjungan. Bukan apa-apa itu hanyalah tindakan waspada jika sewaktu-waktu nanti mereka ingin berbelok dan malah menghianatinya.


"Ah dia lagi...!!" Seru Putri Amelia langsung menarik nafasnya dengan jengah dan juga memutar bola matanya dengan malas. Alen yang masih setia keluar masuk ruang dimensi untuk menemani Putri Amelia juga ikut mengarahkan pandangannya Di mana pangeran William berada.


"Hehehe nampaknya pangeran William benar-benar tertarik denganmu nona.? Lagi pula ya nona, Kenapa tidak terima saja pangeran William menjadi kekasih nona. Toh juga pangeran William orangnya tidak neko-neko.." ujar Alen kembali. Satu hal yang tidak dapat kalian tembus dari pangeran William. Yaitu mengetahui seberapa besar tingkat kekuatan pangeran William.


Tapi hanya satu hal yang menjadi keyakinan Alen bahwa pangeran William bukanlah seorang kultivator yang hanya berada di tingkat heavenly saja. Tingkat kekuatannya pasti melebihi dari itu. Alin juga dapat melihat bahwa memang, pangeran Williams merupakan seorang pangeran yang berhati dingin dan juga kejam namun tidak dengan keluarganya dan orang-orang yang dekat dengannya.


"Kau ini ya !! Dari kemarin bicaramu selalu ngawur meminta untuk aku menerima pangeran William. Memangnya pangeran William sudah mengutarakan niatnya untuk meminangku atau menembak diriku menjadi kekasihnya ? Lagi pula Ia hanya mengatakan mengklaim diriku sebagai miliknya tapi tidak mengatakan kalau ia mencintaiku, Yang benar saja kalau ngomong.!!" Ujar Putri Amelia dengan ekspresi ngambeknya. Entah kenapa jiwa alika dalam diri Putri Amelia ini berubah 180 derajat dari kehidupan pertamanya. Alat yang mendengar penuturan Amelia sontak langsung membulatkan matanya dan tersenyum jahil lagi.


"Hehehe Kalau ini mah namanya kode nona..!!! Berarti nona sedang ngambek saat ini karena pangeran William tidak mengatakan bahwa Sang pangeran mencintai Nona begitu hahaha...!!" Ujar Alen sambil tertawa menggoda Putri Amelia. Putri Amelia yang tak menyadari dengan ucapannya itu sontak lagi-lagi bersamu merah. Kenapa jadi keceplosan seperti ini sih..!! Pikir Putri Amelia.


"Ck... Tauk ah...!!! Terserah kamu saja Len Aku malas meladenimu." Ujar Putri Amelia dengan ketus kepada Alen. Sontak saja tawa Alen kembali pecah melihat nonanya ternyata benar-benar menunggu momen seperti itu dari pangeran William. Heh Alen Alen... Kamu tidak tahu saja kebanyakan perempuan memang seperti itu. Kalau tidak diungkapkan, ya namanya belum jadian.

__ADS_1


__ADS_2