
"Eh !! Siapa anda ? Kenapa tiba-tiba berada di tempat ini ? Seperti penguntit saja !" Ujar Amelia dengan menatap pangeran William dengan tatapan curiga dan menyelidiki.
Amelia mengamati pangeran William dari atas sampai bawah, lalu dari bawah sampai atas. Putri Amelia dapat menebak bahwa orang ini pasti bukanlah orang biasa. Walaupun Amelia merasa samar-samar kekuatan dan aura yang ditutupi oleh pangeran William, tapi sebagai sesama kultivator yang berada di puncak tertinggi tentu saja Amelia menyadarinya begitupun dengan pangeran William.
(Tampan juga ya.. sepertinya ia bukan orang biasa. Kalau menurutku dia seorang kultivator atau seorang pangeran, atau bisa juga seorang penguasa maupun kaisar. Mmm... Tumben-tumbenan aku didatangi oleh orang yang hebat ini.) Batin Amelia menyimpulkan.
Tentu saja.
Kesimpulan yang Amelia ambil benar adanya. Pangeran William juga seorang kultivator puncak heavenly. Sama dengan dirinya. Namun tetap saja pangeran William masih berada 2 tingkat lebih atas daripada Putri Amelia. Dan mengenai ucapannya sebagai seorang pangeran, tentu saja itu benar. Iya adalah seorang pangeran yang memiliki hati yang bikin dan juga kejam kepada orang-orang tertentu. Tanpa menunggu aba-aba, pangeran William langsung menarik tangan Amelia dan menyembunyikan Amelia di belakang punggungnya. Putri Amelia dan Alen langsung mendadak cengoh dan terbengong-bengong.
"Eh.... Apa ini.." ujar Putri Amelia ketika pangeran William menyembunyikannya di balik punggungnya. Sementara pangeran William tak menggubris ucapan Putri Amelia tadi malahan ia sibuk memberikan tatapan tajam kepada Alen sang penjaga ruang dimensi. Alat yang ditatap tajam oleh pangeran William pun mendadak meringis.
(Is !! tatapannya begitu menusuk. Begini kali ya orang yang lagi cemburu.) Batin Alen langsung menembak kalau pangeran William saat ini tengah cemburu terhadap dirinya.
__ADS_1
"Mulai sekarang kamu jangan dekat-dekat lagi kepada gadisku." Ujar pangeran William dengan dingin sekaligus mengklaim Amelia sebagai gadisnya. Alen, Putri Amelia dan juga Zein yang masih setia berada dalam bayang-bayangan sang Tuan langsung mendadak membulatkan matanya. Apa maksud sang pangeran. Pikir mereka.
"Eh siapa gadismu ? Aku bukan gadismu ya !! Tapi aku gadisnya !!" Ujar Amelia sambil berdecak pinggang. Ia juga tidak menunjuk siapapun ketika Amelia mengatakan bahwa dirinya adalah gadisnya.
"Betul itu. Tuan ini asal klaim saja seorang gadis menjadi miliknya. Tidak tahukah bahwa gadis yang ia klaim itu sudah ada yang punya heh !!!" Ujar Alen sambil memonyongkan bibirnya tidak terima. Bukan tidak terima ketika Amelia mendapat klaim dari seorang pria, melainkan Alen tidak terima disuruh menjauh dari sang nona. Enak saja aku yang pertama kali mengenal Nona Amelia tapi aku juga yang disuruh menjauh begitulah pikir Alen.
Mendengar penuturan Amelia dan Alen pangeran William langsung mengerutkan. Wah sepertinya tidak bisa dibiarkan pikir pangeran William. Kalau tidak gadisnya benar-benar akan dikuasai oleh lelaki ini.
"Aku tidak mau tahu.!! Kamu adalah milikku dan bukan milik siapa-siapa..." Ujar pangeran William dengan senyum manis terpatri di bibirnya.
Amelia yang mendengar penuturan itu tentu saja terkejut. Memangnya siapa dia. Jangankan melihat wajahnya kenal saja tidak pernah. Namun datang-datang langsung mengakui dirinya sebagai miliknya. Enak sekali hidupnya. Pikir Amelia. Amelia berusaha untuk tenang. Dan ya lagi pula Amelia bukan tipe orang yang langsung emosi ketika mendengar sebuah permasalahan. Ia akan lebih memilih tenang dan menghadapinya dengan kepala dingin selagi itu masih bisa ditoleransi.
"Tuan mohon maaf ya... Bukan apa-apa Anda mengklaim saya sebagai milik anda. Tapi yang menjadi permasalahan saat ini adalah.... Saya dan Anda bukanlah orang yang saling mengenal satu sama lain. Tapi di antara kita adalah sama-sama orang asing. Jadi pantaskah Tuhan mengatakan hal itu bahwa saya adalah milik anda tuan ? Khem.. jadi sebelum Tuan ingin mengklaim saya sebagai milik anda, alangkah baiknya anda memperkenalkan diri terlebih dahulu kepada saya." Ujar Amelia menjelaskan dan sedikit kecentilan.
__ADS_1
Tentu saja Alika yang berada dalam raga Putri Amelia adalah jiwa yang iseng. Tapi tunggu-tunggu !!! Sepertinya jiwa iseng Alika itu, muncul saat ia sudah berada dalam raga Putri Amelia. Karena saat dulu masih menjadi Alika dia adalah perempuan yang tidak terlalu suka neko-neko. Wah !!! sepertinya ada kemajuan ya...
Mendengar penuturan Amelia yang panjang lebar. Pangeran William menjadi malu sendiri, benar apa yang dikatakan oleh Putri Amelia. Hanya dirinya yang mengenal Putri Amelia sementara Putri Amelia sendiri tak mengenal siapa pangeran William. Zain dan Alen yang masih menyimak pembicaraan keduanya langsung terkekeh gemas kepada pangeran William. Makanya jangan langsung mengklaim seperti itu, jadi malu sendiri kan.. pikir mereka.
"Khem... Iya maaf..." Ujar pangeran William langsung menggarut-garut kepalanya yang tidak gatal. Iya bingung sendiri, niatnya tidak memperkenalkan diri karena ia rasa pasti semua orang yang berada di dunia ini telah mengenal Siapa dirinya. Apalagi julukannya yang menjadi dewa perang yang dikenal dengan dingin dan juga ganas itu. Tapi lihatlah sekarang, pikirannya melenceng jauh. Ternyata gadis pujaannya sangat unik tak mengenal di Siapa dirinya.
"Kalau aku mengatakan siapa diriku sebenarnya, maukah Nona berteman dan menjalin hubungan baik dengan saya.?" Ujar pangeran William mewanti-wanti jikalau ia telah membocorkan siapa jati dirinya sebenarnya, Iya takut Putri Amelia malah memilih untuk menjauh dan tak mau berdekatan dengan dirinya lagi mengingat dia adalah seorang pangeran. Tapi apa salahnya sih, Amelia juga kan seorang putri dari kerajaan Venus.
Dan, author rasa mereka sudah klop. heheh 😁
Mendengar penuturan pangeran William. Putri Amelia dan Alen langsung mengerutkan kening mereka. Mereka kembali bertanya-tanya dalam hati. Kenapa ia mengatakan hal itu, apakah ia seorang penjahat ? Atau seorang buronan yang melarikan diri.? Begitu pikir mereka. Amelia dan Alen sambil memandang satu sama lain. Mereka menangkap keraguan dalam diri orang itu.
"Ya.. tergantung dengan penjelasan mu. Jika kamu mengatakan kejujuran, maka aku akan menghargainya. Tapi, kalau mengatakan kebohongan dan tidak sesuai dengan fakta yang ada, maka sebaiknya jangan dekat-dekat. Karena saya sangat anti dengan pembohong." Ujar Amelia lagi sedikit menegaskan. Karena pada dasarnya, kebohongan itulah yang merusak kepercayaan orang lain terhadap kita.
__ADS_1
Mendengar penuturan Amelia. Pangeran William tentu saja paham. Semua orang tentu tidak mau dibohongi. Begitu juga dirinya. Ia juga akan menjauh dari seorang pembohong atau semacamnya.
"Khem... Baiklah. Aku mengatakan kebenaran. Putri Amelia, perkenalkan. Saya adalah pangeran kedua dari kerajaan Merkurius. Saya adalah pangeran William yang dikenal dengan julukan dewa perang." Ucap pangeran William memperkenalkan dirinya.