
"baiklah Putri, kakak tidak akan memaksamu untuk ikut ke istana. tapi jika kamu berubah pikiran segera kirimkan kabar kepada kami." ujar pangeran Juan dengan lembut kepada Putri Amelia. tangan langsung melayang untuk membelai lembut kepala Amelia. Amelia sendiri tak menolak, ia hanya merasa risih.
"mmm.. baiklah..." ujarnya dengan malas. sungguh, ia merasa tidak nyaman sekarang. perasaan nya mulai tidak enak, pasti sekarang ke nyaman dan kebebasan nya akan terusik.
"kalian tenang saja. paman pasti akan menjaganya disini. disini kan banyak kesatria tampan yang akan menjaganya." goda raja Robert kepada anak-anaknya. pangeran William pun langsung menyipitkan matanya.
"hem.." dehemnya. seolah ingin mengatakan, kalau hanya dia yang berhak untuk menjaganya dan tak boleh ada yang lain.
"baiklah paman raja. saya titip adik saya di kerajaan paman yang mulia." setelah mengatakan hal itu. mereka pun merasa legah. tak ada yang berani bersuara karena masih merasa bersalah. mereka hanya memasang wajah sayu dan sendu.
entah dimana ekpresi marah yang selalu mereka tunjukkan kepada Amelia saat bertemu, entah dimana tatapan garang dan benci. semua nya menguap entah kemana. walaupun mereka belum mengetahui kebenaran kisah masa lalu sang adik, dan selalu membencinya kala itu, tapi memang benar apa yang dikatakan, bahwa hubungan darah lebih kental daripada air. mungkin inilah yang terjadi di antara para saudara-saudara Amelia itu.
Setelah memastikan kepada saudara-saudaranya itu, dan kepada raja Robert. akhirnya Amelia dan Alen pun memutuskan untuk kembali ke tempat mereka.
__ADS_1
"kalau begitu yang mulia, kami pamit undur diri. masih banyak pekerjaan yang harus kami kerjakan." ujar Amelia dengan segala hormatnya memposisikan dirinya saat ini hanyalah seorang rakyat biasa yang tak memiliki kedudukan apapun.
semua yang ada di sana benar-benar terkejut melihat perubahan itu. saat Amelia datang dan akan pulang sekarang, semua sifatnya sangat bertolak belakang dengan sifatnya di masa lalu. tak ada lagi sifat manja yang ditunjukkan kepada saudara-saudaranya, tak ada lagi sifat lebay dan cengeng yang selalu ditunjukkan setiap kali mereka bertemu.
Amelia hanya menunjukkan sifat tegar dan kuat, sifat tak peduli dan acuh tak acuh. sifat yang menunjukkan bahwa kalian bukanlah orang yang terpenting untukku saat ini. begitulah yang mereka baca dari setiap gerakan dan sifat yang Amelia lakukan.
***
setelah kepergian Amelia bersama dengan pelayannya lelaki yang tidak mereka kenal itu.ah.. kenapa tidak bertanya tadi, siapa lelaki itu, pikir mereka.apu sayang, semua nya sudah terlanjur. kini Raja Robert mulai berdiskusi kembali kepada putra-putra dari kerajaan Venus.
"iya Kakak pangeran Juan, tidak perlu khawatir kami pasti akan menjaganya di sini dan akan memastikan kondisinya aman dan terkendali." ujar pangeran Melvin kepada mereka. sementara pangeran Carlos dan pangeran Cristiano lebih banyak menutup mulut. dengan menilai sifat adik mereka yang berubah 180 derajat itu membuat mereka menjadi cemas dan waspada.
Kenapa mereka harus cemas dan waspada ? karena kemungkinan besar akan terjadi, yaitu mereka yang akan kembali mengejar dan mendapatkan kepercayaan sang adik kembali. tapi walaupun seperti itu, tak seharusnya mereka cemas dan waspada bukan ?
__ADS_1
"kami tahu paman. maka dari itu segenap hati kami meminta tolong kepada paman dan saudara-saudara para pangeran untuk menjaga dan melindungi adik kami di sini. Jika ada masalah yang menimpa sang adik, mohon kiranya Paman raja dan saudara-saudara mengirimkan kabar kepada kami." ujar pangeran Juan menghilangkan sedikit panggilan formalnya kepada raja Robert karena mengingat hubungan ayah mereka dan raja Robert begitu baik. bahkan Raja Robert pun tak pernah masalah mengenai hal.
***
dua hari telah berlalu, kini para pangeran dari kerajaan Venus memutuskan untuk kembali ke kerajaan Venus. setelah berpamitan kepada sang raja Merkurius, Mereka pun langsung bergegas meninggalkan kota kerajaan Merkurius setelah melihat kondisi adik mereka dan berpamitan dengannya.
kini mereka telah sampai di kerajaan Venus dengan hanya menempuh satu hari perjalanan menggunakan lari kuda yang begitu kuat dan kencang, sehingga tak terlalu memakan banyak waktu di perjalanan. sesampainya mereka di sana, mereka terlebih dahulu tak menemui raja dan memilih untuk mengistirahatkan diri terlebih dahulu sebelum membahas masalah tentang adiknya. saat itu juga para pangeran pergi ke paviliun masing-masing.
malam hari pun menjelang, pertanda mereka semua akan pergi berkumpul di ruang makan kerajaan. di meja makan juga sudah ada raja dan ratu serta Alice yang menunggu ketiga pangeran. tak lama orang yang ditunggu pun akhirnya muncul di ruang makan. Putri alis melihat ketiga kakaknya sangat-sangat gembira melihat mereka telah kembali, sementara raja dan ratu hanya memasang wajah sayu dan sedih karena tentunya Sang Putri belum ditemukan. apalagi, sang ratu telah mendengar kabar bahwa sang putri telah pindah dari tempat pengasingan.
"kalian telah kembali ?? bagaimana kabar dan perjalanan kalian..??" tanya sang raja berbasa-basi kepada anak-anak nya itu. raja bertanya dengan suara yang lembut tanpa mengandung emosi didalamnya. karena pada dasarnya, sang raja memang sangat mencintai anak-anak nya.
"kabar kami baik ayah. perjalanan kami juga lancar, maaf kami tak memberitahu ayah kalau kami akan kembali." ujar pangeran Juan kepada sang raja. sementara yang lain hanya bermuka datar saja. ratu pun tak mengeluarkan suaranya.
__ADS_1
"kakak. syukurlah kalian telah kembali. apakah kalian tau, kalau adik kalian yang cantik ini begitu kesepian berada di dalam istana sendirian. tak ada yang mengajak bercanda dan jalan-jalan, sangat membosankan." adu putri Alice dengan manja kepada kakak-kakaknya. sementara mereka yang mendengar ucapan nya, entah kenapa hanya mengacuhkannya saja. tak ada yang berniat untuk menimpali ataupun menjawab.
putri Alice yang melihat reaksi seperti itu mendadak menjadi bungkam. kenapa seperti ini sih ? bukannya para pangeran begitu sangat menyayangi nya dan menjaga perasaannya, lalu, kenapa sekarang jadi begini. pikir putri Alice. putri Alice ingin bertanya, tapi sang raja sudah memerintah para pelayan untuk menyediakan makanan mereka. akhirnya, putri Alice hanya menahan kesal saja di hati nya.