
Mendengar suara manusia kembali, mereka semua langsung mengarahkan pandangan mereka ke arah Alen dan Putri Amelia yang ternyata tak terjadi apa-apa dengan mereka. Melihat korban dari monster gurita baik-baik saja, sontak langsung membuat amarah monster gurita kembali meledak.
"Kurang ajar !!! Ternyata kalian berani sekali bermain-main dengan kami !! Kali ini aku tidak akan membiarkan kalian bebas.!!" Ujar monster gurita dengan murka.
monster octopus pun kembali mengeluarkan kekuatannya untuk menjerat keduanya. Tapi kali ini, Putri Amelia akan melawan. Dengan segera ia mengeluarkan belati kecil dari dalam ruang dimensinya. Melihat perlawanan Putri Amelia dan Alen, membuat semua pasukan atau pengikut dari Raja ubur-ubur itu ikut turun tangan.
"Sebaiknya kita bantu si Raja octapus itu untuk membereskan kedua manusia busuk ini !!" Raja paus tersebut kepada para pemimpin lainnya, mereka semua pun setuju.
Akhirnya mereka semua turun tangan tanpa banyak bicara. Mereka menghadapi Putri Amelia dan Alen secara bertubi-tubi. Mereka semua juga mengeluarkan kekuatan yang mereka miliki dengan mengandalkan ekor dan sirip mereka yang sudah menjadi tangan. Namun Putri Amelia yang sudah membaca serangan tersebut mampu melewatinya dengan cepat.
"Sial Kenapa kedua makhluk ini begitu gesit !! Bahkan aku sudah mengeluarkan 90% kekuatanku. Namun kedua makhluk busuk ini terus saja bertahan." Protes monster gurita itu. Iya kembali melayangkan belalainya ke arah Putri Amelia.
"Kemarilah belalai gurita yang manis. Aku akan memotong-motong tubuhmu dan akan membakarnya untuk hidanganku hehehe.." ujar Putri Amelia dengan tatapan yang tajam dan cukup mengerikan.
Dengan cepat, belalai itu menyambar tubuh Putri Amelia, namun dengan cepat pula Putri Amelia mengibaskan belati kecilnya ke arah belalai tersebut yang membuat salah satu belalai gurita terputus dari tubuhnya.
Srek
"Aaarrrggggg...." Terdengar auman dari monster gurita yang salah satu belalainya terlepas tanpa ampun dari tubuhnya akibat ulah dari Putri Amelia.
Semua prajurit laut yang memberontak itu pun langsung mengarahkan pandangan mereka ke arah monster gurita yang kembali membabi buta. Dengan sisa-sisa tenaga yang ia miliki, Iya kembali menyerang Putri Amelia tanpa ampun.
__ADS_1
"Kemarilah gurita jelek. Amarahmu itu sungguh begitu lucu hehehe.." Putri Amelia kembali melesat ke arah tubuh monster gurita itu.
Dan dengan secepat kilat ia kembali memotong belalai gurita tersebut dan memasukkannya langsung ke ruang dengan si secara cepat. Begitu yang ia lakukan seterusnya sampai sang monster gurita terkapar dan mati di tempat.
Melihat pemandangan yang begitu mengancam akan populasi mereka, membuat mereka semua kembali murka. apalagi melihat sang monster Octapus itu kehilangan semua belalainya. dan itu merupakan sebuah pemandangan yang mengerikan bagi mereka.
"Kurang ajar !! Cepat habis sih manusia ini !! Karena kalau tidak, ia akan menjadi ancaman bagi kita semua." ucap Kepala paus tersebut. Mereka pun melesat cepat untuk menyerang Putri Amelia dan Alen.
Sementara alen yang memang sudah malas untuk bermain-main langsung melesatkan panah yang terbagi dari beberapa panah dengan ukuran kecil.
Hanya sekali bidik saja, Alen menumbangkan semua pasukan pemberontak tersebut dan tinggallah si surai singa itu. Surai singa yang melihat pasukannya yang dikalahkan begitu muda mendadak menjadi takut.
(Padahal aku baru saja dibangkitkan, tapi akan mati lagi saat ini. Sialan anak-anak manusia ini. Mereka harus segera disingkirkan.) Batin surai singa itu.
"Wah gila !! Kalau tidak cepat menghindar, sengatannya itu akan langsung membunuh." Gumam Putri Amelia sudah mulai waspada.
Karena sepertinya, ubur-ubur monster ini begitu lincah dalam bergerak. ubur-ubur monster yang Melihat kedua mangsanya lolos, ubur-ubur tersebut kembali menambah volt kekuatan sengatannya itu dan kembali menyerang keduanya. Namun dengan cepat mereka menghindarinya membuat sang ubur-ubur itu menjadi marah.
"Kalian adalah manusia sialan !!! Aku pasti tak akan membiarkan kalian hidup. Dan sebaiknya terimalah nasib kalian !!" Seru monster ubur-ubur itu. Putri Amelia dan alen saling memandang satu sama lain seolah bertanya apa yang harus dilakukan.
"Tidak perlu menunggu lagi Len. Kembali layang kan panah kecilmu itu untuk menyerang ubur-ubur itu. Karena kita harus segera menyelesaikan mereka agar segera pergi dari tempat ini. Teman-teman yang lain pasti sudah menunggu kita." Ujar Putri Amelia lagi.
__ADS_1
Alen yang mendengar penuturan sang nona tentu saja mengerti. Melihat monster ubur-ubur itu mendekati mereka secara agresif langsung melayangkan panah mematikannya itu dan menembus jantung atau insang dari sang ubur-ubur. Membuat sang ubur-ubur itu menjadi kaku dan mati di tempat.
"Bagus. Kerja bagus Len.." ujar Putri Amelia. Namun ternyata tanpa Putri Amelia sadari, ada sebuah goresan di lengannya yang sudah terinfeksi dari tinta beracun yang dimiliki oleh si monster gurita yang ia eksekusi tadi.
"Astaga nona. Anda terluka..!!" Seru Alen dengan panik ketika tiba-tiba matanya menangkap luka yang berada di lengan Putri Amelia. Putri Amelia pun langsung tersadar dan melihat serta memeriksa luka tersebut.
"Sial, aku begitu ceroboh.. lukanya sudah terinfeksi racun monster gurita." Ujar Putri Amelia.
Untuk menekan racun agar tidak menyebar terlalu cepat dalam tubuhnya, Putri Amelia langsung mengeluarkan satu buah botol porselin yang berukuran kecil dan mengeluarkan sebuah pil penawar racun.
Dengan cepat Putri Amelia langsung meminumnya kemudian ia mendudukkan tubuhnya di salah satu batu yang ada di dasar laut itu. Ia kemudian memfokuskan pikirannya agar bisa menyerap penawar itu dengan cepat.
Beruntung racun monster gurita itu tak mengenai dirinya dalam jumlah yang besar sehingga masih bisa diobati olehnya. Tak butuh berapa lama, Putri Amelia pun kembali membuka matanya.
"Bagaimana perasaan anda nona..??" Tanya Alen yang masih merasa panik. Saat Putri Amelia bersemedi Allen tak pernah beranjak dari sisi Putri Amelia. Ia juga menjaga dan mengawasi agar tak terjadi apa-apa dengan nonanya itu.
"Aku tidak apa-apa Len, beruntung racunnya masih bisa untuk disingkirkan. Dan sebaiknya kamu juga meminum obat penawar ini untuk berjaga-jaga kemungkinan terjadi." Ujar Putri Amelia langsung menyerahkan sisa dari pil penawar tersebut. Dengan senang hati Alen menyambut dan mengambil pil tersebut serta meminumnya segera.
"Sebaiknya kita harus melanjutkan penelusuran kita di sini, aku pernah mendengar bahwa monster-monster laut ini hanya sebagian kecil saja. Kalau bisa, kita harus bertemu dengan ratu lautan ini." Ujar Putri Amelia lagi.
"Anda benar Nona. Kalau ratu penguasa lautan mau mendengarkan kita, sekaligus Aku ingin menyampaikan kalau kepemimpinannya tidak aman. Pasti kelompok-kelompok yang mengetahui pemimpin-pemimpin mereka telah mati, takutnya suatu saat nanti mereka akan melakukan pemberontakan kembali." Ujar Alen yang mempedulikan penguasa lautan itu. Putri Amelia pun menganggukkan kepalanya setuju.
__ADS_1
"Kalau begitu tunggu apa lagi Len, ayo berangkat." Dengan secepat kilat, mereka kembali berenang dengan cepat menelusuri samudra yang ada di sana.