PUTRI YANG TERSISIH

PUTRI YANG TERSISIH
77. putri Amelia dan Alen kembali


__ADS_3

Di sana terlihat dua siluet Yang sepertinya sedang menuju ke arah mereka. Dua siluet itu, terlihat sedang menaiki sesuatu.


Mereka semua pun bersiap menghampiri dan siaga juga, takutnya itu adalah musuh seperti hal-hal mistik yang mereka temui di kota sepi ini. Tapi, saat dua siluet itu sudah dekat, mereka langsung tercengang dan juga gembira. Ternyata, itu adalah putri Amelia dan Alen. mereka datang dengan mengendarai lumba-lumba yang lucu.


"Lihat. Itu nona dan Alen.!!!" Seru Sisil dengan riang gembira. Mereka semua pun langsung turun dari pohon raksasa lebat itu dan terbang kearah putri Amelia dan Alen yang kini sudah menepi.


"NONA.!!!" teriak ke empatnya. Si biru dan si hitam pun mengubah bentuk tubuh mereka dalam bentuk semula. Agar mereka dengan leluasa dapat bermanja dengan sang Nona.


Putri Amelia pun tersenyum melihat teman-teman itu. Sisil dan ruby langsung menubruk tubuh sang putri. Sementara dua ekor harimau yang berbulu hitam dan biru itu menghampiri Alen, dan menggosok-gosokkan tubuh mereka pada kaki Alen.


"Nona. Anda lama sekali. Kami begitu ketakutan menunggu nona. Apa saja sih.. yang nona lakukan di dasar laut sana.." ujar mereka dengan sedih karena sudah di tinggal berminggu-minggu lamanya.


Flashback


Putri Amelia pun membuka kedua kelopak matanya, sesaat bola matanya langsung memancarkan warna biru tenang yang bersinar. Dan dengan perlahan mata itu kembali dengan warna semula. Alam yang sudah menyadari bahwa nonanya telah selesai bermeditasi, dengan segera mendekat ke arah nona.


"Nona, syukurlah anda sudah selesai berkutivasi nona." Ujar Alen dengan riang gembira.


Dengan bertambahnya kekuatan sang nona, maka mereka juga akan merasakan dampaknya. Putri Amelia tidak menjawab Alen, Ia malah mengarahkan pandangannya pada segerombolan wanita-wanita cantik yang dihiasi dengan permata.

__ADS_1


"Siapa Mereka len..??" Tanya Putri Amelia kepada Alen yang masih terpaku menatap keberadaan mereka. Sang ratu duyung pun langsung berjalan mendekat ke arah Putri Amelia.


"Perkenalkan nona. Saya adalah ratu Srikandi penguasa lautan setelah Dewi Anjani. Saya datang untuk menyambut orang yang terpilih meneruskan kekuatan ibundaku." Ujar ratu Srikandi. Disana juga terlihat siluet sang Dewi Anjani yang sedang tersenyum menatap sang penerus.


"Selamat Nona. Anda adalah yang terpilih, untuk memiliki kekuatan Dewi lautan." Ujar siluet itu. Putri Amelia mengerutkan keningnya, ia kembali mengingat bagaimana ia berakhir seperti ini, dengan kekuatan yang besar dalam tubuhnya. Tiba-tiba putri Amelia langsung berdiri.


"Ampun sang Dewi dan ratu lautan. Kalau saya telah memiliki kekuatan besar itu ? Apakah saya akan menjadi seperti para penghuni laut.??" Tanya putri Amelia.


Jika memang ia, maka ia harus melepaskan kekuatan tersebut. Karena, jujur saja, ia tidak ingin menjadi manusia setengah ikan. Hal itu tidak pernah terlintas dalam pikirannya. Jangan sampai terjadi lah. Dewi Anjani yang mengetahui isi hati Putri Amelia langsung tersenyum.


"Tentu saja, kamu adalah penguasa pertama di lautan ini. Dan kekuatan kamu juga ternyata berada diatas putri ku. Tapi, tenang saja, kamu tidak akan menjadi duyung atau semacamnya. Hanya kekuatan saja yang menjadi milik mu.


"Huf... Jadi begitu.. kalau begitu terima kasih banyak Dewi, dan ratu." Ujar Putri Amelia kembali memberikan formatnya kepada mereka berdua. Ratu Srikandi pun langsung menghampiri Putri Amelia yang masih bersujud dan membantunya berdiri.


"Kamu tidak perlu melakukan hal yang seperti itu putri. Walaupun aku adalah seorang ratu, tapi derajatku masih berada di bawah dirimu." Ujar ratu Srikandi tersenyum ringan.


Ia tahu bahwa Putri Amelia jiwanya yang berasal dari dunia lain itu memiliki hati yang baik dan juga kepedulian yang tinggi.


"Terima kasih banyak ratu." Ujar Putri Amelia langsung bangkit dari posisi menghormatnya kepada Sang Dewi dan juga ratu. Putri Amelia juga memasang senyum ringan untuk mereka semua. Sementara alim tentu saja senang melihat kemajuan dari sang nona.

__ADS_1


"Maaf sebelumnya. Karena saya sudah menjadi bagian dari lautan ini, Saya ingin menyampaikan beberapa informasi yang tidak sengaja kami dengar dari monster-monster pemberontak." Ujar Putri Amelia yang membuat ratu Srikandi mendadak jadi cemas. Tentu saja yang dimaksud Putri Amelia adalah spesies atau bawahan dari surai singa si monster ubur-ubur.


"Apakah kalian mendengar nama surai singa ? Atau monster ubur-ubur. ?" Tanya Putri Amelia yang sukses mendapatkan anggukan kepala dari ratu Srikandi.


"Tentu saja saya tahu nona. Surai singa itu adalah kelompok yang memimpin pemberontakan untuk mengambil lautan ini. Dan saat ia mengambil alih lautan ini, semua ikan-ikan lemah akan dimangsa oleh mereka. Dan tak akan ada kedamaian lagi di laut ini." Ujar ratu Srikandi mendadak menjadi cemas itu. Putri Amelia pun tersenyum melihat kecemasan sang ratu.


"Ratu tidak perlu cemas seperti itu. Semua yang ratu takutkan untuk sekarang tidak akan terjadi. Karena aku dan Alen sudah membantai monster-monster tersebut bertepatan ketika sang surai singa itu dibangkitkan kembali. Saya hanya ingin menyampaikan, bahwa kemungkinan besar setelah matinya pemimpin-pemimpin para predator itu, Saya takut kan mereka akan kembali mengusik untuk balas dendam. Namun Saya akan memastikan tidak akan terjadi apa-apa di sini." Ujar Putri Amelia lagi.


Ia mengatakan hal itu agar sang ratu dapat peka dan memasang kewaspadaan tinggi di wilayah kekuasaannya. Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Karena Putri Amelia juga sudah menjadi bagian dari dunia laut itu, ia juga merasa bertanggung jawab untuk menjaga ke amanan ekosistem laut. Setelah menyelesaikan urusan di Dunia laut, akhirnya putri Amelia dan Alen langsung memutuskan untuk kembali.


Flashback off


Putri Amelia memperhatikan kota yang sepi itu. Entah kenapa, ia merasa penasaran terhadap itu.


"Apa yang terjadi dengan kota ini..?? Bukankah di sini adalah tempat persinggahan kapal para saudagar kaya ? Seharusnya tempat ini adalah tempat yang ramai dari berbagai pengunjung di daerah manapun.!!" Ujar Putri Amelia ketika tersadar dan merasakan sesuatu yang aneh. Mendengarkan penuturan Putri Amelia, mereka semua pun langsung mengalihkan pandangan mereka ke arah kota mati tersebut.


"Entahlah nona... Kota ini memiliki penghuni, beberapa Minggu Kami berada di tempat ini, kami juga mendapatkan beberapa kejanggalan di kota tersebut." Ujar sibiru yang membuat Putri Amelia mengerutkan keningnya. Putri Amelia kini fokus menghadap ke arah kota mati tersebut.


"Apa yang terjadi..??" Tanya Putri Amelia lagi.

__ADS_1


"Nona. Sebaiknya kita tidak membicarakan masalah ini di sini. Nona dan Alen pasti kelelahan, sebaiknya kita cari tempat duduk yang lebih nyaman untuk bercerita. Tapi berhubung kami tak pernah meninggalkan tepi pantai untuk menunggu Nona kembali, kami sendiri pun tinggal di sebuah pohon yang besar untuk menghindari bahaya yang datang." Ujar ruby menjelaskan. Putri Amelia lagi-lagi mengerutkan keningnya. Apa yang terjadi sebenarnya pikir Putri Amelia.


__ADS_2