
Sisil dan ruby pun hanya mampu membungkam mendengar penuturan Putri Amelia. Mereka tak dapat mengutarakan apapun walaupun sebenarnya mereka ingin.
"Sudahlah tidak apa-apa. lagi pula kita sudah melewatkan seminggu. Besok pagi-pagi sekali kita akan langsung berangkat ke kerajaan Venus. Dan kalian juga harus bersiap-siap." Ujar Putri Amelia lagi sambil menegakkan tubuhnya.
Kemudian berdiri dan langsung pergi dari sana, ia ingin sedikit berkeliling di kerajaan zamrud yang sangat meneduhkan ini. Seolah ia ingin mengenang desa tersebut sebelum akhirnya meninggalkannya. Sisil dan ruby pun memilih untuk tidak ikut karena mereka mengerti sang Nona pasti ingin sendiri. Putri Amelia berjalan-jalan sendiri, tak sengaja, matanya melihat kepada para warga yang sedang bergotong royong membersihkan pekarangan mereka. Ia juga melihat anak-anak bermain dengan gembiranya.
"Tempat ini begitu nyaman... Bagaimana mungkin aku dapat meninggalkan tempat ini... Hah... Tapi aku tidak bisa berbuat apa-apa.. hiks..." Gumam Putri Amelia dengan penuh dramatis. Berat rasanya dirinya meninggalkan tempat yang begitu sejuk dan asri ini. Ya walaupun rata-rata di zaman ini tempatnya semuanya masih alami. Saat Putri Amelia sedang duduk melamun, tiba-tiba ada yang menyapa dirinya.
"Nona..." Seru orang tersebut yang membuat Putri Amelia langsung mengalihkan pandangannya. Ia melihat segerombolan orang berjalan ke arahnya. Siapa lagi kalau bukan raja kerajaan Zabur ini dan juga permaisurinya. Putri Amelia yang melihat kedatangan orang nomor satu di kerajaan ini langsung segera menghormati.
"Salam kepada yang mulia raja. Semoga damai selalu berada dalam kerajaan ini.." ujar Putri Amelia langsung memberikan hormat terbaiknya.
"Amin. Salam yang sama pun saya haturkan untuk Nona." Ujar sang raja yang tersenyum ramah ke arah Putri Amelia. Selain keadaan lingkungan alam yang bersahabat, ini juga yang menjadi salah satu alasan Putri Amelia merasa nyaman tinggal di tempat ini. Rajanya selalu menyembah rakyatnya, apa yang dihaturkan oleh para rakyat untuk kesenangannya, Iya juga akan menghaturkan hal yang sama agar rakyatnya juga merasa nyaman dan aman.
"Sedang apa di sini nona...?? Dari tadi kami perhatikan Nona hanya melamun seperti memikirkan sesuatu." Tanya sang raja kepada Putri Amelia. Putri Amelia pun menghela nafasnya dan menjawab.
__ADS_1
"Begitulah Yang mulia. Saya sedang bimbang, Apakah saya akan kembali ke kerajaan saya atau kembali melanjutkan petualangan saya. Namun yang pasti saya masih ingin berada di sini lebih lama. Tapi hal seperti itu juga tidak bisa saya lakukan. Saya sudah cukup lama mengembara dan meninggalkan kerajaan kedua orang tua saya." Ujar Putri Amelia dengan suara lembur namun juga mengandung kesedihan di dalamnya.
Raja zamrud itu pun langsung tersenyum mendengar penuturan Putri Amelia. Tentu saja ia tahu, seseorang yang tidak bisa meninggalkan kerajaan ini karena merasa nyaman dan juga damai melihat betapa eloknya kerajaan ini baik dari pemandangan alamnya maupun sumber daya manusianya.
"Tidak apa-apa nona. Lagi bulan Nona bisa kembali lagi ke tempat ini. Karena Nona sudah memiliki akses masuk." Ujar sang raja lagi. Iya kerajaan ini terlihat seperti kerajaan gaib yang tidak akan ditemukan oleh manusia biasa manapun. Namun Putri Amelia dengan mudah menemukan tempat ini dan sepertinya berjodoh dengannya.
Putri Amelia pun tersenyum mendengar penghiburan sang raja.
"Terima kasih atas hiburannya yang mulia... Kebetulan sekali bertemu dengan anda. Saya dan mewakilkan teman-teman saya sekaligus berpamitan kepada yang mulia. Mudah-mudahan suatu saat nanti masih berjodoh di tempat ini dan berkumpul lagi dengan masyarakat yang ada di sini." Ujar Putri Amelia akhirnya memutuskan untuk kembali ke kerajaannya.
"Baiklah kalau begitu nona. Saya juga mengucapkan terima kasih karena Nona sudah mau mengunjungi tempat kami yang begitu kecil ini. Mudah-mudahan di kemudian hari kita masih dapat dipertemukan kembali. Saya dan juga keluarga besar kerajaan zamrud ini mengucapkan maaf jika sekiranya Nona mengalami kesulitan berada di tempat ini. Kami juga mengucapkan selamat jalan semoga Nona sampai tujuan dengan selamat." Ujar sang raja lagi dengan penuh kesopanan walaupun yang ada di hadapannya ini bisa dikatakan hanyalah orang luar.
Putri Amelia tersenyum ramah mendengar penuturan sang raja yang menurutnya benar-benar tidak bersifat atau bersikap layaknya seorang pemimpin yang tegas atau yang ditakuti. Tidak ada tatapan remeh dan merendahkan di matanya. Ia menganggap mereka semua sama tanpa membedakan kasta atau kedudukan.
"Kalau begitu. Kami pamit undur diri dulu nona." Ujar sang raja lagi dan langsung dibalas anggukan kepala oleh Putri Amelia sebagaimana layaknya. Setelah itu mereka Langsung meninggalkan Putri Amelia yang masih berdiri mematung di tempat itu seolah mengenang tempat ini. Setelah itu Ia baru bergegas meninggalkan tempat tersebut dan menemui teman-temannya.
__ADS_1
***
Sementara tepatnya di kerajaan Merkurius Di mana keberadaan pangeran William yang begitu sangat berperan penting. Kini ia sedang mengalami gundah gulana. Cincin yang ia berikan kepada sang kekasih tak kunjung memberikan sinyal keberadaannya. Padahal ini sudah satu tahun lewat seminggu, sesuai dengan janji Sang Putri akan kembali ke kerajaan. Tapi sampai sekarang belum ada tanda-tanda akan pulangnya sang kekasih. Hal itu membuat pangeran William menjadi uring-uringan dan tak bersemangat sama sekali.
"Pangeran.. maaf mengganggu." Ujar Zein. Pangeran William sama sekali tidak bergeming. Pikiran nya kalut karena tak ada respon. Zein kembali memanggil sang pangeran.
"Pangeran !!" Kali ini, suara Zein agak keras naik satu oktaf yang membuat pangeran William tersentak dan kemudian mendesah malas. Ia memutar bola matanya.
"Ada apa lagi siiihhh... Nggak lihatl apa, orang sedang tidak mau di ganggu." Ketus pangeran William yang jarang sekali terdengar itu. Mendengar penuturan sang pangeran yang tidak biasa itu, Zein langsung membulatkan matanya.
(Aduh... Ada apa dengan tuan ku. Jangan jangan sedang kesurupan.) Batin Zein merasa khawatir. Karena tidak biasanya sang pangeran berkata dan bersikap seperti cewek yang sedang PMS.
Dengan segera, ia berlari mendekati pangeran William yang membuat sang pangeran mengalihkan pandangannya. Sementara itu, Zein langsung meletakkan punggung tangannya ke atas kening sang pangeran yang membuat pangeran William mengerutkan keningnya. Namun tak terlihat pangeran William akan marah. Ia hanya penasaran.
"Apa sih...." Ujarnya lagi. Kemudian baru menyingkirkan tangan Zein dari keningnya.
__ADS_1