
Setelah dijelaskan oleh sang raja, Amelia mulai mengerti keadaan di mana dan posisinya saat ini. Ia juga memperhatikan ketiga pangeran dari kerajaan Venus yang tak lain adalah saudara pemilik tubuh ini.
"jadi yang mulia..?? apakah yang perlu dibahas.?" tanya Amelia tidak ingin berlama-lama. jujur saja, ia masih memiliki banyak pekerjaan yang harus diselesaikan nya. semua yang ada di sana pun mulai memandang satu sama lain. akhirnya, sang kakak pangeran mahkota Juan membuka suaranya.
"putri. kami datang ke sini untuk mencari dan menemukan mu. hukuman pengasingan mu telah berakhir. kami juga meminta maaf karena baru Sekarang datang mencari mu." ujar pangeran Juan dengan perasaan tak menentu. ia takut melihat ekspresi sang adik yang tak menunjukkan apapun. ia takut, sang adik benar-benar membenci mereka.
"oh. aku memang seorang putri dulu, tapi tidak untuk sekarang. jadi, mohon pangeran memanggil hamba dengan nama saja, atau nona." ujarnya dengan datar. pangeran Juan yang mendengar hal itu langsung menggelengkan kepalanya. dengan tergesa-gesa ia langsung berdiri dan bergegas memeluk sang adik.
Amelia yang mendapatkan serangan mendadak itu pun langsung terkejut. namun tak menolak pelukan itu.
*seperti dari awal author katakan. jiwa yang berada di dalam tubuh Amelia ini tidak akan melakukan balas dendam, karena jiwa Alika adalah jiwa yang memiliki pemikiran rasional dan juga modern. di mana balas dendam bukanlah sebuah jalan yang baik untuk ditempuh. tapi balas dendam terbaik Amelia adalah hidup dengan baik dan damai sehingga memberikan bukti kepada orang yang telah menyakitinya, kalau ia dapat hidup dengan baik dengan berdiri di atas kakinya sendiri tanpa membutuhkan sokongan atau tumpangan dari orang lain.*
Kedua Kakak Amelia juga yang menyaksikan hal itu tiba-tiba merasa sesak di dada mereka. mereka sangat merasa bersalah tentang apa yang telah mereka lakukan kepada sang adik dan juga hal-hal yang menimpa adiknya itu. suasana saat itu tiba-tiba menjadi hening dan mencekam. mereka semua seolah-olah merasa sedih apa yang telah menimpa keempat putra-putri dari kerajaan Venus itu.
"jangan berkata seperti itu Putri. kami semua meminta maaf atas apa yang telah kami lakukan kepadamu. dulu kami sangat membenci sikapmu bukan membenci dirimu, tapi setelah kamu menjauh dari kami, Dari lubuk hati kami yang paling dalam ada rasa kehilangan dan kesepian yang kami alami." ucap pangeran Juan masih dalam pelukan Amelia. Amelia merasakan seolah-olah bajunya basah. benar saja kalau pangeran Juan sedang menangis. terbukti baru sang pangeran bergetar saat itu.
__ADS_1
Amelia yang berada di posisi sulit menarik nafasnya dengan dalam. sungguh Ia senang ketika keluarganya menyadari kesalahan mereka kepada Putri Amelia. saat ini yang berada dalam raga Sang Putri bukanlah sang pemilik asli, melainkan seseorang yang jiwanya terasa asing bagi dunia ini. Iya juga begitu marah mendapatkan perlakuan yang tidak baik dari keluarganya, tapi itu juga setimpal dengan perlakuan yang ia lakukan kepada putri Alice. Ia walaupun kejadian yang sebenarnya tidak diberi tahu oleh sang pemilik tubuh. Tapi tetap saja, lagi pula yang berada di dalam tubuh ini bukanlah jiwa Amelia.
untuk membalas Budi karena tubuh ini telah menjadi miliknya, Alika yang berada dalam raga Amelia ini memilih untuk memperbaiki kehidupan perempuan ini Dan juga menjadikan hidupnya aman dan damai tanpa berada di lingkungan keluarganya, demi menghargai diri dan perasaannya sendiri.
"maaf pangeran. kalian tidak usah menangis seperti itu. aku sudah terbiasa.." ujar Amelia kembali.
(lagi pula permintaan maaf kalian telah terlambat, Begitu juga dengan penyesalan kalian. karena adik kalian yang sesungguhnya telah tenang di alam sana atau telah pergi dalam raga ini.) batin Amelia.
Mendengar penuturan Putri Amelia seperti itu. pangeran Juan pun melerai pelukannya, ia menghapus air mata yang sempat membasahi pipinya itu. kemudian menangkup kedua pipi adiknya dan menatap wajah kedua adiknya begitu lekat. seolah-olah ia ingin mencari sebuah rasa kesepian yang ada dalam diri adiknya, atau rasa sebuah rindu Untuk keluarga. Tapi tentu saja pangeran Juan tak menemukannya, yang ada hanya tatapan datar tanpa ekspresi serta perasaan acuh tak acuh.
Apakah sudah begitu parah mereka menyakiti fisik dan perasaan adiknya itu, Apakah sudah Begitu dalamnya luka tusukan yang mereka berikan dalam hatinya sehingga membuat hatinya mati rasa dan membeku. Apakah perasaan dingin yang mereka berikan kepada Amelia dulu membuat sang adik menjadi tak mengerti dengan yang namanya sebuah kasih sayang. pangeran Juan yang mengingat itu semua, lagi lagi langsung menjatuhkan air matanya. ternyata pangeran Juan cukup cengeng.
"maafkan kami adikku. kami menyayangimu, sungguh..." ucap pangeran Juan lagi sambil terus memandangi wajah sang adik dengan kedua tangan yang terus membelai balai wajahnya itu.
tanpa mereka tahu, kalau sebenarnya di sisi lain ada yang cemburu melihat perlakuan pangeran Juan kepada. Siapa lagi kalau si pangeran datar yang dikenal dengan pangeran yang dingin dan kejam. tapi sepertinya tidak deh.?? lihat saja tampang itu, tampang yang melihat Putri Amelia dengan wajah yang berbinar-binar serta rasa cemburu ketika melihat sang pujaannya disentuh oleh laki-laki lain walaupun Itu adalah saudaranya sendiri. ck ck
__ADS_1
( Ku biarkan untuk saat ini. Tapi tidak untuk lain kali. Huff... Sabar Wil, sabar...) Batin pangeran William menenangkan diri nya sendiri.
"Putri tolong maafkan kami. aku tahu di sini akulah yang paling bersalah, aku yang paling menunjukkan rasa benci ku kepadamu." ujar pangeran Cristiano tiba-tiba. Ia akui, semua orang begitu membenci Putri Amelia, lah yang paling parah membenci sang adik bahkan tak segan-segan ia membentak Amelia di tempat yang begitu banyak orang. dapat di pikirkan betapa hancurnya hati sang adik waktu itu.
pangeran Christiano melangkahkan kakinya menuju arah Putri Amelia dan pangeran Juan. Begitu juga dengan pangeran Carlos yang tak mau tinggal diam. walaupun pangeran Carlos tidak terlalu menyakiti hati adiknya dan lebih banyak diam, namun diamnya itulah yang membuat sang adik terluka.
"Iya adikku. kami semua meminta maaf atas apa yang telah kami lakukan di masa lalu. dan kami datang ke sini ingin menjemputmu pulang. kami begitu takut dan terpukul ketika mendengar wilayah utara ini mengalami pemberontakan. bahkan kami tak nyenyak tidur memikirkan keberadaanmu. sekarang kami telah bertemu denganmu, jadi tolong maafkan kami dan mari kita mulai dari awal lagi ya.." bujuk Carlos kepada adiknya. walaupun mungkin begitu mustahil untuk Amelia bisa memaafkan mereka. mereka juga sudah agak cemas menunggu respon dari sang Adik. satu hal yang mungkin saja bisa terjadi dalam hubungan mereka itu, bisa saja Amelia memaafkan semua tingkah laku yang telah mereka lakukan. tapi barangkali Amelia tidak akan bersikap manja lagi kepada mereka. hal itulah yang paling mereka khawatirkan.
***
bujukan terus saja dilayangkan kepada Putri Amelia, sampai akhirnya Amelia mengambil keputusan untuk dirinya.
"maaf pangeran, saya tau. tapi, saya tidak bisa ikut sekarang. saya butuh waktu untuk menata kembali hati saya. jadi sekali lagi saya katakan, saya belum mau ikut pulang ke istana." ujar Amelia dengan tegas.
ketika pangeran dari kerajaan Venus pun langsung tertunduk lesu. namun pangeran William dan Melvin tersenyum sumringai. entah apa alasan mereka tersenyum seperti itu yang pasti yang mereka inginkan adalah Putri Amelia masih berada di kerajaan mereka.
__ADS_1
Raja Robert dan ketiga pangeran dari kerajaan Venus pun saling memandang. dari tatapan Raja Robert mengisyaratkan bahwa mereka tak boleh memaksa Putri Amelia untuk kembali ke istana terlebih dahulu. biarkan Putri Amelia tetap berada di kerajaannya untuk sementara waktu. lagi pula sang raja pasti akan melindungi dirinya di sini. pangeran Juan dan kedua adiknya pun menghela nafas mereka.