
Kini Putri Amelia mengerti maksud dan tujuan penyihir itu mengutuk kota mati itu. Alasannya karena ingin memberikan perlindungan kepada mereka rakyat biasa yang tak memiliki tingkat ilmu bela diri atau kultivator.
"Kota itu dulunya bernama kota samurai. Dahulunya, kota itu dikunjungi berbagai kerajaan yang datang ke tempat itu untuk bekerja sama. Karena orang-orang yang tinggal di kota samurai ini pada dasarnya adalah orang-orang yang hebat. Dahulu juga banyak kapal-kapal niaga berlabuh di tempat ini. Namun sekarang semuanya musnah ketika kutukan itu berlaku." Jelas sang nenek lagi.
"Lalu Nek. Bagaimana cara kami menemukan warga yang tak memiliki tingkat kultivasi untuk membebaskan kota tersebut. Karena jujur saja, Saya sangat tertarik untuk membangun kota samurai yang telah mati itu."ujar Putri Amelia lagi. Lagi-lagi nenek itu pun hanya tersenyum.
"Sebelah Selatan kota samurai, di sana banyak masyarakat miskin gelandangan dan sebagainya. Mereka hidup berpindah-pindah, dan tak banyak yang tahu juga mengenai kota samurai yang mengerikan ini. Karena dahulunya mereka hanya tahu kota samurai ini tak boleh dikunjungi oleh para rakyat jelata." Ujar sang nenek lagi.
(Wah ujung-ujungnya.. ini adalah PR untuk menyelesaikan masalah kota samurai yang telah mati itu. Tapi kalau dibiarkan takutnya nanti memiliki dampak. Apa sebaiknya aku lanjutkan saja untuk menyelamatkan kota itu..??) Pikir Putri Amelia lagi.
Jujur Putri Amelia katakan, Ia sangat merasa sayang dengan kota samurai yang memiliki banyak potensi dimana-mana, apalagi kota ini berdiri dengan kokoh walaupun usianya telah beribu-ribu tahun.
"Sebaiknya nanti saja kamu pikirkan masalah itu nak.. nenek tahu, kau kemari bersama dengan rombonganmu. Jadi diskusikan kepada mereka nanti mengenai masalah ini. Tapi ada cara lain untuk membebaskan kota mati itu tanpa harus mendatangkan masyarakatnya. Yaitu menghancurkan raja perlindungan dengan satu pukulan saja. Jika tidak maka kota itu akan hancur bersama dengan manusia-manusia yang hidup di bawah tanah." Jelas nenek itu yang akhirnya ucapan alin tempo lalu diutarakan oleh sang nenek. Putri Amelia kembali menganggukkan kepalanya.
"Berarti tidak ada cara lain selain dua cara itu. Baiklah nek, terima kasih banyak. Saya akan segera menyelesaikan perkara kota samurai itu, agar nanti bisa dimanfaatkan dengan baik." Ujar Putri Amelia lagi.
Nenek itu pun tersenyum. Kemudian Putri Amelia akan bersiap untuk kembali dan pergi dari sana. Tapi, pangeran William tiba-tiba muncul dan mencegahnya.
"Mau kemana..??" Ujar pangeran William dengan dingin.
__ADS_1
Putri Amelia yang belum siap dengan kedatangan pangeran William malah sibuat terkejut dan hampir saja akan menyerang. Bahkan putri Amelia telah memasang kuda-kuda.
"Pangeran William !! Anda suka sekali muncul tiba-tiba seperti ini." Ujar Putri Amelia mengomeli pangeran William. Sementara sang nenek yang masih berada disana hanya bisa menggelengkan kepalanya.
"Dia memang selalu seperti itu nak. Kalau begitu, nenek pergi dulu." Ujar sang nenek muda itu dan langsung menghilang dari sana.
Putri Amelia dan pangeran William melihat kepergian nenek yang berwajah muda itu. Putri Amelia yang masih merasa penasaran dengan semua yang terjadi, langsung bertanya kepada pangeran William.
"Siapa nenek cantik itu ?? Apakah benar, dia adalah nenek mu..??" Tanya putri Amelia dengan mengerutkan keningnya. Pangeran William yang melihat hal itu langsung tersenyum simpul.
"Memangnya kenapa ? Apakah kamu cemburu dengan nenek aku..??" Tanya pangeran William lagi. Ia berniat untuk menggoda Putri Amelia. Mendengar ucapan lelucon pangeran William, langsung membuat Putri Amelia merasa menyesal karena bertanya.
"Iiisss... Sakit.. dodol..!!" Seru Putri Amelia dengan tidak etisnya. Pangeran William langsung mengerutkan keningnya, seumur umur, ia belum pernah mendengar orang memanggilnya dodol.
"Dodol...?? Siapa itu.. aku bukan dodol, tapi aku pangeran William. Dan aku adalah calon suami mu. Siapa itu dodol.? Apakah kamu menjalin hubungan dengan lelaki lain, maka aku akan membunuhnya." Ucap pangeran William mendadak menjadi posesif.
Tatapan matanya juga begitu dingin dan menyiratkan kecemburuan terhadap si dodol. Putri Amelia yang mendengar penuturan itu langsung tertawa terbahak-bahak.
"Hahaha... Apa maksud anda yang mulia. Lagi pula, kenapa harus cemburu pada si dodol. Orang dia tidak ngapa-ngapain kok.( Lagian dodol itu makanan kalik..!!!) Seru Putri Amelia lagi dalam hatinya. Pangeran William yang melihat putri Amelia membela si dodol, kembali merasa kesal.
__ADS_1
Karena kesal yang tak tertahankan. Pangeran William langsung menyambar bibir Putri Amelia dengan menggunakan bibirnya juga. Ia kemudian melu-mat bibir itu tanpa ampun. Membuat Putri Amelia terkejut dan mendorong pangeran William dengan kekuatan tangannya. Tapi, ternyata tak bergeser sedikit pun.
"Emmmpp..." Karena pangeran William cukup lincah melakukan hal itu, putri Amelia kehabisan oksigen dan langsung menepuk pundak pangeran William berkali-kali, sampai pangeran William akhirnya melepaskan ciuman itu.
"Hah~hos~" nafas keduanya memburu. Putri Amelia juga melayangkan tatapan tajam kearah pangeran William. Seolah menyiratkan kemarahan di dalamnya.
"Apa-apaan kamu pangeran. Berhenti bertingkah impulsif seperti itu.." ujar Putri Amelia dengan tidak suka. Gara-gara pangeran William, bibirnya tidak perawan lagi.
"Salah sendiri, kenapa malah membela si dodol itu. Ingat, kamu adalah calon permaisuri ku. Dan aku tidak akan membiarkan calon permaisuri ku melirik orang lain." Ujar pangeran William dengan sensual.
Barangkali, kalau putri Amelia mudah tergoda dengan hal itu, mungkin sekarang ia telah menyerang pangeran William. Putri Amelia tidak mengatakan apapun, ia hanya menatap pangeran William dengan tatapan marah. Pangeran William yang menyadari hal itu mendadak jadi gugup.
"Hehehe.. maaf sayang. Habisnya aku kebakar api cemburu tadi. Jadi, hilang akal sehat." Ujar pangeran William dengan cepat. Walaupun perempuan juga salah, harus lelaki yang meminta maaf duluan. Itulah hukum kondrat.
"Sudah lah, ingat. Jangan buat ulah lagi. Sekarang, aku mau kembali." Ujar Putri Amelia lagi. Tapi, lagi-lagi ia ditahan oleh pangeran William, membuat Putri Amelia jengah.
"Apalagi siiii hhhh...." Ujarnya. Pangeran William tersenyum melihat wajah imut dari putri Amelia. Entah karena efek jatuh cinta, membuat sesuatu yang biasa saja menjadi luar biasa.
"Kamu belum boleh pergi. Kita harus melakukan kultivasi di tempat ini dulu. Nanti setelah itu, baru boleh pergi." Ujar pangeran William dan tanpa izin, ia langsung menggendong putri Amelia dengan gaya bridal style. Membuat Putri Amelia terkejut dan melotot.
__ADS_1
"Eh... Ngapain kamu pangeran, turun kan aku, aku takut jatuh..!!" Seru Putri Amelia namun tak di gubris oleh pangeran William.