
Pangeran William pun yang mendapat penolakan dari Putri Amelia langsung memasang wajah sendu. Jujur pangeran William tidak ingin berpisah jauh dari Putri Amelia. Putri Amelia yang paham mengenai perasaan pangeran William langsung berseru.
"Pangeran bukannya mengatakan kalau mencintaiku ??" Tanya Putri Amelia lagi.
Pangeran William pun langsung menganggukkan kepalanya dengan pelan seolah sudah tak bersemangat mendengar penolakan Putri Amelia.
"Jika memang seperti itu. Maka tunggulah aku kembali pangeran.. saat ini dengarkan baik-baik, aku menerima perasaanmu kepadaku. Dan kamu tak perlu meragukan Apakah aku menyukaimu atau tidak. Aku hanya punya satu permintaan untukmu. Yaitu tetap berada di istana dan bersabarlah untuk menungguku kembali..." Ujar Putri Amelia yang tiba-tiba menjadi lembut.
Putri Amelia tahu bagaimana rasanya ditolak dan dijauhi. Namun pernyataan Putri Amelia yang menolak pangeran William untuk ikut dengannya bukan berarti menolak cinta pangeran William. Pangeran William yang mendengarkan penuturan Putri Amelia mendongak dan menatap Sang Putri.
"Maksudmu apa Putri..?? Apakah kau akan menerima cintaku dan bersedia menjadi pendampingku..??" Tanya pangeran William untuk meyakinkan dirinya mengenai penuturan Sang Putri. Putri Amelia dengan segera menganggukkan kepalanya. Kata-kata itu bukan berarti ia akan pergi menghindari sang pangeran.
"Betul, aku tidak menolak cintamu. Saat ini dengarkan lah, aku menerimamu dengan satu syarat, kau harus kembali ke istana dan menungguku pulang, serta berkomitmen dalam hatimu bahwa hanya ada aku dalam hatimu. Tapi jika suatu saat nanti kamu merasakan hal yang sebaliknya, maka segera kirimkan aku berita agar aku tak terlalu mengharapkanmu kembali." Ujar Putri Amelia yang tiba-tiba mengingat syarat tersebut.
Ia harus bermain aman tanpa harus memaksakan cinta seseorang terhadapnya. Putri Amelia yang berjiwa Alika itu tentu saja malas berurusan mengenai harem sang suami.
Pangeran William yang sudah mengerti maksud dari penuturan Putri Amelia langsung tersenyum senang. Ia pun langsung memeluk tubuh Putri Amelia dan mengangkat serta berputar-putar bersamanya.
"Terima kasih sayang... Terima kasih banyak.." ujar pangeran William dengan senang.
__ADS_1
Ia memeluk erat Putri Amelia seolah tak ingin melepaskannya. Sementara Putri Amelia yang merasa kehabisan nafas mendapatkan pelukan erat dari pangeran William itu langsung menepuk-nepuk pundak sang pangeran.
"Pangeran..." Ujar Putri Amelia menepuk-nepuk pundaknya. Pangeran William yang sadar bahwa Putri Amelia kehabisan nafas karena ulahnya dengan segera melonggarkan pelukannya.
"Hehehe.. maaf Putri. Aku terlalu bersemangat... Baiklah kalau begitu, aku akan membiarkanmu kembali berpetualang. Tapi jangan lupa bawa benda ini bersamamu agar aku bisa menemukanmu dengan cepat jika aku rindu." Ujar pangeran William sambil menyelipkan sebuah cincin bermata safir di jari manis Putri Amelia. Putri Amelia tak menolak dan menerima cincin tersebut dengan senang hati.
"Baiklah pangeran, terima kasih banyak karena sudah memahamiku. Aku berpetualang tidak akan lama, palingan Aku akan pergi selama setahun." Ujar Putri Amelia yang langsung membuat pangeran William menjadi shock mendengarnya.
"Apa !!! setahun..!!! Kenapa harus setahun sayang.. Apakah beberapa hari belum cukup untukmu..?" Tanya pangeran William tak percaya. Ia pikir Putri Amelia akan pergi beberapa hari atau Minggu saja. Ternyata malah setahun. Putri Amelia tersenyum melihat tanggapan pangeran William.
"Kenapa kamu harus meninggalkanku begitu lama.. padahal aku ingin cepat-cepat bersama dengan dirimu. Lagi pula aku berencana, setelah kita menikah nanti. Kita akan pergi berpetualang sama-sama. Bukankah itu lebih menyenangkan..??" Tanya pangeran William lagi.
"Tentu saja pangeranku yang tampan. Jika memang seperti itu niatmu, tunggu sampai kita menikah dan pergi berpetualang bersama-sama." Ujar Putri Amelia sambil membelai wajah sang pangeran yang terlihat menyendu itu.. pangeran William pun langsung memeluk Putri Amelia kembali.
"Baiklah kalau begitu sayang. Aku akan mengizinkanmu pergi berpetualang bersama dengan teman-temanmu untuk saat ini. Tapi, kamu harus ingat bahwa kamu adalah milikku. Jangan berani berani melihat lelaki lain di belakangku.. paham.." ujar pangeran William memperingati Putri Amelia Dengan mengatakan bahwa dirinya adalah milik sang pangeran. Putri Amelia menganggukkan kepalanya dengan segera.
"Baiklah pangeranku." Ujarnya dengan senyum mereka di bibirnya.
Setelah itu mereka kembali menghabiskan waktu bersama-sama sebelum akhirnya Putri Amelia kembali melanjutkan petualangannya bersama dengan teman-temannya. Namun ia juga harus segera kembali untuk menyelesaikan permasalahan kota samurai yang kini mereka juluki dengan kota mati atau kota para tengkorak.
__ADS_1
***
Di lapisan ketiga, Sisil dan ruby serta si kembar harimau kini telah selesai melakukan kultivasi mereka. Sementara seorang gadis yang masih bersama mereka masih berdiri menunggu sampai mereka selesai. Terlihat senyum manis tercetak jelas di wajah sang gadis.
"Selamat atas kenaikan tingkat kultivasinya teman-teman. Dan karena kalian sudah selesai melakukan nya, maka saya tidak bisa berlama-lama di sini lagi. Saya harus segera kembali untuk menyusul nenek. Sementara untuk yang mulia Putri Amelia, ia sedang menuju kemari." Ujar sang gadis lagi.
Setelah mengatakan hal itu dan tanpa menunggu respon dari keempat orang tersebut, sang gadis pun samar-samar menghilang dari pandangan mereka semua dan berubah menjadi serpihan-serpihan cahaya seperti kunang-kunang kemudian menghilang di udara.
"Gila !! sekali berkultivasii di tempat ini. Kita yang awalnya sudah mau mencapai puncak surgawi, setelah bermeditasi di tempat ini, semuanya pun tercapai. Dan aku merasa kekuatanku lebih plong dan lebih ringan digunakan." Ujar Sisil sambil mengamati bentuk tubuhnya yang sudah berubah 180 derajat.
Walaupun sebelumnya mereka berpenampilan seperti seorang pelayan, dan sekarang walaupun masih berpenampilan seorang pelayan tapi raut wajah dan kulit mereka seperti seorang bangsawan yang terhormat.
"Benar sil. Pantas saja tempat ini begitu sangat rahasia. Ternyata tidak sembarangan orang yang boleh datang ke tempat ini. Dan karena berkat Nona juga, kita sangat beruntung karena dapat menginjakkan kaki di tempat ini. Karena itulah, sepahit dan seberat apapun hidup di dunia ini kita harus tetap rendah hati dan tidak usah memperdulikan apapun yang membuat kita sakit hati." Ujar ruby sedikit memberikan nasehat kepada mereka.
Di sini ia berlaku sebagai orang yang paling tua di antara mereka semua. Mendengar nasehat yang rubi berikan kepada mereka, mereka semua pun mengangguk dan setuju dengan apa yang dihaturkan oleh ruby. Mereka tidak boleh sombong dan takabur seperti yang sering dinasehatkan oleh Putri Amelia kepada mereka.
"Tentu saja. Kebaikan hati dan rendah diri adalah kunci suksesnya kehidupan, bersabar dari segala marabahaya yang terjadi serta kepahitan hidup juga merupakan sebuah motivasi untuk mencapai kodrat di dunia ini. Walaupun yang rendah akan hidup tertindas, sementara yang tinggi akan hidup terhormat. Namun yang memiliki kekuatan serta keluhuran hati, merekalah yang akan menciptakan perubahan." Tambah si hitam.
Mereka semua benar-benar sangat bersyukur karena berada dan ikut pada orang yang tepat. Sehingga walaupun di kemudian hari mereka menemukan kesulitan atau bahkan kehilangan nyawa, mereka tidak akan menyesal karena telah menebar benih kebaikan di muka bumi. Dan saat mereka sedang berbincang-bincang untuk sekedar melepas rasa bosan mereka, tiba-tiba terdengar suara memanggil mereka semua.
__ADS_1