
Sementara Alen mengamati keadaan sekitar sekaligus membaca kondisi mereka saat ini. Karena menurut dalam perhitungannya, para monster ini sepertinya berada jauh di tingkat Putri Amelia. Namun itu juga tak dapat diprediksi, karena nyatanya kekuatan itu begitu lemah.
" Nona. Kalau tidak salah, menurut dari hasil pengamatanku. Mereka semua juga berada di tingkat heavenly, namun sepertinya kekuatan dan pertahanan mereka masih banyak celah dan belum sempurna." Bisik Alen kepada Putri Amelia.
"Kamu benar Len. Aku juga dapat merasakannya. Tapi walaupun begitu, kita tetap harus waspada. Barangkali, kekuatan itu bukanlah kekuatan yang sebenarnya dari mereka." Balas Putri Amelia. Alen pun menganggukkan kepalanya mengerti.
"Baik nona. Saya mengerti." Para monster-monster laut itu pun mengamati keduanya yang sepertinya sedang berdiskusi. Sehingga salah satu dari mereka mulai kembali membuka suaranya.
"Apakah kalian sedang berdiskusi mengenai siapa dulu yang akan menyerah hahaha !!! Ingatlah, kami penghuni lautan tidak memiliki belas kasihan terhadap manusia." Ujar salah satu monster laut yang menyerupai ikan gurita itu.
Belalainya menjalar ke mana-mana juga terlihat sangat lengket dan licin membuat Putri Amelia dan Alen merasa jijik dibuatnya. Putri Amelia memutar bola matanya dengan malas, seolah ia jengah mendengar ancaman yang diluncurkan oleh para monster-monster laut ini.
"Eh !! si makhluk menjijikkan ini... Dasar otak kosong !. Memangnya kamu pikir kami akan menyerahkan diri begitu saja hah ..!! Makanya jangan terlalu banyak lendir dalam tubuhmu, sehingga otakmu pun ikut ketutupan lendir-lendir mu yang menjijikan itu iw.." ucap Alen menghina monster yang menyerupai gurita tersebut.
Mendengar penuturan Alen yang menghina dan merendahkan dirinya langsung membuat monster yang menyerupai gurita itu menjadi marah.
"Kurang ajar !!! Berani sekali manusia rendahan sepertimu mengatai dan menghinaku seperti itu.!!! Aku adalah seorang pemimpin seluruh octapus dari dunia laut ini..!!!" Seru monster tersebut dengan suara yang menggelegar. Melihat tubuh-tubuh dari monster-monster laut ini begitu besar, tentu saja suara mereka menggelegar sampai ke Arab Saudi.
"Cih.. begitu aja marah... Jangan-jangan cuman tubuh doang yang besar.. !! Tapi kemampuan tidak ada ups..!!" Ujar Alen kembali merendahkan dan memprovokasi sang monster gurita sambil menutup mulutnya seolah-olah ia keceplosan.
Melihat lagi-lagi manusia itu merendahkannya, membuat amarah sang monster gurita itu menjadi meletup-letup. Sehingga ia langsung menyerang Putri Amelia dan Alen dengan belalainya itu.
__ADS_1
Satu hempasan pertama tak mengenai mereka, 2 hempasan juga tak membuat keduanya menyerah. Ternyata tak berhenti di situ, monster gurita itu terus mengejar keduanya dan menghempaskan belalai-belainya untuk mencoba menangkap mereka. Tapi tetap saja, keduanya berenang dengan secepat kilat untuk menghindari pukulan dari monster tersebut. Sehingga Alen dapat ide dan bertelepati kepada Putri Amelia.
"
[Nona.. sebaiknya kita kerjain saja monster gurita ini, kita buat saja ia terikat dengan belalainya sendiri." Ucap Alen dengan bertelepati dan langsung dibalas oleh Putri Amelia.
"Kui lah kalau begitu.." dengan segera mereka berdua langsung mengerjai monster gurita tersebut.
Mereka memasuki sebuah kerang yang kokoh, sementara belalai dari gurita tersebut terus mengikuti mereka, sampai akhirnya mereka membuat gurita itu terperangkap dalam ikatan belalainya sendiri. Menyadari hal tersebut, gurita itu bertambah marah dan kesal kepada dua orang ini.
"Kurang ajar kalian !! Berani sekali kalian mengerjai octapus terhormat sepertiku..!!!" Seru monster gurita tak terima.
Ya, walaupun ia belum pernah mencoba Bagaimana rasanya memakan gurita, namun Alen cukup tau semuanya karena tertera jelas di ruang dimensi.
"Sialan kalian !! Karena itu juga, aku akan memusnahkan kalian berdua sampai tak bersisa." Ujar monster gurita itu dengan marah.
Ternyata ia langsung menghempaskan batu karang tersebut hingga pecah berkeping-keping dan akhirnya terbebas.. sementara Putri Amelia dan alin yang melihat hal itu lagi-lagi dibuat takjub.
'wah... Sangat kuat dan keren !!" Kagum keduanya.
Penuturan Putri Amelia dan Alen tentu saja semakin membuat harga diri monster gurita itu menjadi jatuh. Seolah mereka sedang mengejar dirinya.
__ADS_1
"Kurang ajar kalian berdua !!" Monster gurita itu pun langsung mengeluarkan jurus andalannya.
Sekaligus mengeluarkan tinta hitam untuk mengelabui lawannya itu. Pusaran angin yang begitu kuat tiba-tiba menerjang ke arah Putri Amelia dengan warna air yang hitam pekat, sehingga lawan atau musuh sang gurita tak dapat mengenali dirinya lagi. Dari sana ia dapat melancarkan aksinya untuk melilit habis tubuh lawannya.
"Hahaha !!! Sudah kubilang !! Kalian hanyalah manusia-manusia lemah tak tahu diri. Berani-beraninya kalian datang ke wilayah kami ini dan membuat keonaran." Ujar monster gurita itu dengan tersenyum puas.
Tentu saja, tinta yang begitu pekat dan pusaran angin dari kekuatan sang gurita mampu membuat orang-orang kehilangan nyawa mereka. Dan mungkin itulah yang dirasakan Putri Amelia dan alen saat ini.
"Hahaha..!!! Ternyata kalian semua cukup bisa diandalkan !" Ujar monster ubur-ubur yang dari tadi menonton pertunjukan tersebut. mereka juga menyebutnya dengan surai singa itu. Ia tersenyum puas melihat pasukan-pasukannya yang terdiri dari pemimpin-pemimpin dari spesies laut.
"Tentu saja Tuan. Kami semua harus kuat agar kita bisa menguasai lautan yang luas ini. Kita juga harus mengumpulkan kekuatan untuk menyingkirkan para duyung dan ikan-ikan peliharaannya lainnya. Hahaha.." jawab mereka dengan penuh ambisius.
Monster ubur-ubur itu pun langsung tersenyum bangga. Tentu saja mereka harus menyingkirkan Dewi penguasa laut untuk bisa menguasai lautan.
"Kalian benar. Orang-orang yang harus berjuang denganku adalah orang-orang yang harus memiliki kekuatan yang besar. Agar nanti kita bersama-sama dapat menggulingkan kekuasaan ratu air itu. Dan juga kita tidak bisa membiarkannya lama-lama berkuasa di lautan, lama-lama kita akan diusir dari sini dan akan tinggal di pedalaman laut yang begitu gelap." Ujar sang surai itu. Para pengikutnya pun langsung menganggukkan kepala mereka mengerti.
"Tentu saja tuan. Kami tentu saja dengan senang hati mengabdi kepada anda serta menyerang istana laut di mana ratu laut berdiam diri. Kita harus membalas semua perbuatan ratu laut yang sudah mengasingkan kita dan membiarkan ikan-ikan lemah yang tak berdaya itu hidup bebas di tempat yang seharusnya adalah posisi kita." Ujar si raja paus tersebut.
Namun tanpa mereka sadari, ternyata Putri Amelia dan Alen tak terjadi apa-apa dengan mereka. Bahkan mereka dengan senang hati mendengar rencana kaum pemberontak di dunia lautan ini.
"Weh weh weh..!!! Ternyata kalian adalah sampah-sampah yang ada dan hidup di dunia lautan ini ya..?? Luar biasa ambisi kalian..??" Ujar Alen sambil bersedekap dada dengan Putri Amelia di sampingnya.
__ADS_1