
Mereka yang mengerti dengan kode-kode yang diberikan oleh Zayn langsung mengangguk dan meninggalkan tempat tersebut membiarkan pangeran William dan Putri Amelia melepaskan rindu mereka.
"Kau merindukanku pangeran..?? Aku pikir Anda tidak mau merindukanku yang mulia.. hehehe.." ujar Putri Amelia yang langsung membalas pelukan pangeran William.
Sementara semua orang yang ada di tempat itu telah berpindah dan keluar dari sana.
"Kenapa ? Kenapa tidak menghubungiku ? Kamu tahu aku hampir mati karena menahan rasa rindu ini. Hiks.. kamu jahat sekali sayang.." ujar pangeran William dengan suara dramatis yang membuat Putri Amelia hanya memutar bola matanya dengan malas.
"Iyalah aku sengaja melakukannya agar kamu rindu berat kepadaku hehehe.." ujar Putri Amelia lagi menggoda pangeran William. Pangeran William pun langsung melerai pelukannya dan menatap lekat-lekat ke wajah sang pujaan hati. Kemudian tanpa aba-aba pangeran William langsung mendaratkan bibirnya di tempat landasan yang biasa ia mendarat. Aksi tersebut tentu saja membuat Putri Amelia kembali terkejut.
"Pang- hmmmpp..." Pangeran William tak memberikan kesempatan bagi Putri Amelia untuk berbicara atau menjelaskan sesuatu. Rasa rindunya sudah sangat berat dan butuh untuk disalurkan walaupun hanya sebatas silaturahmi bibir saja. Putri Amelia pun juga tidak menolak, Ia rasa pangeran William memang sangat merindukannya. Akhirnya ia memilih untuk mengalungkan tangannya di leher sang pangeran dan jreng jreng.
Setelah mereka merasa cukup untuk saling melepas rindu dengan cara bersilaturahmi bibir, pangeran William pun langsung melepaskan panutannya di bibir Putri Amelia. Ia kembali menatap wajah cantik itu dengan lekat. Seolah-olah dirinya ingin menyimpan potret Putri Amelia di dalam hati dan pikirannya.
"Ke mana saja kamu selama ini..?? Bahkan kamu sudah melewatkan beberapa minggu Setelah 1 tahun perjanjian kita.. menurutmu hukuman apa yang pantas untuk kuberikan.." ujar pangeran William sambil menatap lekat wajah sang kekasih. Mendengarkan penuturan pangeran William Putri Amelia langsung melototkan matanya.
"Apa !! pangeran ingin menghukumku..?? Pangeran yakin ingin menghukumku? Baiklah kalau begitu silakan hukum aku.. tapi setelah itu aku juga akan menghukummu dan kembali pergi berpetualang meninggalkanmu sendirian di sini." Ujar Putri Amelia langsung memberikan ancaman kepada pangeran William.
Pangeran William yang tentu saja tidak ingin kehilangan sang kekasihnya lagi hanya bisa mendesah pelan dan berat. niat hati ingin mencuri kesempatan untuk berduaan tetapi malah diancam balik. Pangeran William tentu saja tidak ingin hal itu sampai terjadi.
__ADS_1
"Hah baiklah maafkan Aku. Aku tidak akan menghukum dirimu.. tapi sebagai gantinya kau tidak boleh menjauh dariku barang sedetikpun.." ujar pangeran William sambil mengukir senyum manis di bibirnya. Putri Amelia pun langsung memanyunkan bibirnya kembali.
"Cih modus.." ujar Putri Amelia dengan pelan. Pangeran William yang lagi-lagi mendengar penuturan yang asing di telinganya memasang raut wajah curiga.
"Apalagi itu..?? Modus siapa si modus.. Apakah si modus itu pacar barumu..??" Tanya pangeran William lagi. Ada-ada saja pangeran William, kemarin ia berburuk sangka pada kata dodol. Ia juga mencurigai bahwa dodol itu adalah pacar dari Putri Amelia sehingga pembuatnya cemburu.
"Apa sih pangeran..?? Modus itu bukan nama orang sayang... Tapi modus itu adalah mengambil kesempatan dalam kesempitan. Seperti yang pangeran lakukan, kedoknya adalah hukuman tapi pangeran sendiri ingin ku temani pergi kemanapun dan tak ingin berjauhan dariku."ungkap Putri Amelia sambil memanyunkan bibirnya. Pangeran William langsung meringis.
"Jangan memanyunkan bibir seperti itu, karena aku mudah tergoda dengan bibirmu hehe.. emangnya kamu mau aku mencicipinya kembali.." ujar pangeran William.
Saat ini posisi mereka masih dalam posisi berpelukan, di mana tangan pangeran William masih berada di pinggang Putri Amelia dan tangan Putri Amelia masih mengalung di leher pangeran William.
Ia juga memaksa tangan pangeran William untuk segera lepas dari pinggangnya dan mendudukkan tubuhnya kembali di sofa empuk itu. Pangeran William tentu saja ikut mendudukkan tubuhnya di samping sang pujaan hati.
"Oh iya pangeran. Aku dengar kerajaan Venus dan Merkurius sedang mengalami krisis pangan ya..?? Terus bagaimana dengan kerajaan ayahku. Apakah mereka juga mengalami krisis pangan..??" Tanya Putri Amelia kepada pangeran William. Pangeran William langsung membenarkan penuturan Putri Amelia.
"Benar. dan Apakah kamu tahu bahwa ibumu ratu Adriana sedang jatuh sakit karena terlalu larut memikirkan dirimu. Ayah dan kakak-kakakmu juga kondisinya tidak baik-baik saja. Mereka semua sedang merindukanmu.." ujar pangeran William dengan pelan.
Barangkali yang dikatakan pangeran William memang benar adanya. Mungkin, kalau hanya masalah krisis pangan yang dihadapi oleh kerajaan Venus, kondisi mereka tidak akan terlalu buruk dari sebelumnya.
__ADS_1
Tapi karena mereka juga memikirkan Bagaimana kondisi Putri Amelia di luar sana. Putri Amelia yang mendengar penuturan pangeran William tak bisa berkata apa-apa. Selama mengacuhkan keluarganya bertahun-tahun lamanya, kini tidak dapat ia pungkiri bahwa hatinya juga sudah merasakan kerinduan yang dalam, walaupun jiwa yang bersemayam di dalam raga tersebut bukanlah milik Putri Amelia.
"Kalau begitu temani aku ke kerajaan Venus. Aku ingin bertemu dengan ayah, ibu dan kakak-kakakku." Ujar Putri Amelia kepada pangeran William dengan mata yang sayu.
Untuk sekarang, yang ada dalam pikiran Putri Amelia yaitu bertemu dengan keluarganya. Sedangkan untuk Putri Alice, kali ini Ia memutuskan akan membuat Putri Alice menyesal dengan apa yang pernah ia lakukan sebelumnya kepada sang pemilik raga ini.
Mungkin awalnya Ia berpikir untuk tidak melakukan balas dendam, tapi nyatanya jiwa yang bersemayam dalam tubuh Putri Amelia tidak terima Melihat putri Alice yang telah menuduhnya, sampai sang pemilik tubuh di diasingkan hidup dengan tidak baik di luar istana.
Putri Amelia akan menyusun rencana untuk mengusir Putri Alice secara halus dari dalam istana. Pangeran William yang mendengarkan penuturan Putri Amelia yang bersedia untuk pulang ke kerajaan Venus menjenguk kedua orang tuanya langsung tersenyum senang.
"Baiklah sayangku. Aku akan menemanimu kembali ke kerajaan Venus. Tapi sebelum itu, kita pergi dulu ke istana untuk bertemu ayahanda dan yang lainnya. Mereka juga tak kalah mengkhawatirkan dirimu. Bahkan sampai sekarang pengawal-pengawal bayangan ayah masih berkeliaran di mana-mana untuk mencari keberadaanmu." Ujar pangeran William lagi. Putri Amelia pun langsung menganggukkan kepalanya dengan mantap.
"Baiklah pangeran." Namun sebelum mereka berangkat ke istana kerajaan Merkurius.
Seperti yang Putri Amelia rencanakan pada awalnya, bahwa dirinya akan membagikan bahan pangan berupa beras dan lainnya kepada para penduduk yang membutuhkan. Dan hal itu juga telah Putri Amelia sampaikan kepada pangeran William dan langsung disetujui olehnya.
Setelah mengeluarkan berpuluh-puluh karung dari dari dalam ruang dimensi, Putri Amelia langsung memerintahkan teman-temannya untuk membagikan sembako tersebut kepada para warga yang membutuhkan. Dan dalam proses pembagian sembako ini, Alen dan si kembar harimau juga ikut andil membagikannya. Sementara Putri Amelia dan pangeran William memutuskan untuk pergi ke istana kerajaan Merkurius terlebih dahulu sebelum akhirnya pergi ke kerajaan Venus.
***
__ADS_1