
"Baiklah... Ayo kita let's go." Ujar nya lagi. Mereka pun segera menapaki kaki mereka, dan melompat dari dahan ke dahan. Begitu juga dengan kedua harimau itu. Mereka merubah wujud mereka seperti manusia, agar lebih memudahkan mereka bersama.
Dua hari mereka melakukan perjalanan itu, akhirnya mereka sampai disebuah kota atau lebih disebut sebagai desa singgah. Karena jalur itu adalah jalan utama yang digunakan untuk melintasi kota maupun desa.
"Sebaiknya kita beristirahat terlebih dahulu. Setelah itu, kita lanjutkan perjalanan kembali." Ujar Amelia.
"Baik nona. Nona tunggu saja disini, biar kami yang mencari penginapan untuk kita malam ini.." ujar si biru yang sudah berwujud manusia tampan di muka bumi ini. Amelia pun menganggukkan kepalanya.
Sudah dua hari perjalanan mereka menjelajah, namun tak pernah beristirahat dengan baik. Ya walaupun sebenarnya, mereka tidak membutuhkan nya. Karena untuk menjadi seorang ahli kultivator, makan, minum, tidur, mereka bisa tahan dalam beberapa hari, atau beberapa Minggu.
"Baiklah. Kami akan tunggu disini, sebaiknya kamu ditemani sama Sisil, biar si hitam tampan bersama dengan kami." Ujar Amelia lagi. Si biru sedikit tersentak mendengar penuturan itu. Ia langsung menatap kearah Sisil, seketika beberapa bayangan centil Sisil terlintas di kepalanya.
"Ah.. tidak nona. Aku akan pergi bersama Rubi saja." Ujar si biru. Setelah itu ia langsung menyeret Rubi dari sana dan lekas mencari penginapan untuk mereka. Sementara Sisil malah memonyongkan bibirnya. Adapun Amelia dan si hitam, mereka malah menahan tawa.
"Is, dasar biru suka sekali ia membuat mood orang menjadi buruk." Amelia dan hitam akhirnya mengeluarkan kekehan mereka.
"Makanya sil, jadi perempuan jangan terlalu centil. Lihat si biru saja yang baru bersamamu sudah seperti ini. Apalagi nanti pemuda-pemuda tampan hehehe.." ujar Amelia lagi. Sisil pun berbalik dan mencari tempat untuk duduk sekaligus mencarikan tempat duduk untuk sang Nona.
__ADS_1
"Nona kemarilah, aku sudah membersihkan tempat dudukmu di sini. Sebaiknya sambil menunggu, alangkah baiknya kita duduk dan memakan beberapa cemilan yang kita bawa tadi."; Ujar Sisil sambil mengeluarkan beberapa bungkus cemilan yang mereka bawa dari kediaman atau dari rumah makan mereka itu.
Mendengar penuturan Sisil, Amelia dan si hitam pun mendekat ke arah Sisil yang sudah menggelar tikar di bawah pohon yang rindang. Di sana juga sudah tertata rapi berbagai cemilan dan juga minuman yang mereka bawa.
***
Saat mereka sedang duduk sambil bercakap-cakap. Tiba-tiba, ada beberapa warga yang datang menghampiri mereka. Tampak seperti, sedang mencemaskan sesuatu.
"Maaf tuan dan nona-nona. Sedang apa disini.? Kalau bisa, jangan berada di tempat terbuka seperti ini. Akhir-akhir ini, beberapa orang perampok suka menjaja orang orang yang datang ketempat ini, atau pun yang lewat. Bahkan, beberapa orang juga sempat kehilangan nyawa mereka." Ucap seorang lelaki diantara mereka. Tampak, mereka juga seperti sedang mengendap-endap, seperti seorang pencuri. Amelia dan yang lainnya pun saling memandang satu sama lain. Pantas saja, daerah perlintasan ini sepi. Ternyata ada yang membuat resah. Pikir mereka.
"Iya tuan, nona-nona. Berhati-hatilah. Keadaan disini tidak aman, makanya sepi." Timpal yang lain lagi. Amelia pun tersenyum.
"Iya nona sama-sama. Kalau begitu kami pamit, tuan dan Nona harus berhati-hati." Amelia dan kedua orang yang sedang bersamanya itu pun menganggukkan kepala mereka setelah itu tiga orang pria yang tadi menyapa mereka itu langsung meninggalkan tempat dengan terburu-buru. Di bahu mereka juga ada beberapa pikulan yang mereka bawa. Selepas kepergian ketiga lelaki tadi, Sisil dan hitam pun berjalan mendekat ke arah Putri Amelia.
"Pantas saja Nona, wilayah ini terlihat sepi seperti bukan daerah lintas perdagangan antar kota saja. Ternyata ada beberapa kelompok yang membuat rasa masyarakat setempat." Ujar Sisil kepada Putri Amelia dan dibalas oleh anggukan kepala dari si hitam.
"Iya nona, itu tidak bisa dibiarkan begitu saja sampai berlarut-larut. Bisa-bisa lintas perdagangan ini bisa memutuskan kerjasama antar kota dan juga laju perekonomian bagi masyarakat setempat." Ujar si hitam kepada Putri Amelia. Putri Amelia yang mendengar penuturan keduanya juga setuju dan langsung menganggukkan kepalanya.
__ADS_1
"Kalian benar, ini tidak bisa dibiarkan begitu saja. Dan sebaiknya kita cari penginapan terlebih dahulu ya.." ujar Putri Amelia langsung berbalik arah menatap keduanya. Sisil dan si hitam pun menghela nafas mereka. Mereka kira, sang Nona akan langsung bertindak ternyata masih butuh waktu untuk bersantai-santai. Mereka melihat sang Nona cengengesan seperti itu, membuat mereka malah bertambah frustasi melihat tingkah sang nona.
"Hais baiklah nona..." Jawab mereka serentak sambil tertunduk lesu. Beginilah resiko kalau mempunyai majikan yang terlalu santai namun berbobot itu. Saat mereka tengah menunggu, akhirnya Ruby dan si biru sampai juga.
Syuutt
"Maaf Nona anda menunggu lama. Kami tadi menemukan beberapa kesulitan di perjalanan." Ujar sih biru menjelaskan alasan kenapa mereka begitu lama mencari tempat penginapan. Padahal dengan kekuatan yang mereka miliki mereka akan dapat menemukan penginapan di tempat itu dengan cepat. Amelia pun mengganggu kan kepalanya dan tak mengintograsi mereka.
"Tidak apa-apa. Apakah kalian berdua tidak apa-apa..??" Tanya Amalia dengan santai. Tentu saja mereka berdua tidak apa-apa bahkan saat kiamat datang pun menghampiri mereka, mereka akan menjadi pemenangnya.
( Tapi tidak dengan dunia nyata ya,😁 kalau kiamat tiba kita semua hancur bersama dengan hancurnya muka bumi ini.) Sisil dan si biru pun langsung menganggukkan kepala mereka bertanda mereka baik-baik saja dan tak kekurangan suatu apapun.
"Syukurlah kalau begitu. Dan sebaiknya kita segera bergegas saja Aku ingin beristirahat." Ujar Putri Amelia sambil meregangkan otot-ototnya yang sudah sangat kaku itu. Mereka semua pun langsung berkemas dan segera meninggalkan tempat perteduhan Putri Amelia dan orang orang nya itu.
***
Sementara itu, di kerajaan Venus. Para pangeran yang sudah mengetahui tabiat jahat dari Putri Alice itu mengabaikan dirinya. Mereka tak lagi mau dekat-dekat dengan Putri Alice yang ternyata semua lemah lembutnya hanyalah pura-pura saja. Mereka juga kecewa kepada diri mereka masing-masing yang terlalu mempercayainya begitu saja sampai akhirnya mereka mengabaikan adik kandung mereka sendiri.
__ADS_1
Kini pangeran Juan sang putra mahkota tengah berada di ruang kerja ayahnya setelah melakukan latihan atau rutinitasnya. Pangeran Juan dipanggil oleh sang raja Christopher dari kerajaan Venus itu untuk menemuinya di ruang kerja.
"Ada apa ayahanda, Apakah ada sesuatu yang membuatmu menjadi resah atau kepikiran. Atau karena masalah pertanian gandum yang belum ada titik terangnya juga.?" Tanya pangeran Juan kepada ayahnya.