PUTRI YANG TERSISIH

PUTRI YANG TERSISIH
54. keributan


__ADS_3

Selama beberapa hari putri Amelia dan para sahabatnya itu tinggal di sebuah penginapan yang ada di kota pelintasan itu. Mereka juga sudah membasmi beberapa orang yang membuat para warga atau orang orang yang melintasi jalan itu menjadi resah.


Flashback beberapa hari yang lalu


Beberapa hari yang lalu, saat Putri Amelia dan para sahabatnya itu tinggal di sebuah penginapan yang masih belum layak untuk ditinggali oleh kalangan atas. Di sore hari saat mereka sedang membicarakan rencana mereka ke depan, tiba-tiba mereka mendengar keributan di luar kediaman atau penginapan tersebut. Tepatnya di sebuah rumah makan yang ada bersebelahan dengan penginapan.


BRAKKK


Salah satu dari anggota komplotan itu menendang pintu masuk ke rumah makan tersebut sampai mengakibatkan pintu itu menjadi rusak parah bahkan terlepas dari tempatnya. Beberapa orang yang masih makan di rumah makan dan beristirahat di sana menjadi terkejut.


"Heh..!! Siapkan makanan yang paling enak dan terfavorit yang ada di rumah makan ini !!!" Seru orang yang baru tadi menendang pintu dan diikuti oleh beberapa temannya di belakang. Dengan perasaan takut dan was-was, pemilik rumah makan itu pun langsung bergegas menyiapkan apa yang dipesan oleh komplotan itu. Terlihat para komplotan yang membuat resah masyarakat di mana-mana ini, tampak langsung berjalan menghampiri satu meja yang masih ada orang yang menempatinya.


Tak


"Heh anda tahu siapa kami.? Kalau kamu ingin selamat tinggalkan meja ini dan bayar makanan kami." Ujar salah satu dari mereka sambil meletakkan pedang dan sarungnya di atas meja dengan posisi tegak. Beberapa orang yang lain juga mulai mengambil tempat duduk di samping orang tersebut. Begitu juga dengan teman-temannya yang lain. Seolah saat itu kondisi mereka sedang genting dan terjepit tak dapat melakukan apapun.


"Ta-tapi Tuan Saya tidak memiliki uang... Ini jug-" ucapannya langsung terpotong akibat teriakan dari orang tersebut.

__ADS_1


"Saya tidak mau tahu !! Dan jika kamu ingin selamat maka segera keluarkan uangmu, atau kau akan pergi dari tempat ini dengan kepala buntung. Hahaha..!!" Ujarnya sambil tertawa disusul dengan tawa dari beberapa komplotannya yang lain.


Terlihat pemuda dan teman-temannya itu sudah gemetaran begitu juga para pemilik rumah makan serta pelayan yang melayani mereka. Karena suara tawa dan ribut-ribut itulah, Putri Amelia dan para sahabatnya langsung mengalihkan pandangan mereka mengintip dari arah jendela.


"Apa yang terjadi di luar sana ? Kenapa sangat ribut sekali ?" Tanya Putri Amelia kepada sahabat-sahabatnya.


Mereka semua pun langsung mengarahkan pandangan mereka ke arah jendela dan mengintip apa yang terjadi di tempat rumah makan itu. Di sana Mereka melihat beberapa orang sangat ramai keluar dari rumah makan dan berdiri di luar, beberapa juga dari orang-orang yang memang berada di luar itu ikut melihat apa yang terjadi di rumah makan tersebut.


"Entahlah nona. Sepertinya ini adalah kelompok pembuat onar itu. Tapi, alangkah baiknya kita pastikan. Takut nanti terjadi apa-apa." Ujar si biru mengusulkan. Si biru dan keempat orang lainnya saling memandang satu sama lain sejenak. Setelah itu mereka Langsung mengarahkan pandangan mereka lagi ke arah sumber keributan itu.


"Ya... Lebih baik seperti itu." Ujar Amelia. Mereka segera turun dari lantai 2 penginapan itu dan berjalan menuju rumah makan tersebut. Tampak, beberapa pria dewasa sedang menjadi tawanan mereka.


Beberapa meja sudah rusak dan patah, beberapa kursi pun tidak jauh berbeda. Amelia dan yang lainnya melihat hal itu langsung menggelengkan kepala mereka.


"Ck ck ck.. sungguh perbuatan yang tidak terpuji, bisa-bisanya kalian merusak fasilitas dan sarana prasarana yang tersedia di rumah makan ini." Ujar Putri Amelia dengan ekspresi dingin.


Tak hanya dingin, bahkan orang yang mendengar suaranya itu pasti akan merinding.

__ADS_1


Mereka yang mendengar suara Amelia dari jarak yang tidak jauh, langsung mengarahkan pandangan mereka ke arah Amelia.


Salah seorang lelaki dewasa yang kelihatan sudah babak belur karena dihajar oleh para kelompok membuat onar ini menggelengkan kepalanya ke arah Amelia dan teman-temannya itu. Seolah ia ingin menyampaikan kepada Amelia agar menjauh dari sana dan tidak membuat masalah.


Tap tap tap tap


Suara langkah kaki menjauh dari sang pemilik rumah makan sementara uang sudah berhasil dikantongi oleh orang tersebut. Kini ia berjalan mendekat ke arah Putri Amelia dan teman-temannya itu. Yang menunjukkan ekspresi yang begitu masuk dan siapapun yang melihatnya akan merasa jijik.


"Cih Siapa kalian jangan ikut campur dengan urusan kami." Ujarnya sambil mengusap-usap jenggot kambingnya itu. Iya juga melayangkan lirikan yang begitu mesum ke arah rumpi dan Sisil serta Putri Amelia.


"Cih !! Anda yang siapa.?? Bisa-bisanya anda membuat keributan di sini dan menindas mereka." Seru Sisil dengan marah. Iya benar-benar tak terima melihat rakyat kecil sepertinya ditindas oleh orang-orang yang memiliki kekuatan seperti kelompok pembuat onar ini.


"Bener itu!!! Kalian begitu kejam menindas mereka dan mencuri uang hasil jerih payah mereka. Sungguh tidak punya hati dan perikemanusiaan.!!!" Timpal ruby menyambung ucapan Sisil. Sementara Putri Amelia tersenyum sinis, tatapan matanya begitu tajam dan sangat menakutkan.


"Ternyata kalianlah yang membuat wilayah perlintasan ini menjadi sepi dari para penduduk. Juga membuat para rakyat yang berada di lingkungan ini ketakutan. Serta menghambat lajunya tingkat perekonomian masyarakat yang ada di sini. Ternyata kalianlah penyebab dari semua ini." Ujar Putri Amelia dengan ekspresi yang begitu dingin dan ucapannya pun sangat menusuk.


"Cih anda tidak tahu apapun!!! Jangan berlagak seperti pahlawan kesiangan, anak remaja sepertimu baiknya kembali ke ibumu dan belajar tata krama serta menghormati orang yang lebih tua darimu !!!" Seru salah satu kawanan pemberontak atau perampok itu yang tidak terima mendengar penuturan Putri Amelia. Lagian ngapain juga tidak terima dengan penuturan itu toh juga apa yang disampaikan oleh Putri Amelia benar adanya.

__ADS_1


"Lah !! kenapa kalian menjadi tersinggung dan marah!!! Bukankah itu yang sedang kalian lakukan saat ini. Menindas mereka dan mencuri semua uang hasil dari kerja keras mereka, serta membuat para orang-orang kaya atau para pedagang takut melintasi wilayah ini karena ulah kalian.!!!" Seru Sisil dengan ekspresi geramnya dia tidak terima sama dikasari seperti itu di depan matanya. Ya walaupun sisir tahu bahwa mau nanya pasti bisa melewati semua ini.


"Sudahlah Sisil jangan terlalu meladeni mereka. Kalian semua tahu kan kalau aku tidak suka berbasa-basi. Sebaiknya kalian berdua yang perempuan, cobalah untuk bertarung dengan mereka hitung-hitung latihan untuk mengetes seberapa kuat kalian sekarang." Ujar Amelia mengatakan hal itu kepada kedua pelayannya sekaligus temannya itu.


__ADS_2