PUTRI YANG TERSISIH

PUTRI YANG TERSISIH
57. si ubay


__ADS_3

typo dimana-mana. author malas revisi. kalau mau baca silahkan, tapi kalau tidak, skip saja, ngak usah banyak komen. ok, realistis saja ya teman-teman.


***


Ketua tersebut langsung mengarahkan pandangannya kembali kearah putri Amelia, padahal otaknya sedang berusaha mencerna ucapan sang putri dan warga, yang mengatakan bahwa kelompok nya membuat resah masyarakat setempat.


"Nama saya ubay. Dan saya tinggal di daerah ini. Ya, walaupun agak sedikit jauh dari pusat kota ini. Karena itu lah saya Bingung, ketika mendengar pernyataan kalian." Ucapnya. Amelia melihat wajah tenang tapi bingung itu.


"Kalau begitu, kamu telah lalai. Sebagai seorang ketua, seharusnya kamu mengawasi anggota mu." Ucap Amelia lagi dengan ekspresi dingin. Ubay sang ketua yang mendengar penuturan itu langsung menegakkan kepalanya.


"Benar, selama ini, ia mengabaikan anggotanya karena sibuk mengurusi anak-anak yatim-piatu yang ia pungut dijalan. Sehingga fokus nya hanya bagaimana cara mencari nafkah untuk menghidupi anak-anak itu.


"Anda benar nona. Sepertinya ada yang menghianati ku." Ujar ubay. Sementara itu, putri Amelia telah bertelepati kepada si hitam. Amelia menyuruh si hitam untuk mencari kebenaran mengenai ubay.


Si hitam yang sudah mendapat perintah, langsung membagi raganya, atau menciptakan kloning nya tanpa terlihat oleh orang lain. Setelah itu, langsung melesat dan mencari informasi.


Sebagai seorang harimau yang memiliki kepekaan yang tinggi. Dengan mudah ia menemukan tempat ubay sang ketua komplotan itu. Di dalam sebuah rumah sederhana yang ada sedikit di antar pinggiran hutan dan pemukiman, disana juga, ia melihat beberapa orang anak yang berjumlah tidak sedikit berkeliaran di sana, ada anak-anak yang sudah berusia remaja juga, sepertinya sedang berkebun.

__ADS_1


Untuk mendapatkan informasi yang akurat, kloning si hitam langsung merubah wujudnya menjadi sosok ubay dan berjalan mendekati anak-anak itu.


Saat si hitam berjalan mendekat menghampiri para anak-anak kecil itu. Salah satu dari mereka langsung berteriak melihat kedatangannya.


"Ayah !!!" Seru salah satu anak yang merasa girang karena kepulangan sang ayah yang ternyata adalah si hitam yang sedang menyamar.


Mendengar panggilan itu, si hitam yang sudah mengerti dunia manusia langsung tertegun sejenak. Iya berpikir dalam hatinya, Apakah semua anak-anak ini adalah anak-anak kandungnya atau bagaimana ? Pikir sih hitam yang berekspresi seperti si ubay agar tak menimbulkan kecurigaan. Setelah sedikit tersadar dari lamunannya, Iya tersenyum melihat anak-anak kecil yang berusia kisaran 2 sampai 5 tahun berlari berbondong-bondong menghampirinya.


"Ayah !! Kenapa ayah lama sekali perginya.? Kami sangat takut terjadi apa-apa dengan ayah !!" Ujar salah satu anak kecil yang sepertinya berumur 5 tahun itu. Anak-anak itu memeluk erat kaki si hitam yang sontak membuat si hitam menjadi bingung dan bertanya-tanya.


(Aduh !! Apa yang harus aku lakukan ya !! Sepertinya aku salah penyamaran, seharusnya menyamar jadi orang lain saja dan bertanya tentang keseharian ketua komplotan itu. Waduh waduh salah langkah lagi..) batin si hitam sambil menggarut-garut kepalanya dengan jari telunjuknya. Anak-anak yang melihat tidak ada respon dari ubay langsung berseru kembali.


"Nak kemarilah... Kenapa masih berdiri di sana. Lihatlah anak-anak begitu antusias menunggumu pulang." Ujar wanita paruh baya itu. Saat itu si hitam kembali tersadar, kini ia punya rencana untuk mengetahui siapa ubay sebenarnya.


"Hehehe.. baik bu.." ujar si hitam kemudian berjalan mendekat dengan diikuti oleh anak-anak itu. Kemudian si hitam dengan sengaja menjabat tangan wanita paruh baya itu untuk menyalami tangannya seperti orang-orang zaman modern yang memberikan penghormatan kepada kedua orang tuanya atau orang yang lebih tua dari mereka.


Saat si hitam menggenggam tangan wanita paruh baya tersebut. Beberapa ingatan sang wanita paruh baya menceritakan tentang ubay yang selalu berbuat baik dan sampai akhirnya menetap di tempat ini untuk membantu wanita paruh baya dan suaminya merawat anak-anak terlantar ini. Mendapati kenyataan seperti itu, si hitam pun langsung tersadar.

__ADS_1


Ternyata ketua komplotan itu dahulunya memang adalah orang yang selalu membuat keonaran. Tapi setelah melihat kehidupan anak-anak di tempat ini, ubay pun akhirnya berubah menjadi lebih baik serta memperhatikan dan membantu kedua orang tua paruh baya merawat anak-anak tersebut.


***


Sementara di tempat Putri Amelia. Kini sang ketua komplotan tengah menghadap Putri Amelia tempat yang tidak terlalu ramai. Kerumunan kerumunan yang dulu tercipta itu kini telah membubarkan diri setelah melihat bahwa sang ketua komplotan tidak mengetahui apapun. Amelia juga memutuskan untuk kemenangan masalah ini, sehingga para warga mempercayakan hal itu kepada Putri Amelia.


"Jadi kau tak mengetahui tentang semua kejadian ini.?" Tanya Putri Amelia kepada ubay yang langsung merespon dengan menggelengkan kepalanya. Di sana juga sudah tidak ada siapapun salah satu dari anggotanya. Mereka semua telah Amelia suruh untuk kembali ke tempat mereka semula dengan dipantau oleh si biru dari jauh. Saat mereka tengah mengobrol-ngobrol, tiba-tiba kloning dari si hitam memasuki tubuh aslinya.


Jleb


"Huh..!!" Langsung terdengar helaan nafas dari si hitam. Amelia yang menyadari bahwa kloning dari si hitam telah kembali, dengan segera Putri Amelia mengambilkan secangkir air putih dan diserahkan kepada si hitam untuk diminum. Setelah mengatakan terima kasih, si hitam pun langsung meneguk habis secangkir air putih tersebut. Sesaat setelah si hitam telah kembali normal. Amelia pun mulai bertelepati dengannya.


[Bagaimana hitam? Apa yang kamu dapatkan mengenai si ketua komplotan ini.?] Tanya Putri Amelia melalui telepati mereka. Si hitam pun segera merespon dan menceritakan apa yang ia ketahui.


Ia mengatakan bahwa si ubay ini dahulunya memang seorang pembuat onar atau penjahat kelas kakak. Tapi entah kenapa setelah melakukan petualangan dari desa ke desa atau dari kota ke kota, tiba-tiba ia merasa tersenyum dan berubah ketika melihat sepasang paruh baya yang mengasuh lebih dari 30 orang anak yang terdiri dari usia balita, anak-anak sampai remaja. Si hitam juga menceritakan tentang keseharian si ubay, sehingga ia tak mengetahui apa yang dilakukan para anggotanya di luar sana.


Karena dirinya tengah sibuk mencari nafkah untuk menghidupi anak-anak yatim piatu itu.

__ADS_1


Mendengar cerita sekilas dari si hitam.


Tiba-tiba Putri Amelia merasa tersentuh dan meneteskan air matanya. Memang ya, setiap orang memiliki hak untuk berubah dan kesempatan dalam kehidupannya. Putri Amelia pun kembali mengingat perlakuan keluarga Putri Amelia yang asli terhadap diri ini. Iya bertanya-tanya, Apakah ia akan memberikan kesempatan kedua kepada keluarga itu untuk kembali merajut keluarga yang harmonis bersama dengan kedua orang tua dan saudara-saudaranya.


__ADS_2