
Sementara itu, Amelia yang berada di kota Raja sebelah, yang tentunya tidak jauh dari kota Raja kerajaan Merkurius itu. Ia telah menemukan sebuah tempat yang dijual oleh pemiliknya karena ingin pindah dari kota itu ke kerajaan seberang. Kalau dikatakan perjalanan mereka cukup mulus, tentu saja tidak. Seperti halnya kejadian beberapa hari yang lalu yang mampu menguras tenaga.
Flashback beberapa hari yang lalu
Di perjalanan saat mereka tengah mencari tempat untuk membuka usaha baru. Mereka tidak sengaja mendengar beberapa obrolan dari orang-orang yang ada di kerajaan itu.
"Berhati-hatilah. Kalau sedang jualan lihat kiri kanan. Kita tidak tahu orang-orang itu pasti akan datang merampas uang-uang kita." Ujar sara salah seorang pedagang memperingati temannya yang lain.
"Kamu benar. Aku sudah mengamankannya di suatu tempat biarkan saja hanya ada beberapa uang di sini. Jangan menyimpan uang itu dalam tubuhmu karena mereka pasti akan menggeladahnya. Sisakan saja sedikit dalam kotak penyimpanan uang ini."; Timpal yang lain memberi solusi.
Amelia yang masih bersama Alen itu, yang tidak sengaja mendengar penuturan para warga yang ada di sana mendadak saling memandang satu sama lain. Mereka mengalihkan tatapan mata mereka ke arah para pedagang tadi. Tanpa orang-orang itu sepertinya memang selalu bersiaga.
"Nona, sepertinya kota ini sedang mengalami ketakutan." Tutur Alen kepada Amelia. Amelia yang mendengar penuturan alam kembali bertanya.
"Memangnya apa yang mereka takutkan ? Bukankah kota ini jauhnya hanya beberapa kilometer dari Kotaraja. Masa iya sang raja tidak memantau sampai ke kota ini. !!" Protes Amelia ketika mendengar penuturan alien itu. Alan sendiri hanya mengedipkan bahunya saja.
__ADS_1
"Entahlah, barangkali memang ada sesuatu yang tidak diketahui oleh sang raja. Bukankah Raja Merkurius itu adalah raja yang adil dan bijaksana ? Tapi sepertinya sang raja terlalu percaya pada bawahannya. Iya aku pikir barangkali seperti itu...!!" Seru alen lagi dengan santai. Amelia pun mengganggu anggukkan kepalanya.
"Bisa jadi seperti itu. Ya sudah ayo kita lanjutkan perjalanan kita." Ujar Amelia kembali. Namun saat mereka akan meninggalkan tempat itu, telinga mereka Langsung menangkap beberapa keributan yang terjadi di lapangan. Amelia dan Alen yang masih belum beranjak langsung melihat ke arah sumber kegaduhan itu.
Di sana terlihat beberapa orang berpakaian serba hitam dan berpenampilan seperti preman itu, sedang melakukan aksinya memalak para pedagang. Dan ternyata tak hanya para pedagang yang menjadi target mereka. Namun para pengunjung dan juga penikmat pasar tak luput dari sasaran mereka.
Melihat keributan dan kekacauan yang ditimbulkan oleh para orang-orang yang berpenampilan seperti preman itu. Warga yang masih berkeliaran menikmati keindahan pasar dan membeli beberapa kebutuhan mereka Langsung berhamburan pergi untuk menjauh dari masalah. Bahkan salah seorang yang berhasil tertangkap langsung digeledah begitu saja oleh para preman itu. Sementara yang menjadi korban sudah memohon memohon untuk mengembalikan uang itu karena akan digunakan untuk membeli kebutuhan-kebutuhan hidup mereka.
Amelia yang melihat hal itu langsung memicingkan matanya. Iya benar-benar geram melihat perlakuan yang sewenang-wenang seperti itu. Di mana para walikota atau para petinggi-petinggi yang bertugas untuk mengawasi keamanan dan kenyamanan para pengguna kota ini.
"Heh !! kembalikan uang yang kamu rampas kepada orangnya.!!!" Ujar Amelia dengan dingin karena kejadian itu terjadi pas di depan mata mereka. Alen yang mendengar nada dingin yang keluar dari mulut sang Nona langsung menjadi merinding. Ia berpikir saat ini nonanya tengah berada dalam mode singa.
Orang-orang yang berpakaian serba hitam atau para preman yang mendengarkan penuturan Putri Amelia langsung menghentikan aksi mereka dan melihat ke arah sang putri. Mereka yang melihat seorang gadis cantik yang berdiri menantang di depan mata mereka, mendadak mata mereka menjadi biru dan menyeringai. Siapa sih yang tidak menginginkan gadis cantik ?
"Heh ada nona cantik di sini.. kebetulan sekali, kami ke sini juga sedang mencari nona-nona yang cantik untuk melayani dan memuaskan kami. Ternyata tak perlu jauh-jauh mencari hahaha, Nona cantiknya datang sendiri menghampiri. Sungguh nikmat yang tak terdustakan.. hahaha..." Ujar salah satu dari mereka. Begitu senang dan bahagia seolah apa yang ia pikirkan pasti akan tercapai.
__ADS_1
Mendengar penuturan seperti itu, lagi-lagi Alen menggerutu.
(Dasar bodoh !!! Kamu pikir yang di hadapan kamu sekarang itu adalah seekor kelinci yang lucu dan imut ? Jauh-jauh sono ?!! Tapi tidak apa sih, kalian meresahkan. Mangsa saja Nona ) batin Alen memprovokasi Putri Amelia dalam hatinya. Entah kenapa Alen hanya mampu berkata seperti itu saja.
"Lepaskan Pak tua itu !!! Dan kembalikan uang yang telah kalian rampas padanya." Ujar Amelia kembali. Ekspresinya kembali bertambah dingin ketika selesai mendengar penuturan preman itu. Preman itu pun kembali tertawa terbahak-bahak. Entah apa yang lucu dari ekspresi Putri Amelia, barangkali ia sedang menertawakan dirinya yang mungkin sebentar lagi akan bertemu dengan malaikat Malik sang penjaga pintu neraka.
"Hahaha... Anda lucu sekali nona.! Membuatku semakin tertarik olehmu. Baiklah baiklah, untuk menyenangkan dirimu, aku akan menuruti semua permintaanmu Nona ku." Ucapnya lagi dengan tatapan menggoda dan mesum. Tentu saja, setiap perempuan yang melihat tatapan itu akan menjadi takut. Namun itu tentu saja tidak berlaku bagi Putri Amelia yang sudah berada di puncak heavenly.
"Heh kalian semua, lepaskan lelaki tua itu dan berikan kembali uang yang telah kita rampas. Karena gadis manis ini akan senang hati menggantikannya hehehe..." Ujar preman itu lagi. Setelah mengatakan hal itu teman-temannya pun melepaskan Pak tua yang menjadi tawanan mereka dan mengembalikan uangnya kembali. Dan sepertinya lelaki ini adalah ketua mereka, buktinya mereka mau mendengarkan perintah atau ucapannya itu.
Setelah itu, sang kakek tua yang sudah kembali mendapatkan hak yang telah dirampas oleh para preman itu langsung melarikan diri dari sana.. namun ia kembali menetap ke arah Putri Amelia seolah ingin mengatakan terima kasih dan berhati-hati. Setelah itu langsung meninggalkan tempat itu berlari terbirit-birit.
"Nah Nona ku yang cantik, kami sudah menuruti keinginanmu, sekarang giliran mu yang memenuhi keinginan kami.." ujar preman itu lagi. Sementara tempat itu sudah menjadi sepi dan hening, tak ada seorangpun di sana kecuali mereka semua. Mendengarkan aturan seperti itu Putri Amelia tersenyum sinis, tentu saja ini adalah akhir dari permainan.
"Baiklah kalau begitu, mendekatlah kemari.." ujar Amelia sambil menggerakkan ujung jarinya untuk memanggil mereka. Ekspresi yang Amelia berikan pun seperti seorang perempuan penggoda pada umumnya. Mereka tidak tahu saja kalau ekspresi itu merupakan sebuah jebakan untuk bisa menangkap mangsa.
__ADS_1
Melihat hal itu, sang ketua dari komplotan itu pun tersenyum senang kemudian tanpa menunggu lama ia langsung berjalan mendekat ke arah Putri Amelia berniat ingin segera membopong tubuhnya dan membawanya ke tempat yang sepi. Tapi ternyata, baru beberapa langkah saja tubuhnya telah melayang di udara akibat dari tenaga dalam yang dikeluarkan oleh Amelia.
BRAKK