PUTRI YANG TERSISIH

PUTRI YANG TERSISIH
83. bingung sendiri


__ADS_3

"Maksud Anda bagaimana..?? Apakah tempat ini dimiliki seseorang..?? Oh kebetulan bertemu dengan anda. Say_" ucapan Putri Amelia terpotong ketika ingin bertanya mengenai Sang nenek yang ada di tempat ini.


"Tenang saja yang mulia. Sayalah yang anda cari. Bukankah cucu Saya telah mengatakan bahwa aku sedang menunggu kedatanganmu..??" Tanya perempuan itu lagi yang langsung membuat Putri Amelia kembali tercengang berkali-kali.


Bagaimana mungkin !! Ceritanya ia akan bertemu dengan seorang nenek seperti yang ada dalam benak Putri Amelia. Di mana Kalau sudah disebut nenek, tampilannya pasti sudah tua renta, berambut putih atau semacamnya. Ditambah lagi wajahnya pasti sudah keriput karena dimakan usia. Tapi lihatlah, dia bukanlah seorang nenek melainkan seperti seorang gadis dewasa yang sangat cantik.


"Tapi.. bagaimana itu mungkin anda seorang nenek. Sementara..." Ujar Putri Amelia bingung ingin mengatakan apa. Nenek yang berkedok gadis tersebut pun tersenyum.


"Anda tidak perlu pusing memikirkan itu yang mulia. Di tempat ini semua hal mustahil bisa terjadi kapan saja. Bahkan hal-hal yang tidak bisa dicerna oleh akal sehat dapat terjadi di tempat ini." Ujar perempuan itu kembali. Putri Amelia kembali mengerutkan keningnya ketika menyadari sesuatu.


"Kenapa Anda memanggil saya yang mulia..??" Tanya Putri Amelia lagi sambil memicingkan matanya. Untuk sementara waktu, ia merasakan sesuatu perasaan yang tidak enak. Jangan sampai kejadian yang sama ketika mereka pergi mengunjungi dunia lautan terjadi di tempat ini.


"Tentu saja. Sebaiknya yang mulia ikut dengan saya agar yang mulia dapat mengetahui kebenarannya." Ujar perempuan tersebut.


Akhirnya mau tidak mau Putri Amelia menurut dan mengikuti gadis cantik itu pergi menuju suatu tempat yang tak kalah indah dari tempat itu. Namun selain memiliki unsur keindahan yang tak pernah ada, di sana juga sangat padat energi spiritual. Putri Amelia terkagum-kagum.


"Kamu sudah datang." Terdengar suara itu begitu dingin menusuk di telinga Putri Amelia.


Putri Amelia yang masih tertegun dengan keindahan yang ada di tempat ini dibuat langsung terkejut oleh suara itu.

__ADS_1


"Astaga...!!" Kaget Putri Amelia. Ia memegang dadanya yang berdegup kencang karena terkejut. Kemudian mengarahkan pandangannya di mana suara itu berasal. Dan


Jreng jreng


Alangkah terkejutnya Putri Amelia melihat sosok yang berdiri di depannya ini. Tentu saja ia mengenali sosok itu, sosok ini yang selalu mengejar-ngejarnya ketika berada di kota Tidore saat membuka dan menjual berbagai jenis kosmetik di sana.


"Kamu !!!" Seru Putri Amelia sedikit memekik karena tidak percaya. Putri Amelia mengerjab-erjabkan matanya dengan cepat. Ia masih belum percaya dengan keberadaan pangeran William di tempat ini.


"Iya.. ini aku..." Ujar pangeran William dengan senyum manis di bibirnya membuat Siapa saja yang melihat senyum itu akan dibuat meleleh seperti halnya Putri Amelia saat ini. Ia sendiri merasa tertegun melihat senyum manis pangeran William membuat pipinya merona.


"Hm... Kenapa Anda tiba-tiba berada di tempat ini pangeran..??" Tanya Putri Amelia kepada pangeran William. Ia berusaha mengalihkan suasana agar tak terlalu tertegun dan terpesona kepada makhluk yang tak ada di depannya ini.


Ia tak memasang wajah garang di hadapan wanita yang kita cintai ini. Lagi pula memang tugas pangeran William yang harus mencari dan melindunginya. mendengar penuturan pangeran William, putri Amelia merasa tidak enak hati.


"Hm. Maafkan Aku. Tapi setelah kejadian saat itu, di mana Yang mulia Raja Robert serta para pangeran lainnya mengetahui keberadaanku. Aku tiba-tiba merasa tidak nyaman. Jadi aku memutuskan untuk pergi berpetualang bersama teman-temanku. Lagi pulang ngapain juga mereka harus terjadi kegemparan karena kepergianku. Sungguh tidak masuk akal." Ujar Putri Amelia masih sedikit merasa kesal kepada keluarganya.


Walaupun sebenarnya beberapa bulan ini ia merasakan sedikit rasa rindu ingin melihat kedua orang tuanya. Barangkali ini adalah keinginan raga sang pemilik asli.


"Aku paham dengan apa yang kamu rasakan. Karena itu, walaupun aku mengikuti setiap kegiatan kamu setelah melarikan diri dari dari kerajaan Merkurius, aku tetap tak mengganggu aktivitasmu dan membiarkan kamu melakukan sesuka hatimu. Lagi pula, Aku ingin memberikan kesempatan kepada calon permaisuriku untuk menikmati petualangannya sebelum akhirnya aku mengurungnya." Bisik pangeran William ketika mengatakan hal itu.

__ADS_1


Membuat Putri Amelia kembali diserang rasa panas di wajah yang langsung menyembur rona merah yang lucu. Namun tiba-tiba Putri Amelia tersadar, ini bukan saatnya bagi dirinya untuk tersipu malu mendengar penuturan pangeran William. Tapi ini adalah waktunya untuk menyelesaikan permasalahan yang terjadi di kota mati itu.


"Hm.. maaf ya mulia sekali lagi. Saya ke sini bukan untuk mendengarkan gombalan Anda yang mulia hehe. Tapi saya ke sini ingin berbicara dengan nenek itu." Ujar Putri Amelia sambil menunjuk perempuan yang cantik tersebut. Pangeran William tersenyum.


"Tentu saja, kau bisa berbicara dengan nenekku apa saja yang ingin kamu tanyakan..??" Ujar pangeran William yang membuat Putri Amelia kembali melotot. Nenekku !! Kata itu tentu saja menjadi ambigu bagi Putri Amelia. Apakah nenek yang berwajah gadis ini adalah keluarga pangeran William ?


"Maksudnya apa pangeran..?? Kenapa tiba-tiba kamu menganggap atau mengatakan Ia adalah nenekmu. Bukankah ia berasal dari kota mati yang kena kutukan itu..??" Tanya Putri Amelia sambil memicingkan matanya. Melihat Putri Amelia Yang penasaran seperti itu, membuat pangeran William terkekeh lucu karena memang wajah sang putri begitu imut.


"Karena itu.. ngobrol lah bersama nenek agar kalian menjadi akrab... Karena sebentar lagi, kamu juga akan menjadi bagian darinya hehehe..." Ujar pangeran William lagi.


Putri Amelia kehabisan kata-kata, sungguh semua yang dialami belakangan ini merupakan sebuah kejutan terhadapnya. Ia tidak menyangka bahwa pangeran William ternyata pemilik tempat ini. Atau keturunan dari sang pemilik.


Tapi bukankah gadis yang mengantarkan mereka tadi mengatakan bahwa mereka hanyalah penjaga ? Tapi kenapa pangeran William mengatakan bahwa nenek itu adalah neneknya ? Memikirkan semua itu membuat kepala Putri Amelia tiba-tiba menjadi pusing. Saat itulah sang nenek muncul dengan membawa secangkir minuman yang begitu harum.


"Tidak usah kamu pikirkan nak. Karena sebentar lagi kamu akan mengetahuinya." Ujar nenek tersebut sambil menyodorkan secangkir minuman yang berbau harum itu kepada dirinya.


Putri Amelia yang disodorkan minuman yang rasanya harum yang belum pernah Ia temui sebelumnya mendadak merasa aneh.


"Apa Ini Yang mulia..." Ujar Putri Amelia dengan spontan menyebut nenek tersebut yang mulia. Karena menurut Putri Amelia, siapapun yang berhubungan dengan pangeran William pastilah orang-orang yang hebat atau petinggi.

__ADS_1


__ADS_2