
Ia langsung membawa Putri Amelia menghilang dari tempat itu, menuju lapisan yang paling dalam. Setelah sampai, baru pangeran William menurunkan nya.
"Ih.. anda memang suka bertindak diluar nalar." Protes putri Amelia kepada pangeran William. Tapi, pangeran William tidak peduli. Ia langsung menggandeng tangan putri Amelia dan membawa nya ke sebuah batu yang biasa ia gunakan untuk berkultivasi.
"Ayo. Sekarang, waktunya memperkokoh kekuatanmu. Jangan puas dengan kekuatan yang kecil itu." Ujar pangeran William yang membuat Putri Amelia lagi-lagi melotot.
Apa katanya tadi, kekuatan kecil.!!! Apakah kekuatan yang diwariskan oleh Dewi Anjani adalah kekuatan kecil baginya ? Kalau memang ia, sekuat apa orang ini. Pikir Putri Amelia lagi.
Kini, mereka berdua telah berada di lapisan terakhir, dimana semuanya adalah 24 lapisan dengan tingkat energi spiritual yang berbeda beda. Mendengar penuturan pangeran William, putri Amelia ingin sekali menggeplak kepala pangeran William itu. Namun ia tahan.
"Maksudnya apa,!! pangeran mengatakan kalau kekuatan aku itu masih kecil. Aku tu dah sampai di tingkat surgawi ya, dan juga berada di level tertinggi." Ujar Putri Amelia sambil meletakkan kedua tangannya di atas pinggangnya. Pangeran William yang merasa gemas melihat putri Amelia seperti itu, dengan tanpa sadar, pangeran William mencubit pipi tembem tersebut.
"Uuuhhh... Manis sekali sih. Pengen banget di icip." Ujar pangeran William sambil mencubit pipi putih itu.
Putri Amelia yang mendengar ucapan tersebut, sontak bayangan kejadian beberapa saat yang lalu, dimana mereka sedang membahas si dodol dan berakhir dengan ciu-man, kejadian itu melintas Begitu saja di kepalanya. Membuat Putri Amelia kembali merona. Dengan cepat, ia menggeleng-gelengkan kepalanya.
(Is.. aku mikir apa sih..!!! Lama-lama, otak ku jadi tercemar pula dengan adegan dewasa itu. Jangan sampai, aku masih kecil.) Batin Putri Amelia mengembung kan pipinya.
"Kenapa..?? Memikirkan sesuatu..??" Tanya pangeran William yang tiba-tiba mendekatkan wajahnya kearah putri Amelia. Membuat Putri Amelia terkejut, dengan cepat, putri Amelia langsung memundurkan wajahnya.
"YAAA...BISA TIDAK SIH.. NGAK USAH NGAGETIN." Teriak Putri Amelia dengan reflek. Sementara pangeran William malah tertawa senang melihat kekonyolan putri Amelia yang ternyata, kalau di goda akan kehilangan sifat anggunnya. Yang ada hanya lah sifat bar-bar saja.
__ADS_1
"Hehehe... Maaf cinta. Aku suka melihat wajahmu dari dekat." Ujar pangeran William lagi. Putri Amelia lagi-lagi dibuat merona dengan ungkapan pangeran William itu.
"Lalu tunggu apa lagi..!! Katanya mau berkultivasi. Ayo buruan ah..!!" Ujar Putri Amelia dengan perasaan malu.
Malu karena berkali-kali selalu dibuat merona dan jantung berdetak tak karuan mendengar gombalan pangeran William. Dengan segera Putri Amelia pun menghindari pangeran William agar jantungnya menjadi aman. Ia berjalan ke arah sebuah gundukan batu yang memang dikhususkan untuk berkutivasi.
Kemudian Putri Amelia menaiki batu tersebut dan duduk dengan posisi Lotus. Kemudian ia menarik nafasnya dengan dalam dan menghembuskannya dengan pelan sambil menutup kedua matanya dan mulai menyerap semua esensi atau unsur-unsur alam yang ada di tempat ini.
Sementara itu. Pangeran William juga menyusul Putri Amelia dan duduk di bawah batu tersebut dengan mengambil posisi Lotus juga. Dan dengan segera pangeran William menemani Putri Amelia bermeditasi di tempat itu.
***
Tak terasa bagi mereka berdua, mereka telah berkultivasi selama sebulan di tempat yang tak berujung ini. Berkali-kali, kekuatan Putri Amelia meningkat dengan pesat hingga menembus level dewa-dewi. Bahkan berkali-kali pula tubuhnya mengeluarkan letusan-letusan kecil untuk menyeimbangkan kolam spiritual Putri Amelia.
Perlahan, Putri Amelia dan pangeran William membuka mata mereka secara bersamaan. Angin sepoi-sepoi langsung bertiup menyambut keduanya. Putri Amelia yang sudah mencapai puncak dewa-dewi itu mencoba untuk melayang hanya dengan memikirkannya saja, dan dengan segera tubuhnya pun langsung mengambang di udara.
"Wah... ini adalah kekuatan yang sangat menakjubkan... Dan ini adalah metode yang sempurna." Kagum Putri Amelia sambil tersenyum puas.
Begitu juga dengan pangeran William, namun pangeran William hanya menyudahi kultivasinya tanpa banyak drama karena ia sudah mengetahui apa yang akan terjadi pada kekuatannya.
"Walaupun ini adalah kekuatan yang sempurna. Tapi kamu tidak boleh berhenti berkultivasi untuk memperkokoh setiap gerakan ilmu bela dirimu. Dan juga tetap pada prinsipmu, yaitu Jangan meremehkan lawan walaupun telah berada di puncak dewa-dewi." Ujar pangeran William menasehati Putri Amelia yang terlihat merasa puas dengan pencapaiannya saat ini.
__ADS_1
Putri Amelia yang tersadar bahwa masih ada pangeran William di sampingnya langsung turun dan menapaki bumi. Kemudian ia berjalan mendekat ke arah pangeran William dan mengamati wajah pangeran William dari dekat.
"Apakah kamu beneran seorang dewa..??" Sebelah alis pangeran William terangkat. Seolah ia ingin mengatakan apa maksud dari perkataan Putri Amelia.
"Soalnya wajahmu tampannya berkali-kali lipat. Membuat hatiku jadi jedag jedug hehehe.." gombal Putri Amelia membuat pipi pangeran William menjadi merona.
Sepertinya Putri Amelia ingin balas dendam terhadap pangeran William yang selalu membuatnya menjadi salting melting dan melayang-layang setiap mendengar kata-kata menggoda yang di tujukan kepadanya.
"Hm... Kau baru tahu kalau calon suamimu ini tampan. Dulu kamu ke mana saja.. kenapa baru sadar sekarang." Ujar pangeran William sambil menjentikkan jarinya di kening Putri Amelia yang masih berjarak 5 cm dari wajahnya. Membuat sang empu mengadu kesakitan.
"Auch... Sakit pangeran..!! Kalau tahu begini, mending tidak usah memuji ketampananmu. Cih.. dasar." Ujar Putri Amelia sambil memanyunkan bibirnya 5 cm. Pangeran William yang melihat itu tentu saja merasa gemes terhadap Putri Amelia. Tanpa babibu ia langsung melayangkan satu kecupan di pipi tembem itu.
Cup
Putri Amelia yang merasakan kecupan tiba-tiba di pipinya, langsung matanya melotot ke arah pameran William, yang ternyata sang pelaku tengah menyengir kuda melihat mata Putri Amelia yang melototinya.
"Pangeran !!! Apa yang Anda lakukan..!!" Ujar Putri Amelia dengan menaikkan nada suaranya karena tidak terima pangeran William mencuri kecupan di pipinya.
"Tidak ada, aku hanya mengambil hakku di pipimu yang menempel hehehe. Sekarang kau ingin kembali bukan.?? Jadi untuk petualanganmu hari ini, aku ingin menemanimu.." ujar pangeran William.
Ia memutuskan untuk ikut berpetualang bersama dengan wanita pujaannya. Karena ia tahu, rasa rindu yang selama ini bersarang tak bisa dituangkan pada orang lain. Jadi untuk menghindari hal tersebut, dan sekaligus menjaga kewarasannya, ia harus ikut berpetualang bersama dengan Putri Amelia. Tapi sepertinya Putri Amelia keberatan dengan permintaan dan penuturan pangeran William.
__ADS_1
"Anda ingin ikut yang mulia..??" Tanya Putri Amelia kepada pangeran William yang langsung dibalas anggukan kepala dari sang pangeran. Putri Amelia menarik nafasnya dengan kasar dan menghembuskannya begitu saja.
"Tidak bisa !! Anda tidak boleh ikut yang mulia. Mending yang mulia kembali saja ke istana dan lindungi kerajaan. Aku sedang berpetualang untuk mencari kenyamanan diri. Dan suatu saat nanti juga aku akan kembali." Tutur Putri Amelia.