
Kini mereka berniat untuk melanjutkan perjalanan mereka untuk menjelajahi benua ini.
"Bagaimana nona, Apakah semuanya sudah siap.?" Tanya si biru yang tiba-tiba muncul dari sana. Putri Amelia dan kedua pelayan setianya itu pun langsung tersenyum simpul. Tentu saja semua persiapan mereka telah siap dan siap untuk melakukan petualangan kembali.
"Tentu, ayo kita lanjutkan perjalanan kita." Seru Amelia lagi. Ia berjalan kedepan untuk memimpin jalan. Ternyata, sesampainya mereka di luar penginapan. Disana terlihat beberapa segerombolan orang banyak, yang berdiri diluar penginapan itu. Terlihat, beberapa tamu juga sedang mengamati segerombolan orang orang tersebut. Melihat itu, putri Amelia dan kawanannya langsung mengerutkan keningnya.
Siapa mereka ini. Kenapa berdiri di depan penginapan seperti sedang menunggu orang saja. Pikir putri Amelia. Tapi, tiba-tiba matanya menangkap beberapa sosok yang dihajar oleh Sisil dan ruby Beberapa hari yang lalu. Mereka tampak sudah baik-baik saja.
Menyadari situasi. Putri Amelia langsung tersenyum. Ternyata, rencana nya untuk melepaskan orang orang tersebut saat kabur ternyata tidak sia-sia. Ia yakin, bahwa mereka hanya lah sebagian kecil dari kelompok para perampok itu.
Terlihat, seseorang dari yang ia kenal itu, mendekati seorang laki-laki yang sepertinya dianggap sebagai bos besar mereka. Kemudian mendekatkan bibirnya ke telinga sang lelaki itu. Tentu saja membisikkan sesuatu. Setelah adegan itu selesai. Lelaki tersebut langsung menatap kearah mereka dan memicingkan matanya. Setelah itu, berjalan mendekat ke arah mereka. Beberapa dari para tamu yang ada disana berbisik bisik.
"Lihat, mereka telah lama berdiri disana, seperti menunggu seseorang. Aku yakin, pasti akan terjadi kekerasan di sini. Dan sebaiknya jangan ada yang ikut campur." Ujar salah satu tamu, yang ikut hadir disana. Ia heran melihat orang orang tersebut.
__ADS_1
"Hei. Itu seperti orang orang yang membuat kekacauan di rumah makan penginapan ini. Seperti nya mereka kembali untuk mencari mereka yang telah menggagalkan aksi mereka beberapa hari yang lalu. Dan kali ini, mereka pasti datang dengan ketua komplotan mereka." Ujar salah seorang lagi, yang ikut menyaksikan pertarungan sengit Beberapa hari yang lalu itu.
"Kali ini, mereka pasti datang untuk menuntut balas atas kekalahan mereka kemarin. Tapi, aku tidak yakin kalau mereka akan bisa dikalahkan. Soalnya, pertarungan sengit kemarin itu sangat memuaskan." Ujar yang lain lagi. Kini, ketua komplotan itu telah berdiri tepat di depan putri Amelia dan kawan-kawannya. Jauh mereka hanya berkisaran dua meter saja.
"Apakah kalian yang telah mengajar orang orang ku.?" Tanya sang pimpinan itu. Ia berlagak Sombong di hadapan putri Amelia dan kawan-kawannya. Namun, bukan nya menjawab, putri Amelia malah mengamati bentuk kan dari lelaki itu. Terlihat, badannya sangat besar dan kekar. Tapi, kalau soal tingkat kultivasi, tentu saja Masi berada jauh di atasnya. Tapi, tetap saja, putri Amelia tidak boleh meremehkan lawan.
"Memangnya kenapa ? Apakah Anda adalah ketua dari komplotan itu.? Kalau memang iya, apa yang menjadi alasan, saat kamu diangkat menjadi ketua. Apa karena kamu itu berbadan besar ?" Ujar Putri Amelia meledek sang ketua komplotan itu.
Mendengar penuturan seperti itu, sontak membuat mereka semua yang ada di sana menjadi terkejut. Bisa-bisanya nona ini dengan santai memprovokasi lelaki itu. Tapi, itu hanya berlaku pada orang orang itu saja, tidak dengan ke empat orangnya. Mereka mulai kembali berkasat kusut.
"Lancang sekali anda nona !! Apakah Anda tidak tau, Kalau saya adalah orang yang paling berkuasa di tempat ini !!" Seru orang tersebut. Tentu saja ia tersinggung. Bisa-bisanya, wanita lemah yang tingkat kultivasi nya yang tidak ada, memprovokasi nya seperti itu. Mendengar teriakkan itu, putri Amelia tersenyum sinis. Ia masih menghadapi masalah ini dengan santai. Tapi, beda halnya dengan para pengikutnya. Mereka sangat geram mendengar orang tersebut berteriak di hadapan sang nona
"Cih.!! Santai saja tuan. Anda tidak perlu berteriak seperti itu di depan mataku. Aku tidak buta ataupun pikun." Ujar Amelia sambil menutup lubang telinga nya dengan jari kelingkingnya.
__ADS_1
"Cih !! Tidak usah berkilah. Katakan saja apa maksudmu menyerang orang-orang ku kemarin.!!" Seru orang itu lagi. Ia menatap putri Amelia dengan tatapan sangar. Yang sangat menakutkan. Ia pikir putri Amelia pasti akan takut melihatnya.
"Cih !! Santai saja tuan. Lagi pula, seharusnya aku yang mengatakan hal itu, kenapa anda dan komplotannya anda mengganggu ketenangan orang orang yang melintasi kota ini, juga anak buah anda membuat resah masyarakat dan menciptakan masalah dimana-mana. Apakah Anda bisa menjelaskan nya.?" Tanya putri Amelia. Ia bertanya dengan santai dan menatap orang itu dengan malas.
"Maksud anda apa nona.?" Tanya sang ketua komplotan. Ia tidak mengerti sama sekali. Kenapa kelompok nya di tuduh seperti itu padahal, ia tak pernah memerintah kan para pengikutnya untuk membuat masalah dan mengganggu masyarakat. Walaupun wajahnya terlihat galak dan sangar, tapi ia tidak akan sampai hati melakukan hal ini. Mendengar penuturan sang ketua komplotan itu, Putri Amelia pun langsung mengerutkan keningnya.
Sepertinya ada terjadi kesalahpahaman di sini. Tapi ia tidak ingin terburu-buru untuk menyimpulkan hal itu. Putri Amelia pun langsung berniat untuk memancing sang ketua komplotan itu.
"Maksud saya ??? Kenapa anda bertanya dengan maksud Saya.? Saya hanya ingin mengatakan yang sebenarnya saja. Dimana, kehadiran anda disini telah membuat semua warga yang melintas menjadi takut dan waspada." Jelas Amelia. Ia kembali melihat gelagat yang membingungkan. Sepertinya sang ketua komplotan itu bertambah bingung.
"Kelompok anda membuat resah masyarakat. Dimana, kalian akan senang merampok, menyakiti siapa saja yang tak menuruti keinginan kalian, menculik dan mempe-rkosa wanita, menindas mereka yang lemah. Lalu, apanya yang anda tidak mengerti tuan.!!" Seru Amelia lagi. Mendengar penuturan itu, ketua tersebut kembali menggelengkan kepalanya. Ia benar-benar tidak habis pikir. Orang-orang juga yang ikut menonton keributan itu ikut di buat bingung.
"Kenapa anda menjadi bingung tuan. Semua yang dikatakan oleh nona itu benar.!! Saya dan kami semua yang ada disini adalah saksinya. Kenapa anda terlihat tak mengetahui apa-apa.!!!" Seru salah satu warga yang kebetulan ada disana.
__ADS_1
"Iya tuan. Kelompok anda ini, sudah membuat resah masyarakat yang ada.!!!" Timpal yang lain lagi. Karena merasa ada sesuatu yang tidak beres. Putri Amelia mengalihkan pandangannya kearah anak buah dari orang tersebut. Iya mengamati orang-orang itu dengan seksama, sampai ia melihat seorang dari komplotan itu bertingkah aneh. Walaupun ia sudah berusaha untuk tenang, namun itu tentu Masih terbaca oleh putri Amelia. Ia kembali mengarahkan pandangannya ke arah ketua itu.
"Siapa nama anda tuan.?" Tanya putri Amelia tiba-tiba. Ekspresi nya begitu dingin.