PUTRI YANG TERSISIH

PUTRI YANG TERSISIH
81. mini khayangan


__ADS_3

setiap pembentukan bentang alam yang alami, pasti akan menjadi daya tarik tersendiri bagi siapa saja yang melihatnya.


"Nona, lihatlah. Kupu-kupu ini begitu indah, mereka sangat indah..!!!" Teriak sihitam dan si biru yang menyerupai harimau. Dalam sekejap,tempat ini dapat dianggap sebagai sebuah kota khayangan yang begitu indah.


"Benar sekali. Mata airnya juga sangat indah, kepada energi spiritual juga di tempat ini tidak bisa di ragukan lagi." Ujar Putri Amelia yang langsung merasakan energi spiritual menerobos masuk ke dalam kolam spiritual nya. Saat mereka sedang menikmati pemandangan taman surga ini. Tiba-tiba ada yang datang menyapa mereka dengan ramah.


"Selamat datang di taman mini khayangan." Ujar seorang gadis yang cantik dengan penuh kelembutan dan penghormatan. Mereka semua pun tersentak dan langsung melihat gadis cantik tersebut.


"Ehem.. maaf kan kami nona, karena memasuki tempat ini tanpa izin." Ujar Putri Amelia dengan penuh penyesalan dan rasa hormat. Begitu juga dengan yang lain. Mereka akui, tempat ini memang sangat bagus, tapi tentu saja mereka tidak boleh sembarang memasuki tempat orang lain tanpa izin.


"Tidak apa-apa nona. Tempat ini terbentuk dengan sendirinya, jadi siapa saja boleh menikmatinya. Karena, orang yang dapat menemukan tempat ini, berarti mereka adalah orang-orang yang terpilih." Jelas gadis cantik jelita itu. Putri Amelia dan kawan-kawannya pun mendadak menjadi bingung. Kenapa harus orang orang yang terpilih. Bukankah ini adalah tempat terbuka bagi semua orang. Pikir mereka.

__ADS_1


"Maaf Nona. Bukankah tempat ini adalah tempat terbuka yang bisa di nikmati oleh orang Siapa saja." Ujar Putri Amelia lagi. Mereka semua pun saling besitatap.


"Tentu saja. Ini adalah tempat terbuka bagi siapa saja yang bisa menemukan tempat ini. Dan kalianlah orang nya. Namun, walaupun begitu, Kalian Masi berada di lapisan pertama tempat ini. Maksud kedatangan kalian di tempat ini, adalah untuk betemu dengan nenek saya bukan..??" Tanya gadis itu dengan tiba-tiba. Mendengar penuturan sang gadis, mereka semua pun kembali saling menatap. Kenapa gadis ini bisa mengetahui maksud kedatangan mereka.


"Apakah Anda mengetahui niat kami mencari nenek mu..??" Tanya Putri Amelia kepada gadis itu. Gadis itu pun menganggukkan kepalanya.


"Tentu saja. Kalian datang ke sini pasti karena ingin memecahkan misteri mengenai kota mati itu kan..?? Misteri yang ada di kota mati itu sampai sekarang belum ada yang berani memecahkan, karena orang terpilih untuk memecahkan pola sebuah simbol yang tertempel di dinding-dinding benteng kota mati tersebut belum ketemu juga. Nenekku bisa saja melakukannya, tapi dirinya hanyalah seorang rakyat biasa yang tiba-tiba bertransformasi menjadi seorang penjaga di tempat ini." Ujar gadis itu lagi. Gadis itu pun mengajak mereka untuk pergi ke tempat sang nenek.


"Lalu.. Kalau kami tidak bisa melewati beberapa lapisan.? Apa yang akan terjadi kepada kami..??" Tanya ruby dan Sisil kepada gadis cantik itu. Mereka bertanya sambil berjalan mengikuti sang gadis yang akan membawa mereka bertemu dengan sang nenek.


"Kalian tenang saja. Jika tidak bisa melanjutkan perjalanan, tidak akan terjadi apa-apa dengan kalian. Hanya saja kalian akan terhenti Di tempat itu dan menunggu di sana. Dan Jika boleh saya memberikan saran, saat kalian menunggu pergunakanlah waktu itu untuk menyerap semua esensi energi yang ada di tempat ini. Karena kekuatan spiritual yang ada di sini sangat murni dan tak akan pernah habis. Kalian juga hanya memiliki satu kesempatan untuk bisa mengunjungi tempat ini kecuali pemiliknya. Jika sudah keluar, maka tidak akan bisa masuk kembali walaupun suatu saat kalian bisa melihat tempat ini kembali." Jelas gadis cantik itu sambil tersenyum ke arah mereka semua. Putri Amelia dan yang lainnya pun mengganggu anggukkan kepala mereka.

__ADS_1


" Baiklah kalau begitu. Terima kasih banyak atas informasinya. Sebaiknya mari kita lanjutkan perjalanan kita." Ujar Putri Amelia lagi berterima kasih kepada gadis itu sekaligus memintanya untuk kembali memimpin perjalanan mereka.


"Baiklah, mari." Mereka semua pun melangkahkan kaki mereka menapaki tempat yang begitu indah tersebut. Sekilas terlihat, tempat ini seperti mengambang di atas awan, namun secara logika, ini merupakan sebuah tempat pegunungan yang cukup tinggi dan terjal yang tak bisa digapai oleh sembarang orang.


Mereka berjalan melewati beberapa lapisan, lapisan pertama belum ada tanda-tanda terjadi apa-apa kepada rombongan Putri Amelia. Mereka terus melangkah menuju lapisan berikutnya, dan setibanya mereka di lapisan ketiga tempat ini, ternyata mereka sudah tidak kuat lagi kecuali Putri Amelia dan gadis tersebut pun ikut merasa kelelahan.


"Nona..!!! Saya hanya bisa mengantarkan Nona sampai di lapisan ketiga. Karena walaupun saya dan nenek saya yang menjaga tempat ini, Kami tetap tidak bisa melakukan hal-hal yang kami suka di tempat ini karena memang pada dasarnya, tempat ini bukanlah milik kami. Jadi barangkali Nona bisa melanjutkan perjalanan sendiri. Dan kami akan menunggu Nona di sini." Ujar putri cantik itu. Putri Amelia dan mereka semua menghentikan langkah mereka. Kemudian Putri Amelia juga mengamati anggota-anggotanya itu. Terlihat memang mereka semua rasanya sudah tidak bisa lagi untuk melanjutkan perjalanan ke lapisan berikutnya. Belum berada di penghujung lapisan ketiga saja mereka sudah kehabisan tenaga karena tekanan yang diberikan.


"Apakah tidak apa-apa aku meninggalkan kalian di sini..??" Tanya Putri Amelia kepada kawan-kawannya. Iya juga merasa tidak tega untuk berpisah dan rasanya agak berbeda tanpa mereka. Namun tekad Putri Amelia lebih besar agar bisa menyelamatkan kota mati tersebut. Sehingga para warga di sana dapat hidup dengan normal. Ya masih untung-untung bisa mengembalikan para penghuni atau penduduk di desa itu. Kalaupun tidak berhasil setidaknya kota tersebut telah terbebas dari sebuah kekuatan yang begitu mengerikan, yang melingkupi dan menutup akses kota tersebut.


"Pergilah Nona. Kami akan menunggu Nona di sini., Lagi pula di sini di dilingkupi dengan berbagai energi spiritual yang bisa kami serap. Jadi nona bisa melanjutkan perjalanan dan kami akan menunggu di sini." Putus mereka. Putri Amelia pun menatap mereka satu persatu, seolah ingin mencari sesuatu di balik tatapan mereka. Namun yang ada tatapan yang mereka berikan adalah tatapan tekad yang begitu kuat.

__ADS_1


__ADS_2