
Sesampainya mereka di dalam istana dengan melakukan teleportasi, pangeran Melvin yang melihat kehadiran Putri Amelia dan saudaranya itu langsung bersorak gembira. ia langsung berlari tunggang langgang untuk memberitahukan ayahnya mengenai kehadiran Sang Putri. Pangeran William menggelengkan kepalanya melihat aksi ajaib adiknya itu sementara Putri Amelia tersenyum melihat kekonyolan pangeran bungsu di kerajaan Merkurius ini.
"Sepertinya adik mu sangat bersemangat yang mulia.." ujar Putri Amelia kepada pangeran William. Pangeran William pun terkekeh.
"Tentu saja. Ia sangat bahagia melihatmu kembali. Apakah kamu tahu, ia selalu mengatakan hal ini kepada ayah, 'ayah kapan aku bisa bertemu dengan kakak cantik lagi. Walaupun dia tidak akan menjadi milikku, setidaknya aku bisa bertemu dan melihat wajahnya'. Ujarnya kepada ayah. Dan kamu tahu, aku tentu saja kesal mendengar penuturan pangeran Melvin seperti itu, makanya aku ketok saja kepalanya dengan kuat." Ujar pangeran William dengan panjang lebar membicarakan mengenai kekonyolan adik bungsu mereka itu. Bahkan Putri Amelia membayangkan hal yang terjadi tertawa terbahak-bahak. Kapan lagi kan mendengar cerita konyol sang pangeran dingin dan kejam itu.?
Tak menunggu waktu yang lama. Tiba-tiba salah seorang pelayan datang menghadap mereka atas perintah Raja Robert.
"Maaf Yang mulia pangeran, yang mulia Raja memerintahkan hamba untuk menyampaikan bahwa yang mulia pangeran dan yang mulia Tuan Putri agar bertemu dengan yang mulia raja di kediamannya." Ujar pelayan tersebut. Putri Amelia pun mengganggu aku akan kepalanya seperti biasa dirinya selalu santai menghadapi masalah yang seperti ini.
"Baiklah kami akan ke sana.." setelah itu sang pelayan langsung memberikan jalan kepada keduanya.
Putri Amelia dan pangeran William pun langsung meninggalkan tempat tersebut dan pergi menuju kediaman Raja Robert. Ternyata, sesampainya Putri Amelia dan pangeran William di kediaman Raja Robert, di sana para pangeran dan juga dua permaisuri dari sang raja telah berkumpul menanti kedatangan mereka. Putri Amelia yang tentu saja masih memiliki tata krama sebagai salah satu orang yang pernah menjadi anggota kerajaan langsung memberikan hormatnya kepada sang raja.
"Salam hormat kepada yang mulia raja kerajaan Merkurius semoga selalu sehat dan dilimpahkan kesejahteraan" ujar Putri Amelia dengan penuh ketulusan. Sementara pangeran William hanya memberi hormat ala kadarnya saja karena semua ucapannya telah diwakilkan oleh Putri Amelia.
"Bangunlah nak. Raja ini menerima salammu." Ujar Raja Robert dengan senyum manis yang terukir di bibirnya. Entah kenapa dirinya cukup senang melihat kembalinya Putri Amelia apalagi bersama dengan pangeran dinginnya itu.
__ADS_1
"Kemari, duduk di samping ayah..!" Ujar Raja Robert sambil menepuk salah satu kursi kosong yang ada di sampingnya.
Sementara kedua istri sang raja memberikan senyum kepada Putri Amelia menandakan bahwa Putri Amelia diperkenankan untuk duduk di samping sang raja. Sementara pangeran William memayunkan bibirnya dengan cemberut tetapi mau tidak mau, ia juga harus menganggukkan kepalanya.
"Is. Kakak jangan terus cemberut seperti itu. Nanti kakak ipar cantiknya pergi lagi.." ujar pangeran Melvin menggoda Kakak ketiganya itu.
Pangeran William pun langsung berjalan ke arah sang adik dan menoyor kepala adiknya. Sementara Putri Amelia sudah mendudukkan tubuhnya di samping sang raja. Raja Robert mengamati wajah Putri Amelia Yang sepertinya agak kurusan.
"Apakah selama setahun kepergianmu ini nak, kamu mengalami kesulitan..??" Tanya yang mulia Raja Robert dengan penuh perhatian.
" Hamba baik dan hamba juga tidak apa-apa yang mulia. Terima kasih yang mulia telah mengkhawatirkan hamba. Dan sekaligus Saya minta maaf karena pergi begitu saja " ujar Putri Amelia merasa bersalah.
Putri Amelia juga mengamati kondisi tubuh keluarga kerajaan itu. Tampak mereka semua terlihat agak kurusan walaupun di wajah mereka tercetak senyum yang begitu indah dan menawan.
"Apakah keadaan kerajaan baik-baik saja yang mulia..?!" Tanya Putri Amelia lagi. Raja Robert langsung mengganggu kan kepalanya membenarkan apa yang dikatakan oleh Putri Amelia. Sementara Putri Amelia malah mengizinkan matanya ke arah sang raja
"Maaf Yang mulia. Bukannya hamba tidak menghormati Anda. Tetapi selepas sesampainya saya dan kedua pelayan saya di kota ini, Kami menemukan banyak warga yang tergeletak lemas di jalan. Kalau boleh saya tahu..?? Apakah permasalahan yang menyebabkan kerajaan Merkurius dan Venus mengalami krisis pangan..??"tanya Putri Amelia kepada raja Roger.
__ADS_1
Sang raja pun langsung menghela nafasnya dengan berat. Tanpa menutup apapun lagi, ia langsung menceritakan awal mula kejadian krisis pangan di kerajaan mereka. Tapi Raja Robert tetap bijaksana menceritakan itu semua tanpa harus menyalahkan kerajaan Venus. Karena semua permasalahan itu berawal dari sana.
"Yang mulia. Apakah makanan dari gandum bisa kita ganti dengan beras..?? Mungkin yang mulia selaku keluarga bangsawan meramandang rendah beras itu, tapi beras itu juga adalah salah satu makanan pokok untuk mendukung sistem kekebalan tubuh dan pertumbuhan manusia. Serta membantu kinerja otak." ujar Putri Amelia kepada sang raja Merkurius. Raja Robert pun langsung mengerutkan keningnya, beras Apa itu beras.?
"Apa itu beras nak. Saya baru mendengarnya.." ujar sang raja dengan kening berkerut. Putri Amelia pun langsung menjelaskan apa itu beras.
"Beras itu asal muasalnya dari padi yang ditanam di sawah. Biasanya penanamannya butuh waktu selama 3 sampai 4 bulan bisa dipanen." Ujar Putri Amelia lagi. Raja Robert pun kembali mengerutkan keningnya. Pagi bukankah tanaman itu diperuntukkan hanya makanan hewan karena tidak bisa dikonsumsi.
"Bagaimana padi bisa menjadi beras nak..?? Karena setahu saya, padi itu tidak bisa diolah, kalaupun bisa diolah kami tidak tahu caranya. Bahkan padi di sini tumbuh dengan liar dan dibabat oleh para warga." Ujar sang raja lagi.
"Tidak apa-apa yang mulia.. nanti saya akan membantu mensosialisasikannya. Tapi untuk sementara, yang mulia perintahkan saja untuk membersihkan tempat di mana kita akan menanam padi ini. Sementara ini saya akan memberikan berupa bantuan beras kepada yang mulia dan cara memasaknya yang benar." Ujar Putri Amelia sambil mengeluarkan berkarung-karung beras dari dalam ruang dimensinya.
Ia tidak mengeluarkan yang lain, karena Yang sedang krisis di sini hanyalah beras atau makanan yang lain. Sementara untuk dagingnya, mereka bisa mencarinya sendiri.
Melihat berpuluh-puluh karung beras yang berada di kediaman sang raja membuat semua orang langsung membelalakkan makanya. Kemudian Putri Amelia turun dari kursinya dan memerintahkan salah satu pengawal untuk mengangkat beras dan membawanya ke dapur.
"Izin yang mulia, saya akan menunjukkan Bagaimana cara memasak berasnya yang baik. Jika kurang air maka rasa berasnya tidak enak atau mapukpuk. Yang kedua, jika airnya terlampau banyak maka nasinya akan lembek dan menjadi makanan bubur biasanya makanan itu cocok untuk orang yang sakit. Nah takarannya harus pas agar bisa mendapatkan makanan dan hasil yang pas pula." Ujar Putri Amelia lagi. Satu orang itu pun langsung mengangkat beras itu dan berjalan ke arah dapur diikuti oleh Putri Amelia dan keluarga kerajaan lainnya.
__ADS_1