PUTRI YANG TERSISIH

PUTRI YANG TERSISIH
67. kayu jati


__ADS_3

suasana di siang hari itu terlihat Hening dan tenang. mereka semua tengah fokus ke satu titik, di mana Putri Amelia tengah menjelaskan mengenai kayu yang akan mereka gunakan sebagai penyangga pelabuhan yang akan mereka bangun. terlihat, para warga yang ikut andil dalam pembangunan tersebut sangat antusias mendengar penjelasan dari Putri Amelia.


" Yang kedua adalah Warna Kayu. Salah satu karakteristik kayu jati juga bisa terlihat dari warna kayunya. Pada kayu jati, warna kayu nya memiliki kecenderungan berwarna coklat dan juga emas gelap di bagian kayu terasnya. Sementara untuk kayu gubalnya akan memiliki warna krem ataupun putih. Tak jarang warnanya kemerahan ketika baru saja dibelah, setelah terkena cahaya atau udara berubah menjadi coklat muda."


"Poin yang ketiga bentuk atau Daya tahan dari pohon itu. Biasanya Kayu jati termasuk dalam jajaran kayu dengan daya tahan di kelas I. Daya tahannya yang kuat juga menjadi ciri ciri kayu jati berkualitas yang memiliki daya tahan luar biasa. "Ucap Putri Amelia menjelaskan secara rinci Bagaimana bentuk kayu jati tersebut agar mereka lebih mudah menemukannya.


"Seterusnya, jika bapak-bapak sudah menemukan kayu yang saya sebutkan tadi beserta petunjuknya itu, maka yang harus bapak-bapak lakukan selanjutnya adalah mengambil kayu yang terbaik." Ujar Putri Amelia lagi.


Karena memang tak sembarangan untuk mengambil kayu jati yang akan dijadikan sebagai penyangga untuk pelabuhan. Untuk sementara ini, Putri Amelia hanya bisa membangun pelabuhan dari kayu-kayu saja.


Karena tidak memungkinkan rasanya jika membangun pelabuhan itu dari beton. Mengingat pengetahuan para warga itu terbatas dan juga mereka harus melanjutkan petualangan mereka. sebelumnya, Putri Amelia juga telah menemui Pak Sono untuk membicarakan beberapa rancangan pembangunan.


flashback


"Kalau begitu duduklah Pak Sono. Kita akan membahas rencana ini dengan cepat, agar Pak Sono bisa terkejar untuk memeriksa perangkap ikan itu." Akhirnya dengan anggukan kepala, taksono pun ikut gabung duduk bersama mereka.

__ADS_1


Dan dengan segera pula, Amelia mengeluarkan sebuah gulungan kertas tebal di dalam cincin penyimpanannya yang tentu saja hanya dirinya yang tahu serta teman-temannya. Dan dengan segera pula, Putri Amelia membentangkan kertas tersebut yang langsung menyuguhkan sebuah sketsa yang begitu rapi dan enak dipandang mata. Pak Sono yang melihat kertas itu digambar dengan sedemikian rupa langsung mengerutkan keningnya.


"Apa ini nona..?? Apakah ini sebuah peta lokasi..??" Tanya Pak Sono. Walaupun Pak Sono bukan orang yang berpendidikan, tapi ketika sesuatu diperlihatkan kepadanya ia dapat menebak walaupun tidak 100% benar.


"Benar Pak Sono. Ini adalah sebuah peta rancangan pemukiman untuk desa ini. Saya menyelesaikan rancangan ini sehari semalam agar bisa ditunjukkan kepada bapak. Dan saya berharap juga, kehadiran saya di sini dapat membawa perubahan bagi desa ini." Ujar Amelia mengatakan sedikit niat hatinya. Pak Sono mengganggu anggota kepalanya kemudian bertanya.


"Lalu, Apa yang bisa saya bantu nona..??" Putri Amelia langsung mengarahkan pandangannya ke arah peta rancangan tersebut.


"Pak Sono, jika anda dan para warga berkenan. Saya ingin merombak Desa ini. Nanti, di sini akan dibangun jalan yang lurus atau jalan besar yang akan digunakan para warga untuk akses ke manapun Mereka pergi, dan untuk desa bambu ini, saya akan menempatkan rumah-rumah warga bapak dan semuanya di samping samping dengan jarak 20 meter dari punggung jalan." Ujar Amelia menjelaskan kepada Pak Sono.


"Maksud anda nona, anda ingin membangun desa kami. ?" Ujar Pak Sono kembali bertanya kepada Putri Amelia. Sekali lagi Putri Amelia pun menganggukkan kepalanya kemudian kembali menerangkan apa saja yang dapat ia lakukan di tempat ini.


Satu persatu Putri Amelia, menyebutkan hal-hal yang bisa ia lakukan. Pertama adalah membangun bentuk atau pola pemukiman warga, kemudian mengajarkan kepada warga Bagaimana membangun rumah yang baik. Apalagi sepertinya di sini pasir, kerikil dan juga bahan baku semen tak jauh berada dari tempat ini.


Dan karena memang mereka belum tahu manfaat dari ketiga benda mati itu, jadi mereka hanya bisa mengabaikan Desa ini saja.

__ADS_1


Putri Amelia pun kembali menjelaskan lagi niatnya, setelah membangun pemukiman penduduk dan membangun rumah para warga, kini Putri Amelia akan beralih untuk mengajarkan para penduduk Bagaimana cara bertani dan membudidayakan tanaman dengan baik serta membangun pelabuhan-pelabuhan kapal di teluk yang ada di desa ini dengan jarak 500 meter itu dari pemukiman warga. Pak Sono yang memang menantikan perubahan itu tentu saja tidak menolak. Dengan senyum ceria dan sumringai nya, Iya langsung menyetujui apa yang diusulkan oleh Putri Amelia. Pak Sono tak melakukan atau mencurigai apapun, Karena pada dasarnya orang membantu orang lain pasti menginginkan sesuatu. Tapi tak jadi masalah, asalkan hal itu masih bisa mereka lakukan ataupun tidak, bahkan sampai harus mempertaruhkan nyawa, mereka akan tetap melakukannya. Asalkan para anak-anak cucu mereka kelak dapat hidup dengan baik di tempat ini tanpa harus kehilangan 50% warga akibat melakukan perpindahan tempat.


"Baik Nona Saya setuju !! Kalau begitu nanti saya akan membantu membicarakan ini kepada para warga yang lain." Ujar Pak Sono dengan senyum mengembang di bibirnya. Karena sudah mendapatkan persetujuan dari Pak Sono. Dengan hati yang puas Putri Amelia pun berpamitan kembali kepada Pak Sono dan akan melaksanakan niatnya dua hari kemudian setelah Pak Sono membicarakan hal ini kepada para warga.


Flashback off


"Lalu bagaimana cara kami mengenali pohon yang baik itu nona ? Dapatkah Nona mengatakan ciri-cirinya kepada kami..?" Tanya salah satu warga yang ada di sana.


"Bagus itu adalah pertanyaan yang saya tunggu-tunggu. Jadi untuk mengenali kayu jati yang terbaik dan cocok digunakan yaitu. Memilih Usia yang Sudah Tua. Seperti yang saya katakan sebelumnya, semakin tua usia kayu jati, maka semakin berkualitas. Untuk mengetahui usia sebuah kayu jati, Salah satu caranya adalah dilihat dari hasil finishing. Dimana kayu jati yang berumur membuat proses pewarnaan lebih merata. Hal ini terjadi karena ketika kayu sudah cukup berumur, pori-porinya akan tertutup dengan baik sehingga mempengaruhi hasil akhirnya." Beberapa orang terlihat bingung dengan penuturan Putri Amelia.


"Nona maaf menyela..?? Finishing itu apa ya..??" Tanya para bapak-bapak itu lagi yang sukses membuat Putri Amelia bungkam dan merutuki dirinya yang lagi-lagi keceplosan mengeluarkan bahasa-bahasa modern atau orang-orang barat itu.


"Hm... Finishing adalah serangkaian proses untuk melapisi permukaan suatu benda. Tujuannya adalah untuk memberikan nilai tambah pada produk atau kayu." Seolah mereka paham, para bapak-bapak itu pun hanya menganggukkan kepalanya. Kemudian Putri Amelia kembali melanjutkan penjelasannya.


"Nah, selanjutnya, pastikan kayu itu tak memiliki lubang. Untuk memastikan kualitasnya, sebaiknya jangan mengambil kayu yang lubang di permukaannya. Walaupun lubangnya kecil, ada kemungkinan jika kayu akan mudah pecah atau diserang serangga. Apalagi kita akan merendamnya dalam air dengan waktu yang lama. Karena Kayu jati yang memiliki lubang juga menjadi tanda jika kayu sudah keropos. Hindari juga kayu yang memiliki mata busuk serta jaringan gabus." Jelas Putri Amelia lagi. Lagi-lagi saat mereka mendengar penuturan ambigu mereka tak segan-segan bertanya kepada Putri Amelia.

__ADS_1


"Maaf Nona, kami menyelah lagi. Kalau boleh tahu keropos itu apa ya nona..??" Tanya mereka lagi yang membuat Putri Amelia benar-benar harus menyetok kesabarannya. Namun Putri Amelia tentu saja tak keberatan untuk menjelaskan hal itu.


__ADS_2