PUTRI YANG TERSISIH

PUTRI YANG TERSISIH
45. informasi


__ADS_3

Sementara di kerajaan Venus. Setelah Raja Christopher mendapatkan surat dari anak-anaknya dan juga mendapatkan bukti mengenai hal-hal yang telah dilakukan oleh Putri angkatnya itu. Kini ia juga menggerakkan beberapa orang untuk mencari keberadaan putrinya. Juga merasa menyesal Kenapa dulu harus menarik pengawal bayangan yang ia utus untuk memantau keadaan putrinya di tempat pengasingan. Tapi kini sang raja tengah difokuskan untuk mengurus beberapa surat undangan yang dikirimkan oleh raja Robert untuk menghadiri pesta perayaan di kerajaan mereka tepatnya di kerajaan Merkurius. Tak lupa juga ya mengirim beberapa pengawal bayangan untuk memata-matai kegiatan Putri angkatnya itu.


***


Sementara itu, pangeran William mengirimkan surat kepada ayahnya Raja Robert untuk mengatakan kepada ayahnya agar para pangeran dari kerajaan Venus tidak kembali terlebih dahulu. Dalam surat itu juga mengatakan bahwa pangeran William setelah mendapatkan dan menemukan keberadaan Putri Amelia. Tinggal sang raja mengutus pengawal lagi untuk menjemput dan mengajaknya ke kerajaan bertemu dengan raja Robert dan para pangeran atau kakak-kakaknya.


Dan setelah Raja Robert mendapatkan surat dari Putra keduanya itu, tanpa menunggu lebih lama lagi ia langsung mengutus orang Untuk mengantarkan surat ke tempat Putri Amelia saat ini. Karena jika menunggu putri Amelia kembali ke kota raja, itu pasti membutuhkan waktu. Maka berangkatlah sang pengawal itu, untuk memberikan surat dari raja Robert, sekali Gus memenuhi undangan dari sang raja saat itu juga. Dan dengan menempuh perjalanan sekitar 3 jam dengan berkuda.


Akhirnya sang utusan sampai di kota raja Tidore itu. Dengan bantuan dari pengawal Zain atas perintah pangeran William, akhirnya sang pengawal bertemu dengan orang yang bersangkutan itu.


Dan, utusan itu pun dengan segera menyampaikan niatnya, serta menyerahkan surat dari sang raja, juga mengatakan mengenai perihal undangan sang raja untuk mengajak putri Amelia ke istana nya. Amelia yang masih belum paham, langsung bertanya kepada sang utusan


"Maaf tuan. Ada apa gerangan sang raja memanggil saya berkunjung ke istana. Bukankah, pemberitahuan ini saja sudah cukup.??" Tanya putri Amelia lagi. Sang pengawal utusan itu pun menghormat sebelum menjawab.


"Maaf Nona. Kalau itu, saya kurang mengerti." Ujar pengawal utusan itu dengan sopan. Tentu saja, putri Amelia paham. Itu semua adalah mandat yang harus sampai.


Untuk alasan apa, itu semua adalah urusan sang raja. Amelia yang memang sudah lama meninggal kan rumah makannya dan juga kediaman nya, serta kedua pelayan nya itu. Dengan segera menyetujui permintaan sang raja. Sebelum mereka kembali, Amelia terlebih dahulu mengatakan kepada orang orang nya. Baru setelah itu mereka benarangkat.

__ADS_1


"Tunjukkan jalannya tuan." Ujar Amelia lagi. Padahal Alen sudah bertelepati dari tadi. Bertanya maksud dan tujuan sang raja meminta nya ke istana. Namun Amelia hanya merespon biasa saja. Karena ia memang kurang mengerti.


****


akhirnya, tanpa hambatan di perjalanan, mereka pun sampai di istana kerajaan Merkurius. disana mereka disambut dengan baik oleh para pengawal yang berjaga di depan pintu gerbang istana itu.


"selamat datang Nona. silahkan masuk.." ujar mereka dengan ramah. karena, rata-rata mereka yang ada disana telah mengenal putri Amelia. bahkan mereka juga adalah pelanggan rumah makannya. jadi, mereka telah tau, seperti apa watak dari perempuan ini. dia begitu tulus dan tegas, tapi memiliki kesan bodoh amat. mereka juga memaklumi, mereka juga tak akan pura-pura kenapa dan perhatian kepada orang yang tidak mereka kenal dan tentunya tidak dekat.


"terimakasih.." ujar Amelia sambil tersenyum tipis. mereka pun langsung ikut masuk kedalam aula megah mengikuti sang utusan. sesampainya mereka dihadapan sang Raja. mereka pun langsung memberi salam.


"salam kepada yang mulia raja, semoga selalu di berikan keberkahan." ujar sang utusan di akhir kalimat. sementara Amelia dan Alen hanya memberi salam saja.


"kau sudah datang putri ku.." ujar sang raja dengan suara hangatnya. ia turun dari singgasana nya dan berjalan ke arah putri Amelia. sementara Alen dan utusan itu memilih mundur kebelakang. Amelia yang mendengarkan penuturan ambigu itu langsung menyipitkan matanya. apa maksudnya, pikir Amelia. ketika raja Robert sudah berada di depan putri Amelia, ia pun langsung merangkul tubuh kecil itu dan membawanya dalam pelukan kasih sayangnya.


"syukurlah kau baik-baik saja nak. kami sangat menghawatirkan mu." ujar sang raja dalam pelukannya itu. Amelia lagi-lagi hanya cengoh. ia sedang tidak mengerti, sedang berada di posisi mana, apakah posisi seorang putri atau rakyat biasa? kalau rakyat biasa, kenapa sang raja memperlakukannya seperti itu, kalau seorang putri, kenapa ia tak mengenali raja ini. bahkan, tubuh sang pemilik tak memberikan ingatan mengenai penguasa ini.


"maaf Yang mulia. hamba datang untuk memenuhi panggilan anda yang mulia." ujar Amelia dengan datar tapi masih terkesan sopan. Amelia sengaja mengatakan hal itu untuk menyadarkan raja dengan tujuan nya mengundang dirinya ke istana. sang raja yang sudah melerai pelukannya itu pun tersenyum.

__ADS_1


"aku tau putri.." ujar raja lagi. Amelia yang lagi-lagi dipanggil seperti itu pun menjelaskan.


"maaf Yang mulia atas kelancangan hamba. tapi mohon, jangan panggil saya putri, karena saya bukan seorang putri. saya hanya rakyat biasa yang kebetulan datang ke kota raja dan menetap." ujar Amelia. raja dan semua yang ada di sana mendadak terdiam. apa lagi dengan para pangeran dari kerajaan venus. mereka mendadak menjadi sendu.


"hais... ayahmu sangat kejam nak.." ucap sang raja yang sukses membuat Amelia menjadi bingung. Raja Robert juga memasang wajah yang begitu sendu.


" eh, maksud nya yang mulia. saya tidak mengerti." ujar Amelia dengan tatapan bodoh nya. raja pun tersenyum. Inilah yang raja Robert mau dari nya. Sikap lucu dan juga wajah imut putri Amelia ketika bertanya. Apa lagi, sudah dua tahun lebih tidak bertemu, dan juga dengan pipinya yang begitu imut, membuat sang raja benar-benar menginginkan seorang anak perempuan.


"hehehe.. tidak apa-apa nak. oh ya. tolong layani pelayan dari putri Amelia dengan baik." ujar sang Raja. Amelia yang mendengar itu langsung membantah.


"maaf Yang mulia, disini saya tidak memiliki pelayan. dia saudari saya, bukan pelayan saya. jadi, dia tidak akan kemana-mana." ujar Amelia lagi sedikit jengkel. sementara Alen yang mendengar hal itu, tersenyum hangat. Tidak peduli, apa yang mereka pikirkan.


mendengar penuturan itu, raja dan para pangeran pun lagi-lagi dibuat terkejut. terlebih para pangeran yang berasal dari kerajaan Venus.


"maksudnya Putri,?" tanya Raja kepada Putri Amelia. sementara para pangeran dari kerajaan Venus mengepalkan tangan mereka dengan kuat. ada rasa sesal dan marah dalam hati ketika mendengar Putri Amelia mengakui orang lain sebagai saudaranya.


"mohon maaf yang mulia. mungkin yang mulia mengenal hamba, Tapi jujur saja saya tak mengenali yang mulia sama sekali. Apakah ada sesuatu hubungan yang terjalin diantara kita ?" tanya Putri Amelia dengan hati-hati.

__ADS_1


***


saat ini mereka sedang berada di salah satu ruangan yang hanya dihadiri oleh pihak istana atau keluarga kerajaan. di sana ada raja dan kedua ratunya, ada juga para pangeran dari kerajaan Merkurius sendiri dan juga para pangeran dari kerajaan Venus yang tak lain adalah saudara-saudara Amelia. pada saat di awal tadi, tak satupun pangeran dari kerajaan Venus yang membuka suara. mereka semua tenggelam dalam pemikiran masing-masing mengenai presepsi yang dikeluarkan oleh sang adik. dan di sinilah mereka sekarang di tempat yang paling privasi milik keluarga kerajaan Merkurius.


__ADS_2