PUTRI YANG TERSISIH

PUTRI YANG TERSISIH
71. melanjutkan petualangan


__ADS_3

Sementara, desa yang memang subur ini juga, Kak Putri Amelia lewat kan untuk membangun sarana pertanian yang baik. Mulai dari menanam padi sebagai pengganti gandum, menanam berbagai jenis sayuran yang berpotensi tumbuh di daerah iklim panas itu, dan juga bagaimana cara mereka berlayar untuk mencari ikan di dasar laut.


Karena Desa bambu ini cukup jauh dari peradaban kota, sehingga Putri Amelia hanya memberikan pengetahuan secara mendasar saja. Agar nanti para warga desa bambu dapat bertahan hidup dengan hasil tani atau tanah yang mereka tanam.


Dan ini adalah hari di mana Putri Amelia telah merencanakan untuk kembali melanjutkan perjalanan mereka berpetualang. Semua warga berkumpul di suatu tempat yang begitu lapang untuk menyertai kepergian Putri Amelia dengan menyeberangi lautan.


Ya kali ini Putri Amelia memutuskan untuk menyeberangi lautan dan sekaligus merasakan chemistry yang diciptakan oleh lingkungan laut. Terlihat wajah para warga begitu murung dan sedih melepas kepergian penyelaman mereka ini.


"Nona. Kami sungguh sangat berterima kasih nona telah singgah di desa yang dahulunya Tak memiliki apa-apa ini. Kini karena kehadiran nona, kami dapat sedikit mendapatkan pengetahuan, baik itu dari segi bertahan hidup dengan mengandalkan tanah, dan juga bertahan hidup dengan mengandalkan kekuatan. Sungguh nona.. kami sangat bersyukur dan mungkin tak ada yang bisa kami berikan selain doa kami untuk mengiringi petualangan nona. Mudah-mudahan jika kita berjodoh kembali, Kami ingin melihat Nona walaupun nanti bertahun-tahun lamanya.."ujar Pak Sono dengan perasaan pilu.


Ia sedih sungguh sangat sedih, bukan karena apa-apa, tapi ia sedih karena orang-orang hebat Ini pasti akan meninggalkan mereka dan tak akan bertemu lagi.


"Sama-sama Pak Sono. Kami juga mengucapkan terima kasih banyak, karena Pak Sono dan warga lainnya mampu menerima pengajaran dari kami, dan juga bersedia untuk kami arahkan." Ujar Putri Amelia lagi.


Selama kehadiran Putri Amelia juga di sana Dan setelah selesainya pembuatan pelabuhan, ada beberapa kapal juga yang merapat ke tempat itu. Umumnya kapal-kapal yang merapat itu adalah kapal-kapal yang melakukan perdagangan.


Kapal-kapal itu tentu saja hanya orang-orang berada yang memilikinya. Tapi tidak di desa bambu ini. Mereka sudah memiliki banyak kapal-kapal kecil, dan juga satu buah kapal dengan ukuran besar yang akan dibawa untuk berniaga.


kapal-kapal itu singgah di pelabuhan Desa bambu untuk beristirahat sejenak, dan juga untuk mengenal bagaimana kondisi strategis di tempat itu. bahkan, baru beberapa hari setelah pelabuhan itu selesai dibuat, Putri Amelia langsung mengarahkan para warga untuk membuat sebuah tempat penginapan di tepi pantai agar lebih mudah bagi mereka para peniaga untuk mencapai tempat tersebut.

__ADS_1


Putri Amelia sudah tidak khawatir lagi untuk meninggalkan Desa bambu ini, karena sebelumnya juga ia sudah melatih para muda-mudi untuk bisa melindungi diri dan desa mereka.


"Kalau begitu, kami pamit undur diri." Ujar Putri Amelia kembali.


Akhirnya setelah mengucapkan kata selamat tinggal, Putri Amelia dan teman-temannya menaiki satu perahu yang memang dikhususkan untuk mereka. Perahu itu dirancang dengan baik, dan diambil dari kayu-kayu jati yang terbaik. Para warga melepas kepergian mereka dengan melambaikan tangan. Setelah itu mereka semua pun membubarkan diri ketika perahu Putri Amelia sudah berada jauh dari pandangan mereka.


***


*Wah Putri !! Seumur-umur, kami baru merasakan bagaimana rasanya naik kapal dan berlayar seperti ini. Dan ini begitu sangat menakjubkan..!!" Seru Sisil dengan ruby yang masih terpaku melihat pemandangan laut yang bergelombang itu.


Ada rasa senang namun bercampur dengan rasa cemas, senang karena akhirnya merasakan bagaimana rasanya menaiki perahu seperti ini, Begitu juga dengan rasa cemas, Mereka takut perahu ini akan dihantam gelombang dan akhirnya terbalik.


"Nona lihatlah. Di depan kita ada pusaran air yang begitu besar..!!" Seru Alen sambil menunjuk di mana arah pusaran air tersebut.


Mendengar teriakan Alen, mereka semua pun keluar dan melihat ke arah di mana Alen menunjuk. Dan benar saja, semakin lama aku saran itu semakin menghampiri mereka. Amelia tentu saja tidak merasa takut dan gentar, Iya sangat optimis melihat hal itu.


Tiba-tiba air laut pun mulai bergejolak, membuat kapal mereka menjadi oleng. Sementara Putri Amelia tetap merasa optimis dan mengerahkan pandangannya ke arah pusaran tersebut seolah ada sesuatu di sana. Sementara yang lain, memilih untuk mengurus dan menakodai kapal mereka agar tidak karam. Tiba-tiba alen berjalan mendekat ke arah Putri Amelia.


"Nona. Aku merasakan sesuatu kekuatan yang besar yang ada di dalam sana. Sepertinya ini adalah jalan menuju ke dasar laut." Bisik Alen kepada Putri Amelia. Mendengar analisis Alen yang ternyata sesuai dengan pemikiran Putri Amelia langsung menyunggingkan senyum puas.

__ADS_1


"Kalau begitu tunggu apa lagi. Ayo kita chek." Ujar Amelia lagi.


Alen pun langsung menganggukkan kepalanya. Tentu saja, Iya juga menjadi penasaran apa yang terjadi di bawah sana, sampai para penghuni lautan itu membuka jalan untuk menuju ke dasar laut.


"Dengar semuanya. Segeralah merapat ke tepian pantai, aku merasakan jaraknya sudah tidak terlalu jauh lagi dari sini. Gunakan kekuatan angin untuk sampai ke pelabuhan atau pantai. Ingat kalian jangan berpisah dan saling melindungi sampai kami kembali.!!" Seru Putri Amelia kepada kedua pelayannya dan juga kedua anak-anak harimau itu.


Tanpa menunggu pertanyaan atau hal-hal lain dari para pelayannya itu, Putri Amelia dan Alen Langsung melompat dan masuk ke arah pusaran tersebut yang membuat keempat orang itu menjadi panik.


"Nona !!!" Teriak mereka secara bersamaan. Mereka pun berlari ke pinggiran perahu mereka untuk melihat apa yang terjadi.


"Tidak !! Nona jangan tinggalkan kami di sini..!!" Teriak Mereka lagi. Namun si hitam dan si biru masih berpikir optimis.


"Nona kami ikut. Kami sudah berjanji untuk melindungi Nona di manapun Nona berada..!! Nona !!" Teriak mereka.


Mereka ingin sekali ikut terjun ke dalam pusaran yang mulai mengecil dan tertutup itu, namun tentu saja Sisil dan Ruby tidak berani membantah perintah dari Sang Putri.


"Sudah, jangan terlalu cemas. Kita akan menunggu Nona di daratan saja. Itu sesuai dengan yang diperintahkan Nona kepada kita." Ujar si biru dengan ekspresi dingin.


***

__ADS_1


author hanya bisa minta maaf teman-teman, kalau sekiranya alur tidak sesuai dengan yang kalian harapkan.🙏🙏


__ADS_2