
Saat mereka sedang asyik berenang dan menikmati taman laut itu, tiba-tiba mata Putri Amelia melihat sebuah tanaman laut yang bermanfaat untuk membuat berbagai macam obat-obatan.
Mulai dari membuat pil pondasi yang kuat dan kokoh, membantu melancarkan aliran darah dan memperbaiki Meridian serta kolam spiritual. Tanaman itu bernama braincoral.
Bentuknya juga berwarna-warni serta menarik, bahkan beberapa spesies ikan memanfaatkan tanaman ini untuk bertelur. Dengan cepat Putri Amelia memanen semua tanaman yang ia butuhkan di sana, ternyata tak hanya ada braincoral, tumbuhan lain yang bermanfaat pun ada di dasar laut itu.
Setelah memanen semuanya dengan aman, mereka kembali melanjutkan penjelajahan mereka di bawah laut. Sampai akhirnya, Alen kembali merasakan gejolak aura sebuah kekuatan yang begitu besar yang jaraknya beberapa ratus meter dari posisi mereka saat ini.
"Nona tunggu sebentar. Apakah kau merasakan sesuatu ??" Tanya alin kepada Putri Amelia. Mereka pun berhenti dan Putri Amelia mencoba merasakan sesuatu yang tadi Alen ucapkan itu.
"Apa itu Alen, aku tidak merasakannya sama sekali." Ujar Putri Amelia dengan gamblangnya. Membuat Alen hanya mampu mendengus dan menepuk jidatnya saja. Tentu saja Alen yang sebagai mentor hanya Ia yang mampu merasakan kekuatan besar itu namun tak mampu memilikinya.
"Aku merasakan kekuatan yang begitu besar yang jaraknya beberapa ratus meter dari jarak kita nona. Sebaiknya kita cek saja..!!!" Seru Alen kembali kepada Putri Amelia. Putri Amelia yang memang tidak mengetahui apa-apa hanya mampu menyetujui apa yang diusulkan alin saja.
"Ya sudah ayo... Kamu duluan, karena hanya kamu yang bisa melacaknya." Ujar Putri Amelia lagi. Tanpa banyak cincong Alen pun langsung menuntun jalan dan mengikuti Di mana letak terdapatnya kekuatan besar yang sepertinya memanggil-manggil mereka itu. Setelah cukup lama berenang dengan cepat di dalam laut akhirnya mereka menemukan tempatnya. Di sana ternyata ada sebuah mulut gua yang menganga lebar.
"Kekuatannya berasal dari sini nona..!!! Apakah kita masuk atau tidak..??" Tanya alen lagi kepada Putri Amelia sambil menghadap sang nona.
"Ayo, kita harus masuk dan membuktikannya sendiri. Kalau tidak kamu akan mati penasaran.." ujar Putri Amelia langsung bergegas masuk ke dalam meninggalkan Alen yang hanya mencebikkan bibirnya mendengar penuturan sang Mona.
"Ck.. dasar Nona laknut." Gumam Allen sedikit memalukan bibirnya. Mereka pun kembali menelusuri isi di dalam gua itu. Semakin mereka masuk ke dalam gua, airnya semakin menyusut dan akhirnya kering.
__ADS_1
"Wah gila !! Kita berada di dasar laut, tapi airnya hanya sebatas ini dan tidak merembes masuk ke dalam." Ujar Putri Amelia merasa heran. Putri Amelia manganga seperti orang bodoh. sungguh ternyata di benua ini ada hal yang terjadi di luar nalar manusia biasa.
Entah ini fenomena apa yang terjadi sehingga air tak menggenangi goa tersebut. Jika seandainya ia memiliki alat, maka dengan senang hati akan melakukan penelitian di tempat ini. Hanya saja Putri Amelia malas mengeluarkan alat penelitiannya dari dalam ruang dimensi.
"Wah ini hebat nona..!!! Ayo Nona sepertinya aku mulai merasakannya,." Ujar alen kembali. Mereka pun berjalan meninggalkan sebuah pembatas di mana seperti ada kaca yang membatasi air tersebut agar tidak masuk ke dalam gua.
"Cepat Nona aku sudah menemukan keberadaannya..!!" Seru Alen memanggil Putri Amelia yang masih mengamati gua tersebut.
Gua itu terlihat misterius menurutnya. Karena gua pada umumnya di dalamnya hanya ada kegelapan tanpa ada cahaya, sementara di sini, cahayanya seperti berada di siang hari.
"Mana..??" Tanya Putri Amelia kepada Alen sambil berjalan mendekat ke arahnya.
"ARRGG. " Bugh... Suara Alan terpental menabrak dinding gua pun terdengar. Membuat Putri Amelia menjadi shock.
"ALEN..!!!" Teriaknya. Putri Amelia pun segera berlari ke arah Alen dan membantu Alen yang terpental jauh. Alin pun berdiri dengan bantuan Putri Amelia.
"Apa yang terjadi Len..?? Kenapa kamu bisa terpental seperti ini hanya karena menyentuh benda itu.?? Apakah ada sesuatu di sana..??" Tanya Putri Amelia berturut-turut. Walaupun sakit alin memaksakan untuk tersenyum agar sang Nona tidak khawatir.
"Aku tidak apa-apa nona. Tapi sepertinya benda itu adalah benda yang tak memiliki tuan. Ketika aku berusaha menyentuhnya, aku merasakan sebuah kekuatan besar menyerangku sehingga berakhir seperti ini." Ujar alien menjelaskan kepada Putri Amelia. Putri Amelia pun menjadi melongo.
"Ha..!! Yang benar saja Len...!!" Ujar Putri Amelia tidak percaya. Putri Amelia kembali mengarahkan pandangannya di mana terdapat benda yang seperti mutiara yang memancarkan sinar itu.
__ADS_1
"Nona kalau tidak percaya coba saja. Pasti akan berakhir sepertiku.." ujar alien mendadak menjadi kesal kepada Nona nya.
Melihat alen yang sudah berubah menjadi kesal membuat Putri Amelia tertawa. Ternyata bukan Putri Amelia tak percaya dengan penuturan Alen, Ia hanya ingin membuat Alen kesal agar mengalihkan rasa sakitnya walaupun alelnya tanya bisa menahan semuanya.
"Iya iya aku minta maaf... Aku percaya padamu kok.. tadi aku sengaja saja agar rasa sakit mu teralihkan. Sudah jangan ngambek seperti itu lagi kayak cewek tau nggak.." ujar Putri Amelia lagi membuat Alen kembali menjadi ambigu dengan penuturannya.
"Cewek ?? Apa itu cewek nona ?? Apakah itu artinya lembek ??" Tanya alen bertubi-tubi membuat Putri Amelia kembali menertawakan Alen.
"Is... Tuh kan orang bertanya malah tertawa.." ujar alin dengan kesal kembali. Putri Amelia pun menghentikan tawanya.
"Baiklah baiklah. Aku minta maaf ya, Kenapa sih kamu sensitif banget saat ini.. hmm.." ujar Putri Amelia mencubit pipi Alen yang notabenenya telah kembali menjadi seorang anak kecil saat mereka diserang oleh monster guitar.
"Cewek itu adalah sebutan lain untuk perempuan.." jawab Putri Amelia menjelaskan agar alen tidak kembali mengambek. Alen yang lagi-lagi disangkut-pautkannya dengan perempuan hanya bisa menghela nafas.
"Tuh kan !! perasaanku dari tadi sudah tidak enak. Pasti kata itu ada sangkut pautnya terhadap perempuan. Is is..." Ujar Alen sambil menggeleng-gelengkan kepalanya. Ia benar-benar Tak habis pikir bisa-bisanya sang Nona kembali menyangkut pautkannya dengan sifat perempuan.
"Sudah tidak usah ngambek lagi. Sebaiknya kita cek kembali benda itu. Ayo..!!" Ajak Putri Amelia lagi kepada Alen.
Mereka pun kembali mendekati benda tersebut, sebelum menyentuh benda itu kembali Putri Amelia terlebih dahulu mengamati benda berkilau itu.
"Benda ini begitu berkilau len dan sangat cantik..?? Dan aku juga merasakan kekuatan besar di dalamnya." Ujar Putri Amelia mengungkapkan analisisnya terhadap benda itu.
__ADS_1