
Sementara itu pangeran William yang juga baru pertama kali merasakan makanan itu pun ikut bertanya-tanya.
"Mmm makanan ini sangat enak... Dari mana kalian mendapatkannya..??" Tanya pangeran William lagi.
kedua belah pipinya menggembung karena berbicara sambil mengunyah makanan itu. Hal itu pun terlihat sangat lucu di hadapan Putri Amelia dan yang lainnya, yang merupakan kejadian yang sangat langka.
"Apakah kamu menyukai makanan itu..??" Tanya Putri Amelia tanpa menyertakan kata pangeran di dalamnya. Ia tidak ingin para warga mengetahui status mereka yang sebenarnya.
Pangeran William yang memang sudah larut dalam kenikmatan makanan tersebut hanya mampu menganggukkan kepalanya dan terus fokus malah makanan itu.
"Nona apakah ini adalah salah satu makanan para bangsawan..?? Setahuku di kerajaan Venus dan juga Merkurius belum ada makanan yang seperti ini." Ujar Zein dengan pelan.
Ia juga harus menjaga privasi kedua tuannya agar para warga tak mencurigai mereka sehingga tak ada hal-hal yang tidak diinginkan atau keributan lainnya, karena menyadari bahwa kota mereka didatangi oleh seorang pangeran dan juga Putri.
"Kurang tahu juga. Lagi pula makanan ini sangat mudah diolah. Kalau menurut aku maupun bangsawan atau rakyat biasa lainnya berhak untuk makan makanan yang seperti ini. Lagi pula tidak ada label kan kalau makanan ini dikhususkan untuk para bangsawan hehehe..." Ujar Putri Amelia mempercandai pengawal bayangan sang kekasih.
"Nona. Tadi Nona bilang membuat makanan ini sangat mudah, Apakah kita bisa belajar membuatnya Nona hitung-hitung kalau bisa kita pasarkan, Kenapa tidak.." ujar Ruby yang tiba-tiba pikirannya langsung tertuju untuk menjual makanan ini dan ujung-ujungnya akan membangun bisnis.
__ADS_1
Apalagi makanan ini belum ada orang yang menjualnya, ruby yakin kalau harga makanan ini pasti sangat mahal. Putri Amelia yang mendengar penuturan ruby langsung berpikir untuk menjual atau berbisnis.
"Apakah kalian ingin berbisnis di tempat ini..??? Kalau memang iya kenapa kita tidak buka toko dulu..?? Hitung-hitung, untuk mengisi waktu luang kita berada di sini." Ujar Putri Amelia lagi.
Mereka semua pun setuju dan menganggukkan kepala mereka. Bagi mereka jikalau Putri Amelia telah setuju dari usul tersebut, maka itu lebih bagus lagi. Lagi pula mereka juga sudah tahu kemahiran Putri Amelia dalam meracik bumbu dan juga membuat cemilan.
"Tapi kalau kita membuka bisnis di tempat ini, Bagaimana dengan rencana petualangan kita nona...?" Tanya Sisil tiba-tiba.
Sementara yang lain tidak memperdulikan pembicaraan pada para perempuan-perempuan itu. Mereka semua larut dalam kenikmatan kue donat yang disuguhkan oleh Putri Amelia dan teman-temannya.
"Tenang saja sil. Kita akan menjalani semuanya dengan perlahan. Lagi pula melanjutkan petualangan atau tidak, Itu nanti kita akan pikirkan di kemudian hari. Untuk sekarang tidak ada salahnya kita mencoba untuk membuka bisnis di sini." Ujar Putri Amelia lagi.
"Pangeran !! Anda begitu sangat berselera memakan makanan ini..?? Bagaimana menurut pangeran mengenai makanan ringan ini..??" Tanya Putri Amelia mencoba untuk mengorek informasi dari pangeran William untuk dijadikan sebagai bahan referensi atau acuan.
Agar nanti mereka bisa memperbaiki rasanya atau menyesuaikan dengan rasa yang disukai para pelanggan. Pangeran William yang mendengar Putri Amelia bertanya mengenai hal itu langsung menghentikan aksinya dan melihat ke arah sang putri.
"Hehe maaf sayang. Makanan ini sangat enak dan ini sangat cocok di lidahku. Tapi, Apakah yang kamu tanyakan tadi sayang..??" Tanya pangeran William dengan penuh perhatian kepada Putri Amelia.
__ADS_1
Sementara teman-teman mereka yang lain, hanya mampu memalingkan wajah dan menebalkan telinga mereka. Putri Amelia yang melihat bahwa pangeran William tidak fokus sama sekali hanya mampu menjadikan bibirnya dan mengulang pertanyaannya.
"Tadi aku bertanya pangeran...!! Bagaimana rasa makanan itu ?? Soalnya aku dan teman-temanku berencana untuk menjual makanan ini atau membuka toko kue di tempat ini. Kira-kira Bagaimana menurut pangeran..??" Tanya Putri Amelia yang memang kadang-kadang harus bersabar menghadapi sifat sang pangeran. Pangeran William mengangguk-anggukkan kepalanya dan kembali melahap makanan itu.
"Terserah saja sayang. Asalkan waktu 1 tahun yang kamu gunakan tidak boleh kamu tambah lagi. Apapun yang ingin kamu lakukan asalkan itu kegiatan positif maka aku akan mendukungmu. Dan Kalau mengenai makanan ini, menurutku makanan ini sudah sangat enak dan tidak bikin bosan mau makannya." Ujar pangeran William yang kini kembali sibuk melahap makanan tersebut.
"Oke kalau begitu. Nanti kita akan mencoba menjual makanan ini hitung-hitung hari ini adalah promosi ya.." ujar Putri Amelia kepada teman-temannya yang lain. Mereka yang mendengarkan kata promosi sontak menjadi bingung. Apa itu promosi..?? Pikir mereka.
"Apa itu promosi sayang..?? Seumur-umur aku baru mendengar penuturan itu." Ujar pangeran William menjadi penasaran dengan bahasa tersebut. Putri Amelia yang baru tersadar bahwa ia berada di zaman yang kolot langsung menepuk jidatnya dengan pelan.
(Aduh aku lupa lagi. Sekarang kan aku tidak bisa mengungkapkan bahasa-bahasa yang terlalu ilmiah. Yang ada mereka malah bingung dan bertanya-tanya. Huff...) Batin Putri Amelia. Ia menghela nafasnya dengan pelan sebelum menjelaskan apa itu promosi.
"Maafkan aku membuat kalian bingung. Promosi itu adalah cara yang dilakukan untuk meningkatkan penjualan produk atau jasa yang biasanya dilakukan melalui iklan atau pemotongan harga, hal itu dilakukan supaya para pembeli dapat mengetahui rasa dan harga dari barang yang kita jual. Sehingga jika mereka ingin membeli tak akan merasa ragu." Ujar Putri Amelia lagi. Mereka semua pun langsung menganggukkan kepala mereka mengerti. Berarti inti dari promosi itu seperti yang mereka lakukan saat ini.
"Oh begitu ya nona. Kalau begitu, saat ini pun kita sedang melakukan promosi ya. Nanti sebelum kita menjual tentu saja para warga sudah mengetahui bagaimana rasa dari makanan ini. Biar nanti mereka tidak merasa ragu jika ingin membeli makanan yang kita jual." Ujar sisi lagi yang langsung dibalas anggukan kepala dari Putri Amelia.
Setelah itu, mereka semua pun larut dalam aktivitasnya masing-masing untuk menikmati kue donat tersebut. Sampai akhirnya kerumunan yang dikumpulkan itu membubarkan diri setelah menyepakati bahwa setiap akhir pekan mereka akan melakukan senam bersama seperti ini. Itu mereka lakukan agar dapat mendukung daya tahan tubuh mereka sehingga tidak mudah terkena penyakit.
__ADS_1
***
Akhirnya Beberapa hari kemudian. Mereka mencoba kembali membangkitkan perekonomian yang terhenti selama beratus-ratus tahun di kota samurai.