
Isi surat
salam kepada ayahanda.
ayah, pemberontak yang terjadi di wilayah Utara sudah kami bereskan dengan bantuan para pangeran dari kerajaan Merkurius. kami sengaja mengirimkan surat ini untuk memberitahukan, kalau kami saat ini berada di kerajaan Merkurius. kami juga belum menemukan adik Amelia. kemungkinan besar, putri Amelia meninggalkan pengasingan setelah masa hukumannya selesai. dan kami memutuskan untuk mencari nya, setelah itu baru kembali. ayah, kami juga meminta tolong, agar Ayah mengirimkan beberapa bawahan ayah untuk membantu mencari di kota kerajaan kita. untuk sementara, hanya itu yang bisa kami sampaikan. salam ayah.
setelah membaca surat itu. raut wajahnya langsung berubah pias. andaikan saat itu, sang putri langsung di jemput, pasti ia tidak akan pergi. sang raja kembali memijit pelipisnya.
"kemana kamu nak.? apakah marah pada ayah." ujarnya dengan pelan. ia mendadak tak bertenaga setelah mendengar kabar dari anak-anaknya.
***
Di depan ruang kerja Raja Christopher ternyata sudah ada putri Alice. putri Alice merasa rindu dengan ayah angkatnya itu. apalagi, sang raja tak lagi menunjukkan diri dan juga perhatian padanya.
"sampai kan pada ayah, kalau saya ingin bertemu." ujar Putri Alice dengan sombongnya. sang pengawal yang berjaga pun tak kuasa membantah. apa lagi, mereka semua tau, kalau putri Alice adalah putri yang sangat di sayang oleh, keluarga kerajaan.
"baik yang mulia tuan putri." ujar sang pengawal. ia pun langsung bergegas mengetuk pintu ruang kerja Raja, langsung mendapat respon dari dalam.
"masuk." ujar sang raja dengan dingin. padahal ia sedang butuh waktu untuk merenungkan perbuatan nya pada sang putri Amelia. pengawal yang melihat raut wajah raja yang tidak bersahabat itu, sontak menelan salivanya dengan kasar.
"maaf Yang mulia, putri Alice ingin bertemu." ujar sang pengawal. raja yang mendengar nama orang yang telah menyakiti putri nya itu mendadak mengeluarkan aura membunuh. bahkan sang pengawal yang merasa kan tekanan itu mendadak menjadi takut.
( apa yang salah, kenapa yang mulia raja menjadi marah. oh tuhan, aku pasrah kan nyawa ini kembali padamu.) batin sang pengawal. raja yang tersadar dengan aura nya yang tiba-tiba keluar itu langsung menormalkan ekpresi nya dan menarik aura membunuh nya itu. sehingga membuat sang pengawal menjadi lega.
__ADS_1
"suruh masuk." ujarnya dengan datar. walaupun tidak suka dengan kedatangan putri itu, ia harus bisa menahan sikapnya. selain memberikan waktu kepada putri Alice, ia juga ingin memantau, sejauh mana putri Alice bertindak.
"baik yang mulia." setelah mengatakan hal itu, sang pengawal pun keluar dari ruangan itu. sepeninggalan sang pengawal, putri Alice pun masuk dengan senyum sumringah. namun sang raja tidak memperhatikan nya, ia berpura-pura sedang sibuk mengerjakan beberapa persoalan kerajaan.
"salam ayahanda.." ujar Putri Alice dengan suara yang lembut. raja Christopher pun berdehem tanpa mengangkat kepalanya.
"hem" putri Alice yang mendengar respon sang ayah yang seperti itu, mengerutkan keningnya. ada apa, tidak biasa sang ayah berlaku seperti itu kepadanya. sesibuk apapun raja cristopher, pasti ia akan meluangkan waktunya untuk dirinya.
"ada apa ayah. apa ayah tidak menyukai kedatangan ku..??" tanya putri Alice dengan mata yang berkaca-kaca. ia tidak terima diabaikan seperti itu oleh sang raja.
raja Christopher yang mendengar penuturan putri angkatnya itu, langsung menghentikan aktivitasnya kemudian mengangkat kepalanya dan melihat kearah putri Alice. tampak raut wajahnya dibuat sangat menyedihkan. tapi sang raja tidak ingin tertipu lagi. sudah cukup selama ini ia dan keluarganya terpedaya.
"ada apa ?" tanya sang raja dengan nada datar tanpa ada hangat hangat nya.
putri Alice yang mendengar kata dan ekspresi dingin dari sang raja, mendadak menjadi takut. ia menundukkan kepalanya.
"maaf ayah. putri ini datang di waktu yang tidak tepat. nanti putri akan datang lagi. maat menggangu waktu ayah." ujar Putri Alice dengan penuh penyesalan. setelah itu, ia langsung berpamitan kepada sang raja. raja Christopher pun hanya melihat saja tanpa berniat untuk merespon.
sepeninggalan putri Alice, sang Raja pun langsung menarik nafasnya dengan kasar. kemudian menyandarkan kepalanya lagi di sandaran kursi kebesarannya.
"dimana kamu nak. maafkan ayah, ayah harap kamu baik-baik saja. ayah pasti akan menebus semua kesalahan yang pernah ayah lakukan." lirih nya lagi.
***
__ADS_1
sementara itu, putri Alice menjadi kesal karena di acuhkan oleh sang ayah. ia berjalan sambil menghentak-hentakkan kakinya. tiba-tiba ia langsung berhenti tatkala telah jauh dari ruang sang Raja.
"iih... kenapa ayah mengacuhkan ku seperti itu. aku benar-benar tidak suka..!!!" ujarnya dengan kesal. pelayan Lea yang melihat sang junjungan kesal langsung menghibur.
"tenang lah putri. barangkali yang mulia memang sedang sibuk. dan memiliki banyak masalah. seharusnya putri harus paham." ujar pelayannya itu. putri Alice yang memang mendengar kan Lea langsung meredahkan amarahnya.
"baiklah Lea. kalau begitu, ayo kita cari kesibukan lain." ujar Alice. padahal ia ingin menghabiskan waktu bersama dengan sang raja, agar hubungan ayah dan anak itu terjalin erat.
***
Sementara di tempat lain. Tepatnya di rumah makan Amelia. Kembali Pembeli berbondong-bondong dan sangat banyak serta mulai bertambah ramai. Itu semua karena para rakyat dan para bangsawan yang sangat menyukai makanan-makanan yang di jual oleh Amelia. Ketika beberapa hari terjadi ketegangan yang diciptakan oleh orang orang dari rumah makan seribu bunga dan rumah makan anjaloga. Tak menyurutkan semangat para pembeli untuk datang kerumah makan itu.
Flashback beberapa hari lalu
Pak bujang alias panglima Jhonatan itu menatap orang orang itu satu persatu, seolah ia sedang membaca gerak gerik mereka. Salah seorang lagi mencoba membantu temannya yang tersudut itu.
"Anda jangan menatap kami seperti itu. Anda pikir, kami akan takut. Anda salah besar tuan.!!" Seru yang lain ikut memprovokasi, padahal aslinya ia juga merasa kan ketakutan dalam dirinya.
"Benarkah seperti itu." Ucap pak bujang lagi. Ia memicingkan matanya kembali menatap intens mereka. Sebenarnya, emosi dalam jiwanya Sudah siap meledak, namun pak bujang masih berusaha untuk menahannya.
"Sebaiknya, kalian tinggalkan tempat ini, sebelum terjadi sesuatu yang tidak di inginkan." Ujar pak bujang memperingati. Ekspresi yang ia tunjukkan benar-benar sangat mengintimidasi mereka. Mereka semua pun berpikir untuk mundur terlebih dahulu. Dapat mereka tebak, bahwa lelaki itu bukan orang biasa. Mereka harus menyusun rencana jika harus menjatuhkan mereka.
Salah seorang melayangkan tatapan kepada teman-temannya yang lain. Seolah mengatakan mereka untuk mundur terlebih dahulu. Karena mereka harus kembali lagi, untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan. Mereka pun menganggukkan kepala masing-masing.
__ADS_1
"Baiklah. Saat ini, kami biarkan anda lepas. Tapi tidak untuk nanti. Maka tunggu saja hari itu tiba.!!" Ancam salah satu dari mereka. Sementara pak bujang hanya menatap mereka dengan dingin. Setelah itu, mereka semua bubar dan meninggalkan tempat itu.