
Suara itu langsung mengagetkan mereka semua. Termasuk Alen yang masih setia berada di belakang sang nona. Ada apa ? Tentu saja sang ketua preman yang terhempas dari posisi awalnya dan menabrak beberapa gerobak para pedagang yang ditinggal begitu saja.
"ARGGGGG" terdengar suara nyaring yang kesakitan itu. Semua anggota dari para preman langsung menatap ke arah sang ketua yang tengah tak sadarkan diri akibat pukulan yang disatukan dengan kekuatan dalam Putri Amelia. Mereka melongo tak percaya. Apa ini ? Pikir mereka.
"Siapa lagi yang ingin mencoba dan ingin dipuaskan olehku...' ujar Amelia dengan seringai menyeramkan. Mereka semua perlahan memundurkan langkah mereka. Mereka tidak menyangka bahwa gadis yang mereka lihat lemah lembut dan tak memiliki kekuatan itu ternyata mampu membuat ketua mereka melayang dan bahkan tak sadarkan diri seperti sekarang ini.
(Cih otot doang besar, lihat yang mulus langsung meleleh. Tapi apa setelah mengetahui bahwa itu adalah orang kuat langsung menciut... Hahaha, jika ingin berprofesi sebagai seorang penjahat minimal harus berada di tingkat heavenly lah... Biar tidak malu-maluin.) Ejek Alan lagi dalam hatinya. Ia benar-benar sangat puas melihat sang Nona mengajari mereka seperti itu.
" Sial !!! Kita menyinggung orang yang salah." Ucap salah seorang dari mereka. Mereka saling menatap satu sama lain. Seolah ingin mengatakan untuk pergi dari sana. Dan Amelia tentu sudah dapat menebak nya.
"Heh !!! Jangan berpikir untuk kabur. Karena aku akan tetap memberikan kalian pelajaran." Ujar Amelia lagi. Ia berbicara dengan pelan. Sehingga mereka semua tak mendengar apa yang di ucapkan. Sementara Alen dari belakang berseru.
"Nona. Jangan membunuh mereka. Tidak baik." Ujarnya dengan pura-pura bijak. Amelia mencebikkan bibirnya ketika mendengar penuturan Alen. Tentu saja, membunuh bukan lah perbuatan yang menyenangkan.
"Baiklah..." Ucap Amelia. Setelah itu, Amelia langsung mengeluarkan kekuatannya dan mengangkat tubuh para preman itu melayang di udara. Dan Amelia pun langsung memindahkan mereka di dekat sebuah gerbang masuk dalam kota ini. Tubuh mereka tetap melayang seperti balon dan tidak di turunkan oleh Amelia. Itulah hukum dari nya.
Flashback off
__ADS_1
Sementara itu, di istana kerajaan Merkurius, setelah mendengar kabar dari bawahan dari pangeran William. Dengan segera, pangeran William bersiap untuk menyusul putri Amelia ke kota sebrang. Sang pengawal bayangan, Zein yang melihat sang tuan seperti itu, langsung mengerutkan keningnya. Tidak biasanya sang tuan bertindak atau berlaku seperti itu.
Flashback
Sesampainya mereka di kediaman pangeran William yang paling tersembunyi. Zein pun mulai menyampaikan informasi yang ia dapatkan.
"Khem... Jadi, bagaimana tentang penyelidikan mu Zein ??" Tanya pangeran William kepada Zein. Ekspresi yang ditunjukkan oleh pangeran William tampak biasa saja. Namun, sebenarnya dalam lubuk hati nya yang paling dalam, ia sudah merutuki sang pengawal bayangan nya. Kenapa ia masih bungkam dan lama sekali membuka suaranya. Barangkali, jika saja pangeran William tidak membutuhkan informasi mengenai putri Amelia, ia pasti sudah membuat Zein sebagai samsak, karena ketidak sabaran nya menunggu informasi yang Zein bawa.
"Maaf yang mulia. Langsung saja." Ucap pengawal itu.
"Saat ini, putri Amelia berada di kota Tidore. Dimana, tempat itu adalah tempat orang orang yang singgah sebelum menuju kota raja. Jarak nya pun tidak jauh dari kota raja yang mulia." Ucap Zein. Pangeran William memijit kepala nya yang mendadak pusing. Tentu ia tau kota Tidore. Tapi, bukan itu yang dia maksud. Menyadari kesalahannya, pengawal bayangan itu langsung berdehem.
"Khem. Maksudnya yang mulia. Sesuai yang disampaikan sang utusan tadi. Sang putri memang sedang mencari tempat untuk membuka usahanya yang baru. Dan putri Amelia juga tidak pergi sendiri. Ia di dampingi oleh seorang lelaki tampan yang mulia." Ucap sang pengawal. Mendengar penuturan itu. Pangeran William mendadak menjadi marah. Apa !!! Ada laki-laki lain yang sedang bersamanya saat ini !!! Begitu pikir pangeran William.
(Wah !!! Sepertinya tidak bisa di biarkan.!!! Aku harus segera menyusul ke sana.) Batin pangeran William. Ia tidak terima, calon permaisuri nya berjalan berdampingan dengan lelaki lain. What !! Calon permaisuri nya ? Sejak kapan ? Apakah raja Merkurius itu telah menunjuk putranya yang akan mendampingi putri Amelia ? Atau, apakah raja cristopher juga sudah memberikan restu ? Wah !!! Asal klaim saja ini pangeran. Mentang-mentang ganteng.
Flashback off
__ADS_1
"Khem.!!! Anda ingin kemana tuan.?" Tanya Zein. Namun tak di gubris oleh pangeran William. Pikirannya saat ini hanya tertuju pada Putri Amelia dan Putri Amelia, tidak ada yang lain. Saat itu juga, pangeran William langsung melakukan teleportas ke kota Tidore. Sementara sang pengawal langsung terbengong-bengong.
Syuutt
Dan tibalah pangeran William di kota Tidore itu. Sang pengawal bayangan yang di tinggalkan oleh nya, langsung ikut menyusul sang pangeran. Sesampainya mereka di sana, pangeran William langsung mencari orang yang tersangka saat ini. Dan untuk saat ini, kota Tidore itu telah kembali aman seperti semula. Begitu juga dengan orang orang yang dibuat melayang oleh Amelia, saat ini mereka sudah di bebaskan. Tak lama pangeran William langsung menangkap keberadaan Putri Amelia bersama dengan Alen. Tampaknya mereka sedang membersihkan tempat yang baru saja mereka beli.
"Itu dia" lirih pangeran William. Matanya memicing dengan tajam, melihat putri Amelia bercanda bersama dengan Alen. Terlihat mereka begitu akrab. Pangeran William yang melihat itu, tidak terima.
"Wah !!! Ini tidak bisa di biarkan !!" Ujarnya dengan mata melotot dan juga memerah. Iya kesal melihat lelaki yang sedang bercanda dengan Putri Amelia itu. Ia juga kesal kepada dirinya sendiri, yang belum bisa berbuat apa-apa. Tapi sepertinya tidak ada cara lain, iya harus melabrak keduanya dan bila perlu menjauhkan laki-laki itu pada gadis pujaan hatinya.
"Ayo Alen jangan malas-malas, aku akan membuangmu Jika kamu bermalas-malasan seperti ini !!!" Ujar Amelia kepada Alen yang tengah duduk mengistirahatkan tubuhnya. Tentu saja ia belum pernah melakukan bersih-bersih seperti ini, Ia pernah melakukannya tapi menggunakan kekuatan untuk membersihkan semuanya sehingga tidak terlalu menguras tenaga.
Tapi rasanya sekarang, Alen merasa sekujur tubuhnya begitu sakit dan kelelahan. Karena belum terbiasa melakukan hal yang seperti ini. Dalam hati Ia juga merasa menyesal telah mengikuti sang Nona keluar dari ruang dimensi.
"Iya sabar nona ku !!! Biarkan lelakimu ini beristirahat terlebih dahulu." Ujar Alen dengan candaan. Amelia yang mengerti bahwa Alen hanya bercanda dengan ucapannya pun tidak menggubris. Tapi satu hal yang mereka tidak tahu, Sang pangeran William yang sudah berada di dekat mereka telinganya mendadak menjadi panas dan jika bisa melihat asap barangkali kepalanya juga sudah mengeluarkan asap karena mendengar penuturan Alen.
"Khem...!!!" Batuk pangeran William dengan sengaja. Amelia dan aren yang masih belum menyadari kalau pangeran William telah berada di dekat mereka Langsung mengalihkan pandangan mereka dari sana. Amelia dan Alen yang masih belum mengenali pangeran William sontak langsung mengerutkan kening mereka. Mereka bertanya-tanya siapakah lelaki tampan yang datang ke toko yang belum mereka buka ini.
__ADS_1