PUTRI YANG TERSISIH

PUTRI YANG TERSISIH
98. masalah gandum yang tak kunjung usai


__ADS_3

Semenjak pangeran William menemani Putri Amelia Waktu itu, kini ia mulai dekat dengan pengawalnya dan menghargai mereka seperti putri Amelia menghargai teman-teman. Hubungan pengawal bayangan dan pangeran layaknya sahabat. Tapi, sifat itu, tidak akan mereka perlihatkan di hadapan banyak orang yang melihat. Mereka akan melakukannya jika hanya berdua atau dengan pengawal yang lain.


Zein juga tidak akan berlaku seperti seorang sahabat, jika dirinya sedang mengemban tugas atau melaporkan hal yang serius.


"Pangeran tidak apa-apa kan...." Seru Zein dengan wajah panik dan cemas.


Pangeran William yang melihat tingkah zein yang di luar nalar itu hanya mampu memutar matanya dengan malas.


"Aku tidak apa-apa..!! Memangnya ada apa sih ganggu orang sedang istirahat saja.." ketus pangeran William lagi.


Mendengar penuturan pangeran William Yang sepertinya moodnya sedang tidak baik-baik saja membuat Zain berdehem sedikit.


"Hem Hem.. maafkan hamba pangeran. Sekarang waktunya bagi yang mulia pangeran untuk makan siang, sedari kemarin dan seterusnya yang mulia sepertinya tidak bersemangat." Ujar Zein.


Walaupun pangeran William adalah seorang kultivator yang akan tahan tanpa makan dan minum, tapi kali ini berbeda. sudah berhari-hari lamanya sang pangeran terlihat murung dan tak berselera sama sekali membuat pengawal bayangan Zein menjadi cemas sendiri.


"Kamu tidak perlu khawatir aku tidak apa-apa. Sebaiknya kamu jangan ganggu aku." Ujar pangeran William lagi memberikan kode kepada Zayn untuk meninggalkannya segera.


Hari ini dan selama seminggu ini, mood-nya benar-benar tidak baik. Pengawal Zain yang mengerti, Ia pun langsung segera pamit undur diri kepada sang tuan. Ia kembali ke dalam bayang-bayangan untuk berjaga-jaga.

__ADS_1


"Mereka tidak tahu apa !! Kalau aku sedang galau dan tidak butuh apapun kecuali kekasihku..!! Ha a... Kenapa belahan jiwaku lama sekali kembalinya. Kalau begini caranya aku bisa gila karena rindu... Mana cincin yang kuberikan tidak berfungsi lagi..!!" Ujar pangeran William sedikit kesal dengan dirinya sendiri.


Dan akhirnya ia memilih untuk diam dan merenung saja sambil mengenal dan menyelami rasa rindunya yang tak kunjung reda itu.


***


Beralih ke kerajaan Venus. Kini masalah tentang gandum masih belum terselesaikan oleh para pemerintah atau petinggi-petinggi istana. Semakin hari masalah datang bertubi-tubi. Belum lagi masalah yang diciptakan oleh Putri Alice untuk mencari perhatian dan menjelekkan Putri Amelia.


Seperti yang terjadi saat ini, Di mana para petinggi istana kembali melakukan pertemuan bulanan untuk menyelesaikan masalah-masalah yang terjadi. dan tak kunjung ada jalan. seolah Buntuh saja.


"Bagaimana ini yang mulia..?? Kita semua tidak dapat menyelesaikan atau memecahkan permasalahan tanaman gandum di kerajaan kita. Sudah setahun lebih, kita tidak bisa menyimpan gandum di ruang penyimpanan bahan pangan dalam istana. Bahkan gandum yang dikirimkan oleh raja Robert tak mampu memenuhi dan menutupi semua kebutuhan para bangsawan." Ujar salah seorang menteri pertanian itu.


"Kalau seandainya kita tidak bisa memproduksi gandum lagi. ajak para bangsawan untuk beralih ke makanan lain, seperti jagung dan kacang padi. Tidak ada cara lain untuk menumbuhkan gandum, kalau saja tidak bisa menemukan solusi." Ujar Raja Christopher lagi.


Semua yang ada di sana langsung tercengang mendengar keputusan sang raja. Pasalnya jagung dan kacang padi itu hanya digunakan untuk makanan hewan saja. Dan juga para rakyat jelata. Mana mungkin para bangsawan yang kedudukannya terhormat itu memakan makanan seperti itu.


"Tapi yang mulia.. makanan itu hanya dikonsumsi oleh para rakyat jelata dan juga para binatang peliharaan. Bagaimana mungkin kita akan memakannya sebagai golongan yang terhormat. Ini namanya penghinaan yang mulia." Ujar salah satu dari para menteri yang hadir di acara rapat bulanan itu.


Raja Christopher juga tahu bahwa makanan itu hanya dikonsumsi oleh mereka yang kurang mampu. Tapi mau bagaimana lagi, jika ingin bertahan hidup maka untuk sementara waktu hanya bisa mengkonsumsi makanan tersebut.

__ADS_1


"Tidak apa-apa jika kalian tidak mau memakan makanan itu. Lagi pula saat ini, kerajaan kita dalam kondisi krisis pangan. Jika kalian ingin bertahan hidup, maka tidak ada cara lain selain mengkonsumsi makanan tersebut. Sampai akhirnya kita menemukan cara untuk kembali menanam gandum. Namun jika kalian semua merasa keberatan tidak jadi masalah." Ujar Raja Christopher dengan mutlak.


Sementara yang lain hanya mampu menggelengkan kepala mereka saja, karena memang tidak ada yang bisa mereka lakukan.


Setiap pengupayaan penanaman tanaman gandum, kadangkala tanaman itu tidak akan tumbuh baik seperti biasanya. Ada saja rintangannya, dimulai dari buah yang tidak memenuhi standar buah yang layak, dan juga banyaknya hama yang menggerogoti tanaman tersebut.


Mereka sudah melakukan berbagai macam cara untuk memberantas hama dan mengupayakan tanaman gandum agar tumbuh dengan baik, namun tetap saja, cara itu tidak berhasil mereka lakukan.


"Yang mulia. Apakah kita tidak bisa meminta bantuan lagi ke kerajaan Merkurius..?? Bukankah kerajaan kita dengan kerajaan Merkurius berteman baik..??" Tanya salah seorang menteri yang ada di sana. Mendengar pertanyaan seperti itu raja Christopher langsung menggeleng-gelengkan kepalanya.


"Mereka sudah membantu kita dari awal krisis sampai akhirnya sekarang. Saat ini kerajaan mereka juga sedang tidak baik-baik saja, mereka juga sedang fokus mensejahterakan rakyat mereka. Jadi kita tidak bisa meminta bantuan ke kerajaan Merkurius begitu saja. Makanya untuk sementara waktu menunggu permasalahan ini dipecahkan, alangkah baiknya kita semua beralih ke makanan jagung dan juga kacang padi." Ujar Raja Christopher lagi. Mendengar penuturan sang raja terdengarlah bisik-bisik dari para menteri lainnya.


"Bagaimana ini. Sepertinya ini benar-benar sudah sangat krisis. Bagaimana mungkin kita akan memakan makanan yang sama persis dikonsumsi oleh para rakyat jelata bahkan hewan sekalipun." Bisik para menteri itu. Kasat kusut dan kata-kata tak mengenakan pun mulai terdengar, ada yang tidak terima ada juga yang hanya diam saja.


"Jika kalian semua tidak menerima dengan jalan yang saya haturkan. Itu terserah kepada kalian semua. Rapat hari ini kita cukupkan sampai di sini saja." Setelah mengatakan hal itu raja pun langsung meninggalkan kursi kebesarannya dan kembali ke ruang kerjanya.


Kepalanya benar-benar pusing memikirkan masalah ini, belum lagi memikirkan masalah putrinya yang bertahun-tahun menghilang dan tak menemukan keberadaannya.


"Ayah..." Pangeran mahkota langsung menyusul sang ayah ketika rapat bulanan itu selesai. Ia tahu, pasti sang ayah pusing memikirkan masalah ini. Raja Christopher pun langsung menegakkan kepalanya dan melihat Sang putra kemudian memasang senyum masam. Pangeran Juan pun menghampiri ayahnya dan duduk di hadapan sang ayah.

__ADS_1


__ADS_2