PUTRI YANG TERSISIH

PUTRI YANG TERSISIH
104. menerima laporan


__ADS_3

"Begini nona, selama setahun ini kerajaan Venus mengalami krisis pangan bagi para bangsawan maupun rakyat jelata. Berbagai upaya telah dilakukan untuk mengantisipasi dan menyelesaikan masalah krisis pangan ini. Sementara untuk kerajaan Merkurius, dan karena kerajaan Merkurius serta kerajaan Venus bersahabat, raja Robert mengirimkan bantuan gandum ke kerajaan Venus. Di mana kita ketahui bahwa gandum adalah salah satu makanan orang-orang dari kelas atas. raja Robert berharap masalah atau krisis pangan ini yang terjadi di kerajaan Venus dapat teratasi. Tetapi nyatanya, setiap tindakan yang diambil oleh raja selalu mengalami kegagalan. Jadi banyak kaum bangsawan untuk sementara makanannya dialihkan ke kacang padi dan juga jagung. Tapi tak sedikit pula orang yang menentang akan hal itu. Kalau untuk masyarakat biasa, mereka masih bisa memakan apa saja yang tumbuh asalkan tidak beracun, namun untuk para bangsawan mereka terlalu sombong dan pemilih dan akhirnya banyak diantara mereka yang kelaparan. Bahkan mereka sampai melakukan penindasan di mana-mana untuk mendapatkan segenggam gandum. Dan puncaknya, saat ini bukan lagi para bangsawan yang kelaparan melainkan semua rakyat yang ada di kerajaan Merkurius dan Venus juga mengalami kelaparan. Sementara di kediaman kita juga bahan pangan yang disimpan sudah tidak banyak lagi nona. Beberapa yang lainnya juga sudah kami bagikan kepada beberapa orang yang ada di sekitar kita, dan sekarang kami sedang menghemat bahan makanan jadilah bentukan kami seperti ini. Tapi nona tenang saja, kami seorang cultivator tentu saja tahan jika tidak makan berhari-hari." Jelas Pak bujang kepada Putri Amelia.


Putri Amelia yang mendengarkan penuturan tersebut dan kenyataan yang terjadi di kerajaan ini mendadak menjadi bungkam. Kini ia mulai memikirkan Bagaimana kondisi kerajaan ayahnya. Ia juga mulai memikirkan Apakah ayah dan ibunya baik-baik saja ?. Putri Amelia juga merasa kasihan melihat rakyat-rakyat yang ada di kedua kerajaan ini kelaparan.


"Lalu menurut Pak bujang Apa yang harus kita lakukan..??" Tania Putri Amelia mencoba berdiskusi kepada Pak bujang mengenai hal terjadinya krisis pangan ini.


"Kalau menurut saya Nona, jikalau Raja memberikan perintah untuk menanam kacang padi dan juga jagung dengan skala besar, pasti kerajaan ini tidak akan mengalami krisis pangan. Apalagi sekarang tanaman gandum sedang bermasalah untuk tumbuh." Ujar Pak bujang lagi memberikan sedikit pendapatnya. Putri Amelia pun mengganggu anggukan kepalanya.


"Apakah di sini tidak ada beras yang berasal dari padi..?? Kenapa dari tadi Pak bujang cuma membahas mengenai gandum, kacang padi dan juga jagung. Apakah selain dari 3 itu tidak ada tumbuhan yang lain yang bisa dikonsumsi Pak bujang..??" Tanya Putri Amelia lagi.


"Ada nona. Seperti yang Nona bilang tadi, beras yang berasal dari padi. Tapi yang menjadi masalah, beras tidak terlalu banyak diminati oleh para penduduk yang ada di sini. Karena rasanya yang tidak terlalu enak. Orang mengatakan kalau beras itu hanyalah untuk makanan ternak saja. Jadi tak ada satupun masyarakat dari kalangan atas maupun kalangan bawah yang mengkonsumsi makanan beras itu. Bahkan kami pun baru merasakan beras atau nasi Setelah datang ke tempat ini nona. Kalau tidak selamanya Kami tidak akan tahu bahwa beras yang dimasak ternyata mengeluarkan aroma yang cukup menggugah selera." Ujar Pak bujang kembali.


"Baiklah kalau begitu Pak bujang... Nanti Pak bujang bantu saya untuk membagikan beberapa bahan makanan untuk para warga yang ada di sekitar sini. Dengar, yang mau saja.. karena kita akan membagikan beras bukan kacang padi ataupun jagung maupun juga gandum. Jadi berikan kepada orang yang mau saja jika ada orang yang tidak mau dan malah menyengir jangan berikan, biarkan saja mereka kelaparan." Ujar Putri Amelia langsung mengutarakan niatnya tersebut.

__ADS_1


Putri Amelia yakin kalau pasti ada beberapa orang yang akan nyinyir atau menolak mentah-mentah beras yang akan dibagikan kepada masyarakat. Mengingat beras itu tidak terlalu diminati di tempat ini.


"Baik Nona saya mengerti.." tak lama istri dari Pak bujang dan kedua pelayannya pun datang dengan beberapa cemilan yang masih mengepul di permukaan. Ada juga beberapa minuman yang mereka bawa di atas nampan.


***


Di tempat lain tepatnya di kediaman pangeran William. Tiba-tiba Zein datang dengan tergopoh-gopoh membuat pangeran William yang sibuk mengerjakan beberapa pekerjaan yang ada di atas kemejanya mengerutkan keningnya dengan heran.


"Hos~hos~hos~maaf Yang mulia saya ke sini ingin melapor.." ujar Zein tanpa memberikan sikap hormat kepada sang pangeran Karena yang ada di sana Hanya mereka berdua.


Pangeran William lagi-lagi tak mengubris apa yang dikatakan Zein. Sementara Zein sendiri masih terus ngos-ngosan akibat berlari menghampiri sang tuan. Bodohnya Zein padahal Ia bisa melakukan teleportasi untuk bertemu langsung dengan sang tuan. Tapi entahlah orang kalau memang sedang syok atau bagaimana mereka tidak akan mengingat bahwa ada jalan yang lebih muda untuk ditempuh.


" Saya melihat Tuan Putri Amelia telah kembali ke kediamannya. Mereka baru datang hari ini yang mulia pangeran.." ujar Zein yang sukses membuat pangeran William menghentikan aktivitas tangannya yang sedang sibuk menulis sesuatu. Ia langsung menetap tajam ke arah Zein.

__ADS_1


"Benarkah Zein !! kamu sedang tidak membohongiku kan..??" Tanya sang pangeran sambil memicingkan matanya.


Pengawal Zen pun langsung menganggukkan kepalanya dengan cepat. Dan tanpa memberikan ekspresi apapun, dan dengan cepat pula pangeran William langsung menghilang dari tempatnya dan muncul kembali di kediaman Putri Amelia. Bahkan Zain yang melihat tingkah sang pangeran seperti itu hanya mampu menggeleng-gelengkan kepalanya saja setelah itu ia pun langsung menghilang menyusul sang pangeran.


"Aku pikir pangeran tidak akan tertarik mendengar berita tersebut. Ternyata aku salah besar.." omel Zein kepada dirinya sendiri.


Sesampainya Zein di depan kediaman Putri Amelia, Iya langsung melihat sang pangeran sedang berjalan terburu-buru menuju pintu kediaman. Dan lagi-lagi Zein hanya mampu menggeleng-gelengkan kepalanya saja.


"Sayang !! Sayangku.. akhirnya kamu kembali juga !! Kenapa selama itu kamu tidak memberikanku kabar hah..!!" Ujar pangeran William yang sudah berhambur memeluk tubuh Putri Amelia yang masih duduk di atas sofa itu. Pak bujang dan keluarganya serta kedua pelayan Putri Amelia yang melihat kedatangan pangeran William langsung berdiri dan memberi hormat.


"Salam kepada yang mulia pangeran.." ujar mereka dengan serentak dan memberi hormat.


Sementara pangeran William tidak mendengarkan ucapan salam mereka malah sibuk memeluk Putri Amelia untuk mencairkan rasa rindunya yang telah membeku itu. Sementara itu Zain langsung memberikan kode kepada kedua pelayan Putri Amelia dan juga keluarga dari Pak bujang. Seolah Zein mengatakan jangan mengganggu pangeran, sebaiknya kita semua keluar saja dan mengobrol di tempat lain.

__ADS_1


__ADS_2