
Egois,itu lah kata yang pantas di sematkan pada Aaron,setelah ia begitu menyakiti hati Ariana dan menghancurkan nya dengan berkeping-keping lalu kini ia ingin menambah korban dengan menghancurkan hati orang lain, bukan kah itu yang di sebut dengan egois?
Jika dulu Ariana akan merasa begitu bahagia mengetahui Aaron menyukai nya namun lain hal nya dengan sekarang,ia begitu membenci Aaron yang bersikap sesuka hati nya,setelah di campakkan kini ia ingin kembali memiliki nya,wanita mana yang Sudi menerima pria seperti nya?
Ariana memilih untuk diam saja selama perjalanan,pikiran nya kini tak fokus bahkan ia tak sadar jika sedari tadi ponsel nya berdering lantaran sang sopir yang khawatir tak melihat nya berada di cafe tersebut
Deringan kesekian kali nya namun Ariana tetap tak menyadari hal itu,Aaron yang hampir muak mendengar deringan itu pun memilih menghentikan mobil nya lalu mengambil ponsel Ariana dari dalam tas nya,tentu hal itu membuat Ariana tersentak kaget,dan dengan spontan ia mengambil ponsel nya yang sudah berada di tangan Aaron
“Jangan lancang Aaron!”
Deg!
Aaron membeku mendengar ucapan Ariana yang tak asing di telinga nya,tentu ia merasa familiar dengan ucapan tersebut lantaran ia juga pernah mengatakan hal itu pada Ariana saat Ariana mencoba mengintip ke arah ponsel nya
“A-aku hanya..”
ucapan nya terhenti kala Ariana segera mengangkat telepon nya,kini bukan dari sang sopir melainkan sang kekasih yang khawatir saat menerima telepon dari sopir Ariana jika Ariana tidak ada di cafe,Sopir itu menelepon Jordan lantaran mengira jika Jordan yang membawa Ariana namun jelas pria itu tak membawa Ariana lantaran ia tengah berada di kantor
“Sayang,kau dimana?” Tanya Jordan setelah Ariana mengangkat telepon nya,ia khawatir lantaran beberapa kali mencoba menghubungi Ariana namun tak ada jawaban dari calon tunangan nya itu
Aaron menghela nafas geram saat mendengar Jordan yang menelepon Ariana bahkan menyebut Ariana dengan kata sayang,ingin sekali rasanya ia merampas ponsel Ariana jika tidak tengah mendapatkan tatapan tajam dari Ariana yang meminta nya untuk tidak bersuara
“A-aku sedang bersama teman ku.” ucap Ariana berbohong, tentu saja ia tak akan jujur karena tak ingin Jordan nanti nya memberitahu kan hal itu pada papa nya, mengingat bagaimana marah papa nya kemarin malam saat mendengar cerita nya
__ADS_1
“Teman yang mana? Share loc sekarang aku akan menjemputmu.” ucap Jordan sedikit tak yakin dengan jawaban Ariana jika mengingat selama ini Ariana hanya berteman dengan Aaron
Ariana semakin panik,ia bingung harus menjawab apa lagi tak mungkin ia jujur dan mengirim lokasi nya saat ini,jelas hal itu akan mengundang pertengkaran antara kedua pria tampan itu
“Ti-tidak perlu Jordan,A-aku hanya sebentar lalu akan segera pulang.”
Jujur saja ia sangat takut jika Jordan akan mendatangi nya,dan jika terjadi pertengkaran maka ia tak bisa menyalahkan Jordan lantaran memang ia adalah calon tunangan nya,pria mana yang tak marah melihat wanita nya satu mobil dengan pria lain
“Baiklah jangan terlalu lama,kau masih belum pulih total.” ucap Jordan mengingat kan,Ariana pun berdehem sebagai jawaban untuk mengakhiri panggilan tersebut
“Kiss dulu.” ucap Jordan saat Ariana meminta izin untuk mengakhiri panggilan tersebut,sontak hal itu membuat Aaron yang kini berada di samping Ariana merasa panas menatap tajam pada Ariana
Ariana pun tak kalah kaget lantaran Jordan yang tiba tiba mengatakan hal tersebut padahal biasa nya Jordan tak pernah meminta hal seperti itu,Sontak Ariana menatap Aaron yang kini menatap nya dengan tajam dengan nafas yang memburu,entah mengapa perasaan Ariana kini mendadak tidak enak
“Mmm aku malu,di sini ada teman ku.” ucap Ariana berbohong,tentu saja itu hanya alasan nya agar menghindari mewujudkan permintaan Aaron,selain ia tak ingin Aaron nanti bertindak hal yang tidak tidak,ia juga tak terbiasa melakukan hal itu pada pria mana pun kecuali Aaron,itu pun dulu secara diam diam
“Baik lah,aku akan menagih nya setelah kita bertunangan.” ucap Jordan terkekeh dan di sambut lelehan kecil dari Ariana,jujur saja hati nya kini ketar ketir melihat raut wajah marah dari Aaron,dengan segera ia memutuskan sambungan telepon tersebut agar Jordan tak lagi memancing kemarahan dari Aaron
“Sudah puas selingkuh nya?” ucap Aaron tak tahu diri
Selingkuh kata nya? jadi maksud nya Jordan lah selingkuhan Ariana? bukan kah Ariana sudah mengatakan dengan jelas jika ia tak bersungguh-sungguh menerima nya tadi?
Bahkan jika memang benar Ariana di anggap selingkuh seharusnya yang menjadi selingkuhan nya itu ada ia sendiri bukan? kenapa malah menjadikan Jordan sebagai selingkuhan Ariana? dia benar benar gila, pikir Ariana
__ADS_1
“Bisa bisa nya kau selingkuh di depan pacar mu sendiri.” ucap Aaron melajukan kendaraan nya dengan kecepatan lebih tinggi dari sebelum nya,tentu hal itu membuat Ariana tegang memegang sabuk pengaman nya dengan erat
Ia baru saja mengalami kecelakaan namun kini sudah di hadapkan dengan keadaan di mana ia bisa mengalami kecelakaan untuk kedua kali nya nanti
“A-aron aku masih trauma.” ucap Ariana terbata bata,mata nya masih tertutup lantaran tak berani menatap jalanan
Mendengar hal itu Aaron segera menurunkan kecepatan mobil nya,ia benar benar lupa jika Ariana baru saja mengalami kecelakaan gara gara emosi nya sesaat
“Maaf,aku lupa.” ucap nya meraih tangan Ariana yang tengah memegang erat sabuk pengaman,benar saja kini tangan Ariana dingin mungkin karena rasa takut nya
“Ti-tidak apa apa.” ucap Ariana ketika merasakan kini tangan nya tengah di genggam oleh Aaron,ia menatap Aaron yang kini juga menatap nya dengan sendu,entah apa yang pria itu tengah pikirkan yang jelas kini Ariana memalingkan wajah nya lantaran tak kuat harus bertatapan dengan Aaron terlalu lama
“Kau gugup?” tanya Aaron menarik sudut bibir nya kala melihat wajah Ariana yang memerah bak kepiting rebus
Ariana jelas menggeleng,tidak mungkin ia mengaku jika memang kini ia tengah gugup lantaran di tatap oleh pria tampan itu,dengan sebisa mungkin Ariana berusaha bersikap tenang namun ia benar benar tidak bisa lantaran kini Aaron semakin mendekatkan wajah nya pada wajah Ariana
“A-aron a-apa yang ingin kau lakukan.” ucap Ariana gugup kala melihat tatapan Aaron yang tertuju pada bibir merah nya,ia jelas tahu apa yang ada di otak pria itu
“Kau tahu? bibir mu membuat ku candu.” ucap Aaron tersenyum menyeringai,sontak hal itu membuat Ariana ketakutan,kini wajah mereka begitu dekat bahkan Ariana bisa merasakan nafas Aaron di wajah nya
“Aaron awas!” pekik Ariana
Ciiiitttt!!!!
__ADS_1
TERIMA KASIH TELAH MEMBACA CERITA KU SAMPAI BAB INI,SEMOGA READERS SUKA,AUTHOR MINTA DUKUNGAN NYA DENGAN LIKE,KOMEN DAN VOTE SEKALIAN RATE NYA SESUAI PENILAIAN READERS,TERIMA KASIH🥰🙏